Anda di halaman 1dari 15

SUB TERMINAL AGRIBISNIS

DI KAB. BANTAENG
NURUL AQSANI AUDHITA
03420140073
Latar Belakang

PEMASARAN SUB TERMINAL AGRIBISNIS

KABUPATEN BANTAENG
Latar Belakang PEMASARAN

Skema 1 : Rantai Pemasaran Komoditas Pertanian


Latar Belakang SUB TERMINAL AGRIBISNIS

Skema 2 : Sistem Pemasaran STA (Sub Terminal Agribisnis) / TA (Terminal Agribisnis)


Latar Belakang KABUPATEN BANTAENG

Pada bagian utara terdapat


dataran tinggi pegunungan Produksi Buah-buahan
Lompobattang Sebesar 11.677 ton

Pemanfaatan Lahan:
-Sawah : 7.253 ha KABUPATEN Produksi Tanaman Sayur-sayuran
- Tegalan/Kebun : 15.410 ha Sebesar 53.792 ton
- Perkebunan : 7.145 ha
BANTAENG

PDRB di Sektor Pertanian Produksi Tanaman Pangan


sebesar 31,74% dari total sebesar 300.781,31 ton
PDRB.
DEFINISI

Sub Terminal Agribisnis merupakan infrastruktur pemasaran


sebagai tempat transasksi jual beli hasil-hasil pertanian baik
transaksi fisik maupun non fisik yang terletak di sentra produksi.
FUNGSI

- Sub Terminal Agribisnis sebagai pemasok komoditas di Terminal Agribisnis


- Tempat transaksi yang aman dan nyaman serta higienis bagi hasil-hasil
pertanian, baik transaksi fisik (lelang, langganan, spot, gadai) maupun non fisik
(kontrak, pesanan, future market, virtual market),
- Berfungsi dalam pembinaan mutu, pelayanan informasi, penyediaan sarana
produksi, tempat promosi.
MANFAAT

- Memperlancar kegiatan dan meningkatkan efisiensi pemasaran komoditas


agribisnis
- Mempermudah pembinaan mutu hasil-hasil agribisnis
- Sebagai wadah bagi pelaku agribisnis untuk merancang bangun pengembangan
agribisnis
- Peningkatan pendapatan daerah melalui jasa pelayanan pemasaran.
- Pengembangan agribisnis dan wilayah.
PERANAN

- Mendukung terlaksananya fungsi Terminal


Agribisnis (TA) yaitu menjamin kualitas dari
suatu komoditas yang akan dijual ke para
konsumen
- Mengembalikan kestabilan harga
- Menjaga produksi dari dalam negeri
- Meningkatkan pendapatan produsen
- Membangun sistem informasi

Skema 3 : Peranan Terminal Agribisnis dan


Sub Terminal Agribisnis
TINJAUAN LOKASI

Lokasi yang baik untuk sebuah Sub Terminal Agribisnis adalah:

- Memilki kondisi tanah yang stabil atau kemiringan kurang dari satu persen.
- Tersedia Jaringan Utilitas.
- Memiliki aksesibilitas yang bagus.
- Berada dekat dengan jalan raya utama / jalan provinsi.
- Memilki luas lahan yang cukup.
- Dapat ditempuh dalam kondisi normal kurang dari 30 menit dari pusat kota.
SARANA DAN PRASARANA
Sarana dan prasarana yang harus dimiliki sebuah Sub Terminal Agribisnis adalah:

- Bangunan utama untuk Transaksi


- Area bongkar muat
- Ruang pencucian, Pengemasan dan Pengepakan
- Gudang penyimpanan
- Ruang penyimpanan berpendingin / Cold Storage Room
- Kantor pengelola
- Mushollah
- Penginapan
- Ruang promosi
- Bank
- Kios
- Kantin
- Toilet
- Tempat Pembuangan Sampah
- Parkir
TINJAUAN TERHADAP OBJEK SEJENIS

SUB
TERMINAL
Sub Terminal Agribisnis AGRIBISNIS Sub Terminal Agribisnis
Jetis di Kabupaten Sewukan di Kabupaten
Semarang Magelang

Sub Terminal Agribisnis


Sumillan di Kabupaten
Enrekang
TINJAUAN TERHADAP OBJEK SEJENIS

Sub Terminal Agribisnis Sumillan di Kabupaten Enrekang

Sarana dan prasarana yang terdapat


di dalam STA ini yaitu :
- kantor administrasi
- bangunan grosir
- area bongkar muat
- gudang, pengepakan
- tempat pembuangan limbah padat.
TINJAUAN TERHADAP OBJEK SEJENIS

Sub Terminal Agribisnis Jetis di Kabupaten Semarang

Sarana dan prasarana yang terdapat di STA Jetis ini


cukup lengkap yaitu terdiri dari : 180 kios, 4 los sayur
seluas 896 m2, 1 unit cool storage, 2 unit ruang grading
/packing, 1 unit gudang, 1 unit kantor pengelola, 2 unit
ruang pertemuan, 2 unit loket retrebusi, 1 unit
mushollah, 3 unit MCK, 3 area bongkar muat, area
parkir seluas 260 m2
TINJAUAN TERHADAP OBJEK SEJENIS

Sub Terminal Agribisnis Sewukan di Kabupaten Magelang

STA Sewukan berdiri di atas lahan seluas 9.310 m2


dengan 108 kios dan 56 los dengan volume
perdagangan sayuran rata-rata 200 ton per hari yang
diangkut 80 – 100 unit mobil. Omsetnya sekitar
Rp200 juta per hari.