Anda di halaman 1dari 25

UPTD PUSKESMAS KRATONAN

Bagian GIZI
TAHUN 2015
Apa yang dimaksud Apa itu Zat Gizi
Anemia Gizi Besi ? Besi ?

Zat besi adalah satu unsur


Anemia gizi besi adalah suatu
zat gizi mikro yang penting.
keadaan tubuh manusia, dimana
Disebut zat gizi mikro
kadar Hemoglobin ( Hb )
karena hanya diperlukan
dalam sel darah merah kurang
tubuh dalam jumlah yang
dari normal
sangat sedikit, yaitu hanya
dalam ukuran miligram
( mg ) atau seperseribu gram
saja.
Berapa Kadar Hb normal ?

Kementrian Kesehatan telah menetapkan batas kadar Hb


normal dalam 100 cc darah sebagai berikut :

• Anak Sekolah ≥ 12 mg
• Wanita Dewasa ≥ 12 mg
• Wanita Hamil ≥ 11 mg
• Ibu Menyusui ≥ 12 mg
• Pria Dewasa ≥ 13 mg

Pengukuran kadar hemoglobin ( Hb ) dilakukan di laboratorium.


Mengapa zat Besi penting bagi tubuh kita ?

Zat besi merupakan unsur utama untuk membentuk sel darah


merah. Di dalam sel darah merah, zat besi berfungsi mengikat
oksigen dari udara yang dihirup paru –paru.
Selanjutnya oksigen dibawa ke seluruh tubuh untuk proses
pembakaran sehingga menghasilkan panas tubuh. Panas tubuh
ini diubah menjadi tenaga untuk menjalankan kerja berbagai
organ seperti jantung, paru-paru dan lain-lainnya.
Disamping itu zat besi juga diperlukan untuk pembentukan
enzim yang berfungsi dalam pengaturan berbagai proses dalam
tubuh manusia.
Bagaimana Tanda – tanda Anemia
Gizi Besi ?
• 5 L ( Letih, Lelah, Lesu, Lemah dan Lunglai ).

• Pucat pada wajah, kelopak mata dan telapak tangan.

• Pusing

• Penglihatan berkunang – kunang.


Apa Penyebab Anemia Gizi Besi ?
Ada beberapa hal yang paling sering Menjadi penyebab, yaitu :
• Makanan sehari – hari kurang mengandung zat besi.
• Meningkatnya kebutuhan zat gizi besi karena pertumbuhan cepat
pada usia 6-18 tahun.
• Keadaan menstruasi. Wanita yang sedang menstruasi
mengeluarkan banyak darah.
• Adanya penyakit infeksi, seperti TBC, Malaria dan lainnya.
Infeksi adalah masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh
sehingga orang menjadi sakit.
• Kecacingan, seperti cacing gelang dan cacing tambang.
Cacing tambang menghisap darah dari dinding usus halus
sehingga tubuh akan kekurangan darah. Sementara cacing gelang
menghisap sari makanan sehingga tubuh kekurangan asupan zat
besi.
Beberapa jumlah zat besi yang diperlukan bagi tubuh
kita ?

Dalam tubuh manusia dewasa terkandung sekitar 3000-5000


miligram (3-5 gr) zat besi. Menurut ketentuan para ahli kesehatan,
jumlah zat besi yang diperlukan berbeda untuk tiap kelompok
umur. Untuk mengetahui berapa banyak zat besi yang diperlukan
setiap hari, dapat dilihat pada Daftar Kecukupan Zat besi berikut
ini.
Beberapa jumlah zat besi yang diperlukan bagi
tubuh kita ?
No Kelompok Umur Jumlah ( mg )
Anak
1 0 – 6 bulan 0,5
2 7 – 11 bulan 7
3 1 – 3 tahun 8
4 4 – 6 tahun 9
5 7 – 9 tahun 10
Pria
6 10-12 tahun 13
7 13-15 tahun 19
8 16-18 tahun 15
9 19-29 tahun 13
10 30-49 tahun 13
11 50-64 tahun 13
12 65 lebih 13
No Kelompok Umur Jumlah ( mg )
Wanita
13 10-12 tahun 20
14 13-15 tahun 26
15 16-18 tahun 26
16 19-29 tahun 26
17 30-49 tahun 26
18 50-64 tahun 12
19 65 lebih 12
Wanita Hamil
20 Trimester I +0
21 Trimester II +9
22 Trimester III +13

Menyusui
23 6 bulan I +6
24 6 bulan II +6
Apa peranan zat besi dalam pembentukan darah ?

Zat besi merupakan bahan dasar untuk membentuk hemoglobin


( hb ), yang memberi warna merah pada sel darah merah.
Sebagian besar ( 70% ) dari hemoglobin adalah zat besi.
Komposisi zat besi dalam hemoglobin
Apa akibat yang ditimbulkan anemia gizi besi ?

Anemia gizi besi menyebabkan darah tak mampu mengikat dan


mengangkut cukup oksigen untuk dibawa dari paru-paru ke
seluruh tubuh. Bila oksigen yang diperlukan tidak cukup, maka
tubuh tidak mampu menghasilkan energi untuk melaksanakan
berbagai kegiatan, seperti : melakukan kerja fisik, menjalankan
kerja otak, dan menjaga daya tahan tubuh.
Akibat Anemia Gizi Besi :

• Daya tahan fisik rendah, mudah capai, sehingga kemampuan


fisik menurun. Akibatnya prestasi kerja rendah.
• Tidak mudah berkonsentrasi, daya tangkap menurun, akibatnya
prestasi belajar rendah.
• Daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit rendah sehingga
mudah sakit. Akibatnya jarang masuk sekolah atau bekerja.
Siapakah yang dapat terkena Anemia Gizi Besi ?

Anemia gizi besi dapat diderita oleh siapa saja. Mereka adalah :
• Anak – anak
• Remaja
• Wanita hamil
• Dewasa perempuan
• Dewasa laki-laki
• Usia lanjut
Anemia paling sering diderita oleh anak perempuan dan wanita dewasa,
terutama pada waktu menstruasi karena banyak kehilangan darah.

Bagaimana mencegah anemia gizi besi ?


Anemia gizi besi tidak sulit untuk dicegah. Lakukan kebiasaan berikut :

• Selalu makan hidangan seimbang bervariasi yang kaya zat besi.


• Minum tablet besi ( Fe ) terutama saat menstruasi .

• Selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.


• Selalu memakai alas kaki terutama pada tempat kotor dan becek agar tidak
kecacingan, khususnya cacing tambang.
Bahan makanan apa saja yang banyak
mengandung zat besi ?

Ada 2 kelompok bahan makanan sumber zat besi yaitu hewani


dan nabati.
Bahan makanan nabati terdiri sayuran, kacang-kacangan dan biji-
bijian. Kualitas zat besi hewani lebih baik dari nabati, karena zat
besi hewani diserap tubuh 3 kali lebih banyak dibandingkan
nabati.
Berikut ini pengelompokkan berbagai bahan makanan sumber zat
besi :
SAYURAN HIJAU :
Sayuran, terutama yang berwarna hijau tua memiliki kandungan zat besi lebih
tinggi dari pada yang berwarna hijau muda.

Sayuran yang memiliki kandungan zat besi yang tinggi antara lain: daun
singkong, daun ketela rambat, bayam, sawi hijau, daun bawang, daun melinjo,
kangkung, daun kacang panjang, daun jambu mete muda, daun kelor, dan lain
lain.
KACANG-KACANGAN,UMBI,BIJI-BIJIAN dan HASIL OLAHANNYA:
Bahan makanan tersebut memiliki kandungan zat besi yang lebih tinggi dari
pada sayuran.

Beberapa jenis dari kacang-kacangan dan hasil olahannya yang sering


dikonsumsi adalah: kacang ijo, kacang merah,kacang tolo,kacang mete, gude,
kacang bogor, kacang kedele, emping, kenari, wijen.
BAHAN MAKANAN HEWANI:

Semua bahan makanan hewani merupakan sumber zat besi yang lebih mudah
diserap dibandingkan dengan nabati
Dari berbagai bagian,hati dan ginjal memiliki kandungan zat besi yang lebih
tinggi
Sumber hewani lainnya adalah daging yang berwarna merah,
daging unggas dan telur,seperti : telur ayam, telur bebek dan
telur burung puyuh.

Pada telur, bagian yang banyak mengandung zat besi adalah


bagian kuning telur. Sedangkan sumber zat besi dari
kelompok ikan adalah mujahir, tenggiri, bandeng, ikan mas,
udang, kerang (hati ikan tongkol) dan lain-lain
Bahan makanan apa saja yang dapat meningkatkan
penyerapan zat besi ?
Untuk meningkatkan penyerapan zat besi terutama yang berasal dari nabati,
diperlukan adanya vitamin C, karena itu makanlah selalu buah-buahan segar
setelah makan. Contoh buah-buahan kaya vitamin C adalah sebagai berikut :

Pepaya, Jambu Biji, Mangga,


Jeruk, Bacang, Nanas, Apel,
Jambu Mede, Belimbing,
Arbei, Rambutan, Sirsak,
Srikaya dan Pisang Raja
Beberapa hal yang perlu diingat agar tubuh tidak
Anemia :

 Makan makanan bervariasi kaya zat besi dan buah-buahan


sumber Vitamin C setiap hari
 Zat besi dari bahan makanan hewani diserap tubuh 20- 30%,
sedangkan nabati hanya 5-10%
 Bahan makanan, terutama kacang-kacangan harus dimasak
dulu untuk menghilangkan zat phitat, karena zat phitat dapat
menghambat penyerapan zat besi
 Minum tablet besi (Fe) terutama saat menstruasi
 Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, dan memakai
alas kaki terutama pada tempat kotor dan becek agar tidak
kecacingan. Diantara jenis cacing, larva cacing tambang dapat
menembus telapak kaki
Makanlah setiap hari makanan
alami kaya zat besi