Anda di halaman 1dari 19

NAMA KELOMPOK:

1. ZULASTRI FITRIANI
2. HEICUN ANTONIUS TAMBA
3. IVAN HERUSH
4. M. AMIN RAHMAN

KARAKTERISTIK BETON
DENGAN GRADASI SENJANG
AGREGAT TERHADAP KUAT
TEKAN BETON
LATAR BELAKANG

Dalam bidang bangunan yang dimaksud dengan beton adalah campuran dari Semen Portland (PC), agregat halus, agregat

kasar yang dipersatukan oleh air dalam perbandingan tertentu. Campuran tersebut jika dibiarkan maka akan mengeras seperti batuan. Pengerasan

ini terjadi akibat reaksi kimia antara semen dan air yang berlangsung dalam beberapa waktu, dan tingkat kekerasan beton akan bertambah setara

dengan umurnya.

Dalam komposisi volume beton, agregat menempati kira-kira 70% dari volume beton. Dengan besarnya volume agregat pada beton

maka pemilihan dan gradasi agregat pada campuran beton merupakan bagian sangat penting. Gradasi agregat yang baik yaitu mempunyai gradasi

yang menerus atau continius. Fakta dilapangan bahwa gradasi pada agregat kasar banyak yang tidak menerus atau terdapat gradasi senjang,

khususnya pada agregat hasil produksi pecah tangan. Gradasi senjang (gap graded) adalah gradasi agregat dimana ukuran agregat yang ada tidak

lengkap atau ada fraksi agregat yang tidak ada atau jumlahnya sedikit sekali. Oleh karena itu, maka peneliti ingin melakukan penelitian untuk

mengetahui karakteristik beton dengan gradasi senjang pada agregat terhadap kuat tekan beton.
RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana cara merencanakan komposisi campuran beton yang sesuai dengan

persyaratan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SK. SNI-03-2834-2000).

2. Bagaimana karakteristik beton dengan gradasi senjang pada agregat kasar

terhadap kuat tekan beton.


TUJUAN

Tujuan dalam penelitian ini adalah ingin


mengetahui bagaimana karakteristik beton
menggunakan gradasi senjang (Gab Graded) pada
agregat kasar.
HIPOTESA

Berhubungan dengan penelitian ini maka dapat


diambil suatu anggapan sementara bahwa gradasi
senjang (Gab Graded) mempengaruhi kuat tekan
beton.
PEMBAHASAN

– METODOLOGI PENELITIAN
Urayan Umum
Penelitian ini menggunakan material agregat kasar berupa batu pecah
dengan ukuran 20 mm dengan mutu beton f’c 20 MPa (setara dengan K250) untuk
gradasi senjang dan untuk gradasi menerus atau beton normal. Untuk percobaan uji
kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari dengan jumlah sampel 30 unit untuk f’c 20
MPa berbentuk silinder dan berdimensi silinder 15 cm x 30 cm.
Urayan Umum

Secara umum, metodelogi penelitian ini Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
dibagi menjadi 5 tahap, yaitu : • Data primer
– Tahap 1 : tahap persiapan dan Data diperoleh melalui pengujian sifat – sifat agregat dan
pengujian bahan
pengujian kuat tekan silinder di Laboratorium Universitas
– Tahap 2 : tahap perhitungan rencana
campuran (mix design) Panca Bakti Pontianak
– Tahap 3 : tahap pembuatan dan • Data sekunder
perawatan benda uji
Data sekunder ini diperoleh melalui referensi pustaka
– Tahap 4 : tahap pengujian kuat tekan
yang berhubungan dengan penelitian.
– Tahap 5 : tahap analisis data
PERSIAPAN DAN PENGUJIAN
BAHAN
Material penyusun beton dalam penelitian Pengujian material penyusun beton kuat tekan rencana f’c 20 MPa
ini antara lain : ini meliputi:

1. Semen portland (tipe 1) Pengujian agregat


2. Agregat kasar berupa batu pecah ukuran  Pengujian kadar air agregat
20 mm dan agregat halus berupa pasir.  Pengujian berat volume agregat
 Pengujian kadar lumpur agregat
3. Air
 Pengujian berat jenis agregat
 Pengujian test keausan agregat kasar (batu pecah)
 Analisa saringan gradasi agregat
ANALISA DAN HASIL
PENELITIAN
Persiapan Bahan Penelitian
Persiapan dan penyediaan bahan material dengan melakukan survey pada
beberapa toko bangunan yang akan digunakan sebagai bahan pengisi campuran beton,
selanjutnya material dilakukan pengamatan terlebih dahulu meneliti terhadap jenis
material yang akan digunakan sebagai sampel pengujian
Pemeriksaan Bahan Material Penelitian
Pemeriksaan bahan ini dilakukan untuk mengetahui sifat – sifat batu alam
sebagai bahan pengisi beton dan untuk mengetahui perbandingan campuran yang tepat
dalam pembuatan beton normal dengan memiliki kuat tekan sesuai perencanaan yang
memenuhi syarat SNI 30-2847-2002, sehingga dapat menjadi acuan dalam pembuatan
beton.
HASIL DARI PENGUJIAN

Untuk campuran dibutuhkan


Volume 1 silinder = 0,00598 m^3 x 30
silinder + 7,5 % dari 30 silinder = 0,171
m^3
PEMBUATAN BENDA UJI
SILINDER
Setelah dilakukan perhitungan rencana beton design dengan mutu rencana
f’c 20 MPa didapat, maka dilakukan pencampuran material sesuai dengan masing –
masing persentase dari kebutuhan beton untuk dilakukan pencetakan beton silinder.
Sebelum dilakukan pencetakan kedalam cetakan siilinder beton segar di uji dengan
kerucut Abraham untuk mengetahui nilai slump beton memenuhi syarat.
Adapun hasil pengujian nilai slump beton segar dengan kerucut dapat dilihat pada
tabel berikut:
ANALISA HASIL UJI KUAT
TEKAN BETON SILINDER
Setelah dilakukan pembuatan dan perawatan benda uji, selanjutnya dilakukan pengujian
kuat tekan beton uji silinder tersebut. Adapun data yang diperoleh adalah :
a. Berat benda uji
b. Umur benda uji
c. Kuat tekan beton benda uji
Dari data yang diperoleh akan dihitung
d. Tegangan hancur beton rata-rata (f’cr)
e. Standat deviasi (S)
f. Tegangan yang disyaratkan (f’c)
Kuat Tekan Beton Dengan
Gradasi Menerus
1. Menghitung tegangan hancur rata-rata (f’cr)

σ𝑁
1 𝑓′𝑏𝑖
f’cr = Maka, f’cr = 918,12/30 = 30,60 Mpa
𝑁

2. Menghitung deviasi standar (S)

 (f′bi−f′cr)2
S = N−1
Maka, S = √(460,13/29) = 3,98 MPa

3. Menghitung tegangan beton yang disyaratkan

f’c = f’cr – k . S

f’c = 30,60 – (1,64 x 3,98)

= 24,07 MPa
Kuat Tekan Beton Dengan
Gradasi Senjang
1. Menghitung tegangan hancur rata-rata (f’cr)

σ𝑁
1 𝑓′𝑏𝑖
f’cr = Maka, f’cr = 795,70/30 = 26,52 MPa
𝑁
2. Menghitung deviasi standar (S)

 (f′bi−f′cr)2
S = Maka, S = √(655,31/29) = 4,754 Mpa
N−1

3. Menghitung tegangan beton yang disyaratkan

f’c = f’cr – k . S

f’c = 26,52 – (1,64 x 4,754)

= 18,727 MPa
Analisa Hipotesa

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa beton


dengan menggunakan gradasi menerus memiliki nilai kuat tekan melebihi dari kuat
tekan yang disyaratkan yaitu 24,07 MPa > f’c = 20 MPa jika dibandingkan dengan
beton yang menggunakan gradasi senjang yaitu sebesar 18,727 MPa < f’c = 20
MPa. Berdasarkan penelitian ini maka gradasi senjang mempengaruhi kuat tekan
beton yang cukup signifikan dan penggunaan batu untuk ukuran 20 mm dan
menggunakan gradasi senjang tidak disarankan untuk digunakan, sedangkan untuk
gradasi menerus dapat digunakan.
KESIMPULAN

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dan pembahasan maka didapat kesimpulan sebagai berikut :
1. Dari hasil penelitian material diperoleh data :
2. Gradasi agregat kasar dan halus memenuhi spesifikasi, dalam penelitian ini dipakai ukuran butir maksimum 20 mm.
3. Kadar lumpur agregat halus sebesar 0,421 % < 1 % dan kadar lumpur agregat kasar sebesar 2 % < 5 %,
4. Berat jenis untuk agregat halus sebesar 2,56 dan untuk agregat kasar sebesar 2,66,
5. Penyerapan (absorbsi) untuk agregat halus sebesar 1,97 dan untuk agregat kasar sebesar 0,94
6. Kadar air untuk agregat halus sebesar 3,402 % dan untuk agregat kasar sebesar 1,37 %,
7. Nilai abrasi untuk 100 putaran diperoleh yaitu 5,58 % < 10 % dan untuk 500 putaran diperoleh 19,71 % < 40 %
Maka semua data pengujian memenuhi persyaratan.
KESIMPULAN

2. Dari hasil perencanaan f’c 20 Mpa untuk gradasi menerus diperoleh nilai kuat
tekan beton rata-rata (f’cr) sebesar 30,60 MPa, standar deviasi (sd) sebesar 3,98 MPa,
dan Kuat Tekan Beton Silinder (f’c) diperoleh sebesar 24,07 Mpa dan untuk gradasi
senjang diperoleh nilai kuat tekan beton rata-rata (f’cr) sebesar 26,52 MPa, standar
deviasi (sd) sebesar 4,754 MPa, maka Kuat Tekan Beton Silinder (f’c) diperoleh sebesar
18,727 Mpa
3. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa beton dengan
menggunakan gradasi menerus memiliki nilai kuat tekan melebihi dari kuat tekan yang
disyaratkan yaitu 24,07 MPa > f’c = 20 MPa jika dibandingkan dengan beton yang
menggunakan gradasi senjang yaitu sebesar 18,727 MPa < f’c = 20 MPa. Berdasarkan
penelitian ini maka gradasi senjang mempengaruhi kuat tekan beton yang cukup
signifikan dan penggunaan batu untuk ukuran 20 mm dan menggunakan gradasi senjang
tidak disarankan untuk digunakan, sedangkan untuk gradasi menerus dapat digunakan.
SARAN

Merujuk pada pembahasan dan hasil penelitian ternyata masih banyak


kekurangan dan diperlukan koreksi dari penelitian ini. Untuk mendapatkan hasil
penelitian yang berguna dan dapat menjadi pedoman/acuan pada penelitian selanjutnya
agar dapat lebih baik, disarankan :
1. Dalam analisa saringan penggunaan material agregat kasar perlu dikontrol
untuk mengetahui gradasi agregat kasar karena mempengaruhi dalam kekuatan beton. .
2. Untuk mengetahui seberapa besar kuat tekan rencana maksimum yang dapat
diperoleh untuk menggunakan campuran beton dengan gradasi senjang, disarankan
untuk dilakukan penelitian selanjutnya untuk kuat tekan rencana yang lebih tinggi.
DAFTAR PUSTAKA

M.Iqbal. 2017. Skripsi. Karakteristik Beton Dengan Gradasi Senjang Agregat


Terhadap Kuat Tekan Beton. Pontianak: Universitas Panca Bakti