Anda di halaman 1dari 17

PENGKAJIAN ANTENATAL

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA ANAK DENGAN HIV

KHARINA AFIFAH ALFRIYANI


MIA HANDAYANI
PENULARAN PADA ORANG DEWASA

• Lewat cairan darah:


Melalui transfusi darah / produk darah yg sudah tercemar HIV

• Lewat cairan sperma dan cairan vagina :


Melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam Vagina/Anus),
tanpa menggunakan kondoma

• Berbagi Jarum
Virus HIV dapat ditularkan melalui jarum suntik terkontaminasi dengan
darah yang terinfeksi. Hal ini sering terjadi pada kalangan pengguna
Narkotika Suntikan. HIV juga dapat menyebar melalui pemakaian jarum
suntik pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, seperti alat tindik, tato,
dan alat facial wajah yang telah digunakan pada orang yang telah
terinveksi virus hiv tanpa di sterilkan.
Penularan pada wanita ke
Bayinya
• PADA WANITA
Hubungan seksual yang tidak aman (biseksual atau homoseksual),
pemakaian narkoba injeksi dengan jarum bergantian bersama
pengidap HIV, tertular melalui darah dan produk darah,
penggunaan alat kesehatan yang tidak steril, serta alat untuk
menoreh kulit.
CDD → pemakaian obat terlarang melalui injeksi 51%, wanita
hoteroksesual 34%, tranfusi darah 8%, dan tidak diketahui sebanyak
7% (Richard, et, all, 1997).
Lanjutan...
 PENULARAN HIV KE BAYI DAN ANAK
Penularan ke anak, penularan melalui darah,
penularan melalui hubungan seks (pelecehan seksual
pada anak).
Penularan juga terjadi selama proses persalinan
melalui tranfusi fetomaternal atau kontak antara
kulit membran mukosa bayi dengan darah atau
sekresi maternal saat melahirkan.
DIAGNOSA HIV/AIDS PADA ANAK
Bayi yang tertular HIV dari ibu bisa saja tampak
normal secara klinis selama periode neonatal.
Penyakit penanda AIDS tersering yang ditemukan
pada anak adalah pneumonia.
Gejala umum yang ditemukan pada bayi dengan
terinfeksi HIV adalah gangguan tumbuh
kembang, kandiasis oral, diare kronis, atau
hepatosplenomegali (pembesaran hepar dan
lien).
Pencegahan penularan HIV/AIDS
pada anak
 Penularan HIV dari ibu ke bayi bisa dicegah mulai saat hamil,
saat melahirkan, dan setelah lahir yaitu : penggunaan
antiretroviral selama kehamilan, penggunaan antiretroviral
saat persalinan, penatalaksaan selama menyusui. Pemberian
antiretroviral bertujuan agar viral load rendah sehingga
jumlah virus yang ada dalam darah dan cairan tubuh kurang
efektif untuk menularkan HIV.
 Persalinan sebaiknya dipilih dengan metode sectio caesaria
karena terbukti mengurangi risiko penularan HIV dari ibu ke
bayi sampai 80%.
PENGKAJIAN

DATA UMUM KLIEN


Nama : An. A
Tanggal Lahir : 27 Mei2015
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan :-
Alamat :Tangerang
Tanggal masuk : 12 Maret 2018
Tanggal pengkajian : 12 Maret 2018
Diagnosa Medik : HIV-AIDS
Riwayat Kesehatan

Keluhan Utama : Orangtua klien mengeluhkan bayinya mengalami


diare disertai dengan demam.

Riwayat Kesehatan Sekarang


Diare dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Mula-mula intensitas BAB kurang, dan
sejak 2 hari yang lalu diare semakin parah diserta dengan demam, terdapat
bercak-bercak terasa gatal pada kulit, diare diikuti dengan batuk, sesak dan
klien tidak mau menyusu. Dengan alasan tersebut orang tua klien membawa
klien ke RS untuk di periksa.

 Riwayat Kesehatan Keluarga : Ibu klien positiv HIV


Pemeriksan Fisik

 Keadaan umum klien : Lemah, gelisah dan batuk sesak


 Tanda-tanda vital:
Suhu : 38,5°C
Nadi : 120x/m
Pernafasan : 28x / m
 Antropometri
Panjang badan : 50 cm
Berat badan : 25 kg
Lanjutan

Head To Toe
 Kulit : Pucat dan turgo kulit jelek dipenuhi dengan bercak-bercak dan
gatal
 Mata / penglihatan : Sklera pucat dan nampak kelopak mata cekung
 Mulut dan gigi : Terjadi peradangan pada rongga mulut dan mukosa,
terjadi Peradangan dan perdarahan pada gigi ,gangguan menelan(-),
bibir dan mukosa mulut klien nampak kering dan bibir pecah-pecah
 Leher:Terjadi peradangan pada eksofagus.
 Dada :
I : Dada terlihat normal,Tidak ada kelainan gerakan dada
P: Terdapat nyeri tekan pada epigastrium, Tidak nampak adanya
pembesaran hati
P: nada sonor
A: Tidak terdengar adanya bunyi nafas tambahan
 Abdomen :
I : Nampak normal, simetris kiri kanan
P: Turgor jelek ,tidak ada massa, terdapat nyeri tekan pada bagian
kanan bawah
P :Kembung (-)
A: terdengar bunyi peningkatan peristaltic/ bising usus dan tidak
ada krepitasi abdomen.
 Perineum dan genitalia : Pada alat genital terdapat bintik-bintik
radang
 Sistem integumen : warna kulit pucat dan terdapat bintik-bintik
dengan gatal

 Sistem Perkemihan
Urin produksi (200-400 ml/24 jam)
ANALISA DATA
NO DATA PROBLEM ETIOLOGI

1 DS : BERSIHAN JALAN MUKUS


Ibu klien mengatakan anaknya batuk- NAFAS TIDAK BERLEBIHAN
batuk disertai dahak dan sesak EFEKTIF
DO :
1.Klien selama di RS nampak batuk
terus dan gelisah nampak sesak
sesak
2.Tanda-tanda vital:
Suhu : 38,5 º C
Nadi : 120x/m
Pernafasan : 28x / m
2 DS : HIPERTEMI PROSES PENYAKIT
Ibu klien mangatakan anaknya demam
DO :
1. Klien nampak teraba panas
2. S : 38,50C,
Nadi : 120x/m,
P : 28x/m
NO DATA PROBLEM ETIOLOGI

3 DS : KETIDAKSEIMBANGAN FAKTOR
1. ibu klien mengatakan, klien tidak NUTRISI : KURANG BIOLOGIS
mau makan/malas makan DARI KEBUTUHAN
2. Ibu klien mengatakan anaknya susah NORMAL
menelan akibat luka-luka pada
mulutnya
DO :
Klien nampak cengeng bila ingin diberi
makan dan porsi makannya tidak habis
serta BB turun menjadi 20 kg dari
25kg.
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI
KEPERAWATAN

1 Dx. I Diharapkan bersihan 1. Posisikan klien untuk memaksimalkan


Bersihan Jalan Nafas Tidak jalan nafas klien kembali ventilasi
Efektif b/d Mukus efektif 2. Gunakan teknik yang menyenangkan
Berlebihan untuk memotivasi bernafas dalam
kepada anak – anak
3. Buang sekret dengan memotivasi
pasien untuk melakukan batuk efektif
2 Dx. II Diharapkan suhu tubuh 1. Monitor tanda – tanda vital
Hipertermi b/d Proses klien kembali normal 2. Longgarkan atau lepaskan pakaian
Penyakit 3. Berikan metode pendingin eksternal
(misalnya, kompres dingin pada leher,
abdomen, kuit kepala, ketiak dan
selangkangan serta selimut dingin)
sesuai kebutuhan
NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI
KEPERAWATAN

3 Dx. III Diharapkan kebutuhan 1. Identifikasi adanya alergi atau


KETIDAKSEIMBANGAN nutrisi klien terpenuhi intoleransi makanan yang dimiliki
NUTRISI : KURANG pasien
DARI KEBUTUHAN 2. Tentukan status gizi pasien dan
NORMAL kemampuan (pasien) untuk memenuhi
b/d KURANGNYA kebutuhan gizi
ASUPAN MAKANAN 3. Pastikan diet mencakup makanan
tinggi kandungan serat untuk
mencegah konstipasi
TERIMA KASIH