Anda di halaman 1dari 42

PLENO SKENARIO 1

Abdul Azis 1618011171


Alandra Rizhaqi V 1618011160
Aulia fasya 1618011057
Aditya Ramadhon Islami Sakaganta 1658011053
Dinda Annisa Fitria 1618011185
Fadillah Maulidia 1618011087
Fukrapti 1618011041
Khoirun Nisa 1618011058
Nurma Retno Ningtyas 1618011093
Olivia Putri C 1658011001
Ratu Nirmala Wahyunindita 1618011136
Selvi Herdiani 1418011200
Step 2
1. Apa yang terjadi pada bapak tomi
2. Apa diagnosis banding dan diagnosis kerja dari skenario
3. Bagaimana pedoman penegakkan diagnosis
4. Etiologi dan faktor resiko
5. Bagaimana perjalanan penyakit pada skenario
6. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada skenario
7. Bagaimana penatalaksanaan yang tepat bagi pasien
8. Bagaimana prognosis
9. Komplikasi pada skenario
STEP 3
1. Apa yang terjadi pada bapak tomi

■ 2 tahun yang lalu, agitasi : gaduh tanpa alasan, melempar barang


■ 1 bulan lalu : bicara sendiri, dapat bisiskan sebagai pendeta ;
halusinasi akustik
■ Melihat bapaknya datang ; halusinasi visual
■ Gangguan tidur.

Keluhan (gejala psikotik) : katatonia dan halusinasi


2. apa diagnosis banding dan diagnosis
kerja dari scenario?
■ Diagnosis banding : Gejala psikotik  skizofrenia, Ganguan
delusi, skizoafektif, bipolar afektif disorder, Gangguan psikotik
karna zat, skizofreniform, gangguan psikotik yang tak terinci
■ Diagnosis: skizofrenia
■ Symptom (+) halusinasi, kekacauan, agresif, gembira berlebih
■ Symptom (-) Menarik diri dari lingkungan sosial, melamun, sulit
diajak bicara, lebih pendiam
3. bagaimana pedoman penegakan
diagnosis
■ Minimal 1 Dari Gejala :
– pikiran disiarkan, pikiran dapat diserap (waham aneh)
– Halusinasi auditori : mendengar bisikan, halusinasi visual
– Delusi of control : merasa dirinya dikontrol orang lain, merasa
tidak berdaya, merasa dipengaruhi orang lain.
■ Minimal 2 dari gejala:
– halusinasi apapun dari panca indra
– Katatonia
■ Minimal gejala yang dirasakan dalam waktu 1 bulan
Langkah : – pemikiran : tidak ada waham
– tingkat kesadaran : compos
■ anamnesis : autoanamnesis dan mentis
alloanamnesis – orientasi : sebutkan waktu,
■ pemeriksaan status mental : tempat, tanggal, bulan (baik)
– daya ingat dan konsentrasi :
– Keadaan umum : minim
■ Penampilan – kemampuan membaca dan
menulis : (masih bisa
■ Perilaku melakukannya)
■ sikap terhadap pemeriksa – intelegensi dan kemampuan
– mood dan afek : manik komunikasi
– kemampuan menolong
– pembicara : lancar atau tidak, dirinya sendiri : (baik)
nyambung atau tidak – pengendalian impuls : (tidak
nyambung, kooperatif, gaduh)
– berbicara : gangguan presepsi, – daya nilai dan tilikan (tidak
halusinasi auditori, dan visual tahu kalau dirinya sakit)
4. etilogi dan faktor resiko?

Etiologi
Genetik Faktor biologis
Penelitian  f. genetic Teori Neurotransmitter
berkorelasi apabila anggota
keluarganya menderita Pelebaran ventrikel
skizofrenia kemungkinan anak Hipotesis dopamine
akan terkena. Atrofi lobus temporal
Kembar dizigot 10% Hipotesis Glutamat medial dan gyrus
parahipocampus,
salah satu ortu  anak 10- Hipotesis serotonin dan
15% hipocampus, dan
norepinefrin
kedua ortu  30-40% amygdala
Usia 23-35
 1,8x
lebih
beresiko

Tidak Ekonomi
bekerja rendah 
lebih
beresiko
Faktor 6x lebih
beresiko

risiko
Konflik
Laki-laki 
keluarga 
2,37x lebih
1,13x lebih
beresiko
beresiko
5. bagaimana perjalanan penyakit pada
scenario?
Prodromal Stabilisasi
•Masih dalam • Gejala spesifik(beberapa
• katatonik,
keadaan bulan) inkoherensi, • Setelah terapi
normal • Gejala non spresifik : waham
• Minimal 6
gangguan tidur, depresi, • 4-6 minggu bulan
konsentrasi berkurang,
penarikan sosial, hendaya
Fase fungsi sosial Akut psikotik
premorbid • Symptom (+) : akhir
prodromal
6. pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada
scenario
PANSS-EC (the positive and negative syndrome scale-excited component)
■ 30 item penilaian: 7(+), 7(-), 14 umum
■ untuk mengukur gejala agitasi dan menilai 5 gejala: ketidakkooperatifan, gaduh
gelisah, buruknya impuls terhadap kontrol, ketegangan, permusuhan
■ Skala:
– 1 : tidak ada gejala
– 2 : minimal
– 3 : ringan
– 4 : sedang
– 5 : agak berat
– 6 : berat
– 7 : sangat berat
– Nilai maksimal 35 dari jumlah diatas, minimal 5
7. bagaimana penatalaksanaan yang
tepat bagi pasien?
■ Antipsikotik
– Golongan 1: blok reseptor dopamine D2  efek
samping ekstrapiramidal tinggi
■ Contoh: clozapine, iloperidone, asanapine
– Golongan 2
■ Lisperidone (1-2 mg/hari, dosis pemeliharaan 2-8 mg/hari)
■ Olanzepine (5-10 mg/hari, dosis pemeliharaan 10-20
mg/hari)
8. Bagaimana prognosis?
•gejala psikotik muncul
mendadak, > 30 th,
Bonam penyebab jelas, aktivitas
sosial baik, tidak ada
keluarga yg menderita

•ada riwayat trauma perinatal,


tidak ada remisi dalam 30
Malam tahun, riwayat kekerasan dan
penggunaan obat terlarang
9. komplikasi pada scenario

Bunuh
diri

Menya
kiti diri
sendiri

Depresi
STEP 4 MIND MAP
Faktor Risiko
(Etiologi) Gejala (+)

Halusinasi,
Genetik
Waham/Delusi
Stressor
Sosioekonomi
SKIZOFRENIA
Gejala (-)

Apatis, afek datar, tidak


Farmakoterapi peduli dengan
(Antipsikotik) Tatalaksana penampilan dan
kebersihan diri
Generasi I (Tipikal) Generasi II (Atipikal)

Haloperidol,
Clozapine,
Jenis jenis
Chlorpromazine, Skizofrenia
Sulpride, Olanzapine,
Trifluoperazine Risperidone
STEP 5 LEARNING OBJECTIVE

1. Perbedaan tipe atau jenis jenis skizofrenia


2. Jelaskan gangguan kepribadian
3. Jelaskan gangguan tidur
4. Apa kegawatdaruratan dari pasien di skenario
5. Resep untuk paien
STEP 6: BELAJAR
MANDIRI
STEP 7
1. Perbedaan tipe/ jenis-jenis skizofrenia
Gangguan Pedoman Diagnosis
F.60.1 Gangguan Memenuhi deskripsi berikut (min 3):
Kepribadian Skizoid 1. Emosi dingin, afek datar atau tidak peduli
2. Kurang mampu mengekspresikan kehangatan, kelembutan atau
kemarahan
3. Tampak nyata ketidakpedulian, baik pujian/kecaman
4. Kurang tertarik mengalami pengalaman seksual dengan orang lain
5. Aktivitas dilakukan sendiri
6. Preokupasi dengan fantasi dan introspeksi yang berlebih
7. Tidak ada teman dekat (akrab)
8. Sangat tidak sensitif terhadap norma dan kebiasan sosial
F.60.2 Gangguan ditandai oleh (min 3):
Kepribadian Disosial 1. Tidak peduli dengan perasaan orang lain
2. Sikap amat tidak bertanggungjawab(tidak peduli norma, aturan)
3. Tidak dapat memelihara hubungan agar berlangsung lama
4. Tleransi frustasi rendah dan ambang rendah utk melakukan agresi
5. Tidak merasa bersalah, tidak menarik manfaat dari pengalaman
6. Cenderung menyalahkan orang lain
Gangguan Pedoman Diagnosis
F.60.3 Gangguan Memenuhi deskripsi berikut (min 3):
Kepribadian 1. Kecenderungan menolak untuk bertindak impulsif tanpa
Emosional Tidak mempertimbangkan konsekuensi
Stabil 2. dua varian khas: berkaitan dengan impulsif dan kekurangan
pengendalian diri
a) Tipe impulsif (ledakan amarah, mengancam)
b) Tipe ambang
Ciri khasnya emosi tidak stabil, perasaan hampa secara kronis, citra diri
terganggu, tujuan hidup terganggu, sering melakukan ancaman bunuh diri,
membina hubungan interpersonal tidak stabil
F.60.4 Gangguan ditandai oleh (min 3):
Kepribadian 1. Emosi dibuat-buat (bersandiwara, dibesar-besarkan)
Histrionik 2. Sugestif, mudah dipengaruhi orang lain
3. Afektif dangkal dan labil
4. Terus-menerus mencari kegairahan, penghargaan, dan pusat perhatian
5. Penampilan atau perilaku seduktif
6. Terlalu peduli dengan daya tarik fisik
Gangguan Pedoman Diagnosis
F.60.5 Gangguan Memenuhi deskripsi berikut (min 3):
Kepribadian 1. Ragu-ragu dan hati-hati berlebihan
Anankastik 2. Preokupasi dengan hal-hal rinci, oeraturan, daftar, urutan,
(Obsesif- organisasi, atau jadwal
Kompulsif) 3. Perfeksionisme
4. Ketelitian berlebih, berhati-hati
5. Keterpakuan dan ketertarikan berlebih pada kebiasaan sosial
6. Kaku dan keras kepala
7. Pemaksaan yang tidak beralasan pd orang lain
F.60.6 Gangguan ditandai oleh (min 3):
Kepribadian Cemas 1. Tegang dan takut yang menetap
2. Merasa dirinya tidak mampu, tidak menarik, atau lebih rendah dari
orang lain
3. Preokupasi berlebih pada kritik dan penolakan dalam situasi sosial
4. Enggan terlibat dengan orang kecuali yakin dan disukai
5. Pembatasan gaya hidup karena alasan keamanan fisik
6. Menghindari aktivitas sosial/ pekerjaan yang banyak melibatkan
kontak interpersonal karena takut dikritik, tidak didukung, ditolak
Gangguan Pedoman Diagnosis

F.60.7 Gangguan Memenuhi deskripsi berikut (min 3):


Kepribadian 1. Mendorong / membiarkan orang lain mengambil sebagian
Dependen besar keputusan penting untuk dirinya
2. Kebutuhan sendiri diletakkan lebih rendah dari orang yg ia
gantungkan, kepatuhan tidak semestinya terhadap keinginan
mereka
3. Enggan mengajukan permintaan yang layak kepada orang
dimana ia bergantung
4. Perasaan tidak berdaya bila sendirian(karena ketakutan yang
dibesar-besarkan ttg ketidakmampuan mengurus hidup
sendiri)
5. Preokupasi dengan ketakutan ditinggal oleh orang terdekat
dan dibiarkan mengurus diri sendiri
6. Terbatasnya kemampuan utuk membuat keputusan sendiri
sehari-hari
2. GANGGUAN
KEPRIBADIAN
Gangguan Kepribadian Paranoid
■ Kepekaan berlebihan terhadap kegagalan dan penolakan;
■ Kecenderungan untuk tetap menyimpan dendam, misalnya menolak untuk
memaafkan suatu penghinaan dan luka hati atau masalah kecil;
■ Kecurigaan dan kecenderungan yang mendalam untuk mendistorsikan
pengalaman dengan menyalahartikan tindakan orang lain yang netral atau
bersahabat sebagai suatu sikap permusuhan atau penghinaan;
■ Perasaan bermusuhan dan ngotot tentang hak pribadi tanpa memperhabikan
situasi yang ada (actual situation);
■ Kecurigaan yang berulang, tanpa dasar (justification), tentang kesetiaan
seksual dari pasangannya
■ Preokupasi dengan penjelasan-penjelasan yang bersekongkol dan tidak
substantif dari suatu peristiwa, baik yang menyangkut diri pasien sendiri
maupun dunia pada umumnya.
Gangguan Kepribadian Skizoid
■ Sedikit (bila ada) aktivitas yang memberikan kesenangan; emosi
dingin, afek mendatar atau tak peduli (detachment);
■ Kurang mampu untuk meng-ekspresi-kan kehangatan, kelembutan
atau kemarahan terhadap orang lain;
■ Tampak nyata ketidak-pedulian baik terhadap pujian maupun
kecaman;
■ Kurang tertarik untuk mengalami pengalaman seksual dengan orang
lain (perhitungkan usia penderita);
■ Hampir selalu memilih aktivitas yang dilakukan sendiri;
■ Preokupasi dengan fantasi dan introspeksi yang berlebihan
■ Tidak mempunyai teman dekat atau hubungan pribadi yang akrab
(kalau ada hanya satu) dan tidak ada keinginan untuk menjalin
hubungan seperti itu;
■ Sangat tidak sensitif terhadap norma dan kebiasaan sosial yang
berlaku
Gangguan Kepribadian Dissosial
■ Bersikap tidak peduli dengan perasaan orang lain
■ Sikap yang amat tidak bertanggung jawab dan berlangsung terus menerus
(persisten), serta tidak peduli terhadap norma, peraturan, dan kewajiban
■ Tidak mampu memelihara suatu hubungan agar berlangsung lama,
meskipun tidak ada kesulitan untuk mengembangkannya
■ Toleransi terhadap frustrasi sangat rendah dan ambang yang rendah untuk
melampiaskan agresi, termasuk tindakan kekerasan
■ Tidak mampu mengalami rasa salah dan menarik manfaat dari pengalaman,
khususnya dari hukuman
■ Sangat cenderung menyalahkan orang lain, atau menawarkan rasionalisasi
yang masuk akal, untuk perilaku yang membuat pasien konflik dengan
masyarakat
Gangguan Kepribadian Emosianal
Tidak Stabil
■ Terdapat kecendrungan yang mencolok untuk bertindak secara
impulsive tanpa mempertimbangkan konsekuensinya, bersamaan
dengan ketidakstabilan emosional
■ Dua varian yang khas adalah berkaitan dengan impulsivitas dan
kekurangan pengendalian diri.
Gangguan Kepribadian Histrionik

■ Ekspresi emosi yang dibuat-buat seperti bersandiwara, yang dibesar-


besarkan
■ Bersifat sugestif, mudah dipengaruhi oleh orang lain
■ Keadaan afektif yang dangkal dan labil
■ Terus-menerus mencari kegairahan, penghargaan dari orang lain dan
aktivitas dimana pasien menjadi pusat perhatian
■ Penampilan atau perilaku merangsang yang tidak memadai
■ Terlalu peduli dengan daya tarik fisik
Gangguan Kepribadian Anankastik
■ Perasaan ragu-ragu dan hati-hati yang berlebihan
■ Preokupasi dengan hal-hal yang rinci, peraturan, daftar, urutan, organisasi atau
jadwal
■ Perfeksionisme yang mempengaruhi penyelesaian tugas
■ Ketelitian yang berlebihan, terlalu hati-hati, dan keterikatan yang tidak semestinya
pada produktivitas sampai mengabaikan kepuasan dan hubungan interpersonal
■ Keterpakuan dan keterikatan yang berlebihan pada kebiasaan sosial
■ Kaku dan keras kepala
■ Pemaksaan yang tidak beralasan agar orang lain mengikuti persis caranya
mengerjakan sesuatu, atau keengganan yang tak beralasan untuk mengizinkan
orang lain mengerjakan sesuatu
■ Mencampur-adukan pikiran atau dorongan yang memaksa dan yang enggan.
Gangguan Kepribadian Cemas

■ Perasaan tegang dan takut yang menetap dan pervasif


■ Merasa dirinya tak mampu, tidak menarik atau lebih rendah dari orang
lain
■ Preokupasi yang berlebihan terhadap kritik dan penolakan dalam situasi
sosial
■ Keengganan untuk terlibat dengan orang kecuali merasa dirinya yakin
akan disukai
■ Pembatasan dalam gaya hidup karena alasan keamanan fisik
■ Menghindari aktivitas sosial atau pekerjaan yang banyak melibatkan
kontak interpersonal karena takut dikritik, tidak didukung, atau ditolak
Gangguan Kepribadian Dependen
■ Mendorong atau membiarkan orang lain untuk mengambil sebagian besar
keputusan penting untuk dirinya;
■ Meletakkan kebutuhan sendiri lebih rendah dari orang lain kepada siapa
ia bergantung, dan kepatuhan yang tidak semestinya terhadap keinginan
mereka;
■ Keengganan untuk mengajukan permintaan yang layak kepada orang
dimana tempat ia bergantung;
■ Perasaan tidak enak atau tidah berdaya apabila sendirian, karena
ketakutan yang dibesar-besarkan tentang ketidak mampuan mengurus diri
sendiri;
■ Preokupasi dengan ketakutan akan ditinggalkan oleh orang yang dekat
dengannya, dan dibiarkan untuk mengurus dirinya sendiri;
■ Terbatasnya kemampuan untuk membuat keputusan sehari-hari tanpa
mendapat nasehat yang berlebihan dan dukungan dari orang lain.
3. Jelaskan gangguan tidur

Dimsomnia Parasomnia

Sleep
Insomnia
walking

Hipersomnia Night terrors

Ggn. Jadwal
Night mares
tidur terjaga
• Keluhan adanya kesulitan masuk tidur/ mempertahankan tidur,
atau kualitas tidur yang buruk
• Gangguan minimal terjadi 3 kali dalam seminggu selama minimal 1
bulan
• Adanya preokupasi dengan tidak bisa tidur dan peduli yang
Insomnia berlebihan terhadap akibatnya pada malam hari dan sepanjang
siang hari
• Ketidakpuasan terhadap kuantitas dan atau kualitas tidur
menyebabkan penderitaan yang cukup berat dan mempengaruhi
fungsi dalam sosial dan pekerjaan
• Adanya gejala gangguan jiwa seperti depresi, anxietas, / obsesi
tidak menyebabkan diagnosis insomnia
• Rasa kantuk pada siang hari yang berlebihan/ danya
serangan tidur “sleep attacks” dan atau transisi yang
memanjang dari saat mulai bangun tidur sampai sadar
sepenuhnya
• Gangguan tidur terjadi setiap hari selama lebih dari 1
bulan/ berulang dengan kurun waktu yang lebih pendek
Hipersomnia menyebabkan penderitaan yang cukup berat dan
mempengaruhi fungsi dalam soal dan pekerjaan
• Tidak ada gejala tambahan atau bukti klinis untuk “ sleep
apnoe”
• Tidak ada kondisi neurologis/ medis yang menunjukan
gejala rasa kantuk pada siang hari
• Pola tidur-jaga dari individu tidak seirama dengan pola tidur jaga
yang normal bagi masyarakat setempat
Gangguan • Insomnia pada waktu orang-orang tidur dan hipersomnia pada
jadwal waktu kebanyakan orang jaga
tidur-jaga • Ketidakpuasan dalam kuantitas, kualitas, dan waktu tidur
menyebabkan penderitaan yang cukup berat dan mempengaruhi
fungsi dalam sosial dan pekerjaan

• Gejala yang utama satu/ lebih episode bangun dari tempat tidur,
biassanya pada sepertiga awal tidur malam, dan terus berjalan-
jalan
Sleep • Selama satu episode, individu menunjukkan wajah bengong,
walking relatif tak memberi respons dan hanya dapat disadarkan/
dibangunkan dari tidur dengan susah payah
• Pada waktu sadar/ bangun, individu tidak ingat apa yang terjadi
• Gejala utama adalah satu/lebih episode bangun dari tidur, mulai
dengan berteriak karena panik, disertai anxiestas yang hebat ,
seluruh tubuh bergerat dan hiperaktivitas otonomik seperti jantung
Night berdebar, napas cepat, pupil melebar dan berkeringat
terrors • Episode ini dpat berulang, setiap episode lamanya berkisar 1-10
menit, dan biasanya terjadi pada sepertiga awal tidur malam
• Ingatan terhadap kejadian, kalaupun ada, sangat minimal tidak ada
bukti adanya gangguan mental organik

• Terbangun dari tidur malam atau tidur siang berkaitan dengan mimpi
yang menakutkan yang dapat di ingat kembali dengan rinci dan jelas.
Terbangunnya dapat terjadi kapan saja selama periode tidur tetapi
Night yang pas adalah pada paruh kedua masa tidur
mares • Setelah terbangun dari mimpi yang menakutkan individu segara sadar
penuh dan mampu mengenali lingkungannya
• Pengalaman mimpi itu, dan akibat dari tidur yang terganggu
menyebabkan penderitaan cukup berat bagi individu
4. Kegawatdaruratan pasien pada skenario
Manifestasi
 Kegawatdaruratan pada pasien dalam scenario Klinis
termasuk kedalam keadaan tindak kekerasan
(violence).
Agitasi

Tindak
Kekerasan
Agresi fisik yang dilakukan seseorang Agresif
terhadap orang lain. Jika diarahkan
kedirinya disebut mutilasi diri/tingkah
laku bunuh diri (suicidal behavior)
Kekerasan
Gambaran klinik dan diagnosis

Gangguan psikotik

Intoksikasi alcohol atau zat lain

Gejala putus zat (alcohol atau obat-obatan)

Katatonik furor

Depresi agitatif

Gangguan kepribadian

Gangguan mental organik


Ada pernyataan
Ada riwayat
berniat untuk Ada rencana
Ada kesempatan melakukan
melakukan spesifik
tindak kekerasan
tindak kekerasan

Ada riwayat
Ada riwayat
Punya catatan pernah jadi Sistem dukungan
percobaan bunuh
kriminal korban social yang buruk
diri
kekerasan

Ada stressor Riwayat tindak Status


yang baru saja kekerasan sosioekonomi
terjadi dikeluarga rendah
Terapi psikofarma

• Flunazin, trifluoperazin atau haloperidol : diberikan 5 mg per oral atau IM


• Olanzapine 2,5-10 mg per IM, maksimal 4 injeksi sehari dengan dosis rata-rata per hari
13-14 mg
• Lorazepam 2-4 mg, diazepam 5-10 mg per IV secara perlahan (dalam 2 menit)

Catatan :
 Jika pasien sudah pernah dapat antipsikotik  beri lagi obat yang sama
 Jika dalam 20-30 kegelisahan tak berkurang  ulangi dosis sampai kondisi tenang
 Hindari memberi antipsikotik saat pasien ada resiko kejang
 Penilaian kondisi gaduh gelisah secara objektif  Instrumen The Excited Component of The
Positive & Negative Syndrome (PANSS-EC) jika score > sama dengan 20 kondisi agitasi berat.
Interpretasi Skor ≥ 10 – 14
PANSS-EC Skor PANSS-EC > 10 - 14
dan salah satu atau
lebih komponen
mempunyai skor > 4,
maka ini adalah indikasi
untuk dilakukan
intervensi medis.
Skor ≥15 – 19
Skor PANSS-EC > 15 - 19
dan salah satu atau lebih
komponen mempunyai skor
> 5 atau risiko menyakiti
diri sendiri atau orang lain,
maka ini adalah indikasi
untuk rawat inap.

Skor ≥ 20
Skor PANSS-EC > 20 dan
salah satu atau lebih
komponen mempunyai skor
> 5 adalah indikasi untuk
seklusi.
dr. Stange
Praktek Umum
SIP : 12334567890
Alamat : Jln Akasia No.18 Lampung, telp : 0721111
Praktek Senin – Jumat Pukul 17.00 - 19.00

Bandar Lampung, 25 Mei 2019 5


n.i
Penulisan
R/ Inj haloperidol 5mg/5ml vial No.I
Resep Untuk
S pro inj Pasien
R/ Inj triheksifenidil 1mg/mL vial No.I
S pro inj IM

Pro : Tn. Tomi


Umur : 35 Tahun
Alamat : Pesawaran