Anda di halaman 1dari 44

CLINICAL SCIENCE CASE

INSECT BITE
Ana Nurlina 12100118152

Preseptor Diana Wijayanti, dr, Sp.KK

SMF ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2018
Insect bite
Merupakan reaksi alergi akibat gigitan sengatan serangga dan kontak dengan bagian tubuh serangga.
Kelainan akibat gigitan atau tususkan serangga yang disebabkan reaksi terhadap toksin/allergen yang
dikeluarkan oleh arthropoda.
Arthropoda yang berperan sebagai insect bite :
1. Klas Diplopoda : kaki seribu (milipedes) dan Chilipoda : centipedes (kelabang)
2. Klas arachnida : scorpion, spider
3. Acarina : ticks dan mites
4. Insecta :
Ordo hemiptera : bedbugs dan kissingbug
Ordo hymenoptera : lebah, tawon, semut
Ordo siphonoptera : fleas (kutu)
Ordo dipthera : lalat dan nyamuk
Insect bite

Epidemiologi Etiologi
– Dapat meningkat pada negara – Nyamuk
dengan 4 musim dan 2 musim
– Sejenis nyamuk agas
salah satunya di Indonesia pada
musim panas. – Kutu berkaki 6 (fleas)
– Dapat mengenai perempuan dan – Kutu berkaki 8 (mite)
laki-laki kecuali di daerah Asian dan
– Kutu busuk (bedbugs)
Nigeria perempuan lebih banyak,
anak-anak > dewasa. – Caterpilar dan ngengat (moths)
Insect bite

Manifestasi Diagnosis
– Papul yang dikelilingi urtikaria dan – Tergantung dari tempat
di bagian tengah terdapat puncum predileksinya co/ bila di
yang bersifat kronik rekuren. ekstremitas disebabkan oleh
nyamuk, bila di bahu disebabkan
oleh tuma anjing, dll.
– Kutu busuk dapat ditemukan di
daerah kulit yang terbuka (kepala,
lengan, dan tungkai)
Insect bite

Sumber gigitan Differential diagnosis


– Kasur – Varisela stadium awal

– Kursi duduk bertilam kain – Ekskoriasi neuritik

– Pohon – Pitiriasis like noides (akut dan


kronis)
– Binatang peliharaan
– Berpergian di daerah wisata
Insect bite
Tatalaksana Preventive
– Terapi simptomatik – Memakai pakaian tertutup
1. kortikosteroid topical menutupi badan dan ekstremitas
2. Analgesik – Menggunakan insect repellent
3. antihistamin (PO) – Menyemprot insectisida
– Infeksi sekunder : – Memandikan binatang peliharaan
1. antibiotic topical/sistemik – Vacum cleaner
Insect bite

Prognosis
– Meninggalkan bercak kehitaman
yang menetap
– Infeksi sekunder menyebabkan
sikatrik
1. Arachnida
– Ada 3 spesies  Araneae, acarina, scorpions
– Tidak memiliki sayap/ antenna
– 4 pasang kaki kecuali larva terdiri dari 3 pasang kaki
– 2 segmen tubuh
A. Araneae
Spider merupakan carnivous yang menggunakan jaring dan racun untuk
menangkap dan membunuh mangsa.
Terdiri dari 3 genus :
1. Latrodectus (widow spider)
• Berwarna hitam dan merah
• Berbentuk seperti jam pasir di bagian abdomen
• Non agresif
• Jaring-jaring dapat ditemukan di tumpukkan kayu, jendela, garasi, Gudang, kursi,
toilet
Manifestasi Manajemen
– Nyeri
– Intravena calcium gluconate 10%
– Lokalisasi eritem piloereksi
– Narcotic analgesic
– Berkeringat di tempat luka
– Muscle relaxant dan
– Numbness/ sakit yang dapat
berkembang dengan cepat benzodiazepines
– Urticaria – Antivenin
– Cyanosis di tempat gigitan
B. Loxosceles
2. Loxosceles
– Genus : loxosceles, disebut juga recluse spider atau fiddleback spider
– Merupakan spider yang non-agresive ditandai dengan dark brown di bagian
cephalothorax yang berbentuk seperti biola/violin
– L.reclusa paling sering di amerika dan southeast
– Dinamai L. reclusa karena mereka sering berada di tempat yang tidak terganggu
seperti (lemari, loteng, tempat penyimpanan untuk alas tidur, pakaian)
– Gigitan biasanya terjadi ketika mereka merasa terancam co/ ketika seseorang
memakai pakaian yang terdapat L.reclusa
Manifestasi
– Reaksi local hingga severe ulcerative
necrosis
– Transient eritema yang berkembang disertai
dengan central vesicle / papul yang ditandai
dengan warna merah, putih, dan biru
– Tanda gigitan L.reclusa ditandai dengan area
central violaceous yang dikelilingi oleh kulit
yang memucat yang kemudian dikelilingi
oleh eritematous asimetris
– Gejala sistemik dapat muncul 1-2 hari – Nekrosis yang terjadi 2-3 hari setelah
setelah envenomation, dan termasuk mual, gigitan, disertai terjadinya pembentukkan
muntah, sakit kepala, demam, dan eschar antara hari ke-5 dan 7. yang akhirnya
menggigil terbentuk deep ulcer
– Gejala serius (jarang)  renal failure, – Reaksi gigitan mirip dengan pyoderma
hemolytic anemia, hipotensi, disseminated gangrenosum/ erythema migrans of lyme
intravascular coagulation. disease
Manajemen
– Membersihkan tempat luka
– Kompres air dingin
– Diberikan analgesic untuk mengontrol nyeri
– Antibiotik  infeksi bakteri sekunder
– Kompres hangat dan menghindarkan latihan berat
– Penyembuhan luka nekrotik dapat berlangsung lama, terkadang bisa sampai
beberapa bulan
– Dilakukan surgical excision dan rekonstruksi untuk memperbaiki kecacatan
C. Tegenaria
– Hobo spider, merupakan predominant
menyebabkan necrotic arachdisme
– Berwarna coklat keabuan dengan
bentuk herringbone pada abdomen
– Biasanya membentuk jaring-jaring
seperti corong di crawl spaces,
tumpukan kayu, semak-semak.
– Banyak di bulan Juli- September
Clinical finding Manajemen
– Luka dapat sembuh dalam beberapa minggu
– Local cutaneous setelah digigit oleh hobo spider
– Ringan-berat, mirip dengan brown recluse
– Gejala awal painless
– Area eritematous
– Indurasi dan paretesia di tempat gigitan yang
berlangsung dalam 30 menit
– Vesicle terbentuk pada saat 36 jam pertama
– Terbentuknya scar pada kasus yang parah, dan
nekrosis mengenai jaringan dibawahnya
– Gejala sistemik : sakit kepala yang berat yang
menetap selama 1 minggu
– Fatigue, nausea, vomit, parestesia, diare,
gangguan memori
– Anemia aplastic (parah, jarang)
D. Arachnida (scorpion)
– Jenis yang kecil tidak dapat
menyengat kulit manusia
– Yang besar sengatannya
sangat berbahaya berakibat
fatal
– Genus yang beracun :
1. Buthus
2. Prionurus
3. Centruroides
Gejala klinis
– Nyeri yang sangat pada tempat
sengatan disertai rasa terbakar
yang menyebar dari tempat
sengatan
– Bengkak di tempat sengatan
– Numbness disekitar sengatan
Gejala yang terkait dengan efek luas dari Venom dapat meliputi:
– Lymphangitis
– otot berkedut
– Perasaan kebal di seluruh tubuh gejala sistemik
– Hipersalivasi dan hiperhidrosis
– Paralisis pernapasan
– Berkeringat
– Mual
– Muntah
– tekanan darah tinggi
– denyut jantung dipercepat atau detak jantung tidak teratur
– kegelisahan, rangsangan, atau menangis yang tidak bisa dihibur
berlangsung dalam 1 – 1 ½ jam
Diagnosa Diagnosis banding
– gejala yg dirasakan sakit berdenyut – Gigitan laba laba yang beracun
yg menjalar dari tempat sengatan,
– Paralysis oleh sengkenit
radang, mengeras, tampak titik
sengatan
– limphadenitis
– gejala sistemik berupa paralisis
motorik yang menjalar ke atas
Manajemen
– Bagian anggota badan yg terkena di ikat dan dibuka ikatannya tiap 20- 30 menit
– Tempat luka di kompres dgn es atau disemprot dgn khloretil.
– Bila ada gejala sistemik berikan antibias secara injecksi.
Acarina
Ticks
Dibagi menjadi 2 family yaitu, Ixodidae (hard ticks) dan argasidae (soft ticks)
Hard ticks bertanggungjawab untuk sebagian besar penyakit kutu
a. Melalui beberapa tahapan telur larva nimfa dewasa
b. Bedanya kutu dengan tungau adanya hypostome
c. Manusia sering manjadi infektif melalui kontak dengan rumput tinggi/ sikat yang
menahan kutu atau hewan rumahan
d. Tertarik pada bau keringat, warna putih, dan panas tubuh
e. Berada di host hingga 24 jam untuk mencari tempat perlindungan untuk makan dilipatan
kulit dan garis rambut
f. Kutu dapat makan 2 jam – 7 hari
g. Beberapa spesies menghisap darah manusia menyebabkan toxeia  tick paralisis
kematian
GEJALA KLINIS
– Terjadi pada musim semi dan gugur
– Painless
– Demam, pruritus, dan urtikaria
– Red papul di tempat gigitan, dan dapat
berkembang menjadi bengkak dan
eritema
– Respon selular dari gigitan yang dapat
memicu indurasi dan nodular setelah
beberapa hari
– Tick paralisis disebabkan oleh neurotoxin
yang berisi sekresi salivary  diawali
headache, malaise  berkembang
menjadi acute ascending lower motor
neuron paralisis
Manajemen

– Membersihkan trick sebelum dia memakan darah


– Antibiotik profilaksis setelah kutu mengigit: membantu mencegah lyme disease
HEMIPTERA
Bed bug (kutu busuk)
– terdapat 2 famili yaitu Cimex lectularius (kutubusuk) dan reduviridae (kissing bug)
– Merupakan herbivora
– Terbang dan berbentuk bulat telur dan flattened.
– Bed bug memiliki 5 juvenile stage, bersama dengan bentuk pria dan wanita dewasa.
– Bersembunyi dicelah-celah sandaran kepala dan dibelakang wallpaper atau di tempat
gelap  membentuk tubuhnya menjadi rata
– Menyukai tempat yang hangat dan karbon dioksida yang dikeluarkan oleh korban
– mengisap darah manusia 10- 15 menit  sembunyi, dapat bertahan 1 tahun atau lebih
dan biasanya mencari makanan setiap 5-10 hari
– Menyebar ke pakaian, koper travel, matras dan laundry
– Ketika digigit,akan terjadi reaksi kulit dan biasanya muncul dalam beberapa jam, pasien
biasanya mengalami reaksi ini pada pagi hari setelah digigit.
Gejala klinis Manajemen
– Tidak nyeri – Local wound care  mencegah pruritus

– Multiple gigitannya  linier – Topical antiseptic lotion/ antibiotic cream


– Topical kortikosteroid untuk pruritus
– Papul, wheal
– Small hemorrahagic punctum di center Pencegahan
– Reaksi bullous terhadap gigitan  penyemprotan dengan DDT atau Gammexan
pada orang yang rentan
Reduviidae
– Berbentuk segitiga diatas punggunggnya
yang dibentuk oleh pertemuan sayap
Gejala
membranous – Sangat nyeri
– Semua reduviidae memiliki tindik mulut – Papular
 memakan darah – Urtikaria
– Lokasi : AS, Africa, asia, Europe – Bullous reaction
– Agent penyebab Chagas – Gigitannya defensive yang dapat
– Dinamai berdasarkan predileksinya yaitu menyebabkan kulit yang terkena jadi
di dekat bibir lebih parah  nekrosis dan ulserasi
– Tripanosome : bakan berinokulasi ketika
korban menggores kotoran yang
terinfeksi  luka
– Nocturnal feed dan memangsa binatang
pengerat
Diplopodia
Milipedes Gejala klinis
– 2 pasang kaki / segment body – Berupa dermatitis disertai kulit
Kemerahan dan terasa panas
– Mempunyai sepasang mandibula dan
sepasang gnathocheilarium untuk – Blister
menggigit
– Bila toksinnya kena mata , mata bengkak
– Mempunyai repugnatoma gland: dan kemerahan
mengeluarkan sekresi yang berfungsi
untuk mengusir musuh yang berada di
kedua sisi pada masing-masing segment
dan dapat memancarkan zat toxic bila
terancam
– Dapat menyemprotkan racun beberapa
inci  Mengeluarkan toksin
menyebabkan irritasi bila terkena mata
 periorbital edema, periorbital
diskolorasi, konjuctivitis dan keratosis
Manajemen
– Kompres es batu untuk
menghilangkan rasa sakit
– kulit dicuci dengan sabun untuk
menghilangkan toxin
– Kelainan kulit dengan krim Cortico
steroid
– Bila kena mata, cuci mata dengan air.
Kelabang (centipedes ) Gejala klinis
– 1 pasang kaki dengan tubuh yang – Setelah digigit kulit merah dan
bersegmen bengkak.
– Carnivora nukturnal  nyeri yang – Rasa nyeri hebat.
hebat dengan sepasang cakaran yang
beracun – Berkeringat ditempat gigitan

– Mempunyai kelenjar berbisa pada – Gejala hilang dalam 48 jam


ruas sub terminal tiap pasang capit di – Edema
belakang kepala. – Ulcerasi
– yang besar dapat menggigit dan
menyebabkan rasa nyeri.
Treatment

– Di tempat luka cuci dengan sabun


– Analgesik termasuk local anestesi
injection
– Anti histamin
– Tetanus profilaksi
– Antibiotik untuk mencegah second
infection
Hymenoptera
Bees ( lebah ), wasps (tawon ) dan
Ants (semut )
• Famili apidae dan bombidae
(bees), Vespidae (wasps), dan
formicidae (ants)
• Memiliki kelenjar beracun 
pertahanan dan memangsa
• Sengatannya ditimbulkan
oleh gigitan dari serangga
betina melalui sengatannya
ovipospitoer
Honeybee

• Memiliki ovipositor berduri  menusuk ke kulit


• Mati setelah menyengat karena mengeluarkan kantung yang beracun yang
terpasang
• Sengatannya dapat menghilang
• Sengatannya tidak dapat dipencet dengan jari untuk menghilangkan dapat
memicu adanya racun tambahan yang masuk ke kulit
Metode
• Menghilangkannya dengan mengikis bagian tepi kartu kredit /pisau tumpul
dengan sejajar dengan permukaan kulit
Gejala
– Nyeri di tempat sengatan – Urtikaria
– Edema dan meluas hingga 10 cm dari – Ruam merah yang konfluen
tempat gigitan – Sesak nafas, mengi
– Perdarahan ditempat sengatan – Edema di saluran napas, lidah, atau
– Mual dan muntah uvula
– Jika tertelan, menyengat 
menyebabkan pembengkakan di
mulut dan tenggorokan
– Nyeri visceral dapat terjadi dengan
sengatan disaluran GI setelah
menelan serangga
A. Fire ants
• berisi nonproteinaseous, factor hemolytic yang dapat memciu terjadinya
degranulasi sel mast
• Sengatan menimbulkan inflamasi
• Wheal dan flare reaction dapat menjadi pustule yang steril  berkembang menjadi
nekrosis dan scar
• Seseorang yang sensitive dapat mengalami reaksi bullous segera setelah tersengat
• Mengigit dengan menggunakan rahangnya  membentuk pola circular  lesi
berbentuk ring
Manifestasi
– Panas, nyeri yang intens dan local
– Eritematous dengan adanya bengkak dan urtikaria
– Mereda beberapa jam
– Reaksi local bengkak yang luas di tempat sengatan dan indurasi yang lama beberapa
minggu
– Sengatan lebah  rasa sakit dan kemerahan pada kulit
– Kulit membengkak diameter 1,5 cm setelah 2-3 hari
– Melebar jadi 5 cm.
– Sengatan semut menimbulkan rasa sakit dan kemerahan,
– Kemudian timbul vesikel
Manajemen
– Mild local cutaneous reaction  kompres air es
– Suntik local anestesi  mengontrol nyeri
– Kortikosteroid (parah)  mencegah anafilaktik yang berulang
– Diphenhidramin oral/parenteral  urticaria dan pruritus
– Anafilaktik  epinephrine subcutan (0,5 ml of 1:1000 dilution)
Diptera
Family
1. Culicidae (nyamuk)
2. Semuliidae (black flies)
3. Ceratopoginidae (bitting midges)
4. Tabanidae (horse flies dan deer flies)
5. Psychodidae subfamily phlebotominae (sandflies)
6. Glossinidae (tse-tse flies)
Culicidae
– Family dari Culicidae terdiri lebih dari MANIFESTASI KLINIS
2000 spesies nyamuk – Uricaria
– Beberapa nyamuk yang umum – Vesicular
dotemukan  anopheles dan aedes
– Eczematous
– Anopheles culex : vector malaria,
yellow fever, filariasis dan – Granulomatous
encephalitis virus Mereda beberapa hari
– Jantan : bagian mulut tidak /jarang
mengigit
– Betina : lebih sering menggigit
manusia
Flies
– Vektor dari onchocerciasis dan tularemia
– Vektor tularemia bertanggung jawab terhadap transmisi filariasis loas-loas
– Cutaneous myiasis dapat disebabkan terdepositnya lalat dikulit atau pada luka yang terbuka
pada beberapa spesies termasuk  dermatibia hominis
– Sandflies menyebarkan penyakit melaui phlebotomius  yang mentransmisikan leismaniasis
– Tse-tse flies : sebagai vector dari African trypanosomiasis
Pengobatan :
1. Dibersihkan dengan sabun dan air untuk mencegan secondary infection
2. Topical steroid dan sistemik antihistamin (cetirizine)  pruritis
3. Cutaneous myasis  local surgery eksisi pada larva
Sumber

– Pitz Patrick
– Infeksi menular seksual UI
TERIMAKASIH
Sandlfy
– Leishmaniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa intraseluler (genus
Leishmania) yang ditularkan melalui gigitan sandfly phlebotomine betina
– Cutaneous leishmaniasis :
– Mempengaruhi cutaneous dan membrane mucous, luka pada kulit biasanya mulai ditempat
pertama gigitan sandfly, dan beberapa orang gigitan sandfly dapat terjadi membrane mucous
– Systemic, atau visceral  mempengaruhi seluruh tubuh, terjadi 2 hingga 8 bulan setelah
seseorang digigit oleh lalat, dapat menyebabkan komplikasi yang mematikan. Parasit merusak
sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi jumlah sel yang melawan penyakit.
Gejala klinis
Gejala cutaneous: Infeksi visceral /sistemik pada anak biasanya
dimulai secara tiba-tiba dengan:
– Papula /ulcer berkerak pada kulit yang terpapar  lesi
mungkin terkait dengan penyebaran sporotrichotic – Batuk, Diare,
– Demam yang berlangsung selama beberapa
– Diffuse (disseminated) cutaneous leishmaniasis: minggu, hilang timbul
multiple, meluas, nonulcerating cutaneous papules
– Orang dewasa  demam selama 2 minggu -
and nodules, nontender. 2 bulan, disertai gejala (fatigue, weakness,
dan kehilangan nafsu makan
– Perut tidak nyaman
– Berkeringat di malam hari
– Darkening of the skin
– Hepatosplenomegaly, pancytopenia, and
hypergammaglobulinemia
Manajemen Prevenetion
– Meglumine antimoniate – Menempatkan jaring halus di
– Sodium stibogluconate sekitar tempat tidur

Terapi lainnya : – Mengenakan obat nyamuk

– Ketoconazole – Mengenakan pakaian pelindung

– Paromomisin
– Operasi plastik mungkin diperlukan
untuk memperbaiki kerusakan
akibat luka pada wajah
(leishmaniasis kulit).