Anda di halaman 1dari 21

BETON PRATEGANG

OLEH
KELOMPOK 9
Desain Beton Prategang

Oleh :

Kelompok 9

TRI NUGRAHA (1510922044)


ALQAWI AZIZ (1410921062)
Desain untuk menahan Lenturan

Desain Pendahuluan

Desain dengan teori


Elastik

Desain dengan teori


Elastik
Desain Pendahuluan

Desain pendahuluan penampang beton prategang untuk menahan lenturan dapat dibentuk

dengan prosedur yang sangat sederhana,Pada beban kerja lengan momen untuk gaya dalam dapat

bervariasi antara 30- 80 % dari keseluruhan tinggi penampang h dan rata-rata sekitar 0,5 h . Gaya

prategang efektif F yang diperlukan adalah

𝑀𝑇
F=𝑇=
0,65 ℎ
Jika disumsikan lengan momen adalah 0,65h maka

Luas baja yang diperlukan yaitu:

𝐹 𝑀𝑇
𝐴𝑝𝑠 = =
𝑓𝑥𝑒 0,65 ℎ 𝑓𝑠𝑒

Tegangan satuan rata- rata pada beton yaitu :

𝐶 𝑇 𝐴𝑝𝑠 𝑓𝑠𝑒
= =
𝐴𝑐 𝐴𝑐 𝐴𝑐
Tegangan rata-rata dapat diambil kira-kira 50 % dari tegangan izin maksimum fc dibawah beban

kerja,. Jadi,

𝐴𝑝𝑠 𝑓𝑠𝑒
=0,50 fc
𝐴𝑐

𝐴𝑝𝑠 𝑓𝑠𝑒
𝐴𝑐 =
0,50 𝑓𝑐
Contoh 1

Buatlah desain pendahuluan untuk penampang balok beton prategang untuk menahan

momen total sebesar 432 tinggi total penampang adalah 920 gaya prategang efektif untuk

baja adalah 850 MPa , dan tegangan izin untuk beton pada beban kerja adalah -11 MPa

Penyelesaian:

𝑀𝑇
F=𝑇=
0,65 ℎ

432 × 103
F=𝑇= = 722 𝑘𝑁
0,65 × 0,92
𝐹 722 × 103
𝐴𝑝𝑠 = = = 849 𝑚𝑚2
𝑓𝑥𝑒 850

722 × 103
𝐴𝑐 = = 131 × 103 𝑚𝑚2
0,50 × 11

Untuk disain pendahuluan, tinggi penampang beton prategang biasanya dapat dipakai pendekatan 70
% dari tinggi penampang beton bertulang konvensional. Tinggi penampang beton prategang dapat
juga dihitung dengan pendekatan :

h= k 𝑀

h = tinggi balok dalam inch


k = koefisien 1,5 – 2
M = momen lentur maksimum kip-ft

cara empiris tersebut hanya berlaku untuk kondisi umum dan dipakai semata-mata untuk
pendekatan pendahuluan
Desain pendahuluan yang lebih tepat dapat dilakukan jika momen gelagar MG diketahui
selain momen total MT, bila MG jauh lebih besar dari 20-30% maka kondisi awal akibat MG
umumnya tidak akan menentukan desain.dan desain pendahuluan dibuat hanya
memperhatikan MT. Nilai MG relatif lebih kecil dari MT maka c.g.s tidak dapat ditempatkan
lebih jauh dari titik kern dan desain ditentukan oleh :

𝑀𝐿 = 𝑀𝑇 − 𝑀𝐺
Total gaya prategang eectif yang diperlukan adalah :
𝑀𝐿
F=
0,50 ℎ
CONTOH

Buatlah desain pendahuluan untuk penampang balok pada contoh 1 , dengan MT =


432 kNm , MG= 50 kNm, h= 920 mm , fse = 850 , Fc = -11
Penyelesaian :
karena MG <12% MT, jadi ML = MT-MG = 432- 50 =382 kNm
𝑀𝐿 382
F = 0,50 ℎ=0,5×0,92 = 830 𝑘𝑁
𝐹 830 × 103
𝐴𝑝𝑠 = = = 976 𝑚𝑚2
𝑓𝑥𝑒 850
𝐴𝑝𝑠 𝑓𝑠𝑒 830×103
𝐴𝑐 = = = 150 × 103 𝑚𝑚2
0,50 𝑓𝑐 0,50 × 11
Desain dengan teori Elastik

Penampang beton prategang ditentukan oleh :


- Momen total yang menentukan terjadinya tegangan akibat beban kerja
- Momen berat sendiri balok yang menentukan lokasi tendon (eksentrisitas ) dan tegangan
yang dialihkan
1. Disain dengan perbandingan MG/MT keci
Langkah-Langkah Disain:
a. Dari penampang disain pendahuluan, tentukan letak tendon (c.g.s)
eb = amin + kb
𝑀𝐺
amin = dengan MG adalah momem akibat berat sendiri; Fo merupakan gaya inisial
𝐹𝑜
𝑀𝐺
eb – kb =
𝐹𝑜

b. Dengan letak c.g.s seperti diatas, hitung gaya prategang efektif F

eb = amax - ka
𝑀𝑇
amax = dengan MT adalah momem total sendiri; F merupakan gaya efektif
𝐹
𝑀𝑇
eb + ka =
𝐹
𝑀𝑇
F=
𝑒𝑏 + 𝑘𝑎
c. Hitung Ac yang diperlukan dengan

𝐹𝑜
: fb = ya : h
𝐴𝑐

𝐹𝑜 ℎ
fb = dan
𝐴𝑐 𝑦𝑎

𝐹ℎ
fa =
𝐴𝑐 𝑦𝑏

d. Ganti penampang pendahuluan untuk memenuhi persyaratan. Ulangi langkah 1-4 bila perlu
Contoh:

Disain pendahuluan ditentukan penampang beton prategang seperti


tergambar. Buatlah disain akhir dengan fb = - 12,5 MPa, fo = 1035 MPa, MT =
435 kNm, MG = 55 kNm, fa = - 11 kNm, fse = 860 MPa, Fe = 826 kN.

Ac = 2.380.100 + 720.100 = 148000 mm2


I = 15,95 .109 mm4
𝐼 15,95 .109
r2 = = = 108. 103 mm2
𝐴𝑐 148000
𝑟2 108.103
kb = 𝑦 = = 235 mm
𝑎 460

𝑟2 108.103
ka = 𝑦 = = 235 mm
𝑏 460

Langkah 1
Asumsi Fe = 826 kN
1035
Fo = 860
(826) = 994 kN
𝑀𝐺
eb – kb =
𝐹𝑜
𝑀𝐺 55.106
eb – kb = 𝐹𝑜
= 994.103 = 55 mm

eb = 55 + 235 = 290 mm
Langkah 2
Gaya prategang efektif dihitung kembali
𝑀𝑇 435.103
Fe = = = 829 kN
𝑒𝑏 + 𝑘𝑎 290+ 235
1035
Fo = (829) = 998 kN
860
Langkah 3
Ac yang diperlukan adalah
𝐹𝑜 ℎ 998.103 .920
Ac = = = 160000 mm2
𝑓𝑏 𝑦𝑎 12,5.460
𝐹ℎ 829.103 .920
Ac = 𝑓 = = 151000 mm2
𝑎 𝑦𝑏 11.460

Langkah 4
Ac pendahuluan masih lebih kecil dari Ac hasil perhitungan maka
penampang perlu diperbesar. Coba penampang baru dengan ukuran sbb:
Ac = 158000 mm2
I = 17,64. 109 mm4
Ka =kb = 243 mm
Fe = 804 kN
Fo = 968 kN
Ac bawah = 155000 mm2
Ac atas = 146000 mm2
Penampang Ok
2. Disain dengan perbandingan MG/MT besar
Bila perbandingan MG/MT besar maka nilai eb akan menjadi besar sehingga akan menempatkan
c.g.s tendon diluar batas praktis misalnya diluar penampang balok.

Langkah-Langkah Disain

1. Dari disain pendahuluan penampang, hitung letak c.g.s secara teori dengan
𝑀𝐺
eb – kb =
𝐹𝑜
Bila letak tendon ini masih layak (minimum 75 mm dari serat bawah) maka ikuti prosedur pertama .Bila
tidak maka letakkan c.g.s pada batas praktis terendah

2. Hitung gaya efektif tendon Fe kemudian hitung Fo


𝑀𝑇
Fe =
𝑒𝑏 + 𝑘𝑎

3. Hitung luas penampang yang diperlukan


𝐹ℎ
fa = 𝐴𝑐 𝑦𝑏
𝑀𝐺
𝐹ℎ 𝐹𝑜 𝑒𝑏 − ൗ𝐹𝑜
Ac = 𝑓𝑎 𝑦𝑏
Ac = 𝑓𝑏
1+ 𝑘𝑎

4. Pergunakan nilai Ac yang lebih besar dan nilai Fe yang baru

Contoh

Buatlah disain akhir untuk penampang pada disain pendahuluan pada gambar dibawah.
Dengan fb = - 12,5 MPa, fo = 1036 MPa, MT = 435 kNm, MG = 285 kNm, fa = - 11 kNm, fse = 860 MPa, Fe =
727 kN. Ac = 128.103 mm2, I = 10,87.109 mm4, ka = 148 mm, kb = 246 mm, Fe = 727 kN
1. Asumsi Fe = 727 kN
1035
Fo = 860
(727) = 875 kN
𝑀𝐺
eb – kb = 𝐹𝑜
𝑀𝐺 285.106
eb – kb = 𝐹𝑜
= 875.103
= 326 mm

eb = 326 + 246 = 572 mm (3 mm dari serat bawah), minimum 75 mm dari serat bawah
sehingga eb = 575- 75 = 500 mm

𝑀𝑇
2. Fe = 𝑒𝑏 + 𝑘𝑎

435.103
Fe = 500+ 148
= 671 kN
1035
Fo = 860
(671) = 808 kN

3. Luas penampang

𝐹𝑒 ℎ 671.103 .920
Ac = 𝑓𝑎 𝑦𝑏
= 11.575
= 97600 mm2

𝑀𝐺
𝐹𝑜 𝑒𝑏 − ൗ𝐹𝑜
Ac = 𝑓𝑏
1+ 𝑘𝑎

808.103 500− 285Τ808 .103


Ac = 12,5
1+ 148
= 129000 mm2

Lebih besar dari disain pendahuluan (OK)


Desain dengan teori kekuatan
batas

Desain pendahuluan,persoalan matematis yang terlibat dalam desain penampang beton


prategang untuk desain dengan teori kekuatan batas lebih sedikit daripada untuk desain
dengan teori elastic,karena kekuatan-lentur batas penampang dapat dinyatakan dengan
persamaan-persamaan semi-empiris yang sederhana.

Untuk desain pendahuluan dianggap momen batas di pikul penampang prategang yang
terdekat adalah kekuatan batas baja dikalikan dengan lengan momen bervariasi tergantung
bentuk penampang umumnya 0,6h sampai 0,9h.

Dengan demikian penampang baja yang diperlukan dapat diperkirakan,yaitu:

𝑀𝑇𝑥𝑚 𝑀𝑇𝑥𝑚
A’ c = As =
0,8ℎ+0,85𝑓𝑐′ 0,8ℎ𝑥𝑓𝑝𝑠

Dimana m= factor keamanan atau factor beban


Contoh:
Buatlah desain pendahuluan penampang beton prategang
dengan tinggi 920 mm untuk memikul momen akibat beban
tetap dan sementara sebesar 435 KNm dengan menggunakan
baja dengan kekuatan batas 1520 Mpa dan beton dengan fc’= 28
Mpa. Gunakan desain dengan teori kekuatan batas dan asumsi
kan balok dengan tendon terdekat.

Penyelesaian:
430𝑥2𝑥106
A s = 0,8𝑥920𝑥1520 = 778 𝑚𝑚2

430𝑥2,5𝑥106
A’ c = = 62x103 𝑚𝑚2
0,8𝑥920𝑥0,85𝑥28
Jadi penampang pendahuluan memberikan daerah dengan tegangan tekan batas seluas 62x103
mm2 dengan anggapan bahwa garis netral terletak 270 mm di bawah serat atas. Perhatikan
bahwa letak garis netral yang tepat tidak dapat dan tidak perlu dicari pada desain pendahuluan
akan tetapi dapat dianggap sekitar 30% dari tinggi penampang efektif.

Untuk desain akhir:


- Faktor beban yang tepat dan sesuai untuk baja dan beton
- Tegangan tekan pada waktu peralihan harus diselidiki untuk fkens tarik, umumnya dengan
teori elastik.
- Lokasi garis netral penampang penampang tertentu tidak mudah ditentukan
- Desain badan (web) tergantung pada geser dan faktor-faktor lain.
- Dengan momen efektif untuk kopel penahan dalam harus dihitung dengan teliti.
- Kontrol terhadap tegangan dan lendutan yang berlebihan harus dilakukan.
Contoh:
Buat desain akhir pada balok pada contoh sebelumnya,
berdasarkan teori kekuatan batas.

Penyelesaian:
Prosedur coba-coba cocok untuk hal ini
Dengan garis netral sebesar 270 mm di bawah serat atas pusat
gaya tekan batas terletak pada

47000𝑥50+17000𝑥185
= 86 𝑚𝑚
47000+17000

Atau 86 mm di bawah serat atas. Dengan c.g.s terletak 75 mm


diatas serat bawah , lengan momen adalah

920-86-75 = 759 mm

Sehingga penampang baja yang diperlukan dapat di hitung


kembali, yaitu:

435𝑥2𝑥106
A s= = 754 𝑚𝑚2
7591520