Anda di halaman 1dari 21

STRESS DAN ADAPTASINs

Ns. Rohana, S.Kep


LATAR BELAKANG

• Modernisasi dan perkembangan teknologi membawa perubahan tentang


cara berpikir dalam pola hidup bermasyarakat, sehingga perubahan tersebut
membawa pada kosekuensi di bidang kesehatan fisik dan bidang kesehatan
jiwa.Manusia harus selalu menyesuaikan diri dengan kehidupan dunia yang
selalu berubah-ubah. Manusia sebagaimana dia ada pada suatu ruang dan
waktu, merupakan hasil interaksi antara jasmani, rohani, dan lingkungan.
Ketiga unsur tersebut saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Dalam
segala masalah, kita harus mempertimbangkan ketiganya sebagai suatu
keseluruhan (holistik) sehingga manusia disebut makhluk somato-psiko-
sosial.
• Setiap individu memiliki intensitas atau derajat perasaan yang berbeda
walaupun menghadapi stimulus yang sama. Perasaan dan emosi biasanya
disifatkan sebagai keadaan dari diri individu pada suatu saat, misalnya
orang merasa terharu melihat banyaknya warga masyarakat yang tertimpa
musibah kebanjiran.(Drs.Sunaryo, M.Kes , 2004 : 149) Sumber gangguan
jasmani (somatik) maupun psikologis adalah stress. Penyesuaian yang
berorientasi pada tugas disebut adaptasi dan yang berorientasi pada
pembelaan ego disebut mekanisme pertahanan diri.
RUMUSAN MASALAH
• Apakah yang termasuk ke dalam konsep stres tersebut ?
• Bagaimana penggolongan stress menurut para ahli
• Apa saja penyebab stress?
• Bagaimanakah ciri-ciri penderita stress berdasakan kemampuan
individu menahan stress?
• Apa saja tahapan-tahapan stress menurut para ahli?
• Bagaimanakah reaksi-reaksi terhadap stress?
• Bagaimanakah cara-cara untuk mengendalikan stress?
• Apakah manifstasi stress?
• Apa factor-faktor yang mempengaruhi stress?
• Apakah proses keperawatan stress managemen stress untuk
perawat?
• Apakah yang disebut adaptasi?
• Dimensi Adaptasi
TUJUAN
• Untuk mengetahui konsep stress.
• Untuk mengetahui penggolongan stress menurut para ahli
• Untuk mengetahui hal-hal yang dapat menyebabkan stress
• Untuk mengetahui ciri-ciri penderita stress berdasarkan kemampuan
individu dalam menahan stress
• Untuk mengetahui tahapan-tahapan stress menurut para ahli
• Untuk mengetahui reaksi-reaksi terhadap stress
• Untuk mengetahui cara-cara untuk mengendalikan stress
• Untuk mengetahui manifestasi stress.
• Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi stress.
• Untuk mengetahui proses keperawatan stress mangemen stress
untuk perawat
• Untuk mengetahui adaptasi.
• Untuk mengetahui Adaptasi
KONSEP STRESS
1. Pengertian stress menurut para ahli :
– Menurut Hans Selye, “Stress adalah respon manusia yang
bersifat nonspesifik terhadap setiap tuntutan kebuthan yang
ada dalam dirinya” (Pusdiknakes, Dep.Kes.RI, 1989)
– “Stress adalah suatu kekuatan yang mendesak atau
mencekam, yang menimbulkan suatu ketegangan daqlam diri
seseorang” (Soeharto Heerdjan. 1987)
– “Stress adalah segala masalah atau tuntutan penyesuaian diri ,
dan karena itu, sesuatu yang mengganggu keseimbangan kita”
(Maramis, 1999)
– “Stress adalah reaksi atau respons tubuh terhadap stresor
psikososial (tekanan mental atau beban kehidupan)” (Dadang
Hawari, 2001)
- Stres adalah segala situasi di mana tuntunan non-
spesifik mengharuskan seorang individu untuk
merespon atau melakukan tindakan ( Selye, 1976 ).
 Stresor adalah stimulus yang mengawali atau
mencetuskan perubahan.
 Stresor internal berasal dari dalam diri seseorang
(demam, kondisi seperti kehamilan, menopause atau
suatu keadaan emosi seperti rasa bersalah )
 Stresor eksternal berasal dari luar diri seseorang
(perubahan bermakna dalam suhu lingkungan,
perubahan peran dalam keluarga atau sosial, atau
tekanan dari pasangan).
PENGGOLONGAN STRESS
• Menurut Sri Kusmiati dan Desminiarti (1990), apabila ditinjau
dari penyebabnya stress dapat digolongkan sebagai berikut :
– Stress fisik, disebabkan oleh suhu atau temperatur yang
terlalu tinggi atau rendah, suara amat bising, sinar yang
terlalu terang, atau tersengat arus listrik.
– Stress kimiawi, disebabkan oleh asam-basa kuat, obat-
obatan, zat beracun, hormon, atau gas.
– Stress mikrobiologik, disebabkan oleh virus, bakteri, atau
parasit yang menimbulkan penyakit.
– Stress fisiologik, disebabkan oleh gangguan struktur, fungsi
jaringan, organ, atau sistemik sehingga menimbulkan fungsi
tubuh tidak normal.
– Stress proses pertumbuhan dan perkembangan, disebabkan
oleh gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada masa
bayi hingga trua.
– Stress psikis/emosional, disebabkan oleh gangguan hububgan
interpersonal, sosial, budaya, atau keagamaan.
PENYEBAB STRESS / STRESSOR

• Stressor adalah variabel yang dapat


diidentifikasikan sebagai penyebab timbulnya
stress, datangnya stressor dapat sendiri-sendiri
atau dapat pula bersamaan. Sumber strees dapat
berasal dari dalam tubuh dan di luar tubuh,
sumber stress dapat berupa biologi atau fisiologi,
kimia, psikologi, sosial, dan spiritual. Terjadinya
stress karena stressor tersebut dirasakan dan
dipersepsikan oleh individu sebagai suatu
ancaman sehingga menimbulkan kecemasan yang
merupakan tanda umum dan awal dari gangguan
kesehatan fisik dan psikologis.
KEMAMPUAN INDIVIDU
MENAHAN STRESS
• Menurut Prof. Dadang Hawari (2001) bahwa
stress apabila ditinjau dari tipe kepribadian
individu dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
1. Tipe yang rentan (vulnerable)
- Individu dengan tipe ini memiliki resiko
yang tinggi mengalami stress
2. Tipe yang kebal (immune)
- Individu dengan tipe ini kebal terhadap
stress
TAHAPAN STRESS
Menurut Dr.Robert J. Van Amberg (1979), Dan Prof. Dadang Hawari (2001)
bahwa tahapan stress ada 6 tahapan yaitu :
1. (paling ringan), yaitu stress yang disertai perasaan nafsu bekerja yang besar
dan berlebihan
2. yaitu stress yang disertai keluhan, seperti bangun pagi tidak segar atau letih,
3. yaitu tahapan stress dengan keluhan, seperti defekasi yang tidak teratur, otot
semakin tegang, emosional
4. yaitu tahapan stress dengan keluhan, seperti tidak mampu bekerja sepanjang
hari, aktivitas pekerjaan terasa sulit dan menjenuhkan
5. Stress tahap kelima, yaitu tahapan stress yang ditandai dengan kelelahan fisik
dan mental, ketidakmampuan menyelesaikan pekerjaan
6. Stress tahap keenam (paling berat), yaitu tahapan stress dengan tanda-tanda
seperti jantung berdebar keras, sesak napas, badan gemetar, dingin, dan
banyak keluar keringat, loyo, serta pingsan atau collaps.
REAKSI-REAKSI TERHADAP
STRESS
• Rambut
• Mata
• Telinga
• Daya Pikir
• Ekspresi wajah
• Kulit
• Mulut
• Sistem Pernafasan
• Sistem Kardiovaskuler
• Sistem Pencernaan
• Sistem Perkemihan
• Sistem Otot dan tulang
• Sistem Endokrin
CARA MENGENDALIKAN
STRESS
• Bersyukur
• Buatlah perencanaan yang baik
• Kenali penyebab stress
• Jagalah kesehatan
• Jagalah perasaan anda
• Mintalah bantuan
• Ingatlah bahwa sedikit stress justru baik
• Terima kenyataan
• Hidupkan pengharapan dalam hati
• Persiapkan diri untuk menghadapi berbagai berntuk stres
setiap hari
MANIFESTASI STRESS
– Perubahan warna rambut kusam, ubanan, kerontokan
– Wajah tegang, dahi berkerut, mimik nampak serius, tidak santai, bicara berat,
sulit tersenyum/tertawa dan kulit muka kedutan (ticfacialis)
– Nafas terasa berat dan sesak, timbul asma
– Jantung berdebar-debar, pembuluh darah melebar atau menyempit (constriksi)
sehingga mukanya nampak merah atau pucat. Pembuluh darah tepi (perifer)
terutama ujung-ujung jari juga menyempit sehingga terasa dingin dan
kesemutan.
– Lambung mual, kembung, pedih, mules, sembelit atau diare.
– Sering berkemih.
– Otot sakit seperti ditusuk-tusuk, pegal dan tegang pada tulang terasa linu atau
kaku bila digerakkan.
– Kadar gula meningkat, pada wanita mens tidak teratur dan sakit (dysmenorhea)
– Libido menurun atau bisa juga meningkat.
– Gangguan makan bisa nafsu makan meningkat atau tidak ada nafsu makan.
– Tidak bisa tidur
– Sakit mental-histeris
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI STRESS

• Faktor Lingkungan
• Faktor Organisasi
• Faktor Individu
PROSES KEPERAWATAN STRESS
MANAGEMEN STRESS UNTUK PERAWAT

• Pengaturan Diet dan Nutrisi


• Istirahat dan Tidur
• Tidak Mengkonsumsi Minuman Keras
• Berhenti Merokok
• Olah Raga atau Latihan Teratur
• Pengaturan Berat Badan
• Pengaturan Waktu
• Psikoterapi
• Terapi Somatik
• Terapi Psikofarmaka
• Terapi Psikoreligius
• Homeostatis
ADAPTASI
• Pengertian adaptasi menurut para ahli :
• Menurut Soeharto Heerdjan (1987),”Adaptasi adalah
usaha atau perilaku yang tujuannya mengatasi
kesulitan dan hambatan”.
• “Adaptasi adalah mengubah diri sesuai keadaan
lingkungan, tetapi juga mengubah lingkungan sesuai
keadaan (keinginan diri)”(W.A.Gerungan , 1996).
• Pada umumnya, adaptasi adalah menyesuaikan diri dengan
kebutuhan atau tuntutan baru : yaitu suatu usaha untuk
mencari keseimbangan kembali ke dalam keadaan normal.
Penyesuaiaan terhadap kondisi lingkungan : modifikasi dari
organisme atau penyesuaian organ secara sempurna untuk
dapat eksis pada kondisi lingkungan tersebut.
DIMENSI ADAPTASI
• Adaptasi fisiologis
• Adaptasi psikologi
• Adaptasi Perkembangan
• Adaptasi Sosial Budaya
• Adaptasi Spiritual
KISIMPULAN
• Emosi adalah suatu perasaan dengan pikiran-pikiran khasnya, suatu
keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan
untuk bertindak. Emosi sebagai gejala kejiwaan berhubungan
dengan gejala kejasmanian. Apabila individu mengalami emosi,
dalam diri individu itu akan terdapat perubahan-perubahan dalam
kejasmanian.
• Sedangkan stress merupakan bagian dari kehidupan yang dialami
setiap orang setiap hari. Stress tidak dapat dihilangkan tetapi perlu
dipelajari cara-cara penanganannya. Keberhasilan menyelesaikan
berbagai stress merupakan modal kemampuan untuk menghadapi
stress yang akan datang. Klien yang dirawat di Rumah sakit tentu
mengalami berbagai stress yang mungkin sudah tidak mampu
mengatasinya. Perawat perlu berupaya membantu klien
menyelesaikan masalah, melatih klien menghadapi dan
menyelesaikannya dan menggerakan sumber yang dimiliki klien.
Dengan membantu klien menghadapi dan menyelesaikan stress
berarti perawat telah meningkatkan kemampuan sumber daya
manusia, menghemat hari rawat, menghemat biaya perawatan dan
meningkatkan produktivitas manusia.
SARAN
• Kesehatan merupakan harta yang paling berharga bagi
manusia, oleh karena itu jagalah kesehatan
sebagaimana mestinya. Stress dapat dikatakan sebagai
salah satu tes mental bagi jiwa manusia walaupun tidak
dapat dipungkiri stress juga berdampak pada fisik
manusia. Untuk menghindari stress dapat dilakukan
dengan menjaga kondisi tubuh antara input dan output
agar tetap seimbang (homeostatis). Sebagai manusia
terapi psikologis juga diperlukan untuk membangun
spirit hidup, terapi psikologis yang paling sederhana
dapat dilakukan dengan cara selalu berpikir positif.
Berpikir positif akan selalu membawa manusia kepada
hal-hal yang menjurus kepada keberhasilan dan sikap
optimisme, selain itu berpikir positif juga dapat
mengurangi dampak stress pada diri seseorang.
TERIMA KASIH

WASSALAM