Anda di halaman 1dari 27

Kedokteran Keluarga

Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Oleh:
Damas Hendriansyah
Annisa Firizqi Nahlia
Namiroh Dima A

Pembimbing: dr. Teddy

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPINEGORO
PERIODE
Identitas Pasien

Nama : An. MBR


Jenis Kelamin : Laki-laki

Usia : 12 tahun

Suku bangsa / Bangsa : Jawa / Indonesia

Agama : Islam

Alamat : Godean, Salaman

Pendidikan : Sekolah Dasar

Kunjungan Puskesmas : 28 November 2018


Anamnesis
Keluhan Utama Tidak ada
Mengakui adanya
keluhan kejang,
Untuk mengurangi
Batuk
sulit dan pilekkehujanan,
BABriwayat
dan
Riwayat Penyakit Sekarang
keluhan, pasien diberi
minum minuman
BAK disangkal
dingin
obat penurun demam
namun tidak membaik

Keluhan disertai
demam terus-
menerus

Cairan yang keluar dari Batuk disertai dengan


hidung bewarna Batuk dan pilek 1 hari yang
dahak namun sulit
bening, cair lalu
dikeluarkan
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat Penyakit Dahulu
- Pasien pernah mengalami hal serupa
- Tidak ada riwayat alergi
- -Tidak ada riwayat
Riwayat rawat inap
alergi disangkal
- Imunisasi lengkap
- Lahir cukup bulan
Pemeriksaan Fisik

Thoraks Mata Telinga


Kelopak
Normochest, simetris saat statis dan dinamis, mata
tidak ada tidak
retraksi, edema,
tidak ada sikatriks. Daun telinga simetris kanan dan
Kepala
Paru konjungtiva tidak anemis, kiri, lekukan sempurna, liang
Inspeksi Normocephal.
: Bentuk dada normal, simetris, tidak ada retraksi
sklera
Abdomen tidak ikterik, refleks telinga lapang, tidak ada serumen,
Palpasi : Taktil vokal fremitus menurun pada paru kanan
Inspeksi : Datar,lapang paru cahaya +/+ tidak ada sekret, tidak ada nyeri.
Perkusi : Sonor pada kedua
Auskultasi Auskultasi : Bising usus
: Suara nafas vesikuler positif
lapang normal.
paru, tidak ada wheezing maupun ronki
Jantung Palpasi : Supel, hepar / lien tidak teraba membesar, nyeri
Inspeksi tekan
: Iktus kordis tidak abdomen (-), turgor < 2 detik.
terlihat
Palpasi Perkusi : Timpani
: Iktus kordis teraba selapada
iga Vseluruh lapang abdomen.
garis midklavikula
Sinistra, tidak ada thrill.
Perkusi : Batas atas sela iga II garis parasternal sinistra,
Mulut dextra.
Batas jantung kanan sela iga IV garis parasternal Leher
Hidung
Batas jantung kiri sela iga IV Bibir kering (-),sinistra.
garis midklavikula mukosa Trakea di tengah, tidak teraba
Sekret kering
Auskultasi : Bunyi(+)/(+)
jantung I-II reguler, murmur (-), gallop
lembab (-), (-)
sianosis (-) pembesaran KGB.
Medikamentosa:

Penatalaksanaan
•Infeksi
• Hustab 3x1 Prognosis
Diagnosi saluran
Non Medikamentosa
s Ad• Edukasi pernapasan
vitam mengenai
: dubiainfeksi saluran
ad bonam
Adpernafasan
functionamatas.
• Edukasi
Ad
akut
agar
sanationam
: dubia ad bonam
:pasien diberi
dubia ad pakaian hangat
bonam
• Memandikan pasien dengan air hangat.
• Edukasi agar pasien tidak kehujanan
• Edukasi etika batuk
Faktor pendukung
• Ibu pasien dibawa pergi menghirup udara segar pagi hari dan
dimandikan dengan air hangat sesuai anjuran dokter, pasien dapat
beristirahat sesuai jadwalnya.

Faktor penghambat
• Kurangnya ventilasi pada rumah

Indikator keberhasilan
• Suhu tubuh kembali normal
• Tidak ada keluhan pilek
DENAH RUMAH
Nama Kedudukan Jenis Kelamin Umur (tahun) Pendidikan Pekerjaan Keterangan
dalam
keluarga

Rio Kepala Laki-laki 33 tahun S1 Karyawan Sehat


Keluarga

Ratna Istri Perempuan 32 tahun S1 Guru Sehat

M. Bram Anak Laki-laki 12 tahun Sekolah dasar Tidak bekerja Infeksi Saluran
Rudiansyah Pernafasan
AKut
Identifikasi
Sumber Daya Fungsi-Fungsi
Keluarga
Keluarga (APGAR)
(Family Screem)
• tidak ada perubahan dalam pola makan dan dapat tidur
Fungsi Biologis
Diagnosis Fungsi
Keluarga
dengan nyenyak.

• Hubungan dengan tiap anggota keluarga baik.


Fungsi Psikologis • Hubungan dengan tetangga (teman-teman) rumah baik

• Perekonomian keluarga cukup sehingga kebutuhan juga


Fungsi Ekonomi dapat terpenuhi

Fungsi • Ayah adalah tamatan S1 dan ibu pasien adalah tamatan


Pendidikan S1
Fungsi Religius dan • Dapat bersosialisasi terhadap lingkungan
Sosial Budaya sekitar dengan baik

Fungsi penguasaan • Masalah yang berhubungan dengan


masalah dan
kemampuan beradaptasi
keluarga diselesaikan dengan musyawarah.

Faktor Perilaku • Pasien lebih sering berada di dalam kamar

• Sarana pelayanan kesehatan dekat dengan


Faktor Nonperilaku
rumah.
• Sanitasi lingkungan tempat tinggalyang tidak
• Keluarga pasien yang masih
belum paham mengenai
Diagram Realita Keluarga
baik. Kurangnya ventilasi, cahaya, dan
perumaham yang sangat padat, antara rumah sanitasi lingkungan
dan kandang ternak jaraknya sangat dekat, • Saat mengajak keluar rumah
kebersihan yang buruk. pasien tidak menggunakan
pakaian yang hangat
Lingkungan Perilaku

Pelayanan
Genetik
Kesehatan
• Pelayanan kesehatan terjangkau,
bisa ditempuh dalam 350m dari
rumah. • Adakah
alergi?
Pembinaan dan Hasil Kegiatan
Diagnostik Holistik
• Pasien datang berobat ke puskesmas karena pasien mengeluhkan
pilek selama 5 hari yang tak kunjung membaik.
Aspek • Pasien maupun keluarga pasien memiliki harapan agar pasien
Personal dapat sembuh dan sehat seperti sebelumnya.

• Infeksi Saluran Pernapasan Akut


Aspek Klinis
Diagnostik Holistik
• Genetik: Tidak terdapat faktor genetik dalam keluhanyang dialami
pasien.
Aspek • Pola makan : Pola makan pasien memenuhi pola makan untuk
Internal seumurnya. Pasien masih diberikan ASI sampai saat ini

• Faktor pendukung kesehatan pasien yang berasal dari keluarga


ialah adanya dukungan dari keluarga (Ayah dan Ibu) dalam
Aspek mengupayakan kesehatan pasien.
Eksternal
Diagnostik Holistik
• Menurut skala pasien termasuk
derajat 4 dimana pasien masih
Derajat bergantung pada keluarga (orang
fungsional tua).
Manajemen Komperhensif
• Edukasi pencegahan yang dilakukan terhadap pasien
diberikan dalam bentuk mengedukasi orang tua pasien

Promotif agar rutin membesihkan kamar, membersihkan lemari


dan pakaian, serta membawa pasien menghirup udara
segar setiap pagi dan mengenakan pakaian yang hangat
untuk menghidari paparan udara dingin

• Edukasi dan penyuluhan mengenai infeksi saluran


pernafasan akut kepada ibu pasien. mulai dari definisi,

Preventif penyebab, faktor risiko, pencegahan, cara mengobati,


dan komplikasinya. Selain tentang infeksi saluran
pernafasan akut, dijelaskan juga mengenai perilaku
hidup bersih dan sehat.
• Pelayanan pengobatan yang dilakukan pasien ke puskesmas
merupakan upaya pasien untuk mengobati infeksi saluran
pernafasan akut. Karena pasien tidak ditemukan tanda-tanda
Kuratif infeksi dan gejala alergi berat, maka tidak diberikan antibiotik
atau obat alergi, sehingga hanya dilakukan pemberian obat
simptomatik dan edukasi mengenai penyakit pasien serta cara
pencegahan kekambuhan.

Rehabilitatif • -
Kesimpulan Pembinaan Keluarga
Tingkat Pemahaman
Pemahaman terhadap penyuluhan yang dilakukan cukup baik.

Hasil Pemeriksaan
Keadaan umum baik, tidak ada keluhan, TTV dalam batas normal

Faktor pendukung
Ibu pasien dapat memahami dan menangkap penjelasan yang Kesadaran Ibu pasien untuk hidup sehat, sehingga sangat kooperatif
diberikan untuk mengubah perilaku yang tidak baik bagi kesehatan keluarganya
Faktor Penyulit
Rumah yang belum selesai dibangun, dan kurangnya pencahayaan dan ventilasi.

Indikator Keberhasiilan
Kesadaran Ibu dan ayah pasien
Pengetahuan meningkat mengenai Kesadaran pasien untuk mengatur
untuk hidup sehat meningkat
penyakit infeksi saluran pernafasan pola makan sehat dan bergizi
dengan menerapkan indicator
akut. seimbang meningkat.
PHBS.
Lampiran
Thank
You