Anda di halaman 1dari 19

AKUNTANSI TRANSAKSI SALAM

DAN SALAM PARALEL


DEFINISI
Salam
Jual beli barang dengan pengiriman di kemudian hari oleh
penjual dan pelunasannya dilakukan oleh pembeli pada saat
akad disepakati sesuai dengan syarat-syarat tertentu.

Akad salam
Digunakan untuk memfasilitasi pembelian suatu barang
(biasanya barang hasil pertanian) yang memerlukan waktu
untuk memproduksinya.

Salam paralel
Dua transaksi bai’ as-salam yang dilakukan oleh para pihak
ecara simultan.
Ketentuan Syar’i
Landasan syar’i dibolehkannya transaksi salam
adalah sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi
SAW riwayat Ibnu Abbas berikut:
“Barang siapa yang melakukan salaf (salam) hendaknya ia
melakukan dengan takaran yang jelas dan timbangan yang
jelas pula, untuk jangka waktu yang diketahui.”

Ketentuan syar’i transaksi salam diatur dalam


fatwa DSN no 05/DSN-MUI/IV/2000 tentang Jual
Beli Salam. Fatwa tersebut mengatur tentang
ketentuan pembayaran, barang, salam paralel, waktu
penyerahan dan syarat pembatalan kontrak.
Rukun Transaksi Salam
Rukun-rukun salam meliputi:
(a) transaktor yakni pembeli (muslam) dan penjual
(muslam ilaih);
(b) objek akad salam berupa barang dan harga yang
diperjualbelikan dalam transaksi salam; dan
(c) ijab dan kabul yang menunjukkan pernyataan
kehendak jual beli secara salam, baik berupa
ucapan atau perbuatan.
Rukun Transaksi Salam Paralel
Berdasarkan fatwa DSN no 5 tahun 2000,
disebutkan bahwa akad salam kedua (antara bank
sebagai pembeli dengan petani sebagai penjual)
harus dilakukan terpisah dari akad pertama.
Adapun akad kedua baru dilakukan setelah akad
pertama sah. Rukun-rukun yang terdapat pada
akad salam pertama juga berlaku pada akad salam
kedua.
Pengawasan Syariah
a) Memastikan barang yang diperjualbelikan tidak diharamkan
oleh syariah islam;
b) Memastikan bahwa pembayaran atas barang salam kepada
pemasok telah dilakukan diawal kontrak secara tunai sebesar
akad salam;
c) Meneliti bahwa akad salam telah sesuai dengan fatwa DSN-MUI
tentang salam dan peraturan bank indonesia yang berlaku;
d) Meneliti kejelasan akad salam yang dilakukan dalam format
salam paralel atau akad salam biasa;
e) Meneliti bahwa keuntungan bank syariah atas praktik salam
paralel diperoleh dari selisih antara harga beli dari pemasok
dengan harga jual kepada nasabah/pembeli akhir.
Alur Transaksi Salam

Akuntansi Pembeli 1a. Pesan Barang (akad 1) Akuntansi Penjual

2a. Penerimaan Modal

Lembaga
Pembeli/ 3a. Penyerahan Barang Pesanan Keuangan
Pemesan Syariah

dept of acct - umy


Alur Transaksi Salam Paralel
Akuntansi Akuntansi
Pembeli Penjual
1a. Pesan Barang (Akad 1) 2a. Pesan Barang (Akad 2)

1b. Penerimaan 2b. Penyerahan


Modal Modal

4. Penyerahan Barang 3. Penyerahan Barang

Akuntansi
Penjual
Pembeli

dept of acct - umy


Akun-akun Pada Akuntansi Pembeli

1. Piutang Salam : Mencatat pembayaran harga barang kepada produsen.


Prinsipnya piutang atas barang “bukan” uang.

2. Persediaan / Aset Salam : Mencatat barang dalam transaksi salam.


3. Piutang Kepada Petani : Mencatat kewajiban produsen yang telah akhir
akad dan produsen tidak dapat menyerahkan
barang yang dipesan.

4. Keuntungan Penyerahan Aset Salam


Mencatat keuntungan yang diperoleh akibat penyerahan modal non-kas
dimana nilai tercatat lebih besar daripada nilai wajar.

5. Kerugian Penyerahan Aset Salam


Mencatat kerugian yang terjadi saat penyerahan modal non-kas dimana nilai
tercatat lebih kecil daripada nilai wajar saat penyerahan.
Akun-akun Pada Akuntansi Penjual

1. Hutang Salam : Mencatat pembayaran harga barang yang telah disepakati


dengan pembeli/pemesan. Prinsipnya piutang atas
barang “bukan” uang.

2. Persediaan / Aset Salam : Mencatat barang salam yang diterima yang


kemudian diserahkan kepada pembeli

3. Hutang Kepada LKS : Mencatat hutang produsen atas tidak dapat


diserahkannya barang yang dipesan saat jatuh
tempo.

4. Keuntungan Penyerahan Aktiva


Mencatat keuntungan yang diperoleh akibat penyerahan modal non-kas
dimana nilai nilai wajar lebih besar daripada nilai perolehan.

dept of acct - umy


5. Kerugian Penyerahan Aset Salam
Mencatat kerugian yang terjadi saat penyerahan modal non-kas dimana
nilai wajar lebih kecil daripada nilai perolehan saat penyerahan.

6. Keuntungan Salam
Mencatat keuntungan yang terjadi dalam transaksi salam.

7. Kerugian Salam
Mencatat kerugian yang terjadi dalam transaksi salam.

dept of acct - umy


Kasus 1 : Transaksi Salam Pertama
PT. Thariq Agro Mandiri , membutuhkan 100 ton biji jagung
hibryda untuk keperluan ekspor 6 bulan yang akan datang.
Pada tanggal 1 Juni 20XA, PT. Thariq Agro Mandiri melakukan
pembelian jagung dengan skema salam kepada Bank Syariah
Sejahtera. Adapun informasi tentang pembelian tersebut
adalah sebagai berikut:
 Spesifikasi barang : Biji jagung manis hybrida kualitas no 2
 Kuantitas : 100 ton
 Harga : Rp 700.000.000 ( Rp 7 juta per ton)
 Waktu penyerahan : dua tahap setiap tiga bulan sebanyak
50 ton (2 September dan 2 Desember 20XA)
 Syarat pembayaran : dilunasi pada saat akad ditandatangani
Kasus 2 : Transaksi Salam Kedua
Untuk pengadaan produk salam sebagaimana diinginkan oleh PT. Thariq
Agro Mandiri, bank syariah selanjutnya pada tanggal 2 Juni 20XA
mengadakan transaksi salam dengan petani yang bergabung dalam KUD.
Tunas Mulia dengan kesepakatan sebagai berikut:
‾ Spesifikasi barang : Biji jagung manis hybrida kualitas kualitas no 2
‾ Kuantitas : 100 ton
‾ Harga : Rp 650.000.000 (Rp 6.500.000 per ton)
‾ Penyerahan modal : uang tunai sejumlah Rp 650.000.000
‾ Waktu penyerahan barang: dua tahap setiap tiga bulan sebanyak 50
ton
(1 September dan 1 Desember 20XA)
‾ Agunan : Tanah dan kendaraan senilai Rp 700.000.000
‾ Syarat pembayaran : dilunasi pada saat akad ditandatangani
Denda kegagalan penyerahan karena kelalaian atau kesengajaan: 2%
dari nilai produk yang belum diserahkan.
a. Penerimaan dana dari pembeli/pemesan
Pada saat akad disepakati, pembeli disyaratkan untuk sudah membayar
produk salam secara lunas. Berdasarkan PSAK no 103 paragraf 17 disebutkan
bahwa kewajiban salam diakui pada saat penjual menerima modal usaha
sebesar modal usaha salam yang diterima.
Pada saat bank syariah melakukan akad salam dengan PT.
Thariq Agro Mandiri (PT. TAM) dan menerima dana salam
sebesar Rp 700.000.000, maka jurnal transaksi tersebut
adalah sebagai berikut:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


1/6/XA Kas/Rekening PT. TAM 700.000.000

Hutang salam 700.000.000

Akuntansi Penjual
b. Penyerahan Modal Salam Dari Bank Syariah Kepada
Pemasok Atau Petani
Berdasarkan PSAK no 103 paragraf 11 disebutkan bahwa
piutang salam diakui pada saat modal usaha salam dibayarkan atau
dialihkan kepada penjual. Modal usaha salam dalam bentuk kas
diukur sebesar jumlah yang dibayarkan (PSAK no 103 paragraf 12).
Pada tanggal 1 Juni, bank syariah menyerahkan modal berupa
uang tunai sebesar Rp 650.000.000,- ke rekening KUD di bank
maka jurnal saat penyerahan modal salam oleh bank syariah
kepada KUD adalah sebagai berikut:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


2/6/XA Piutang salam 650.000.000

Kas/rekening KUD TM 650.000.000


Akuntansi Pembeli
C. Penerimaan Barang Pesanan Dari Produsen
Atau Petani
Berdasarkan PSAK no 103 paragraf 16 disebutkan bahwa barang
pesanan yang diterima diakui sebagai persediaan. Adapun waktu
penerimaan produk salam dari pemasok atau petani, dilakukan sesuai
dengan tanggal kesepakatan.
Pada saat penerimaan produk salam, sangat mungkin terjadi
perbedaan antara kualitas dan nilai wajar barang dengan kualitas dan
nilai kontrak. Perbedaan tersebut antara lain berupa; (1) Kualitas
barang dan nilai wajar barang, sama dengan nilai kontrak; (2) Kualitas
barang lebih rendah dan nilai wajar barang lebih rendah dari nilai
kontrak; (3) Kualitas barang dan nilai wajar barang, lebih tinggi dari
nilai kontrak;
Berdasarkan PSAK no 103 paragraf 13a, disebutkan bahwa jika
barang pesanan sesuai dengan akad, maka dinilai sesuai dengan nilai
yang disepakati.
Contoh Kasus
Misalkan:
Pada tanggal 1 September 20XA dan 1 Desember 20XA,
KUD Tunas Mulia (TM) menyerahkan masing-masing 50
ton biji jagung manis hybrida kualitas no 2 sebagaimana
yang disepakati dalam perjanjian salam. Adapun nilai
wajar produk tersebut pada saat penyerahan sama dengan
nilai kontrak yaitu Rp 325.000.000 (50 ton x Rp
6.500.000 per ton).
Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
1/9/XA Persediaan salam 325.000.000
Piutang salam 325.000.000
1/12/XA Persediaan salam 325.000.000
Piutang salam 325.000.000
d. Penyerahan Barang Salam Dari Bank Syariah Kepada
Nasabah Pembeli
Misalkan dalam kasus di atas, setelah menerima produk salam dari
KUD TM pada tanggal 1 September 20XA dan 1 Desember 20XA masing-
masing sebanyak 50 ton dengan kualitas dan harga sesuai dengan kesepakatan
antara bank syariah dan KUD TM (Rp 325.000.000), bank langsung mengirim
produk salam ke gudang milik PT TAM pada tanggal 2 September 20XA dan
2 Desember 20XA pada kuantitas dan kualitas sesuai kesepakatan. Maka
jurnal atas pengiriman barang kepada nasabah pembeli tersebut adalah sebagai
berikut :
Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
02/9/XA Db. Hutang salam 350.000.000
Kr. Persediaan produk salam 325.000.000
Kr. Pendapatan bersih salam 25.000.000

02/12/X Db. Hutang salam 350.000.000


A
Kr. Persediaan produk salam 325.000.000
Kr. Pendapatan bersih salam 25.000.000
Sekian
Terima Kasih
Wassalamu’alaikum wr wb