Anda di halaman 1dari 13

Oleh

BUN YAMIN M. BADJUKA, M.Kes


POLITEKNIK KESEHATAN GORONTALO
Keperawatan Kes. Masy pd Tingkat Keluarga
 Keperawatan kesmas pd tkt keluarga, dibagi
dalam tiga bagian;
1. Membahas tentang Konsep Keluarga.
2. Membahas tentang Keperawatan Kes. Mas.
3. Membahas tentang Proses Keperawatan Kesmas
Maksudnya adalah memberikan gambaran yang
dapat membedakan dengan jelas antara konsep
keluarga, perawatan keluarga dan aplikasinya
dalam proses keperawatan dan keterkaitan
diantara ketiganya.

SOSIOLOGI
2
KONSEP KELUARGA
 Menurut Depkes RI (1988) Keluarga adalah unit terkecil
dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan
beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu atap
dalam keadaan saling ketergantungan.
 Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang
bergabung karena hubungan darah, hubungan
perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam
suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan di
dalam perannya masing-masing menciptakan serat
mempertahankan kebudayaan (Salvicion G Bailon dan
Aracelis Maglaya (1989)
SOSIOLOGI
3
Kesimpulan; KELUARGA adalah:
 Unit terkecil masyarakat
 Terdiri atas dua orang atau lebih
 Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah
 Hidup dalam suatu rumah tangga
 Di bawah asuhan seorang kepala rumah tangga
 Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
 Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-
masing
 Menciptakan , mempertahankan suatu kebudayaan.

SOSIOLOGI
4
STRUKTUR KELUARGA
 Patrilineal: adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak
saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu
disusun melalui jalur garis ayah.
 Matrilineal: adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak
saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu
disusun melalui jalur garis ibu.
 Matrilokal: adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama
keluarga sedarah istri.
 Patrilokal: adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama
keluarga sedarah suami.
 Keluarga kawinan: adalah hubungan suami istri sebagai dasar
bagi pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara yang
menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami
atau istri.

SOSIOLOGI
5
Ciri-ciri struktur keluarga-Anderson Carter
 Terorganisasi: saling berhubungan, saling
ketergantungan antara anggota keluarga.
 Adanya keterbasan: setiap anggota memiliki
kebebasan tetapi mereka juga mempunyai
keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya
masing-masing.
 Adanya perbedaan dan kekhususan: setiap anggota
keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-
masing.

SOSIOLOGI
6
BENTURK-BENTUK KELUARGA
1. Keluarga Inti (Nuclear Family), adalah keluarga yang terdiri
dari ayah, ibu dan anak-anak.
2. Keluarga Besar (Extended Family), adalah keluarga inti
ditambah dengan sanak saudara, misalnya nenek, kakek,
keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
3. Keluarga Berantai (Serial Family), adalah keluarga yang terdiri
dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan
merupakan satu keluarga inti.
4. Keluarga Duda/Janda (Single Family), adalah keluarga yang
terjadi karena perceraian atau kematian
5. Keluarga berkomposisi (Composite), adalah keluarga yang
perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
6. Keluarga Kabitas (Cahabitation), adalah dua orang menjadi
satu tanpa pernikah tetapi membentuk suatu keluarga.

7
BENTUK-BENTUK KELUARGA
1. Keluarga Inti (Nuclear Family), adalah keluarga yang terdiri
dari ayah, ibu dan anak-anak.
2. Keluarga Besar (Extended Family), adalah keluarga inti
ditambah dengan sanak saudara, misalnya nenek, kakek,
keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
3. Keluarga Berantai (Serial Family), adalah keluarga yang terdiri
dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan
merupakan satu keluarga inti.
4. Keluarga Duda/Janda (Single Family), adalah keluarga yang
terjadi karena perceraian atau kematian
5. Keluarga berkomposisi (Composite), adalah keluarga yang
perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
6. Keluarga Kabitas (Cahabitation), adalah dua orang menjadi
satu tanpa pernikah tetapi membentuk suatu keluarga.

8
BENTUK-BENTUK KELUARGA
1. Keluarga Inti (Nuclear Family), adalah keluarga yang terdiri
dari ayah, ibu dan anak-anak.
2. Keluarga Besar (Extended Family), adalah keluarga inti
ditambah dengan sanak saudara, misalnya nenek, kakek,
keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
3. Keluarga Berantai (Serial Family), adalah keluarga yang
terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali
dan merupakan satu keluarga inti.
4. Keluarga Duda/Janda (Single Family), adalah keluarga yang
terjadi karena perceraian atau kematian
5. Keluarga berkomposisi (Composite), adalah keluarga yang
perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
6. Keluarga Kabitas (Cahabitation), adalah dua orang menjadi
satu tanpa pernikah tetapi membentuk suatu keluarga.

SOSIOLOGI
9
Keluarga Indonesia umumnya menganut tipe keluarga besar
(extended family), karena masyarakat Indonesia yang terdiri
dari berbagai suku hidup dalam suatu komuniti dengan adat
istiadat yang sangat kuat.

 Pemegang Kekuasaan dalam Keluarga


 Patriakal, yang dominan dan memegang kekuasaan
dalam keluarga adalah dipihak ayah.
 Matriakal, yang dominan dan memegang kekuasaan
dalam keluarga adalah dipihak ibu
 Equalitarian, yang memegang kekuasaan dalam
keluarga adalah ayah dan ibu.
SOSIOLOGI
10
Peranan Keluarga
 Peranan kel. menggambarkan seperangkat perilaku interper-sonal,
sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan
situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh
harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok, dan masyarakat.
 Peranan Ayah: Ayah sebagai suami dari istri dan Bapak anak-anak,
berperanan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi
rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok
sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
 Peranan ibu: Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai
peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan
pendidik anak-anaknya , pelindung dan sebagai salah satu kelompok
dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari
lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari
nafkah tambahan dalam keluarganya.
 Peranan Anak: Anak-anak melaksanakan peranan psiko sosial sesuai
dengan tingkat perkembangan baik fisik, mental, sosial dan spiritual.
(uraian selengkapnya dapat dipelajari dalam Perawatan Anak).
SOSIOLOGI 11
SOSIOLOGI
12
Kepmenkes RI No. 907/MENKES/SK/2002 13