Anda di halaman 1dari 11

Cara Evaluasi Sediaan

Suppositoria & Ovula


Kelompok 4
Pengertian Suppositoria
 MenurutFarmakope Indonesia Edisi III
Suppositoria adalah sediaan padat yang
digunakan melalui dubur, umumnya berbentuk
torpedo, dapat melarut, melunak atau meleleh
pada suhu tubuh.
 Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV
Suppositoria adalah sediaan padat dalam
berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan
melalui rectal, vagina atau uretra.
Pengertian Ovula
 Menurut Farmakope Indonesia Edisi III,
Ovula adalah sediaan padat yang digunakan
melalui vagina, umumnya berbentuk telur,
dapat melarut, melunak dan meleleh pada
suhu tubuh.
 MenurutFarmakope Indonesia Edisi IV,
Ovula adalah
Tujuan Penggunaan Suppositoria & Ovula
1. Untuk tujuan lokal (wasir atau hemoroid,
vaginitis dan penyakit infeksi lainnya).
2. Dapat digunakan untuk tujuan sistemik karena
dapat diserap oleh membrane mukosa dalam
rectum. Hal ini dilakukan terutama bila
penggunaan obat per oral tidak memungkinkan
seperti pada pasien yang mudah muntah atau
pingsan.
3. Untuk memperoleh kerja awal yang lebih cepat
4. Untuk menghindari perusakan obat oleh enzim di
dalam saluran gastrointestinal dan perubahan
obat secara biokimia di dalam hati
Evaluasi Sediaan
Suppositoria & Ovula
Uji Bahan Aktif
1. Titik lebur
Titik lebur adalah suhu di mana zat yang kita uji pertama kali melebur atau
meleleh seluruhnya yang ditunjukan pada saat fase padat cepat hilang. Dalam analisa
farmasi titik lebur untuk menetapkan karakteristik senyawa dan identifikasi adanya
pengotor. Untuk uji titik lebur di butuhkan alat pengukuran titik lebur yaitu, Melting
Point Apparatus (MPA) alat ini digunakan untuk melihat atau mengukur besarnya titik
lebur suatu zat.
2. Bobot Jenis
Bobot jenis adalah perbandingan bobot jenis udara pada suhu 25ºC terhadap
bobot air dengan volume dan suhu yang sama. Bobot jenis suatu zat adalah hasil yang
diperoleh dengan membagi bobot jenis dengan bobot air dalam piknometer. Lalu
dinyatakan lain dalam monografi keduanya ditetapkan pada suhu 25ºC.
Bobot jenis dapat digunakan untuk:
 Mengetahui kepekaan suatu zat
 Mengetahui kemurniaan suatu zat
 Mengetahui jenis zat
Evaluasi Sediaan
1. Uji Homogenitas
Tujuan : Untuk mengetahui apakah bahan aktif dapat tercampur rata
dengan bahan dasar suppositoria/ovula atau tidak.
Cara : Ambil 3 titik bagian suppositoria/ovula (atas-tengah-bawah atau
kanan-tengah-kiri) masing-masing bagian diletakkan pada kaca objek
kemudian diamati dibawah mikroskop, cara selanjutnya dengan menguji
kadarnya dapat dilakukan dengan cara titrasi.
2. Bentuk
Bentuk suppositoria/ovula juga perlu diperhatikan karena jika dari
bentuknya tidak seperti sediaan suppositoria/ovula pada umumnya, maka
seseorang yang tidak tahu akan mengira bahwa sediaan tersebut bukanlah
obat. Untuk itu, bentuk juga sangat mendukung karena akan memberikan
keyakinan pada pasien bahwa sediaa tersebut adalah suppositoria/ovula.
Con’t
3. Uji Waktu Hancur
Tujuan : Untuk mengetahui berapa lama sediaan tersebut dapat hancur
dalam tubuh.
Cara : Suppositoria/ovula dimasukkan dalam air yang di set sama dengan
suhu tubuh manusia.
Pada sediaan yang berbahan dasar PEG 1000 waktu hancurnya ±15 menit,
sedangkan untuk oleum cacao dingin 3 menit.
4. Uji Keseragaman Bobot
Tujuan : Untuk mengetahui apakah bobot tiap sediaan sudah sama atau
belum, jika belum maka perlu dicatat. Keseragaman bobot akan
mempengaruhi terhadap kemurnian suatu sediaan karena dikhawatirkan
zat lain yang ikut tercampur.
Cara : Ditimbang saksama 10 suppositoria/ovula satu persatu kemudian
dihitung berat rata-ratanya. Jika terdapat sediaan yang beratnya
melebihi rata-rata maka suppositoria/ovula tersebut tidak memenuhi
syarat dalam keseragaman bobot.
Con’t
5. Uji Titik Lebur
Tujuan : Simulasi untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan sediaan
suppositoria/ovula yang dibuat melebur dalam tubuh.
Cara : Dilakukan dengan cara menyiapkan air dengan suhu ± 37°C. Kemudian
dimasukkan suppositoria/ovula ke dalam air dan diamati waktu leburnya.
Untuk basis oleum cacao persyaratan leburnya adalah 3 menit, sedangkan untuk
PEG 1000 adalah 15 menit.
6. Kerapuhan
Tujuan : Agar suppositoria/ovula tidak terlalu lembek maupun terlalu keras yang
menjadikannya sukar meleleh.
Untuk uji kerapuhan dapat digunakan uji elastisitas.
Cara : Suppositoria/ovula dipotong horizontal. Kemudian ditandai kedua titik
pengukuran melalui bagian yang melebar, dengan jarak tidak kurang dari 50% dari
lebar bahan yang datar, kemudian diberi beban seberat 20 N (lebih kurang 2 kg)
dengan cara menggerakkan jari atau batang yang dimasukkan ke dalam tabung.
Con’t
7. Volume Distribusi
Volume distribusi (Vd) merupakan parameter untuk untuk menunjukkan volume
penyebaran obat dalam tubuh dengan kadar plasma atau serum. Volume distribusi ini
hanyalah perhitungan volume sementara yang menggambarkan luasnya distribusi obat
dalam tubuh.
Tubuh dianggap sebagai 1 kompartemen yang terdiru dari plasma atau serum, dan Vd
adalah jumlah obat dalam tubuh dibagi dengan kadarnya dalam plasma atau
serum.Besarnya Vd ditentukan oleh ukuran dan komposisi tubuh, kemampuan molekul obat
memasuki berbagai kompartemen tubuh, dan derajat ikatan obat dengan protein plasma
dan dengan berbagai jaringan. Obat yang tertimbun dalam jaringan mempunyai kadar
dalam plasma yang rendah sekali sedangkan Vd nya besar (misalnya, digoksin). Untuk obat
yang terikat dengan kuat pada protein plasma mempunyai kadar plasma yang cukup tinggi
dan mempunyai Vd yang kecil (misalnya, warfarin, tolbutamid dan salisilat).
8. Uji Disolusi
Pengujian laju penglepasan zat obat suppositoria secara in vitro selalu mengalami
kesulitan karena adanya pelelehan, perubahan bentuk dan disperse dari medium disolusi.
Pengujian awal dilakukan dengan penetapan biasa dalam gelas piala yang mengandung
suatu medium. Dalam usaha untuk mengawasi variasi pada antar muka massa / medium,
berbagai cara telah dipakai, termasuk keranjang kawat mesh atau suatu membrane untuk
memisahkan ruang sample dari bak reservoir. Sample yang ditutup dalam pipa dialysis atau
membrane alami juga dapat dikaji. Alat sel alir ( flow cell ) digunakan untuk menahan
sample ditempatkan dengan kapas, saringan kawat dan yang paling baru dengan manik –
manik gelas.
THANK YOU
^-^