Anda di halaman 1dari 18

REFRESHING

SIROSIS HATI DAN VIRAL HEPATITIS


M. Jihaad Ramadhan (2014730063)
Pembimbing :
dr. Tuti Sri Hastuti, Sp.PD,.M.Kes

STASE ILMU PENYAKIT DALAM


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SAYANG CIANJUR
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2019
SIROSIS HATI

Suatu proses difus yang


Sirosis hati merupakan
ditandai dengan fibrosis
penyebab kematian urutan
dan perubahan arsitektur
ketujuh di dunia. Lebih
hati normal menjadi
banyak terjadi pada laki-
struktur nodul abnormal
laku dengan usia
yang tidak memiliki
terbanyak ialah 30 – 59
organisasi lobular yang
tahun.
normal.

WHO.
ETIOLOGI
Mikronodular

Makronodula
Morfologi
r

Campuran
KLASIFIKASI

Kompensata

Fungsional
Dekompensa
ta
PATOGENESIS
MANIFESTASI KLINIS
DIAGNOSIS

• Anamnesis
Pasien biasanya mengeluhkan cepat lelah, penurunan BB
• Pemeriksaan Fisik
Hati : Pembesaran hati, nyeri tekan pada hati, bila hati
mengecil (perburukan)
Limpa : Pembesaran limpa
Abdomen : Asites
• Manifestasi diluar perut : perhatikan adanya spider navy pada tubuh
bagian atas, bahu, leher, dada, pinggang, caput medussae, dan tubuh
bagian bawah. Perlu diperhatikan adanya eritema palmaris,
ginekomastia, dan atrofi testis pada pria. Bisa juga dijumpai hemoroid. 2
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
• Gold Standart : Biopsi hati
• Laboratorium
TATALAKSANA
• Menghindari penggunaan bahan-bahan yang dapat menambah
kerusakan hati.
• Berikan diet protein 1 gr/kgBB dan kalori sebanyak 2000 - 3000
kkal/hari.
• Misalnya pada sirosis hati akibat infeksi virus C dapat dicoba dengan
interferon. Sekarang telah dikembangkan perubahan strategi terapi
bagian pasien dengan hepatitis C kronik yang belum pernah
mendapatkan pengobatan IFN seperti
a) kombinasi IFN dengan ribavirin
b) terapi induksi IFN
c) terapi dosis IFN tiap hari.
ASITES
• Istirahat

• Diet rendah garam

• Diuretik : diuretic digunakan bila penderita yang telah menjalani diet


rendah garam dan pembatasan cairan namun penurunan berat badan <
1kg setelah 4 hari, diuretic yang dipilih  Spironolacton
ENSEFALOPATI HEPATIK

• Diet rendah protein dikurangi sampai 0,5gr/kgBB/hari

• Pemberian antibiotik (neomisin)

• Pemberian lactulose/ lactikol untuk mengeluarkan amonia


VARISES ESOFAGUS

• Sebelum terjadinya perdarahan dan sesudah terjadi perdarah bisa


diberikan obat penyekat beta (propanolol) 40-80mg/hari selama 12
jam.
HEPATORENAL SYNDROME

• Sindroma ini dicegah dengan menghindari pemberian Diuretik yang


berlebihan, pengenalan secara dini setiap penyakit seperti gangguan
elekterolit, perdarahan dan infeksi. Penanganan secara konservatif
dapat dilakukan berupa : Restriksi cairan,garam, potassium dan
protein. Serta menghentikan obat-obatan yang Nefrotoxic.

• Pilihan terbaik adalah dengan transplantasi hati diikuti dengan


perbaikan fungsi ginjal.
KOMPLIKASI

Sindrome
Peritonitis Varises Esofagus
Hepatorenal

Ensefalopati Sindrom
Hepatik Hepatopulmonal
PROGNOSIS
THANK YOU