Anda di halaman 1dari 44

CASE REPORT SESSION

(CRS)
Abses Periodontal
Presentan :

Ridho Anugrah S 12100116211


Of Prengki 12100116199
Sinta Nur Apriliyani 12100116296
Fitriah Hanny 12100116273

SMF ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT


2017 RS AL-ISLAM BANDUNG
IDENTITAS PASIEN
 Nama : Tn. A
 Alamat : pratama asri
 Usia : 61 tahun
 Pekerjaan : pensiunan
 Jenis Kelamin : laki-laki
 Tanggal Pemeriksaan : 10 agustus 2017
ANAMNESIS
Keluhan Utama :
Nyeri gigi kiri bawah
ANAMNESIS
Pasien datang ke poliklinik Gigi dan Mulut RS Al-Islam dengan
keluhan nyeri gigi kiri bawah. Keluhan dirasakan sejak 2 minggu yang
lalu. Keluhan nyeri muncul secara tiba-tiba dan hilang timbul. Keluhan
nyeri memburuk saat mengunyah makanan dan menghilang saat pasien
tidak mengunyah makanan.
Keluhan nyeri pertama kali muncul sejak 4 tahun yang lalu
pada gigi yang sama. Pasien mengatakan pernah ditambal pada
giginya satu tahun yang lalu, dan diberikan obat antibiotik. 6 bulan
yang lalu tambalan sempat lepas dan keluhan kembali muncul.
Pasien mengatakan sebelumnya keluhannya disertai dengan
pembengkakan pada gusi disekitar gigi yang bermasalah, yang
terasa panas dan nyeri. Pasien mengaku sudah pernah melakukan
pencabutan gigi pada gigi belakang di rahang kiri kanan atas dan
rahang kanan dan kiri bawah.
ANAMNESIS
Pasien mengaku memiliki riwayat penyakit maag sejak
beberapa taun yang lalu dan setelah pasien mengaku memiliki alergi
terhadap obat, pasien menyangkal memiliki riwayat penyakit jantung,
riwayat tekanan darah tinggi, kelainan darah, penyakit kencing manis,
asthma, pasien menyangkal memiliki riwayat batuk lama dan
mengkonsumsi obat selama 6 bulan.
Pasien menyangkal memiliki kebiasaan bernafas melalui mulut,
menggigit kuku atau pensil, dan memasukkan jari ke dalam mulut.
Pasien juga menyangkal memiliki kebiasaan menggertakan gigi saat
malam hari. Pasien mengaku seorang perokok sejak remaja dan
berhenti pada tahun 1992, dalam sehari pasien mengaku
menghabiskan rokok sebanyak 3 bungkus. Pasien mengaku sering
mendorong lidahnya ke arah gigi.
Saat ini pasien menginginkan penambalan kembali untuk giginya.
GENERAL SURVEY
 Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
 Kesadaran : Composmentis
 Pemeriksaan Tanda-tanda Vital :
o BP: 120/80 mmHg
o PR: 80x/menit
o RR: 20x/menit
o T : Afebris
EXTRA ORAL EXAMINATION

• Wajah, kepala, mata, hidung, telinga dan


Simetris bibir terlihat simetris

Profil Jaringan • Bagian glabella, ujung bibir dan symphysis


Lunak datar

KGB Daerah Leher • Tidak teraba pembesaran

TMJ Kiri dan • Tidak ada clicking, sakit dan krepitasi


Kanan

Open/ Close jaw • Normal tidak ada deviasi, trismus (-)


INTRA ORAL EXAMINATION
 Oral higiene : buruk, kalkulus di 15, 28, 31, 32, 33, 34,
35, 36 . Plak 25, 36
 Bibir : Normotonus.
 Mukosa bukal
cheek biting (+), pada daerah kanan
 Gingiva : Hiperemis (+) daerah gigi 36, bengkak
(+) daerah gigi 36, fistula (+) di daerah gigi 36
 Lidah : Normal
Permukaan licin, tidak atrofi, warna merah muda, dan papil normal,
ulkus (-)

 Dasar mulut : Normal


Hiperemis (-), bengkak (-), lesi (-), ulkus (-) dan torus mandibularis (-).

 Palatum : Hiperemis (-), lesi (-), torus palatinus (-) dan


kedalaman normal
 Tonsil : T1/T1
9
Gigi Geligi

X X v v vv v X X
8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8

8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8
X X v v X X
STATUS LOKALIS

Regio Gigi • 36

Karies • (+) karies profunda

Sondasi • (-)

Dingin • (-)

Perkusi • (-)

Tekanan • (-)

Mobilitas • (-)
• Massa pada daerah gingiva 36: Fluktuasi (-)
Palpasi Konsistensi : lunak, NT (-), Ukuran : ± 0.1 x 0.1 x
0,1 cm
DIAGNOSA BANDING
 Abses Periodontal 36
 Abses gingival 36
DIAGNOSA KERJA
Abses Periodontal 36
RENCANA PERAWATAN
Pro Panoramic Dental X-ray
Pro resep : antibiotik
Pro konsul ke dokter gigi : Penambalan gigi 36,
perawatan gigi
TERAPI
 Resep
R/ amoxilin 500mg tab No. X
ʃ 3dd 1
 Konsul dokter gigi : penambalan gigi 36, Perawatan
gigi
KONSELING
 Menjelaskan kepada pasien mengenai perjalanan
penyakit, penyebab dan cara penanganannya.
 Menjelaskan kepada pasien bahwa pasien akan
dikonsulkan ke dokter gigi untuk dilakukan
penambalan gigi 36 dan dilakukan perawatan gigi
untuk membersihkan karang gigi.
 Menjaga kebersihan mulut (oral hygiene) dengan
baik.
 Menjelaskan tentang cara dan waktu yang baik
untuk menggosok gigi.
 Dental check up 6 bulan sekali (ada atau tidak ada
keluhan).
PROGNOSIS
 Quo ad vitam : Ad bonam
 Quo ad functionam : Dubia Ad malam
 Quo ad sanationam : Dubia ad malam
TINJAUAN TEORI
definisi

Abses periodontal adalah suatu proses kerusakan


pada periodontal sehingga menghasilkan purulen yang
terlokalisir yang terhubung dengan oral cavity melalui
ginggival sulcus dan tidak berasal dari pulpa.
ETIOLOGI

Etiologi terbagi 2, yaitu:


1. Periodontitis related abscess
 Menutupnya margin pada periodontal pocket sehingga
perluasan infeksi dari poket ke jaringan periodontal.
 perluasan inflamasi dari permukaan dalam poket ke
lateral. dinding saku → abses bila obstruksi
2. Non-periodontitis related abscess
 Kerusakan gingiva akibat benda asing seperti bulu
sikat gigi, sisa makanan (tulang ikan)
 perforasi pada dinding lateral akar sewaktu
perawatan endodontik.
Patogenesis
Periodontal abses terjadi ketika bakteri
menginfeksi gusi, menyebabkan periodontitis.
Penyebaran inflamsi diikuti dengan destruksi jaringan
ikat, enkapsulasi dari massa bakteri dan pembentukan
nanah. Menciptakan suatu celah kecil yang dikenal
sebagai suatu periodontal pocket.
Masuknya bakteri ke dinding poket jaringan
lunak bisa menjadi hal yang menginisiasi pembentukan
abses periodontal.
KLASIFIKASI
a. Berdasarkan lokasi:
1. Abses gingival
2. Abses periodontal
3. Abses perikoronal

b. Berdasarkan Perjalanan penyakit:


1. Akut Abses
2. Kronis Abses

c. Berdasarkan jumlah Abses:


1. Single : hanya pada satu gigi
2. Multiple: >1 gigi
BERDASARKAN LOKASI
1. Abses Gingiva

Abses gingiva adalah lesi inflamasi akut terlokalisir yang disebabkan


oleh berbagai macam sumber, seperti infeksi mikroba, plak, trauma, dan
impaksi benda asing.
 Karakteristik Abses:
- Lokasi : Biasanya terbatas pada margin gingiva/interdental papila.
- Lesi : Bersifat lokal, menyakitkan, Berkembang cepat dan terjadi secara
spontan/ tiba-tiba, Gigi yang berdekatan dengan gigi yang terkena
biasanya sensitif terhadap perkusi, jika ada progress, lesi biasanya pecah
 Etiologi
Hasil dari bakteri dibawa ke dalam jaringan ketika
benda asing seperti bulu sikat gigi, atau sisa makanan
yang tertanam dalam gingiva.

 Gambaran klinisnya :
 Pembengkakan fluktuan/menonjol,
 Kadang menimbulkan rasa sakit,
 Berwarna merah
 Halus
2. Abses Periodontal
Umumnya, abses periodontal ditemukan pada
penderita periodontitis yang tidak dirawat dan disebabkan
oleh poket periodontal yang dalam. Abses periodontal
seringkali timbul sebagai eksaserbasi akut poket yang ada.
Pembentukan abses periodontal dilaporkan menjadi
salah satu penyebab utama kehilangan gigi.
Etiologi :
diidentifikasi sebagai bakteri gram negative cocci,
diplococci, fusiforms, dan spirochetes. Jamur invasif juga
ditemukan dan ditafsirkan sebagai oportunistik invaders.
Mikroorganisme yang menginfeksi abscess periodontal
terutama anaerob batang gram-negatif.
 Gambar 48-4. Abses periodontal lokal pada gigi kaninus kanan
rahang atas seorang pria dewasa penderita diabetes mellitus tipe
2 yang tak-terkontrol. Pada sebagian pasien, pembentukan abses
periodontal adalah tanda pertama penyakit tersebut.
Gambar 48-3. A, Ditemukan fistula pada attached gingiva gigi kaninus kanan rahang
atas. B, Pengangkatan flap menunjukkan bahwa penyebabnya adalah fraktur akar.
3. Abses Perikoronal
Abses perikoronal disebabkan oleh inflamasi
operkulum jaringan lunak, yang menutupi gigi yang
erupsi sebagian. Kondisi ini seringkali ditemukan di
sekitar gigi molar tiga rahang bawah. Sama seperti
abses gingiva, lesi inflamasi dapat disebabkan oleh
retensi plak mikrobial, impaksi makanan, ataupun
trauma
GAMBARAN RADIOLOGI

Pada periodontal abses pada umumnya tampak


radiolucent pada samping permukaan gigi, secara khas nampak
di apex dari akar.
BERDASARKAN
PERJALANAN PENYAKIT
Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain :
- Tingginya jumlah dan kemampuan virulensi bakteri

yang ada
- Kombinasikan dengan penurunan resistensi jaringan

dan kurangnya drainase spontan.


- Drainase dapat dihambat oleh morfologi poket

yang dalam dan rumit,


- Debris atau epitelium poket yang susunannya padat
sehingga menyumbat orifisium poket.
Acute Abscess
 Terjadi dalam waktu singkat (beberapa hari atau
dalam seminggu)
 Nyeri tiba-tiba saat menggigit dan nyeri berdenyut
pada gigi
 Gingiva menjadi merah, bengkak dan nyeri
 Pada tahap awal, tidak ada fluktuasi atau pus
discharge, tapi karena progresi penyakit pus dan
dan discharge muncul.
 Terdapat pembesaran lymph node
Chronic Abscess
 Kondisi ini berlangsung lama dan sering
perkembangannya lambat
 Pada tahap kronik, rasa tidak enak (nasty taste)
dan perdarahan spontan bisa menyertai discomfort.
 Gigi sekitar terasa nyeri ketika menggigit dan
kadang goyang (mobile).
 Bisa ada pus pada mukosa gigi yang terkena
 Intensitas nyeri ringan
 Sering regional lymphadenopathy
DIAGNOSIS
 Diagnosis ditegakan berdasarkan keluhan utama
dan riwayat penyakit sekarang.
 Extra oral feature
 Symmetry of face, swelling, redness, trismus and
examination of cervical lymph nodes.
 Intra oral feature
 Gingival swelling, redness and tenderness, pain
 Suppuration either spontaneous, on pressure
 Mobility, elevation and tooth tender to percussion
 Bleeding on probing
Pemeriksaan penunjang lainnya
 Radiographs

 pulp vitality test

 microbial test
MANAGEMENT
principles of management of periodontal abscess are as
follows:
 Local measures:
 Drainage
 Elimination of the cause
 Systemic measures:
 Antibiotics in conjunction with local measures.

Management of a patient with periodontal abscess can


divided into three stages:
• Immediate management
• Initial management
• Definitive therapy
1. Immediate Management
 oral analgesics
 Antibiotics

Phenoxymethyle penicillin 250 -500 mg QID 5-7days,


Amoxycillin 250 - 500 mg TDS 5-7 days,
Metronidazole 200 - 400 mg TDS 5-7 days.

 If allergic to penicillin Erythromycin 250 –500 mg


QID 5-7days, Doxycyline 100mg BD 7-14 days,
Clindamycin 150-300 mg QID 5-7 days can be
given.
2. Initial Management:
Basically, the initial therapy comprises of:
 irrigation of the abscessed pocket with saline or
antiseptics
 Removal of foreign bodies, when present

 Drainage through the sulcus with a probe or light


scaling of the tooth surface.
 Compression and debridement of the soft tissue

 wall

 Oral hygiene instructions

 Review after 24-48 hours; a week later, the definitive


treatment should be carried out.
The treatment options for periodontal abscess under
Initialtherapy:
1. Drainage through pocket retraction or incision
2. Scaling and root planning
3. Periodontal surgery
4. Systemic antibiotics
5. Tooth removal
3. Definitive Therapy
 Definitive treatment following reassessment after
initial therapy has to perform to restore, function,
esthetics of periodontium & to enable patient
maintain periodontal health.
 Gingivectomy or periodontal flap surgery with
systemic antibiotics or local antibiotics (tetracycline)
is indicated as definitive treatment of periodontal
abcess .
REFERENSI

 Yadav AR, Mani AM, Marawar. Periodontal Abscess.


International journal of health and medical science
2013;1(1); 13-17
 Gupta D, Verma P, Dhariwal G, Chaudhary S. Periodontal
Abscess –a Localized Collection of Pus. TMU J Dent
2015;2(1);17-22
 Hall B Walter. 2008. Critical Decisions in Periodontology.
California : BC Decker Inc
www.acadmed.org.my/view_file.cfm?fileid=285
 Pharoah, white. Oral Radiology Principle and Interpretation
fifth edition. 2000. Mosby.
TERIMAKASIH… 