Anda di halaman 1dari 49

PEMELIHARAAN SENSOR

FIELD INSTRUMENT

Pulang Pisau
28 Juni 2018
Yudha Satria Dermawan
Ferry Baskoro
SENSOR FIELD
INSTRUMENT
SENSOR FIELD INSTRUMENT

Sensor Field Instrument adalah suatu peralatan yang


berfungsi sebagai alat ukur suatu besaran di lapangan. Pada
system kontrol, Sensor Field Instrument berperan sebagai input dan
feedback.

Input system kontrol dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Digital Input (DI) : Suatu inputan pada system kontrol yang


hanya mempunyai 2 keadaan (1-0, ON-OFF, OPEN-CLOSE)

2. Analog Input (AI) : Suatu Inputan pada system kontrol yang


memiliki nilai variable atau memiliki banyak keadaan (4-20 mA,
0,2-1 Kg/cm3, 3-15 psi)
SENSOR FIELD INSTRUMENT

Klasifikasi Sensor berdasarkan kegunaannya :


• Sensor Temperature (Suhu)
• Sensor Flow (Laju Aliran)
• Sensor Pressure (Tekanan)
• Sensor Level (Ketinggian)
Sensor
Temperature
Sensor Temperature

Thermocouple
Sensor ini terdiri dari sepasang konduktor tidak sama, yang dikeling
pada satu bagian (satu sisi).
Sisi yang di keling merupakan persambungan untuk pengukuran,
sedangkan sisi yang tidak dikeling merupakan persambungan
referensi.
Sensor Temperature

Prinsip Kerja Thermocople

Pembuatan thermocouple didasarkam atas sifat thermal bahan


logam jika sebuah batang logam dipanaskan pada salah satu
ujungnya maka pada ujung tersebut elektron-elektron dalam logam
akan bergerak semakin aktif dan akan menempati ruang yang
semakin luas, elektron-elektron saling desak dan bergerak ke arah
ujung batang yang dipanaskan. Dengan demikian pada ujung batang
yang dipanaskan akan terjadi muatan positif.
Sensor Temperature

Prinsip Kerja Thermocople

Kerapatan elektron untuk setiap bahan logam berbeda tergantung


dari jenis logam. Jika dua batang logam disatukan salah satu
ujungnya, dan kemudian dipanaskan, maka elektron dari batang
logam yang memiliki kepadatan tinggi akan bergerak ke batang
yang kepadatan elektronnya rendah, dengan demikian terjadilah
perbedaan tegangan diantara ujung kedua batang logam yang tidak
disatukan atau dipanaskan.
Sensor Temperature

Tipe Thermocople
Sensor Temperature
Jenis Material Thermocouple
Sensor Temperature
Kode Kabel Thermocouple
Sensor Temperature

Pemasangan Thermocouple
Sensor Temperature

RTD ( Resistance Thermal Detector)


• RTD mendeteksi suhu dengan prinsip nilai hambatan pemuaian
logam tertentu, akan berbanding lurus dengan nilai suhu yang
diterimanya.
• RTD dibuat dari bahan kawat tahan korosi, kawat tersebut
dililitkan pada bahan keramik isolator. Bahan tersebut antara lain :
platina, emas, perak, nikel dan tembaga dan juga terbalik adalah
bahan platina karena dapat digunakan menyensor suhu sampai
1500 drajat celsius.
• Tembaga dapat digunakan untuk sensor shu yang lebih rendah
dan murah, tetapi tembaga mudah terserang korosi.
RTD ( Resistance Thermal Detector)
RTD VS THERMOCOUPLE
RTD VS THERMOCOUPLE

RTD memiliki keunggulan dibanding termokopel yaitu :


1. Sensitivitas cukup tinggi, yaitu dapat dilakukan
dengan cara memperpanjang kawat yang digunakan
dan memperbesar tegangan eksitasi
2. Tegangan output yang dihasilkan 500 kali lebih besar
dari termokopel
3. Dapat digunakan kawat penghantar yang lebih
panjang karena noise tidak jadi masalah
4. Tegangan keluaran yang tinggi, maka bagian
elektronik pengolah sinyal menjadi sederhana dan
murah.
SENSOR FLOW
TURBIN METER

• Turbine meter adalah alat ukur laju aliran dengan alat bantu
baling-baling /blade(seperti pada turbin). Blade tersebut akan
berputar apabila terkena laju aliran. Putaran blade tersebut akan
sebanding dengan kecepatan aliran yang mengalir melalui blade
tersebut. Semakin kencang putaran blade, artinya semakin cepat
laju aliran pada pipa tersebut.
• Untuk mendapatkan nilai laju aliran, diperlukan sebuah
transducer lagi yang berfungsi sebagai pencacah (counter)
putaran baling-baling.
TURBIN METER

Counter biasanya adalah sensor proximity yang


mendeteksi jarak benda berdasarkan konduktivitas.
Putaran blade akan membentuk grafik kotak yang
dapat dikonversi menjadi jumlah putaran blade
(rpm).
TURBIN METER

A C A C
B D B D
TURBIN METER

Proximity sensor
DP-METER FLOW SENSOR

Prinsip kerja:
Dengan menempatkan suatu penghalang pada pipa secara tegak lurus
dimana fluida dialirkan sehingga terjadi perbedaan tekanan antara
upstream dan downstream.

FLOW FLOW

High side Low side

Penghalang
DP-METER FLOW SENSOR
Tipe penghalang yang sering dipakai untuk mendapatkan perbedaan tekanan ada tiga
macam, yaitu orifice plate, venturi tube, dan flow nozzle.
Pada prinsipnya ketiga jenis hambatan tersebut sama, hanya berbeda bentuk.

Orifice plate
Model penghalang yang berbentuk seperti
cincin.

Venturi Tube
Model penghalang yang berbentuk seperti
terompet

Flow Nozzle
Model penghalang yang berbentuk nozel
ORIFICE PLATE

Orifice terbuat dari plat datar karenanya


juga disebut orifice plate.
Pemasangan Orifice diikat dengan flange.

Bagian dari tengah tersebut dilubangi dengan diameter yang telah ditentukan,
sehingga didapatkan tekanan diferensial tertentu pada debit aliran tertentu pula
bentuk plat tersebut secara umum dapat dilihat pada gambar berikut
ORIFICE PLATE
FLOW NOZZLE

Flow Nozzle merupakan variasi lain dari venturi tube. Peralatan ini mempunyai
bagian masuk yang berbentuk kurva dengan garis lengkung mulus menyinggung
bagian paralel. Pengambilan tekanan akibat terjadinya pressure loss lebih baik.
FLOW NOZZLE

Peralatan ini lebih cocok untuk aliran dengan kecepatan tinggi bila dibandingkan dengan
orifice plat, karena tidak mengalami keausan yang sama dan dapat digunakan untuk fluida
yang mengandung partikel solid.
VENTURI TUBE

Tabung ventury terdiri dari 2 buah kerucut berongga yang terpotong bagian atasnya.
Bagian yang berdiameter terkecil dari kedua kerucut ini dihubungkan sesamanya
dengan sebuah pipa pendek. Bagian yang terkecil itu disebut juga "throat section".
VENTURI TUBE

Up stream

Down stream
Kelebihan dan kekurangan

No Orifice plate Venturi Tube Flow Nozzle


1 Harganya relatif murah Desain dapat disesuaikan Harganya relatif murah
2 Mudah diganti dengan Baik untuk fluida yang Cocok untuk fluida
desain mengandung endapan dengan kecepatan tinggi
3 Akurasi dapt bertahan lama

No Orifice plate Venturi Tube Flow Nozzle


1 Drop tekanan tinggi Biaya awal tinggi Drop pressure tinggi
2 Rawan rusak terkena Tidak mudah dipasang karena
benda asing bentuk yang panjang
3 Tidak terlalu akurat Tidak dapat di desain ulang
PRESSURE
SENSOR
Dasar teori tekanan

Tekanan secara umum didefinisikan sebagai besarnya gaya persatuan luas


yang dihasilkan oleh fluida atau benda padat.

Rumusan matematik tekanan ditulis sebagai berikut:

F
P
A

Gaya (F) bekerja pada permukaan seluas (A) dan


akan menimbulkan tekanan (P) pada permukaan
tersebut.
Bourdoun tube-C
Bourdon - tube jenis C terutama sekali dipakai untuk pengukuran tekanan ditempat,
namun dapat juga dipakai untuk pengiriman maupun pengontrolan .

Bourdon - tube (BT) berbentuk busur dengan sudut 250° terikat pada satu ujungnya
dengan socket sedangkan ujung lainnya bebas.
Bourdoun tube-C
Apabila tekanan dimasukkan, BT akan cenderung untuk meluruskan diri, akan tetapi karena
adanya sifat pegas yang dimiliki oleh BT, maka hanya ujung BT yang bebas saja yang bergerak.

Gerakan BT yang kecil diperbesar oleh susunan batang-penghubung dan roda-gigi yang
berfungsi sebagai amplifer mekanis untuk menghasilkan simpangan jarum-penunjuk yang
besar, jarum-penunjuk (pointer) bergerak diatas papan skala yang terkalibrasi.
Ketelitian BT jenis ini berkisar antara (0,5 - 2 % ).
Bourdoun tube-spiral
Bourdon-tube spiral pada dasarnya adalah BT jenis - C akan tetapi busurnya “digulung
membentuk beberapa buah lingkaran (spiral), ujung yang bebas berada dipusat lingkaran

Gerakan BT jenis ini besar untuk perubahan tekanan yang relatif kecil, oleh karena itu
ketelitian spiral BT lebih baik jika dibandingkan BT jenis c, yaitu sekitar 0,5 %.
Bellows
Bellows terbuat dari bahan elastis biasanya dibentuk dari seamless-tube yang tipis. Dapat
dipakai untuk pengukuran tekanan mutlak, relatif,maupun perbedaan tekanan.

Untuk memperpanjang umur bellows dan mempertinggi ketelitian bellows dipasang pegas
pada bagian dalam bellows. Pegas tersebut juga digunakan sebagai pembatas langkah
bellows.
Ketelitian bellows-element adalah 0,55%.
DIAPHRAGMA

Prinsip kerja diaphragma hampir sama dengan bellows, tekanan yang masuk
menyebabkan diaphragma mengembang secara proportional dengan tekanan
yang masuk.
LEVEL SENSOR
GLASS GAUGE
Peralatan gelas ukur (Glass Gauge) merupakan
alat untuk mengetahui ketinggian permukaan
dengan cara melihat langsung (Sight Method).

Pripsip kerjanya adalah dengan prinsip bejana


berhubungan, dimana level pada tangki akan
selalu sama dengan level cairan dalam gelas
ukur tersebut.

Level air yang selalu


sama pada sistem
bejana berhubungan
Macam-macam glass gauge
Capasitance sensor

Pengukuran level dengan capasitance


sensor memanfaatkan karakteristik Capasitance
dari kapasitor yang dapat
membangkitkan kapasitansi dari dua
buah plat logam. Timbul
Capasitance sensor menggunakan kapasitansi
elektroda dan dinding tangki sebagai antara dinding
plat, dimana elektroda adalah plat tangki dengan
pertama, dan dinding tangki adalah elektroda
plat keduanya.
Perbedaan nilai kapasitansi saat tangki
Tangki metal
terisi dan kosong akan menunjukkan
berapa tinggi permukaan fluida pada
tangki tersebut. Elektroda
Capasitance sensor

Konstanta dielektrik dari cairan biasanya jauh


lebih besar dari konstanta dielektrik gas/uap.
Sehingga ada perbedaan nilai kapasitansi
pada ketinggian permukaan fluida yang
berbeda-beda.
Semakin banyak air yang ada di dalam tangki
maka akan nilai kapasitansi akan naik.
Demikian juga sebaliknya.

Persyaratan yang harus dipenuhi apabila


menggunakan sensor capasitance adalah
tangki yang terbuat dari logam. Sebab tangki
disini difungsikan sebagai plat kedua.
Radar sensor

Sistem radar adalah sistem pengukuran


dengan tipe non-direct contact, yang artinya
dalam mengukur tidak bersentuhan langsung
dengan fluida yang diukur.

Radar bekerja dengan memancarkan suatu


gelombang mikro (microwave) ke arah fluida
yang akan di ukur, gelombang mikro tersebut
dipancarkan oleh suatu transmitter (pemancar)
dan diterima oleh penerima (receiver).

Frekuensi yang biasa digunakan sistem radar


adalah kisaran 10 Hz atau 100 Ghz
Prinsip kerja Radar sensor

Gelombang mikro dipancarkan oleh pemancar (transmitter).


Setelah mengenai fluida (object), gelombang tersebut memantul kembali dan diterima oleh
penerima (Receiver).
Jarak waktu antara gelombang dipancarkan hingga diterima kembali oleh penerima akan
merepresentasikan jarak antara pemancar dengan fluida (object).
Semakin lama waktu yang ditempuh menandakan semakin jauh jarak antara pemancar dengan
fluida tersebut
Ultrasonic Level sensor
Pada prinsipnya sistem radar dan
sistem ultrasonic adalah sama, yakni
dengan cara memancarkan suatu
gelombang ke arah fluida yang akan
di ukur dengan transmitter dan
receiver, perbedaannya terletak pada
frekuensi gelombang yang
digunakan.

Frekuensi yang biasa digunakan


sistem radar adalah kisaran 36-40
Khz
Ultrasonic Level sensor
Pemasangan Ultrasonic Level sensor

Daya pancar paling jauh untuk gelombang radar


dan ultrasonic adalah berada di 0o di arah depan
pemancar (dengan lebar pancaran 20o). Sehingga
pemasangan sensor radar dan ultrasonic haruslah
tegak lurus agar pengukuran lebih akurat.
Kelebihan dan kekurangan

 Tidak ada part yang bergerak (No moving parts),


membutuhkan sedikit maintenance,non contact
 Mudah dipasang dan dikalibrasi
 Akurasi baik bilamana aplikasi sesuai.
 Dapat diaplikasikan pada pengukuran level material.

 Tidak dapat beroperasi pada vakum dan tekanan tinggi.


 Range Temperature dan Pressure terbatas.
 Harga relative tinggi.
 Posisi sangat sensitive dibanding teknologi lain.
THANK YOU