Anda di halaman 1dari 18

ANALISA SISTEM JARINGAN

WIRELESS FIDELITY PADA


FASHION HOTEL JAKARTA
Nama KElOMPOK :

Didik Darmadi (12160155)


Dominikus B. P. Ajie (12160069)
Devri Damara (12160337)
Muhammad Ramdan (12160294)
Maja andrianto (12160376)
Karunia firman gulo ( )
RUMUSAN MASALAH

• Cara login user untuk bisa akses internet seperti apa?


• kecepatan akses internet berapa?
• infrastruktur jaringan hotel seperti apa?
• pengaruh banyaknya tamu terhadap kualitas internet
PENDAHULUAN

• Perkembangan teknologi informasi tersebut telah mengarah pada jaringan komputer


tanpa kabel atau yang sering disebut wireless.
• Wireless atau jaringan nirkabel adalah komunikasi antar komputer dengan
menggunakan frekuensi radio.
• Fashion Hotel Jakarta memanfaatkan jaringan wifi sebagai salah satu fasilitas
pendukung untuk menarik minat pengunjung. banyaknya pengunjung baik
pengunjung hotel ataupun masyarakat sekitar hotel yang dapat mengakses wifi dan
menggunakan internet secara berlebihan, mengakibatkan akses ke jaringan internet
menjadi lambat. Terutama pada jam-jam yang padat antara di jam jam sibuk ( saat
Check in dan Check Out) menjadi sangat lambat, sehingga mengakibatkan
pengunjung hotel agak sulit untuk dapat menikmati jaringan internet
MAKSUD DAN TUJUAN

• Sebagai sarana untuk menambah ilmu bagi pembaca


• Sebagai sarana untuk Pendidikan di bidang IT
• Sebagai informasi tambahan mengenai topologi jaringan
internet
RUANG LINGKUP

• penulis membahas tentang Analis sistem jaringan wifi pada


Fashion Hotel Jakarta. Mengingat pembahasan didalam
jaringan cukup luas dan agar laporan Penelitian ini dapat
mencapai sasaran maka ruang lingkup pembahasan meliputi
login user untuk bisa akses internet, kecepatan akses
internet, infrastruktur jaringan hotel dan pengaruh
banyaknya tamu terhadap kualitas internet
PEMBAHASAN
• IP Address dan Keamanan Jaringan
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Dari hasil analisa yang telah di lakukan, dapat di identifikasi bahwa :
• IP Public : 122.144.5.235
• IP management perangkat 192.168.40.1/22.
• Subnet Mask : 255.255.255.0
• Port yang tersedia (Service Port) : 80, 53, 22, 23, 21.
• Channel group : 13
• Gateway : 192.168.40.1
• DNS : 192.168.12.1
• Perangkat access point : TP – Link
• Speed Test Bandwidth yang masih lost
PEMBAHASAN
• Analisa Skema Jaringan
PEMBAHASAN

• Dari hasil analisa yang telah di lakukan dapat di simpulkan mengenai skema
jaringan yang di identifikasi bahwa bandwith dari router backbone di alirkan menuju
switch yang kemudian di alirkan ke access point, lalu di gunakan oleh device user
(tamu).
Beberapa analisa tetang adanya kelemahan dalam jaringan wifi tersebut.
Adapun kelemahannya adalah sebagai berikut :
• Banyaknya user yang berpengaruh terhadap kualitas internet hotel.
• kecepatan akses internet.
• login user untuk bisa akses internet.
• infrastruktur jaringan internet.
KESIMPULAN

• Infrastruktur jaringan wifi yg belum tertata rapi.


• Cara login yg terlalu standar untuk mengakses internet hotel.
• Sering terjadi tingginya traffic pemakaian internet di jam sibuk .
• Kecepatan internet sering tarik menarik bandwith antara
perangkat, karena bandwith yang di lost.
SARAN
• Pembuatan landing page untuk hostpot wifi hotel
Dengan format login hospot wifi seperti ini bisa menambah nilai jual hotel
tersebut, serta dari sisi keamanan security lebih mudah untuk mengatur
pengelompokan user yang akan login.
SARAN
• Pembatasan ( Limitasi ) bandwidth untuk upload dan download dengan cara
Per User
Proses ini merupakan pembuatan user profile untuk pengaturan limitasi
bandwidth upload dan download untuk per user.
SARAN
Kemudian di lanjut pembuatan hospot user dengan membuat kolom sebagai
user login landing page dan password sebagai password login landing page.
SARAN
• Menambahkan Range IP
Agar saat membeludaknya tamu yang berdatangan tidak ada kendala saat
hendak login ke hospot wifi.
SARAN
• Skema Topologi Usulan
Jenis Topologi ini temasuk dalm tipe mesh. Dari sisi perangkat di masukkan 2
router, router pertama sebagai penampung bandwidth backbone sekaligus link
backup dan router ke dua sebagai router management untuk khusus mengatur banyak
nya bandwidth yang akan di alirkan serta menambahkan settingan ip dan lain lain.
Untuk switch di siapkan satu switch sebagai core ( induk), jadi saat apabila
terjadi kerusakan pada salah satu switch distribusi maka tidak berpengaruh pada
switch lainnya.
Mengenai ip management, harus di bedakan agar lebih mudah di atur, apabila
hendak terjadi perubahan ip atau pun subnet mask.
SARAN