Anda di halaman 1dari 6

MENGUKUR DAN MENGANTISIPASI

EKSPOSUR TRANSAKSI

NAMA KELOMPOK :

NINIS FEBRIYANTI 1610109879


KARINA KUSUMA PRATIWI 1610110080
VIDYA RACHMADHANI P 1610110082
SOBA ALMAS RAMADANTY 1610110131
LAILA RAHMADANI 1610110278
EDITHA AULIANI SUHARTI 1610109891
ARANDITA SAPUTRI 1610110280
HIDAYATUN NADHIFA 1610110297
I. Eksposur Transaksi

Perubahan yang tidak diharapkan dalam aliran kas di masa datang pada horizon
waktu yang lebih pendek dibanding eksposur ekonomi. Eksposur transaksi mengukur
perubahan pada nilai transaksi karena terdapat perbedaan antara kurs valuta asing pada saat
transaksi disepakati dan saat transaksi diselesaikan/dipenuhi.

II. Penyebab Timbulnya Eksposur

• Pembelian atau penjualan barang atau jasa secara kredit, dimana harga dinyatakan
dalam valas.
• Peminjaman atau pemberian pinjaman dana dimana pembayaran bunga & cicilan
utang dibuat dalam mata uang asing.
• Menjadi suatu kelompok kontrak forward yang tidak jadi.
• Memperoleh aktiva atau mendatangkan kewajiban yang didenominasi dalam valas.
III. Rentang Waktu Eksposur Transaksi

Fase-fase terjadinya eksposur


t1 : penjual menyampaikan harga ke pembeli (verbal atau tertulis)
t2 : pembeli menyampaikan pesanan kepada penjual
t3 : penjual mengirimkan produk dan tagihan kepada pembeli
t4 : pembeli menyelesaikan transaksi dengan membayar tagihan
t1-t2 : eksposur kuotasi (quotation exposure)
t2-t3 : eksposur pra pemenuhan pesanan (backlog exposure)
t3-t4 : eksposur penagihan (billing expposure)

• Quotation exposure : terjadi antara waktu penjual mengikuti harga (kurs) kepada pembeli
(t1) & pembeli melayangkn order kepada penjual pada kurs yg ditawarkan.
• Backlog exposure : terjadi pada waktu antara t2 dengan waktu penjual mengirim produk
& menagih pembeli (t3).
• Billing exposure : terjadi antara t3 dengan saat ketika pembeli menyelesaikan transaksi
dengan melakukan pembayaran tunai sejumlah kutipan valas yang telah ditentukan pada
periode t1 (t4).
IV. Apakah Pemagaran Risiko (Hedging) Perlu Dilakukan

Para pakar yang tidak setuju dengan upaya hedging umumnya berpendapat
bahwa :
• Pemegang saham jauh lebih mampu mendiversifikasikan risiko mata uang
(currency risk) dibanding manajemen perusahaan.
• Manajemen risiko mata uang tidak menambah nilai perusahaan.
• Manajemen tidaklah lebih pintar dari pasar.

Para pakar yang setuju dengan upaya hedging, mengajukan argumen-argumen


sebagai berikut:
• Pemegang saham memang lebih mampu mendiversifikasikan risiko mata uang.
• Manajemen risiko mata uang memang tidak menambah nilai perusahaan secara
langsung, tetapi dengan hedging manajemen akan mampu meningkatkan mutu
perencanaan.
• Apabila perusahaan tidak mempunyai perencanaan yang akurat atas aliran
kasnya, perusahaan akan lebih mudah terjebak dalam posisi keuangan yang
sulit, karena tidak likuid.
• Manajemen lebih mampu mengenali ketidakseimbangan pasar, dibanding
pemegang saham.
V. Mengidentifikasi Net Transaction Exposure

• Perusahaan harus mengindentifikasi derajat eksposur transaksi.


• Perusahaan harus memutuskan apakah perlu / tidak menghilangkan eksposur.
• Jika perusahaan memutuskan untuk melenyapkan sebagian / seluruh eksposur, maka
perusahaan memilih berbagai teknik lindung yang tersedia.

VI. Mengantisipasi Eksposur Transaksi

 Kontrak-kontrak keuangan:
1. Lindung nilai pasar forward.
2. Lindung nilai pasar uang.
3. Lindung nilai pasar opsi.
4. Lindung nilai pasar swap.
 Teknik-teknik operasional:
1. Pemilihan mata uang faktur.
2. Strategi percepatan/perlambatan.
3. Penentuan bersih eksposur.
TERIMA
KASIH