Anda di halaman 1dari 96

KESELAMATAN

KETENAGALISTRIKAN

DIVISI Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan dan Lingkungan (K3L)

IMANUEL AGUS WIBOWO


OSHS OFFICER
SISTEM PENYALURAN TENAGA LISTRIK

www.pln.co.id |
DATA SISTEM KELISTRIKAN PLN

www.pln.co.id |
STRUKTUR ORGANISASI PLN

DIRUT

7 Anak
Direktur Direktur Direktur
Direktorat Perusahaa
perencanaan Pengadaan HCM
Regional n

UNIT Unit Unit Unit


Pusdiklat
Pembangkit Transmisi Distribusi Pembangunan

Unit
Sertifikasi /
LSP

www.pln.co.id |
TIDAK ADA Perusahaan yang kebal kecelakaan

Peristiwa kebakaran yang dialami oleh Kecelakaan Pesawat Ulang-Alik Kecelakaan kerja di PLN
drilling rig “The Deepwater Horizon” Challenger terjadi pada Selasa, 28 menyebabkan 6 tenaga kerja tewas di
yang dipekerjakan BP di Gulf of Mexico Januari 1986, ketika Space Shuttle tempat
pada tanggal 20 April 2010 Challenger meledak 73 detik setelah
mengakibatkan 11 orang meninggal dan diluncurkan, menyebabkan kematian 7
17 luka-luka dan oil spill awak astronot
Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Philosophy :
Upaya untuk MENJAMIN Keselamatan dan Kesehatan tenaga kerja dan manusia
pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat yang sejahtera

Keilmuan :
Suatu ilmu pengetahuan dan penerapan Upaya PENCEGAHAN kecelakaan,
kebakaran, penyakit akibat kerja dll.

www.pln.co.id |
Keselamatan Ketenagalistrikan

Segala upaya atau langkah-langkah PENGAMANAN INSTALASI


TENAGA LISTRIK dan PENGAMANAN PEMANFAAT TENAGA
LISTRIK untuk mewujudkan kondisi andal bagi instalasi dan kondisi
aman dari bahaya bagi manusia, serta kondisi akrab lingkungan
(ramah lingkungan ), dalam arti tidak merusak lingkungan hidup
disekitar instalasi tenaga listrik.

www.pln.co.id |
Regulasi K3

Internal External
Perdir UUD 1945
0250.P/DIR/2016
UU 1 TAHUN 1970
Perdir
UU 30 TAHUN 2009
0251.P/DIR/2016
UU 13 TAHUN 2013
Perdir
0252.P/DIR/2016 PP 14 Tahun 2012

www.pln.co.id |
UNDANG UNDANG DASAR TAHUN 1945

PASAL 28 D AYAT 1 PASAL 28 H AYAT 1

Setiap orang berhak atas pengakuan, Setiap orang berhak hidup sejahtera
jaminan, perlindungan dan kepastian lahir dan batin, bertempat tinggal, dan
hukum yang adil serta pengakuan yang mendapatkan lingkungan hidup yang
sama di hadapan hukum baik dan sehat serta berhak
memperoleh pelayanan kesehatan.

www.pln.co.id |
Regulasi K3
UU No. 1 Tahun 1970 UU No. 13 Tahun 2003 UU No. 30 Tahun 2009
Tentang Tentang Tentang
Keselamatan Kerja Ketenagakerjaan Ketenagalistrikan
Bab V , Pasal 9, ayat 3 : Pasal 35 ayat 3 : Pasal 44
Pengurus wajib menyelenggarakan Pemberi kerja dalam mempekerjakan 1. Setiap kegiatan usaha ketenagalistrikan
pembinaan bagi semua tenaga kerja tenaga kerja wajib memberikan wajib memenuhi ketentuan
yang berada dibawah pimpinannya dalam perlindungan yang mencakup kesejah- keselamatan ketenagalistrikan
pencegahan kecelakaan, teraan, keselamatan, dan kesehatan 2. Setiap instalasi tenaga listrik yang ber-
pemberantasan kebakaran, baik mental maupun fisik tenaga kerja. operasi wajib memiliki sertifikat laik
peningkatan K3 dan pembe-rian P3K operasi
3. Setiap tenaga teknik dalam usaha kete-
Sanksi : Sanksi : nagalistrikan wajib memiliki sertifikat
kompetensi
Pidana hukuman kurungan selama- Pidana penjara paling singkat 1 (satu)
lamanya 3 (tiga) bulan atau denda bulan dan paling lama 4 (empat) tahun
setinggi-tingginya Rp. 100.000,- (seratus dan/atau denda paling sedikit Rp
Sanksi :
ribu rupiah 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) dan 1. Pidana penjara paling lama 10
paling banyak Rp 400.000.000,00 (empat (sepuluh) tahun dan denda paling
ratus juta rupiah) banyak Rp1.000.000.000,00 (satu
miliar rupiah).
2. Wajib memberi ganti rugi kepada
korban.

www.pln.co.id |
Sanksi Pidana Penjara
UU No. 30 Tahun 2009 Pasal 50

www.pln.co.id |
Pasal 44, UU No. 30 Tahun 2009 -
Sertifikasi
(1) Setiap kegiatan usaha ketenagalistrikan wajib memenuhi ketentuan keselamatan
ketenagalistrikan.

(4) Setiap instalasi tenaga listrik yang beroperasi wajib memiliki sertifikat laik operasi.

(5) Setiap peralatan dan pemanfaat tenaga listrik wajib memenuhi ketentuan standar nasional
Indonesia

(6) Setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi.

(7) Ketentuan mengenai keselamatan ketenagalistrikan, sertifikat laik operasi, standar nasional
Indonesia, dan sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat poin (1) sampai dengan
ayat (6) diatur dengan Peraturan Pemerintah

www.pln.co.id |
PP No. 14 Tahun 2012
tentang ketenagalistrikan – stop sementara
Pasal 21 ayat 2:

Dalam hal tertentu pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik


dapat menghentikan sementara penyediaan tenaga listrik, apabila:

• Diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pemeliharaan, perluasan


atau rehabilitasi instalasi ketenagalistrikan;
• Terjadi gangguan pada instalasi ketenagalistrikan yang bukan
karena kelalaian pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik;
• Terjadi keadaan yang secara teknis berpotensi membahayakan
keselamatan umum; dan/atau
• Untuk kepentingan penyidikan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundangan

www.pln.co.id |
Pilar K2 4 PILAR
Keselamatan Ketenagalistrikan ( K2 )

keselamatan keselamatan keselamatan keselamatan


KERJA UMUM LINGKUNGAN INSTALASI
(K) (U) (L) (I)
Perlindungan: Perlindungan: Perlindungan: Perlindungan:
1. Pegawai 1. Masy umum Lingkungan instalasi Instalasi tenaga
2. Bukan pegawai 2. Pelanggan listrik
3. Tamu

Pencegahan : Pencegahan : Pencegahan : Pencegahan :


1. Kecelakaan Kecelakaan 1. Pencemaran 1. Kerusakan
2. Penyakit akibat masyarakat umum 2. Kerusakan lingk instalasi
kerja 2. Kebakaran

www.pln.co.id |
Kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga /tiba-tiba yang dapat menimbulkan korban
manusia dan atau harta benda.
 TERHADAP KARYAWAN :
– LUKA RINGAN, LUKA BERAT, CACAT ATAU BAHKAN TEWAS
– PENDERITAAN DAN KESEDIHAN
– BEBAN MASA DEPAN

 TERHADAP PERUSAHAAN :
– KEHILANGAN JAM KERJA
– TIMBULNYA BIAYA PENGOBATAN
– KERUSAKAN INSTALASI
– MERUSAK NAMA BAIK PERUSAHAAN
– KETERLAMBATAN PROSES PRODUKSI

 TERHADAP MASYARAKAT :
– KERUSAKAN LINGKUNGAN
– KERUSAKAN HARTA BENDA
– KEHILANGAN JIWA
Kerugian
Kecelakaan Ketenagalistrikan

www.pln.co.id |
Sistem Pengawasan

Prosedur Kerja

Faktor
Reward & Punishment

Manajemen
Struktur Organisasi

Peralatan Kerja

Peralatan safety

Faktor
Lingkungan
Penyebab

Kondisi Lingkungan kerja

Keahlian

Kepedulian
Tingkat kecelakaan kerja tinggi

Faktor
Pekerja

Kedisiplinan

Kompetensi
LATAR BELAKANG IDENTIFIKASI KECELAKAAN

CEDERA / KERUSAKAN
www.pln.co.id

BIAYA
|
TEORI DOMINO
www.pln.co.id |
Unsafe Act Or Unsafe Condition...?
Unsafe Act Or Unsafe Condition...?
Unsafe Act Or Unsafe Condition...?
Unsafe Act Or Unsafe Condition...?
Unsafe Act Or Unsafe Condition...?
Unsafe Act Or Unsafe Condition...?
PERILAKU CEROBOH PELAKSANA PEKERJAAN
(UNSAFE ACT)
a) Kompetensi : Melaksanakan pekerjaan tidak sesuai kompetensi yang dimilikinya.

b) SOP : Melaksanakan pekerjaan tidak mengikuti persyaratan dan prosedur kerja atau tidak mengikuti standard
operation procedure (SOP).

c) APD : Tidak menggunakan peralatan keselamatan kerja dan atau alat pelindung diri (APD) dalam melaksanakan
pekerjaan berpotensi bahaya.

d) Tanda Peringatan : Tidak memperhatikan tanda peringatan dan poster larangan pada waktu berada dan atau
melaksanakan pekerjaan di tempat-tempat kerja yang berpotensi bahaya.

e) Ceroboh : Tidak berdisiplin (Ialai, ogah-ogahan, bersenda-gurau / saling mengejek dengan teman sekerja) pada
waktu melaksanakan pekerjaan berpotensi bahaya.

f) Arahan : Tidak mengikuti petunjuk dan atau arahan keselamatan yang diberikan oleh Pengawas pekerjaan.

g) Nekat : Dengan sengaja melakukan perbuatan yang membahayakan bagi diri sendiri dan atau bagi teman
sekerja, yang memungkinkan tcrjadinya kecelakaan kerja.

h) Over Confidence : Merasa sudah ahli dan memiliki jam terbang yang tinggi

35.000 MW
UNTUK INDONESIA
PERILAKU CEROBOH PEMIMPIN SETEMPAT
(UNSAFE CONDITION)
a) Training : Tidak memberikan penyuluhan keselamatan ketenagalistrikan serta pendidikan dan pelatihan kepada Pelaksana
pekerjaan.

b) Kompetensi : Memperkerjakan Pelaksana pekerjaan yang tidak memiliki kompetensi pada bidang pekerjaanya.

c) Identifikasi Bahaya : Tidak melaksanakan identifikasi bahaya, penilaian resiko, & pengendalian resiko bahaya di tempat
kerja.

d) SOP : Tidak melengkapi persyaratan dan prosedur kerja serta menyusun SOP untuk pekerjaan yang berpotensi bahaya.

e) APD : Tidak melengkapi APD

f) Pengujian : Tidak melakukan pengujian / melengkapi sertifikasi bagi peralatan / instalasi yang berpotensi bahaya

g) Sidak : Tidak melaksanakan inspeksi secara berkala

h) Pengawas : Tidak menunjuk / menetapkan Pengawas pekerjaan yang memiliki kompetensi di bidang keselamatan.

i) Arahan : Pengawas pekerjaan tidak memberikan petunjuk dan arahan keselamatan Pelaksana pekerjaan sebelum
melaksanakan pekerjaan yang berpotensi bahaya.

35.000 MW
UNTUK INDONESIA
Data Kecelakaan Ketenagalistrikan
Berdasarkan Penyebab Kejadian

Kecelakaan Kerja Kecelakaan Umum

penga
93% 93%
was

6% 4% 11%
apd 71% 71% 86% 9%

17%
alat 53%
71% 64% 64%
kerja

sop 93% 79% 86%

ada tidak Kabel SR Terkelupas Pasang Antena


update/layak tidak update/layak Pekerjaan Bangunan Pasang Baliho
dipakai tidak dipakai Forece Majuer Lain2

www.pln.co.id |
Analisa Penyebab
Terjadinya kecelakaan Ketenagalistrikan
Kecelakaan Kerja Kecelakaan Masy. Umum

SOP INSPEKSI
ditindaklanju
ada/tidak update/tidak dipakai/tidak ada/tidak akurat/tidak
ti/tidak

ALAT KERJA SOSIALISASI


ada/tidak layak/tidak dipakai/tidak ada/tidak tepat sasaran/tidak

APD RAMBU-RAMBU
ada/tidak layak/tidak dipakai/tidak ada/tidak cukup/tidak layak/tidak

PENGAWAS SLO
ada/tidak kompeten/tidak ada/tidak
www.pln.co.id |
Peran Manajemen
Dalam menekan tingkat kecelakaan
Kecelakaan Kerja Kecelakaan Umum

SOP UNIT INDUK & INSPEKSI


UNIT PELAKSANA
Ada-update-dipakai ada - akurat - ditindaklanjuti

MANAJER BIDANG &


MANAJER AREA

ALAT KERJA Memastikan adanya SOSIALISASI


- SOP yang update;
Ada-layak-dipakai - ALAT KERJA yang layak ; ada- tepat sasaran
- APD yang layak;
- PENGAWAS kompeten

APD DEPUTY MANAJER & RAMBU-RAMBU


ASMAN
Menverifikasi draft SOP yang
Ada-layak-dipakai Ada - Cukup - layak
dibuat , usulan ALAT KERJA, APD
& PENGAWAS

PENGAWAS SUPERVISOR SLO


Membuat draft SOP, usulan
Ada-kompeten ALAT KERJA, APD & PENGAWAS ada
www.pln.co.id |
Upaya Perbaikan
Pengelolaan K3
• UNIT INDUK & • Dukungan Top
UNIT PELAKSANA Manajemen &
belum memiliki seluruh level
program kerja manajerial

Dukungan Komitmen
Anggaran Manajemen

Reward & Komitmen Mitra


Punishment Kerja

• Punishmen: Dapat
memberikan efek • Dukungan Top
jera/patuh manajemen mitra
• Reward : Dapat kerja,
menumbuhkan Implementasi
motivasi kerja CSMS

www.pln.co.id |
Senin, 11 Juli 2011

Seorang pekerja rekanan PLN tewas


tergantung di tiang listrik jaringan udara
tegangan menengah (JTUM) di Desa
Kadur, Kecamatan Kadur, Pamekasan.
Rabu, 6 Juni 2012
Seorang petugas PLN meninggal dunia tersengat
listrik saat sedang melakukan pemasangan
kabel PLN Listrik bertegangan tinggi di atas tiang
PLN di Jalan Banda Aceh-Medan, Menunasah
Manyang Kandang, Muara Dua, Lhokseumawe,
Provinsi Aceh.
Palangkaraya, Juli 2012
Pemeliharaan Jaringan
- Penyebab :
• Penggunaan APD yang tidak sesuai dengan SOP
- Dampak :
4 Tulang Kanan Patah, 5 Tulang Rusuk Kiri Patah (salah satunya menembus Jantung)
Samarinda, Kalimantan Timur, Mei 2013
Supervisi Pekerjaan Jaringan
- Penyebab :
• Tidak Menggunakan APD
• Tidak Melaksanakan SOP Komunikasi
• Tidak Menerapkan Working Permit (Ijin Kerja)
- Dampak :
Tewas di Tempat
Pontianak, April 2014
Siswa OJT
- Penyebab :
• Pengawas pekerjaan tidak melaksanakan SOP Komunikasi PLN Area-PLN Pengatur Beban
• Tidak menggunakan Alat kerja (Tester Tegangan & Stick Grounding) serta Alat Pelindung Diri yang lengkap dan layak
- Dampak :
Kecelakaan kerja mengakibatkan kerusakan organ tubuh (cacat tetap)
Jenis Kecelakaan : Kecelakaan Kerja
Penyebab : Tersengat listrik ketika memperbaiki LBS yang dikira padam.
Lokasi Kecelakaan : Rayon Sigli Kota
Tanggal Kecelakaan: 20 Januari 2016
Jenis Kecelakaan : Kecelakaan Kerja
Penyebab : Tersengat SR yang terkelupas , tanpa pengawas, tanpa APD
Lokasi Kecelakaan : Distribusi Lampung - Rayon Pringsewu
Tanggal Kecelakaan : 01 Februari 2016
Jenis Kecelakaan : Kecelakaan Kerja
Penyebab : Tersengat listrik ketika memperbaiki Jaringan 20Kv yang dikira padam.
Lokasi Kecelakaan : Rayon Cilacap
Tanggal Kecelakaan: 11 November 2016
Jenis Kecelakaan : Kecelakaan Kerja
Penyebab : Konsleting Panel dan tidak bekerjanya fire protection.
Lokasi Kecelakaan : PLTD Trisakti
Tanggal Kecelakaan: 04 Oktober 2015
Jenis Kecelakaan : Kecelakaan Kerja
Penyebab : Self Combustion Batubara yang terbawa oleh conveyor.
Lokasi Kecelakaan : PLTU Indramayu
Tanggal Kecelakaan: 04 Oktober 2015
Jenis Kecelakaan : Kecelakaan Umum ( Anak SD Memanjat Tiang Trafo)
Penyebab : Memanjat ke tiang trafo PLN (gak ada pagar)
Lokasi Kecelakaan : Ciracas
Tanggal Kecelakaan: 26 September 2014
Jenis Kecelakaan : Kecelakaan Umum
Dugaan Penyebab : Petugas PJU bekerja tanpa APD & tanpa koordinasi dengan PLN
Lokasi Kecelakaan : Area Pondok Gede
Tanggal Kecelakaan : 03 Februari 2016
Bahaya & Risiko
Bahaya adalah segala sesuatu yang dapat menyebabkan kecelakaan.

OHSAS 18001: 2007


Bahaya adalah Semua sumber, situasi maupun aktivitas yang dapat mengakibatkan
kecelakaan kerja (cidera) dan atau penyakit akibat kerja".

Risiko adalah kemungkinan terjadinya kecelakaan.


Risiko timbul jika ada pekerja atau orang yang terpapar bahaya

35.000 MW
UNTUK INDONESIA
JENIS BAHAYA
FISIK KIMIA BIOLOGIS
•Kebisingan Sifat bahan kimia; •Bakteri
•Getaran •Beracun •Virus
•Pencahayan •Karsinogenik •Jamur PSIKOLOGIS
•Suhu (tinggi/rendah) •Iritasi •Parasit
•Radiasi; •Infeksi •Kekerasan di tempat
•Binatang
•Ionisasi •Mutagenik kerja
•Non Ionisasi •Stress
ERGONOMIS •Pelecehan
•Tersengat listrik Jalan masuk ke tubuh;
•Bekerja diketinggian •Terhirup •Posisi tubuh •Beban kerja
•Slip/terpeleset •Terabsorpsi kulit •Desain/lay out lokasi
•Trip/tersandung •Tertelan •Gerakan berulang
•Kejatuhan obyek •Desain alat kerja
•Tertabrak obyek •Desain cara kerja
•Menabrak obyek
•Ledakan
•Benda tajam

www.pln.co.id |
Fall to same level Fall to Lower Level

Caught Between Struck By Struck Against

Contact With

www.pln.co.id |
www.pln.co.id |
BIDANG TRANSMISI DAN DISTRIBUSI

Bahaya : Risiko : Dampak :


Kabel terkelupas; Kemungkinan tersetrum; Luka Ringan
Salah manuver; Kemungkinan jatuh; Luka Berat
Trafo licin; Tewas / Meninggal Dunia
Tumpuan kaki lepas;
Anak tangga patah/licin;
Bekerja di ketinggian.

www.pln.co.id |
BIDANG PEMBANGKITAN

Bahaya : Risiko : Dampak :


Self Combution; Kemungkinan tersetrum; Luka Ringan
Tumpahan Limbah B3; Kemungkinan jatuh; Luka Berat
Uap Panas; Kemungkinan terbakar; Tewas / Meninggal Dunia
Kabel terkelupas; Kemungkinan Keracunan;
Confined Space

www.pln.co.id |
BIDANG KONSTRUKSI

Bahaya : Risiko : Dampak :


Tertimpa benda; Kemungkinan tersetrum; Luka Ringan
Bekerja di ketinggian; Kemungkinan jatuh; Luka Berat
Kabel terkelupas; Kemungkinan terbakar; Tewas / Meninggal Dunia
Confined Space. Kemungkinan Keracunan;

www.pln.co.id |
BAHAYA LISTRIK

! Ingat, Arus/Tegangan listrik


Tidak tampak
Tidak berbau
Tidak berbunyi
Dapat dirasakan

Dan dapat menyebabkan Kematian


www.pln.co.id |
Electricity – How it Works

 Arus listrik merupakan aliran energi dari


satu tempat ke tempat lain.
 Memerlukan suatu sumber / power,
biaasanya generator
 Aliran arus melalui konduktor
 Mengalir dalam sirkit tertutup (closed
circuit)

www.pln.co.id |
Dampak Arus Kejut Listrik

Tergantung pada:
 Bagian tubuh yang terkena
 Besar arus
 Lama / Duration mengalirnya arus ke tubuh

Tegangan Extra rendah


(50 V AB / 120 V AS)
tidak menimbulkan potensi bahaya

www.pln.co.id |
Terbakar

Arus kejut dapat menyebabkan cidera/luka


Arus yang mengenai tubuh, dapat menyebabkan luka
bakar

www.pln.co.id |
Bahaya kejut listrik

Langsung Tidak langsung

t : 1,0 0,8 0,6 0,4 0,3 0,2 (detik)


E: 90 100 110 125 140 200 (Volt)
I : 180 200 250 280 330 400 (mA)

www.pln.co.id |
EFEK SENGATAN LISTRIK
Efek Sengatan Listrik
Besar arus yang melewati Akibat yang timbul
tubuh
1 mA, atau kurang Tidak ada akibat, tidak terasa
AMAN

1 – 8 mA Sengatan terasa tetapi tidak sakit dan tidak


mengganggu kesadaran
8 – 15 mA Sengatan terasa sakit, tetapi masih bisa melepaskan
diri, kesadaran tidak hilang
15 – 20 mA Sengatan sakit kesadaran bisa hilang dan tidak bisa
BERBAHAYA

melepaskan diri
20 – 50 mA Kesakitan, susah bernafas, terjadi konstraksi pada otot
& kesadaran hilang
100 – 200 mA Kondisi mematikan langsung dan susah ditolong

200 mA atau lebih Terbakar dan jantung berhenti berdetak

www.pln.co.id |
PENGENDALIAN RISIKO

PALING EFEKTIF

ELIMINASI
S U B ST I T U S I
REKAYASA TEKNIK
I S O L A S I
ADMINISTRASI
A L AT P E L I N D U N G D I R I
KURANG EFEKTIF

www.pln.co.id |
PENGENDALIAN RISIKO

ELIMINASI
Yaitu dengan menghilangkan sumber bahaya di tempat kerja
Beberapa contoh tindakan eliminasi risiko K3 antara lain;
meniadakan penggunaan suatu bahan kimia
meniadakan suatu proses/tahapan kerja
program housekeeping
penggunaan alat angkat mekanis untuk menggantikan
pengangkatan secara manual

www.pln.co.id |
PENGENDALIAN RISIKO

SUBTITUSI
• Yaitu mengganti dengan
bahan/proses yang lebih aman
• Mengganti bahan bentuk
serbuk dengan bentuk pasta
• Bahan pelarut (solvent) diganti
dengan bahan deterjen
• Proses pengecatan spray diganti
dengan pencelupan

www.pln.co.id |
PENGENDALIAN RISIKO

REKAYASA TEKNIK
• Pemasangan alat pelindung mesin (machine guarding)
• Pemasangan general dan local ventilation
• Pemasangan alat sensor otomatis

www.pln.co.id |
PENGENDALIAN RISIKO

ISOLASI
• Isolasi atau memisahkan
bahaya dari orang
tersebut

www.pln.co.id |
PENGENDALIAN RISIKO

PENGENDALIAN ADMINISTRATIF
• Pemisahan lokasi
• Pergantian shift kerja
• Pemberlakuan sistim ijin kerja
• Pelatihan karyawan
• Rotasi kerja

www.pln.co.id |
PENGENDALIAN RISIKO

ALAT PELINDUNG DIRI


• Safety helmet
• Safety shoes
• Safety mask/respirator
• Safety gloves
• Hearing protection
• Safety glasess/goggles
• Fall protection, dll

www.pln.co.id |
AREA KERJA
~ ~

 Yakinkan tidak ada setrum, dengan menggunakan volt detector


 Pasang Grounding di sisi kiri dan sisi kanan dari area kerja
 Lock-Out / Tag-Out
AKTIVITAS IDENTIFIKASI BAHAYA
www.pln.co.id |
INISIATIF STRATEGI PENURUNAN TINGKAT KECELAKAAN

Management
Infrastructure PREVENTION
Mindset
Capabilities & & SECURITY CULTURE
Leadership Agar tercipta : Agar tercipta :
• Kondisi andal dan • Kondisi aman bagi
Technical aman bagi instalasi personel dan aset PLN
System • Kondisi aman dari • Kondisi aman bagi
bahaya bagi proses bisnis
manusia dan • Kondisi disiplin dan
makhluk hidup tertib di lingkungan PT
lainnya PLN (Persero)
• Ramah Lingkungan

www.pln.co.id |
INISIATIF STRATEGI PENURUNAN TINGKAT KECELAKAAN
a. Peningkatan Hard dan Soft Kompetensi K3 :
 Sertifikasi dan Pelatihan
MINDSET CAPABILITY
 Peningkatan kompetensi tiap level jabatan (Manajemen s.d pelaksana)
AND LEADERSHIP
 Peningkatan kompetensi Mitra Kerja
b. Peningkatan Kapabilitas dalam K3
c. Peningkatan Mindset K3
a. Sertifikasi Sistem Manajemen
b. Sertifikasi peralatan dan instalasi (SLO)
TECHNICAL SYSTEM c. Inspeksi K3
d. Mapping HIRARC di setiap proses bisnis
e. Kepatuhan terhadap Regulasi
f. Continuous Improvement
a. Struktur Organisasi (Struktur K3L Level Pusat s.d Unit)
MANAGEMENT b. Kebijakan dan Regulasi
INFRASTRUCTURE c. Penyusunan Probis K3
d. Finansial
e. Penyusunan DIRKOM dan Standar Kompetensi K3L
f. Audit K3
www.pln.co.id |
BUDAYA KESELAMATAN

www.pln.co.id |
BUDAYA KESELAMATAN

www.pln.co.id |
BUDAYA KESELAMATAN

www.pln.co.id |
www.pln.co.id |
ACCIDENT RATIO

www.pln.co.id |
PERAN BUDAYA KESELAMATAN

www.pln.co.id |
www.pln.co.id |
www.pln.co.id |
www.pln.co.id |
www.pln.co.id |
KECELAKAAN AKIBAT PERILAKU MANUSIA

www.pln.co.id |
APAKAH PERILAKU DAPAT DIUBAH

www.pln.co.id |
TERNYATA….. PERILAKU DAPAT DIUBAH

www.pln.co.id |
BAGAIMANA BUDAYA TERBENTUK ?

ZERO
BUDAYA SELAMAT ACCIDENT
DIPAKSA TERPAKSA BISA TERBIASA (KARAKTER) (BAHAGIA)

www.pln.co.id |
www.pln.co.id |
MERUBAH PERILAKU

www.pln.co.id |
www.pln.co.id |
www.pln.co.id |
TINDAKAN TIDAK AMAN

www.pln.co.id |
SAFETY VALUE

www.pln.co.id |
RENUNGAN

www.pln.co.id |
MENGUKUR PERILAKU

www.pln.co.id |
ONCE ACCIDENT OCCURRED,
IT CAN NOT BE CANCELLED / UNDO.
Anda Memerlukan Waktu:
a. 1 menit untuk menulis aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
b. 1 jam untuk melakukan rapat K3
c. 1 minggu untuk merencanakan program K3
d. 1 bulan untuk memastikan K3 beroperasi
e. 1 tahun untuk memenangkan penghargaan K3
f. Seumur hidup untuk mengupayakan seorang pekerja agar bekerja dengan selamat

Tapi Kecelakaan Hanya Memerlukan Waktu:


“1 detik untuk untuk menghancurkan semua diatas”
TAHAPAN PEMBELAJARAN PRAJABATAN
1 FISIK AND CARACTER
(10 hari) Pembelajaran Prajabatan merupakan
REKRUTMEN bagian tahapan rekrutmen sebagai
 Melatih Kedisiplinan persyaratan pengangkatan pegawai
 Pembentukan Jasmani PT PLN (Persero)
SELEKSI KANDIDAT yang) sehat
 Pembentukan Karakter 6
EVALUASI OJT
ASSESMENT 2
PENGENALAN PERUSAHAAN
(4 hari) 4
ON THE JOB TRAINING  UJI KOMPETENSI (HARD)
 CORPORATE
( 45 hari)  UJI AKHIR
 PROSES BISNIS PLN
 KEPEGAWAIAN Pemenuhan Kompetensi
 SOSIALISASI DPLK sesuai proyeksi jabatan
PASS “N” GO - Soft competency
3 PEMBIDANGAN - Hard competency
(38 hari) Probis
Workplan
Soft Competency Telahaan Staff

Hard Competncy :
 Teori
 Praktek

www.pln.co.id |
Program OJT
• Bagian dari tahapan rekrutmen
• Program untuk mengrintegrasikan antara pengetahuan, keterampilan dan
sikap kerja.
• Pemenuhan kompetensi siswa (soft dan hard) sesuai dengan tuntutan KKJ.
• Memperhatikan K2/K3, dan mempertimbangkan risiko yang ditimbulkan
selama kegiatan OJT.
• Bekerja di bawah bimbingan mentor

www.pln.co.id |
Terima Kasih