Anda di halaman 1dari 51

ALMIRA – MODUL MARS

– LBM 5
9th - 11th Apr 2015 : MUKISI
28 - 30 Sep 2012 :
th th
National Meeting,
MUKISI National Meeting. Bandung
Tangerang. Banten
26th Feb – 1st
Mar 2009 :
MUKISI
National
Meeting.
Malang. East
Java July 2015 / Ramadhan
1436
14th – 15th Aug 2015 : FIMA Meeting.
Makassar. Indonesia
Pilot Project Sharia Compliant Hospital :
Sultan Agung Islamic Hospital Semarang &
The indonesian council of ulama
(MUI : Majelis ulama indonesia)

8th-10th Feb 2016 – Focus


Group Discussion

24th-27th Aug 2016


MUKISI National
Meeeting
FATWA
DEWAN SYARIAH
NASIONAL-MAJELIS
ULAMA INDONESIA
NO: l07/DSN-MUI/X/2016
8th July 2015 –
Tentang
Initial meeting 22nd Aug 2016 – Finalize Drafting PEDOMAN
Sharia Hospital Fatwa PENYELENGGARAAN
RUMAH SAKIT
BERDASARKAN PRINSIP
SY ARIAH
ISSUE STRATEGIS MUKISI 2016 - 2021
Penguatan dan Penumbuhan MUKISI
1. Penguatan anggota MUKISI di era Jaminan Kesehatan Nasional
2. Penguatan anggota MUKISI menuju Rumah Sakit berbasis
Syariah 7
3. Penguatan anggota MUKISI untuk meningkatkan mutu dan
Akreditasi DIVISI
4. Penguatan anggota MUKISI dalam advokasi hukum
5. Penguatan aggota MUKISI melalui peningkatan program
pendidikan, penelitian dan pengembangan institusi pendidikan
kesehatan
6. Penguatan MUKISI dalam jejaring internasional
7. Penumbuhan dan penguatan aliansi strategis
Penyusunan Standar
Sertifikasi Rumah Sakit Syari’ah

RS Syariah
• 15 Bab
Akreditasi • Shariah
KARS Complianc
Standar e Standard
Akreditasi RS
Standar Sertifikasi
Rumah Sakit Syari’ah

Terdiri dari 5 Bab sesuai dengan


Maqashid Syariah

Pada tiap bab dikelompokkan dalam 2


kelompok yaitu : Manajemen Syariah &
Pelayanan Syariah

Pada setiap kelompok berisi


standar dan elemen penilaian
Maqoshid al-Syariah al-Islamiyah
(menurut Imam Satibi)

• Memelihara Agama (khifdz ad-


diin)
• Memelihara Jiwa (khifdz an-nafs)
• Memelihara Keturunan (khifdz an-
nasl)
• Memelihara Akal (khifdz al-aql)
• Memelihara Harta (khifdz al-mal)
Standar Sertifikasi
Rumah Sakit Syariah

173
51
5 Bab Standar
Elemen
Penilaian
No Bab Standar Elemen
Penilaian
1 Hifz Al – Din 33 119

2 Hifz Al – Nafs 6 20

3 Hifz Al – Aql 6 15

4 Hifz Al Nasl 2 7

5 Hifz Al – Maal 4 14
BAB KELOMPOK STANDAR ELEMEN KELOMPOK STANDAR ELEMEN
MANAJEMEN SYARIAH PENILAIAN PELAYANAN SYARIAH PENILAIAN

Bab. 1 Standar Syariah Manajemen 28 Standar Syariah Akses 6


Penjagaan Organisasi (SSMO) Pelayanan & Kontinuitas
agama (SSAPK)
Standar Syariah Manajemen 14 3
(Hifz Al – Din)
Modal Insani (SSMMI) Standar Syariah Asesmen
Pasien (SSAP)
Standar Syariah Manajemen 5 19
Keuangan (SSMAK) Standar Syariah Pelayanan
Pasien (SSPP)
Standar Syariah Manajemen
Pemasaran (SSMP) 8 Standar Syariah Pelayanan 9
Obat Syariah (SSPO)
Standar Syariah Manajemen
Fasilitas (SSMF) 8 Standar Syariah Pelayanan 8
dan Bimbingan Kerohanian
Standar Syariah Manajemen (SSPBK)
Mutu (SSMM) 7 4
Standar Syariah Pendidikan
Pasien & Keluarga (SSPPK)
Bab. 2 Standar Syariah Manajemen 4 1. Standar Syariah Pencegahan dan 2
Penjagaan jiwa Fasilitas (SSMF) Pengendalian Infeksi (SSPPI) 10
(Hifz Al – Nafs) 2. Standar Syariah Pelayanan dan
Bimbingan Kerohanian ( SSPBK)

Bab. 3 Standar Syariah Manajemen 6 1. Standar Syariah Asesmen Pasien 3


Penjagaan akal Modal Insani (SSMMI) (SSAP)
(Hifz Al –‘ Aql) 2. Standar Syariah Pelayanan 8
Pendidikan Pasien& Keluarga
(SSPPK)

Bab. 4 - - Standar Syariah Pelayanan Pasien 7


Penjagaan (SSPP)
keturunan
(Hifz Al – Nasl)

Bab. 5 Standar Syariah Manajemen 12 Standar Syariah Pelayanan Pasien 2


Penjagaan harta Keuangan (SSMAK) (SSPP)
(Hifz Al – Mal)

Total 92 Total 83
Ketentuan Umum
Sertifikasi
• Sertifikasi Rumah Sakit Syariah dikeluarkan oleh Dewan
Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia , pelaksanaannya
bekerja sama dengan MUKISI
• Sertifikasi Rumah Sakit Syariah dilaksanakan berdasarkan
Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia
No. 107/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman
penyelenggaraan Rumah Sakit berdasarkan Prinsip Syariah
• Penilaian Sertifikasi Rumah Sakit Syariah menggunakan
Standar dan instrumen Sertifikasi Rumah Sakit Syariah Edisi
1438 H (No. KEP- 13/DSN-MUI/III/2017 Tentang STANDAR &
INSTRUMEN SERTFIKASI RUMAH SAKIT SYARIAH
• Masa berlaku Sertifikat Rumah Sakit Syariah sesuai dengan
jenis kelulusan :
– Standar kelulusan Jayyid : 3 tahun
– Standar kelulusan Jayyid Jiddan : 4 tahun
– Standar kelulusan Mumtaz: 5 tahun
• Asesor Sertifikasi Rumah Sakit Syariah terdiri dari Asesor
bidang syariah dan Asesor bidang manajemen
perumahsakitan
Ada dua macam pendekatan dalam analisis SWOT, yaitu:
1. Pendekatan Kuantitatif
2. Pendekatan Kualitatif.
Pendekatan Kualitatif Matriks SWOT
Pendekatan kualitatif matriks SWOT sebagaimana dikembangkan oleh Kearns menampilkan
delapan kotak, yaitu dua paling atas adalah kotak faktor eksternal (Peluang dan Tantangan)
sedangkan dua kotak sebelah kiri adalah faktor internal (Kekuatan dan Kelamahan).
Empat kotak lainnya merupakan kotak isu-isu strategis yang timbul sebagai hasil titik
pertemua antara faktor-faktor internal dan eksternal.

Empat macam strategi:

1. Comparative Advantages
2. Mobilization
3. Divestment/
Investmenrt
4. Damage control.
Perhitungan yang dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:

1. Melakukan perhitungan skor (a) dan bobot (b) point faktor serta jumlah total perkalian
skor dan bobot (c = a x b) pada setiap faktor S-W-O-T;

Menghitung skor :
2. Masing-masing point faktor dilakukan secara saling bebas (penilaian terhadap sebuah point faktor
tidak boleh dipengaruhi atau mempengeruhi penilaian terhadap point faktor lainnya. Pilihan
rentang besaran skor sangat menentukan akurasi penilaian namun yang lazim digunakan adalah
dari 1 sampai 10, dengan asumsi nilai 1 berarti skor yang paling rendah dan 10 berarti skor yang
peling tinggi.
3. Perhitungan bobot (b) masing-masing faktor dilaksanakan secara saling ketergantungan. Penilaian
terhadap satu faktor dilakukan dengan membandingkan tingkat kepentingannya dengan faktor
lainnya. Sehingga formulasi perhitungannya adalah nilai yang telah didapat (rentang nilainya sama
dengan banyaknya point faktor) dibagi dengan banyaknya jumlah point faktor).

2. Melakukan pengurangan antara jumlah total faktor S dengan W (d) dan faktor O dengan T
(e); Perolehan angka (d = x) selanjutnya menjadi nilai atau titik pada sumbu X, sementara
perolehan angka (e = y) selanjutnya menjadi nilai atau titik pada sumbu Y;

3. Mencari posisi organisasi yang ditunjukkan oleh titik (x,y) pada kuadran SWOT.
Tabel perhitungan SWOT
ANALISIS KUADRAN DALAM SWOT

Kuadran I (positif, positif)

Posisi ini menandakan sebuah


“usaha” atau organisasi yang
kuat dan berpeluang.

Rekomendasi strategi yang


diberikan adalah “Progresif”,
artinya usaha atau organisasi
dalam kondisi prima dan
mantap sehingga sangat
mungkin untuk terus
melakukan ekspansi,
memperbesar pertumbuhan
dan meraih kemajuan secara
maksimal.
Kuadran II (positif, negatif)
Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang kuat namun menghadapi tantangan yang besar.
Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Diversifikasi Strategi, artinya organisasi dalam
kondisi mantap namun menghadapi sejumlah tantangan berat sehingga diperkirakan roda
organisasi akan mengalami kesulitan untuk terus berputar bila hanya bertumpu pada strategi
sebelumnya. Oleh karenya, organisasi disarankan untuk segera memperbanyak ragam strategi
taktisnya.

Kuadran III (negatif, positif)


Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang lemah namun sangat berpeluang. Rekomendasi
strategi yang diberikan adalah Ubah Strategi, artinya organisasi disarankan untuk mengubah
strategi sebelumnya. Sebab, strategi yang lama dikhawatirkan sulit untuk dapat menangkap
peluang yang ada sekaligus memperbaiki kinerja organisasi.

Kuadran IV (negatif, negatif)


Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang lemah dan menghadapi tantangan besar.
Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Strategi Bertahan, artinya kondisi internal
organisasi berada pada pilihan dilematis. Oleh karenanya organisasi disarankan untuk
meenggunakan strategi bertahan, mengendalikan kinerja internal agar tidak semakin
terperosok. Strategi ini dipertahankan sambil terus berupaya membenahi diri.
Definisi
Management strategis
 suatu seni
dan pengetahuan untuk
merumuskan, meng
implementasikan dan
mengevaluasi keputusan
lintas fungsional yang
membuat organisasi mampu
mencapai obyektifnya.
I. Strategi Integrasi
1. Integrasi ke depan  memperoleh
kepemilikan atau meningkatkan
kendali pada distributor atau
pengecer
2. Integrasi ke belakang  strategi
yang mencari kepemilikan atau
kendali lebih besar pada perusahaan
pemasok
3. Integrasi Horisontal  strategi
mencari kepemilikan dari atau
kendali besar atas perusahaan
II. Strategi Intensif
1. Penetrasi Pasar 
meningkatkan pangsa pasar untuk
produk atau jasa yang sudah ada
di pasar yang sudah ada lewat
usaha pemasaran yang lebih
gencar
2. Pengembangan Pasar 
memperkenalkan produk atau jasa
yang sudah ada ke wilayah
geograf baru
3. Pengembangan Produk 
strategi yang mencari
III. Strategi Diversifikasi
1. Diversifikasi Konsentrik  menambah produk
atau jasa baru, tetapi berkaitan secara luas
2. Diversifikasi Horisontal  menambah
produk atau jasa baru yang tidak berkaitan
untuk pelanggan yang sudah ada
3. Diversifikasi Konglomerat 
• menambah produk atau jasa baru
IV. Strategi Defensif
1. Usaha Patungan  strategi populer
yang terjadi kalau dua perusahaan
atau lebih membentuk kemitraan atau
konsorsium sementara dengan tujuan
kapitalisasi atau beberapa peluang
2. Penciutan  terjadi ketika suatu
organisasi mengubah kelompok lewat
penghematan biaya dan aset untuk
mendongkrak penjualan dan laba yang
menurun
3. Divestasi  menjual suatu divisi atau
bagian dari suatu organisasi
4. Likuidasi  menjual semua aset
perusahaan, bagian demi bagian, untuk
nilai dari aset berwujudnya

5. Kombinasi  organisasi
mengusahakan kombinasi dari dua
atau lebih strategi secara simultan
Strategi Umum dari Michael Porter
1. Strategi Keunggulan
Biaya untuk menjalankan
strategi integrasi ke depan,
ke belakang dan horisontal
 memperoleh manfaat
unggul dalam biaya
2. Strategi Diferensiasi 
menawarkan beberapa
tingkat pembedaan  tidak
menjamin keunggulan
bersaing
3. Strategi Fokus  tergantung
pada segmen industri 
ukuran memadai, potensi
pertumbuhan baik.

4. Rantai Nilai  pendapatan total


dikurangi biaya total dari seluruh
aktivitas yang dilakukan untuk
mengembangkan dan
memasarkan suatu produk atau
jasa sama dengan nilai.