Anda di halaman 1dari 12

MINI RISET

ANALISIS TINDAK TUTUR PEDAGANG DAN


PEMBELI DI PASAR SUKARAMAI DAN PASAR
HALAT MEDAN
OLEH KELOMPOK V :

• DINDA APRILIA 417 333 1015


• NAZRI FAUZIAH NUR SIREGAR : 417 313 1029
• NADA MAGHFIRA MEUTIA : 417 313 1026
• MUHAIMINNUL AHMAD : 417 113 1025
• LILI ANDINI : 417 113 1021
• LILI ATTHOHIROH : 417 113 1023
LATAR BELAKANG
• Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan informasi.
Segala sesuatu yang ada dalam pikiran manusia disampaikan melalui
bahasa, baik bahasa tulis maupun bahasa lisan. Dengan demikian, bahasa
memiliki peran sangat penting bagi manusia untuk menjalani kehidupan
sosial.
• Percakapan yang mengandung tindak tutur dapat terjadi pada transaksi
jual-beli. Dalam suatu transaksi jual-beli yang dilakukan oleh pedagang dan
pembeli kemungkinan akan banyak terjadi tindak tutur baik itu langsung
maupun tidak langsung, terutama ketika pedagang dan pembeli
melakukan tawar-menawar untuk mencapai suatu kesepakantan harga.
Percakapan tersebut kemungkinan akan banyak terjadi dalam transaksi
jual-beli, karena selain dapat memberikan kesan tuturan yang lebih sopan,
tindak tutur juga dapat memberikan makna yang lebih banyak daripada
tuturan yang diucapkan.
Rumusan Masalah
 Bagaimana tutur Bahasa pedagang dan pembeli di pasar Sukaramai Medan?
 Bagaimana tutur Bahasa pedagang dan pembeli di pasar Halat Medan?

Tujuan Penelitian
 Mengamati tutur Bahasa pedagang dan pembeli di pasar Sukaramai Medan.
 Mengamati tutur Bahasa pedagang dan pembeli di pasar Halat Medan.

Manfaat Penelitian
 Peneliti mendapatkan pengetahuan mengenai tutur Bahasa yang digunakan oleh
penjual dan pembeli di pasar Sukaramai dan pasar Halat Medan. Peneliti juga
dapat mengamati secara langsung tutur Bahasa yang digunakan oleh pedagang
dan pembel di pasar Sukaramai dan pasar Halat Medan.
Pragmatik
 Pragmatik merupakan cabang linguistik yang mempelajari bahasa yang digunakan untuk
berkomunikasi dalam situasi tertentu.
 Ilmu pragmatik mengkaji hubungan bahasa dengan konteks dan hubungan pemakaian
bahasa dengan pemakai/penuturnya.
 Ilmu pragmatik ini merupakan salah satu pokok bahasan yang harus diberikan dalam
pengajaran bahasa. Konteks yang dimaksud adalah segala latar belakang pengetahuan
yang dimiliki bersama oleh penutur dan mitra tutur serta yang menyertai dan mewadai
sebuah pertuturan.
 Konteks situasi tutur menurutnya, mencakup aspek-aspek:
(1) penutur dan lawan tutur
(2) konteks tuturan
(3) tujuan tuturan
(4) tuturan sebagian bentuk tindakan atau aktivitas, dan
(5) tuturan sebagai produk tindak verbal.
Pragmatik merupakan studi yang menganalisis makna dari tuturan-tuturan yang berkaitan
dengan situasi dan kondisi pada saat tuturan-tuturan tersebut berlangsung.
Jenis-Jenis Tindak Tutur
 Austin membedakan tiga jenis tindakan:
(1) Tindak tutur lokusi, adalah tindak proposisi yang berada pada kategori
mengatakan sesuatu (an act of saying sometthings). Hal yang diutamakan
dalam tindak lokusi adalah isi tuturan yang diungkapkan oleh penutur. Wujud
tindak lokusi adalah tuturan-tuturan yang berisi pernyataan atau informasi
tentang sesuatu.
(2) Tindak tutur ilokusi adalah tindak tutur yang mengandung daya untuk melakukan
tindakan tertentu dalam hubungannya dengan mengatakan sesuatu (an act of
doing somethings in saying somethings). Tindakan tersebut seperti janji, tawaran,
atau pertanyaan yang terungkap dalam tuturan. Pengidentifikasian tindak ilokusi
harus mempertimbangkan penutur dan mitra tuturnya, kapan dan di mana
tuturan terjadi, serta saluran apa yang digunakan.
(3) Tindak tutur perlokusi adalah tindak tutur yang berupa efek atau dampak yang
ditimbulkan oleh mitra tutur, sehingga mitra tutur melakukan tindakan
berdasarkan isi tuturan. Tindak perlokusi adalah tindak tutur yang berkenaan
dengan adanya ucapan orang lain sehubungan dengan sikap dan perilaku non-
linguistik dari orang lain itu.
Metode Penelitian
 Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif.
 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pragmatik.
 Sumber data penelitian ini adalah percakapan atau dialog dalam proses jual
belibarang di pasar Sukaramai dan pasar Halat Medan.
 Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung tindak tutur dan
menerapkan prinsip kerja sama beserta konteksnya dalam proses jual beli barang di
pasar Sukaramai dan pasar Halat Medan. Data tersebut diambil pada bulan April
2019.
 Metode pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode
simak. Pada praktiknya metode simak diwujudkan dengan teknik dasar dan teknik
lanjutan. Adapun teknik dasar dari metode simak yang digunakan dalam penelitian
ini adalah teknik sadap. Teknik lanjutan dalam penelitian ini dilakukan setelah teknik
dasar. Metode penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini adalah penyajian
secara informal dan formal.
Populasi dan Sampel
 Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas
dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang dan pembeli di pasar Halat
Medan.
 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan tutur Bahasa di pedagang dan
pembeli di pasar sukaramai dan pasar Halat Medan, diantaranya adalah pedagang aksesoris,
pedagang sayuran, pedagang jamu, pedagang makanan, pedagang buah.
Teknik Pengumpulan Data
 Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui observasi, pembuatan
catatan (note-taking) dan perekaman. Observasi yang dimaksud adalah peneliti terjun langsung
pada objek yang diteliti yakni pasar Sukaramai dan pasar Halat. Peneliti juga melakukan teknik
simak bebas cakap.
 Peneliti menyimak dan menyadap pembicaraan yang berlangsung antarpenjual dan pembeli di
Pasar Sukaramai dan pasar Halat.
 Peneliti hanya sebagai pemerhati yang dengan penuh minat tekun mendengarkan apa yang
dikatakan (dan bukan apa yang dibicarakan) oleh orang-orang yang hanyut dalam proses
berdialog.
 Pembuatan catatatan dan rekaman juga sangat diperlukan. Catatan digunakan untuk mencatat
konteks atau situasi tutur yang terjadi, sedangkan alat rekaman digunakan untuk merekam tuturan
yang diujarkan penjual dan pembeli di pasar Pemangkat. Alat dalam pengumpulan data
penelitian ini adalah manusia, tipe rekorder, dan kartu pencatat.
Teknik Analisis Data
 Teknik Analisis Data dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif yang
dilakukan sesuai dengan pendekatan fenomenologi, sehingga analisis data yang
digunakan dengan cara mengeksplorasi pengalaman-pengalaman subjektif dan
mengklarifikasi situasi yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.
Langakah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data adalah sebagai berikut:
1. Menyimak dan mencatat langsung semua data alamiah/ujaran spontan yang
muncul termasuk mencatat konteks pada saat melakukan pertuturan.
2. Data yang diteliti langsung dianalisis berdasarkan catatan deskriptif dan reflektif yang
menggunakan analisis heuristik, yakni analisis konteks. Analisis heuristik digunakan
apabila ada tuturan tidak langsung dan memiliki berbagai interpretasi makna.
3. Mengidentifikasi percakapan yang terjadi pada saat melakukan pertuturan yang
mengandung tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung.
4. Mengklasifikasikan data tindak tutur brdasarkan modus dan jenisnya.
5. Berdasarkan hasil identifikasi dan klasifikasi data, dilakukan kegiatan penarikan
simpilan sementara.
6. Mengecek atau memeriksa ulang data yang sudah ada.
 Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Pasar Sukaramai dan juga Pasar Halat Medan. Dimana hal
yang kami teliti adalah bagaimana mereka saling bertutur kata dan juga situasi kondisi di
masing-masing pasar. hasilnya terlihat bahwa baik pedagang maupun pembeli di pasar
Sukaramai cenderung lebih kasar dalam berbahasa dibandingkan dengan para
pedagang dan pembeli yang ada di pasar Halat Medan. di pasar Sukaramai terlihat jelas
ada banyak kata baku yang tidak digunakan dan cenderung lebih menggunakan bahasa
“gaul” ataupun bahasa daerah mereka masing-masing. Untuk lebih jelasnya kami juga
sudah menyiapkan hasil berupa video yang berisi tentang hasil penelitian kami di kedua
pasar tersebut.
Pembahasan Penelitian
 Seperti yang sudah dijelaskan di hasil penelitian sebelumnya, bahwa diantara kedua
pasar yang kami lakukan research, terlihat jelas bahwa tutur kata para pedagang dan
pembeli yang ada di pasar Halat jauh lebih sopan dan lebih baik dibandingkan
dengan pedagang dan pembeli di pasar sukaramai. Hal ini dibuktikan dengan video
yang juga kami rekam secara amatir saat melakukan penelitian di kedua pasar. di
pasar Halat, jarang sekali terdengar jeritan yang membuat kuping sakit dan terkejut.
Disana situasinya terkesan senyap, dan interaksi antara pedagang dan pembeli
terkesan lebih kondusif. Hal ini dikarenakan kawasan daerah pasar yang memang
dikelilingi oleh masyarakat dengan taraf hidup yang lebih baik dan ini bukan
merupakan pusat pasar seperti pasar Sukaramai.
 Berbeda dengan pasar Halat, pasar Sukaramai malah memperlihatkan hasil yang
berbeda. Saat memasuki kawasan pasar, kita akan disuguhkan dengan berbagai bau
yang akan sangat membuat hidung merasakan bau yang luar biasa. Bukan hanya itu,
suara pedagang akan terdengar seperti ingin demo karena kuatnya. Bukan hanya itu,
kata yang digunakan juga tak jarang menggunakan kata-kata yang tidak baik untuk
diucapkan, seperti kata kotor dari hewan maupun lainnya. Hal ini disebabkan karena
pasar Sukaramai juga merupakan pusat pasar yang cukup terkenal untuk daerah
Medan dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka tidak jarang pedagang
yang berjualan pun beraneka ragam dari suku, agama, budaya hingga tempat
tinggal. Jadwal operasional pasar ini yang berlangsung satu harian juga menyebabkan
jalanan menjadi kotor dan juga macet sehingga akan lebih sering lagi mendengar supir
angkot saling memaki dengan pengguna jalan lainnya.
 Kesimpulan
Dari hasil penelitian di atas terlihat bahwa tutur kata di pasar Halat jauh
lebih baik dibandingkan dengan tutur kata para pedagang dan pembeli di
daerah pasar Sukaramai. Hal ini bukan terjadi begitu saja, melainkan juga
dikarenakan beberapa hal seperti keragaman budaya, taraf hidup dan juga
kebutuhan masyarakat akan pasar tersebut. Penggunaan bahasa Indonesia
juga lebih baik di pasar Halat dibandingkan pasar Sukaramai yang masih
banyak menggunakan bahasa daerah asal mereka.
 Saran
Saran yang bisa kami berikan adalah akan lebih baik bila tutur kata di
masing-masing pasar juga lebih diperbaiki. Pasar adalah suatu tempat interaksi
yang cukup banyak terjadi, oleh sebab itu akan sangat baik bila tutur kata
saat membeli dan menjual juga diperhatikan oleh pedagang dan pembeli di
kedua pasar tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
 Hasbi, Muhammad. 2015. Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.
 http://bahasaindonesia_tuturkata_yangbaikdanbenar.,@gmai;.c
om