Anda di halaman 1dari 16

KELOMPOK 3

BIAYA OVERHEAD PABRIK


NAMA ANGGOTA :
1. Duana Yuli Anisa Putri (1703101041)
2. Endra Hardi Winata (1703101042)
3. Mita Nur Lela (1703101053)
4. Fembi Ayu Nurmasari (1703101055)
Sifat dari biaya overhead pabrik

•Konsep dasar : biaya – biaya yang •Definisi aplikasi : meskipun


harus terjadi meskipun biaya berhubungan dengan pencapaian
tersebut secara langsung tidak atas tujuan perusahaan, biaya
mempunyai hubungan yang dapat overhead pabrik adalah biaya –
diukur dan diamati terhadap satuan – biaya yang dari segi masalah praktis
satuan aktivitas tertentu, produksi tidak dapat dibedakan kepada tujuan
atau tujuan – tujuan biaya. – tujuan tersebut secara langsung.
KLASIFIKASI BIAYA OVERHEAD PABRIK

Bahan tidak langsung Tenaga kerja tidak Biaya tidak langsung


Dan perlengkapan langsung lainnya

semua biaya tenaga biaya ini meliputi


merupakan bahan yang
kerja pabrik yang berbagai macam biaya
dipakai dalam produksi
secara tidak langsung overhead pabrik yang
yang tidak dapat
terlibat dalam proses tidak dapat
dibebankan secara
produksi dari suatu diklasifikasikan sebagai
langsung kepada objek
produk, dikelompokkan biaya bahan tidak
biaya tertentu dengan
sebagai biaya tenaga langsung ataupun biaya
pertimbangan ekonomis
kerja tidak tidak tenaga kerja tidak
dan praktis.
langsung langsung
BIAYA OVERHEAD PABRIK TAKSIRAN

Dalam menyusun taksiran, pertama biaya harus dipisahkan dan


dikelompokkan atas atas elemen tetap dan elemen variabel.
Demikian juga dengan biaya yang bersifat semi variabel harus
dipisahkan menjadi elemen tetap dan elemen variabel.kemudian
asumsi – asumsi harus dibuat mengenai bagaimana biaya – biaya
produksi akan dipengaruhi oleh inflasi dan perubahan – perubahan
dalam teknologi. Studi atas standart – standart industri juga sejarah
perusahaan sendiri akan memberikan dasar untuk penaksiran –
penaksiran yang akan dibuat.
KAPASITAS PABRIK

Kapasitas Kapasitas
Kapasitas Kapasitas Sesungguhnya Normal
teoritis praktis Diharapkan

Mengasumsikan
Kapasitas teoritis
keadaan yang tarif – tarif yang
tidak mungkin dapat
sempurna, dimana sama berbeda dihitung
dilaksanakan dalam Kapasitas ini
sekali tidak ada kendala utuk masing –
perusahaan. Kapasitas mengakui adanya
– kendala dan rintangan. masing periode
praktis kendala –
Dengan demikian berdasarkan kepada
mempertimbangkan kendala eksternal
kapasitas ini merupakan flukuasi – fluktuasi
adanya kendala – maupun kendala
tingkat produksi yang permintaan dari
kendala internal, – kendala
mungkin tertinggi, produksi jangka
seperti kerusakan internal.
dimana memproduksi pendek.
mesin, bahan dengan
dalam kecepatan penuh
mutu yang rendah
tanpa rintangan.
Biaya Overhead Pabrik yang
Dibebankan
Penentuan tarif overhaed pabrik berdasarkan beberapa basis alokasi telah
dibicaraan di muka. Selanjutnya tarif ini akan digunakan dalam membebankan
biaya overhead pabrik kepada produksi atau barang yang dihasilkan. Pembebanan
biaya overhead pabrik ini dilakukan berdasarkan kepada tingkat kegiatan
sesungguhnya, sesuai dengan satuan ukuran dari basis alokasi yang digunakan.

Basis alokasi jumlah jam mesin overhed = jumlah mesinyang digunakan


× tarif biaya pabrik per jam

Ayat jurnal yang digunakan

Biaya overhead pabrik xxxx


dibebankan
Biaya overhead pabrik xxxx
Biaya Overhead Pabrik yang
Sesungguhnya
Tujuan pokok dari pencatatan
dan pengumpulan biaya
overhead pabrik adalah
menyediakan informasi yang
Biaya overhead pabrik yang berguna untuk pengendalian,
sesungguhnya dicatat dalam di mana dalam suatu proses
jurnal setiap hari dan pengendalian diperlukan
selanjutnya dipindahkan ke pelaporan biaya untuk masing-
buku besar secara periodik masing kepala departemen
dan buku tambahan secara yang bertanggung jawab atas
kronologis. biaya yang terjadi dalam
departemennya, dan kemudian
memandingkan biaya tersebut
dengan anggaran biaya untuk
tingkat kegiatan yang dicapai
Analisis Selisih

Sisi debit akun buku besar


Setelah seluruh biaya biaya overhead pabrik
overhed pabrik yang menunjukkan biaya overhead
sesungguhnya dan biaya pabrik yang sesungguhnya
overhead pabrik yang terjadi selama periode
dibebankan dicatat dan tertentu, sedangkan pada sisi
dihimpun, maka setiap akhir kredit terdapat jumlah biaya
bulan atau akhir tahun overhead pabrik yang
biaya-biaya ini dapat dibebankan. Selisih yang
dianalisis dengan cara timbul biasanya dinyatakan
melakukan perbandingan dengan sebutan biaya
antar keduanya. overhead pabrik yang lebih
kurang dibebankan.
Pencatatan atas Biaya Overhead Pabrik
yang Dibebankan dan Analisis Selisih
tarif biaya overhead pabrik telah ditentukan, maka berdasarkan
pada basis yang digunakan dalam penentuan tarif tersebut seperti
jarum jam tenaga kerja langsung, dapat dihitung berapa biaya
overhead pabrik yang seharusnya dibebankan kepada produksi
pada kapasitas atau tingkat kegitan yang dicapai.

Biaya Overhead Pabrik


Penyusutan Peralatan Pabrik 83.000.000 Overhead yang Dibebankan 342.000.000

Supervisi 115.000.000

Listrik 44.500.000

Perlengkapan Pabrik 41.000.000

Reparasi dan Pemeliharaan 33.620.000

Sewa 36.000.000
PENENTUAN SELISIH ANGGARAN
DAN SELISIH KAPASITAS

Selisih anggaran merupakan suatu selisih yang berhubungan dengan


faktor anggaran dan sering kali terutama disebabkan oleh perbedaan
unsur biaya overhead pabrik variabel. Sedangkan selisih kapasitas
adalah suatu selisih yang disebabkan oleh faktor kapasitas atau
tingkat kegiatan dan perbedaan tersebut tercermin dalam biaya
overhead pabrik tetap.
Penentuan dan perhitungan atas kedua jenis selisih
tersebut dapat ditunjukkan berikut ini dengan melanjutkan
kembali ilustrasi dari PT Yusa.
Biaya overhead yang sesungguhnya 353.120.000
Anggaran yang diperkenankan (budget allowance) pada
kapasitas yang dicapai
Biaya overhead pabrik tetap
Biaya overhead pabrik variabel 159.600.000
(115.200 x 10.500)
351.600.000
Selisih anggaran 1.520.000
Merugikan
Anggaran yang diperkenankan 351.600.000
Biaya Overhead Pabrik yang dibebankan (15.200 x 22.500) 342.000.000

Selisih kapasitas 9.600.000


Merugikan
Biaya overhead yang kurang dibebankan sejumlah
11.120.000 dirinci sebagi berikut:

Selisih anggaran 1.520.000


Selisih kapasitas 9.600.000
Jumlah biaya overhead yang kurang dibebankan ` 11.120.000
Selisih annggaran sejumlah Rp.1.500.000 merupakan selisih yang
merugikan, karena biaya overhead pabrik yang ssungguhnya lebih besar
daripada biaya overhead pabrik yang dianggarkan pada kapasitas atau
tingkat kegiatan yang dicapai, yaitu sebagai berikut:

Biaya overhead pabrik Rp. 353.120.000


Biaya overhead pabrik tetap yang dianggarkan 192.000.000
Biaya variabel yang sesunguhnya Rp. 161.120.000
Biaya overhead pabrik variabel yang dibebankan
(15.200 x Rp.10.500) 159.600.000
Selisih anggaran Rp. 1.520.000
SELISIH KAPASITAS

Selisih kapasitas ini timbul apabila kapasitas atau tingkat kegiatan yang dicapai
berebeda dengan kapasitas atau tingkat kegiatan yang direncanakan yaitu kapasitas yang
dipilih dalam penentuan tariff biaya overhead pabrik. Dalam ilustrasi PT Yusa kapasitas yang
digunakan adalah kapasitas normal.
Pada contoh dimuka dihasilkan selisih kapasitas sebeesar Rp.9.600.000 yang diperoleh
dari pengurangan biaya overhead yang dianggarkan pada kapasitas yang dicapai yaitu sebesar
Rp.351.600.000 dengan biaya overhead pabrik yang dibebankan yakni sebesar
Rp.342.000.000. Selisih kapasitas ini merupakan selisih merugikan yang terjadi karena
adanya kapasitas yang tidak terpakai sebanyak 800 jam mesin (16.000 jam mesin- 15.200 jam
mesin). Dengan kata lain kapasitas yang dicapai masih dibawah kapasitas normal yaitu 95%
dari kapasitas normal. Selisih kapasitas yang terjadi merupakan tanggung jawab dari
manajemen puncak atau direjsi, karena selisih ini terutama berkaitan dengan pengguanaan
asset tetap.
PERLAKUKAN AKUNTANSI ATAS BIAYA OVERHEAD
PABRIK YANG LEBIH ATAU KURANG DIBEBANKAN

Biaya overhead pabrik yang lebih atau kurang


dibebankan dalam istilah yang lain disebut juga
dengan selisih biaya overhead pabrik yaitu
perbandingan antara biaya overhead pabrik yang
sesungguhnya dan biaya overhead pabrik yang
dibebankan dengan menggunakan tariff. Untuk tujuan
pengendalian dan penilaian efisiensi, selisih biaya
overhead pabrik ini dianalisis dengan merinci selisih
ini menjadi selisih anggaran dan selisih kapasitas.
Melanjutkan ilustrasi PT Yusa, maka pencatatan biaya
overhead pabrik yang kurang dibebankan sebesar
Rp.11.120.000 adalah sebagai berikut:

(Dr) Beban Pokok Penjualan 11.120.000


(Cr) Biaya Overhead Pabrik 11.120.000

Pembebanan selisih overhead atau biaya overhead pabrik


yang kurang dibebankan ini kea kun beban pokok penjualan
dilakukan apabila selisih tersebut menjadi tanggung jawab dari
departemen produksi. Jika tidak maka ayat jurnal yang dibuat
adalah sebagai berikut:

(Dr) Ikhtisar Laba Rugi 11.120.000


(Cr) Biaya Overhead Pabrik 11.120.000