Anda di halaman 1dari 18

BEST PRACTICE PENGAWAS SEKOLAH

DALAM PEMBIMBINGAN PELAKSANAAN


PEMBELAJARAN
SESUAI STANDAR ISI DAN PROSES BAGI GURU SMK
KABUPATEN GUNUNGKIDUL

OLEH
ISWANDI
PENGAWAS SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

PEMERINTAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL


DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA
BAB I LATAR BELAKANG

Pelaksanaan berbagai metode pembelajaran berbasis siswa aktif mulai CBSA, KBK,
QCL, CTL PAKEM, PAIKEM, PAIKEMGEMBROT, dan sebagainya pada umumnya
berlalu begitu saja tanpa direspon secara aplikatif oleh para guru, dan guru tetap
pada pola mengajar yang lama, dengan berbasis guru aktif. Hal inilah muara mutu
pendidikan di Indonesia rendah dalam segi kompetensi maupun kreatifitas tamatan
dibanding mutu tamatan sekolah di negara tetangga, dan karena kompetensi yang
rendah, sedangkan tuntutan nilai harus baik/tinggi, dengan kondisi yang demikian
guru melakukan kesalahan fatal secara sistemik, yaitu pada umumnya guru terpaksa
ngarang biji (ngaji) akibatnya nilai yang dimiliki siswa sebagian besar bukan
gambaran kompetensinya tapi berasal dari pemberian guru, hal ini sangat
berdampak awal terbentuknya karakter/ kepribadian anak tidak kompetitip
cenderung koruptip.

Pada perkembangan terakhir dengan dikeluarkana 8 standar pendidkan, dan rencana


pelaksanaan kurikulum 2013, berawal dari kekawatiran penulis pelaksanaan 8
standar kususnya setandar proses akan miliki nasip yang sama dengan metode
siswa aktif diatas,(dilapangan pelaksanaan pelaksanaan pembelajaran berbasis
siswa aktif terabaikan/tidak dilaksanakan secara baik dan benar)
Lanjutan

Penulis mecoba berupaya sistemik bertujuan untuk menjamin


keterlaksanaan peraturan menteri tersebut kususnya standar Isi dan
proses

Pembinaan diawali dalam menyusun pengembangan silabus dan rencana


pelaksanaan pembelajaran (RPP) mencakup semua SK,KD yang sesuai
standar proses yang memuat eksplorasi, elaborasi, komfermasi (EEK) serta
penerapan pendidikan karakter bangsa dengan pelaksanaan penilaian berbasis
kompetensi.

Dilanjutkan dengan menunjuk salah satu atau lebih guru melalui kepala sekolah
untuk mevalidasi RPP setelah sepakat dipraktekan dan direkam baik melalui
media aodio visual maupun secara manual

Untuk selajutanya hasil rekaman tersebut disampikan dihadapan semua guru


pada sekolah tersebut sebagai model mengajar yang sesuai standar proses (
berbasis EEK dan karakter bangsa) selajutnya dengan cara yang sama penulis
laksanakan terhadap semua sekolah binaan se Kabupaten Gunungkidul Tahun
Pelajaran 2010/2011.dan Tahun Pelajaran 2011/2012.
Tujuan

1. Tujuan pelaksanaan program ini adalah untuk merubah mindset guru dalam
pelaksanaan pembelajaran dari model guru aktif (menulis dipapan tulis dan
menerangkan didepan klas) menjadi pembelajaran yang berbasis siswa aktif
sesuai standar proses. (EEK dan pendidikan karakter)

2. Melaksanakan penjaminan terlaksanya Standar Isi pada sekolah binaan,


mencakup materi minimal dan kreteria kompetensi minimal (KKM) untuk
mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang pendidikan menengah
kejuruan, kususnya di SMK kabupaten Gunungkidul

3. Memfasilitasi guru dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis siswa aktif


sesuai standar proses ( memuat EEK dan pendidikan karakter bangsa) agar
siap menghadapi PKG, PKB, PLPG, sehingga diharapkan akan menjadi guru
yang professional
Manfaat

1. Manfaat bagi guru dapat melaksanakan tugas sesuai standar isi dan standar
proses, dan melaksanakan pembelajaran berbasis kompetensi.Di samping itu
akan bisa untuk merubah kebiasan guru dari pola mengajar konvensional atau
pembelajaran berbasis guru aktif menjadi berbasis siswa aktif.

2. Bagi sekolah tercipta kultur pembelajaran yang standar sehingga dapat


melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dengan baik dan benar, sehingga
dengan materi pelajaran yang standar, cara mengajar yang standar dapat
mengeluarkan mutu tamatan yang standar pula.

3. Bagi pengawas sekalah dapat sebagai referensi model penjaminan


pelaksanaan standar isi dan standar proses dengan efektif

4. Bagi Depdiknas dapat terlaksananya Permen Diknas No 41 Tahun 2007 dan


Impres No 01 Tahun 2010(program percepatan pembangunan pendidikan).
Agar tidak bernasip sama dengan model-model pembelajaran berbasis siswa
aktif lainya
BAB II
KAJIAN PERMASALAHAN SERTA PEMECAHAN MASALAH

Gambaran Umum
1. Berawal dari sulitnya penulis melaksanakan perubahan pola menganjar
yang dilaksanakan oleh guru-guru sekolah binaan, bahkan sebelum tahun
pelajaran 2010/2011 penulis telah melaksanakan pembinaan pengembangan
silabus RPP sesuai standar proses pada semua sekolah binaan, ternyata
dalam pelaksanaan pembelajaran belum ada yang menerapkan RPP yang
sudah merencanakan dengan baik itu.

2. Berdasar kenyataan yang demikian, maka penulis mencari cara


bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang berbasis siswa aktif dan karakter
ini dapat terlaksana dengan baik dan benar, Mengingat bahwa karena
standar proses adalah peraturan menteri pendidikan No 41 Tahun 2007 dan
dikuatkan oleh Impres No 01 Tahun 2010, tentang Percepatan Pembangunan
Nasional dalam bidang pendidikan adalah pelaksanaan pembelajaran
berbasis siswa aktif dan penerapan pendidikan karakter bangsa harus
dilaksanakan sejak Inpres tersebut ditetapkan.
Lajutan

3. Tidak lanjut dari pengembangan silabus dan RPP ini penulis sebagai
pengawas menindaklanjuti dengan mengadakan analisis untuk menjamin
standar kompetensi (SK) serta kompetensi dasar (KD) benar-benar telah
dibuat dan dijabarkan kedalam silabus dan RPP, hal ini dengan maksud
untuk menjamin terlaksananya standar isi.

4. Untuk menjamin kelengkapan silabus RPP memuat semua SK


dan KD mapel yang menjadi tanggungjawab guru pengampu,
penulis malakukan kontrol melalui berbagai jalur (kenaikan
pangkat/kinerja guru/sertifikasi) sebagai syarat untuk mendapatkan
rekomendasi harus melengkapi bukti pisik kelengkapan silabus
RPP yang memuat semua SK/KD yang menjadi tanggung jawab
guru yang bersangkutan.

5. Hal ini penulis lakukan karena kecendrungan selama ini guru


kebanyakan mengajar berdasar teks book, tidak berdasar pada standar isi
terbukti dari analisis awal guru hanya memiliki persiapan mangajar hanya
sebagian dari SK dan KD yang menjadi tanggungjawabnya
B.. Pelaksanaan Standar Isi.

Pelaksanaan Standar Isi sejak tahun 2006 Depdiknas tidak lagi


mengeluarkan kurikulum melainkan hanya mengeluarkan
Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006, tentang Standar kelulusan,
Permendiknas Nomor 22 tentang Standar Isi dan segala perubahanya
serta Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian.
Semua sekolah diharapkan memiliki kurikulum satuan pendidikan
(KTSP) sendiri yang penyusunannya berdasar/mengacu pada
Permendiknas tersebut di atas sebagai standar minimal.

Dalam pelaksanaannya pembuatan KTSP dipastikan memuat semua


SK dan KD sesuai dengan kompetensi keahliannya, akan tetapi
realitanya , bahwa setelah dijabarkan ke silabus dan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) semula kebanyakan mapel tidak
mencakup semua SK dan KD yang sesuai standar isi, setelah
diadakan pembinaan dapat mencapai rata-rata semua sekolah dalam
komponen SK,KD pada silabus dan RPP mencapai 99,03 %
Pelaksanaan Stadar Proses
kata presiden SBY,
1. .

“Saya minta … untuk mengubah metodologi belajar-mengajar yang ada selama


ini. Sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah jangan hanya gurunya
yang aktif , tetapi harus mampu membuat siswanya juga aktif
(Presiden SBY, Temu Nasional 2009 di Jakarta,29 Okt 09 - Kompas, 30 Okt 09).

2. Setiap sekolah perlu minimal seorang guru sebagai model mengajar yang
standar dan direkam. baik secara manual maupun dengan kamera.

3. Hasil rekaman ditatayangkan dihadapan semua guru pada sekolah yang


bersangkutan dan di cermati/refleksi berasama sebagai contah/model
mengajar yang sesuai standar proses, serta pelaksanaan pengambilan
penilaian pendidikan karakter budaya bangsa.

4. Dalam pelaksanaannya standar proses, bagi mayoritas guru sebelumnya


terasa susah karena guru harus merubah kebiasaan pola pikir (mindset) dan
perubahan cara mengajar dari guru aktif menjadi pembelajaran berbasis siswa
aktif, setelah diadakan pembimbingan guru kumentar sebaliknya “ ternyata
dengan mengajar berbasis siswa aktif , menjadi lebih nyaman,ringan , karena
hanya menerangkan seperlunya (10-25 % waktu pembelajaran)
Lajutan

Dengan memfasilitasi guru dalam pelaksanaaan pembelajaran berbasis EEK


dan pendidikan karakter bangsa, berarti melaksanakan Peraturan Mentri
Pendidikan Dan Intruksi Presiden Republik Indonesia, sedangkan hasil
rekaman dengan hasil skor rata-rata = 77,98 (baik)

Dengan ini kami sampikan daftar sampel rekaman guru mengajar sesuai
standar proses dan pelaksanaan penilain pendidikan karakter ( Rekaman
terlampir pada CD )

NO NAMA GURU MATA PELAJARAN YANG TERLAMPIR


DIREKAM PD CD

1 Pramudiyantaro S,Pd ( No 8) Bahasa Indinesia 1

Dra Eni Pujilestari (N0 27)


Mata Pelajaran Pkn
2 2
Anggraini Ratna. W. S.Pd Si(N0 4)
Mata Pelajaran Matematika

3 3
D. Model Silabus Dan RPP Yang Sesuai Stndar Proses

1. Dilaksanakan analisis SK dan KD baik dalam segi cakupan maupun alokasi


waktu yang dibutuhkan sampai siswa mencapai ketuntasan KKM.

2. Silabus dan RPP yang standar harus memuat semua SK dan KD mata
pelajaran yang menjadi tanggung jawab guru yang besangkutan serta
memenuhi unsur-unsur dalam standar bimtek pengembnagan KTSP

3. Analisis/pemetaan silabus dan RPP telah memuat semua SK dan KD mapel


yang menjadi tanggunjawab guru
E. Instrumen Rekaman Pembelajaran Yang Sesuai Standar Proses
Instrumen ini dipergunakan untuk mencatat selama pelaksanaan pembelajaran
guru model berlangsung ( Instrumen terlampir) dan rekaman kamera vidio

F. Penjaminan Pelaksanaan Standar Isi Dan Standar Proses

1. Setelah kepala sekolah memfasilitasi/melakukan pelatihan pengembangan


silabus dan RPP yang dilajutkan membuat sampel rekaman guru mengajar
yang memenuhi standar yang dilajutkan presentasi hasil rekamaan dihadapan
semua guru, serta melakukan refleksi guna koreksi dan pemahaman model
untuk digunakan sebagai contoh mengajar yang setandar.( penulis sebagai
pembimbing)

2. Melakukan tagihan berupa surat instruksi yang isinya agar guru :


2.1. Membuat perangkat mengajar kususnya pembuatan silabus
RPP lengkap sesuai dengan SK dan KD yang menjadi tanggung
jawabnya. Hal ini guna menjamin terlaksananya standar isi.
2.2. Mulai melaksanakan/menerapkan pembelajaran sesuai standar proses
yang memuat EEK dan pendidikan karakter.
2.3. Dan ditindaklanjuti dengan supervisi terpadu kepala sekolah bersama
pengawas sekolah. Hasilnya akan dipergunakan sebagai dasar penilaian
kinerja Hal ini guna menjamin terlaksananya standar proses.
G. HASIL UJIAN NASIONAL

Hasil kelulusan ujian tahun pelajaran 2010/ 2011 dan tahun 2011/2012

1. Hasil ujian akhir tahun pelajaran 2010/2011 menduduki peringkat 1 DIY


pada % kelulusan dengan jumlah peserta se Kabupaten Gunungkidul
sebanyak 4424 siswa yang tidak lulus sebanyak 4 siswa sehigga
prosentase kelulusan = 99,91%

2.. Hasil ujian akhir tahun pelajaran 2011/2012 menduduki peringkat 1 DIY
jumlah peserta se Kabupaten Gunungkidul sebanyak 4845 siswa yang tidak
lulus sebanyak 2 siswa sehigga prosentase kelulusan = 99,96%
PROPINSI : 04 - DI YOGYAKARTA
PERINGKAT RATA-RATA HASIL UN SMK TAHUN 2012

MATA UJIAN
Kode Jumlah
No. NAMA KOTA/KABUPATEN RANK
Kota Pes
BIN ING MAT KMP TOT

1 01 KOTA YOGYAKARTA 5,016 7.11 5.87 5.80 7.79 26.56 I

2 05 KABUPATEN GUNUNGKIDUL 4,845 7.22 5.58 5.95 7.78 26.53 II

3 03 KABUPATEN KULONPROGO 3,696 7.16 5.54 5.91 7.84 26.45 III

4 02 KABUPATEN BANTUL 4,266 7.00 5.54 5.96 7.86 26.37 IV

5 04 KABUPATEN SLEMAN 5,730 6.95 5.54 5.57 7.83 25.89 V

RATA-RATA NILAI UN DIY #### 7.08 5.60 5.82 7.82 26.32


RANKING TINGKAT DIY PADA SEMUA JENGJANG NILAI RATA-RATA UN
TAHUN 2012

RATA-RATA RATA-RATA RANKING


JENJANG NILAI UN NILAI UN PROV TINGKAT
KAB.GK. PROVINSI DIY

SD-MI 21, 90 22, 24 V (KE LIMA)

SD 21, 28 22, 35 V (KE LIMA)

MI 19, 97 20, 82 V (KE LIMA)

SMP-M.Ts. 23, 17 25, 02 V (KE LIMA)

SMP 23, 46 25, 36 V (KE LIMA)

M.Ts. 22, 07 23,48 V (KE LIMA)

SMA-MA Program IPA 36, 19 38, 66 V (KE LIMA)


BAB III
A. KESIMPULAN

1. Berdasarkan tujuan dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab-bab


terdahulu, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan bimbingan secara
sistemik mulai dari analisis pemetaan SK dan KD dapat menjamin
keterlaksanaan standar isi kususnya SK dan KD dapat lebih terjamin
keterlaksanaanya

2. Pembibingan pengembanagan silabus dan RPP yang berbasis EEK dan


karakter, kepada semua guru kemudian setiap sekolah ditunjuk salah satu
guru atau lebih sebagai guru model, selajutnya direkam dan ditanyangakan
dihadapan semua guru pada sekolah tersebut, dapat memudahkan guru
mengadaptasi pelaksanaan pembelajaran berbasis siswa aktif dan
pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan standar proses ( berbasis siswa
aktif EEK dan karakter bangsa) sehingga terjadi putusnya rantai pola
mengajar berbasis guru aktif menjadi pembelajaran berbasis siswa aktif
ternyata dapat berdampak pula terhadap meningkatnya prosentase
kelulusan dan rata-rata nilai UN serta pembentukan karakter positif
tamatan di SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Gunungkidul tahun
pelajaran 2010/211 dan tahun pelajaran 2011/2012.
B. Saran

1. Kepada guru, bahwa dengan mengembangan silabus dan RPP serta


melaksanakan KBM dengan RPP sebagai skenario pembelajaran dapat
dijadikan perubahan pola mengajar yang benar, serta guru telah
melaksanakan tugas secara professional yaitu dengan materi yang
diajarkan standar, cara mengajar standar, maka guru telah menjalakan
tugas profesi secara baik dan benar.

2. Kepada Kepala Sekolah, bahwa model pendampingan


berkelajutan/sistemik dengan memfasilitasi kepada semua guru mata
pelajaran dalam mengembangkan silabus RPP yang benar kemudian
membuat rekaman model mengajar yang diharapkan dapat merubah
pola berfikir/perilaku guru dalam melaksanakan pembelajaran dari
mengajar berbasis guru aktif menjadi berbasis siswa aktif serta
terlaksananya pendidikan karakter bangsa melalui pembelajaran dengan
baik
Lanjutan

3. Bagi pengawas sekolah dapat sebagai model penajaminan mutu sekolah


binaanya dan dapat memutus rantai pembiasaan pembelajaran berbasis
guru aktif menjadi pembelajaran berbasis siswa aktif, serta terlaksananya
pendidikan karakter bangsa melalui pembelajaran. Tentunya dengan
kometmen yang tinggi serta berkelanjutan secara terus menerus, bahkan
dapat memanfaatkan semua lini pemjaminan baik melalui supervisi rutin,
PKG, PKG berkelajutan, pemeriksaan saat usul kenaikan pangkat, usul
pencairan sertifikasi dan lain sebagainya. Dengan demikian maka rantai
pembelajaran berbasis guru aktif akan lebih cepat bisa berubah menjadi
pembelajaran bebasis siswa aktif.

4. Bagi Dinas Dikpora dapat dipergunakan sebagai model penjaminan mutu


yang belum kesentuh dari pihak penjamin mutu lainya ( dari pihal LPMP
maupun dari pusat) juga sebagai model penjaminan penerapan 8 setandar
pendidikan kususnya standar isi dan standar proses

Terima kasih