Anda di halaman 1dari 33

PENANGGULANGAN

ANEMIA GIZI
UNTUK REMAJA PUTRI DAN WANITA USIA SUBUR

OLEH :
DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH

Disampaikan dalam rangka Pertemuan Penanggulangan


Anemi Gizi Remaja Putri dan WUS
di Kota Surakarta
KELOMPOK SASARAN :

1. Ibu hamil
2. Balita
3. Anak usia sekolah
4. Tenaga kerja wanita
5. Wanita usia subur
TARGET :

1. Ibu hamil  63 % menjadi 40 %


2. Balita  55 % menjadi 40 %
3. Anak usia sekolah  30 % menjadi 20 %
4. Tenaga kerja wanita  30 % menjadi 20 %
5. Wanita usia subur  40 % menjadi 25 %
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI :

1. Sebab langsung
a. Ketidakcukupan makanan
b. Infeksi penyakit

2. Sebab tidak langsung


a. Perhatian terhadap wanita yang masih rendah di keluarga
b. Wanita mengeluarkan energi lebih banyak di dalam keluarga
c. Distribusi makanan
d. Kurang perhatian dan kasih sayang

3. Sebab Mendasar
a. Pendidikan rendah
b. Sosek rendah
c. Lokasi geografis yang buruk
STRATEGI PENANGGULANGAN :

1. Terhadap penyebab langsung

a. Makanan bergizi dg bioavaibilitas yang cukup


b. Pengobatan penyakit infeksi
c. Penyediaan yankes mudah dijangkau

2. Terhadap penyebab tidak langsung


a. Penyediaan makan sesuai kebutuhan
b. Mendahulukan ibu hamil pada waktu makan
c. Perhtikan pekerjaan fisik wanita/ibu hamil
d. Perhatian kesembuhan wanita/ ibu hamil sakit
Lanjutan….

3. Terhadap penyebab mendasar

a. Peningkatan tingkat pendidikan wanita


b. Perbaikan upah nakerwan
c. Peningkatan status wanita di masyarakat
d. Perbaikan lingkungan fisik dan biologis,
sehingga mendukung status kesehatan dan gizi.
TUJUAN :

Meningkatkan status kesh & gizi ratri/WUS


UMUM :
melalui penanggulangan anemia gizi

1. Meningkatkan kinerja petugas


2. Partisipasi & Kerjasama (kesehatan-
pendidikan-agama-ormas & LSM)
3. Meningkatkan kesadaran ratri & WUS
KHUSUS : mencegah anemia sedini mungkin.
4. Suplementasi TTD secara mandiri
5. Menurunkan prev. Anemia pada WUS
& ratri
SASARAN :
LANGSUNG : TIDAK LANGSUNG :

1. Remaja Putra/peserta didik


2. Guru/pendidik/Kasek & masy. lingk. seklh
3. Pemuka/Tokoh Agama dan masyarakat
4. Ketua Organisasi Kepemudaan
Remaja Putri
5. LSM (kesh, keagamaan & wanita)
dan Wanita
6. Ketua federasi pekerja sektor non formal
Usia Subur
7. Petugas kesehatan (puskesmas)
8. Tempat kerja (manajer/pemilik)
9. Distributor
10. Masyarakat umum
KEGIATAN OPERASIONAL :

KIE (promosi kampanye)

PENYULUHAN KELP.

KONSELING
Lanjutan…

Suplementasi TTD mandiri  1 tab/ mgg (16 mg) &


1 tab/hr selama masa haid/menstruasi

Anjuran konsumsi makanan kaya besi dilaksanakan


dengan mengacu pada “pedoman gizi seimbang”

Pembinaan kantin di sekolah

Deteksi dini Risiko KEK (LILA <23,5 cm) 


meningkatkan status gizi
JENIS KEGIATAN

1. KIE
2. Suplementasi
3. Fortifikasi
4. Kegiatan lain yang sejalan
1. STRATEGI KIE
1. Pelaksanaan

a. Gunakan multi media yang tersedia


b. Pesan  geografis & karakteristik sasaran
c. Dilaksanakan secara LP/ LS
d. Pendekatan  individual, kelompok, masal
e. Tumbuhkan partisipasi dan kemandirian
f. Ditujukan untuk berbagai sasaran

2. Integrasi KIE anemia ke dalam KIE gizi


seimbang
Lanjutan….

3. Pengembangan jaringan KIE

4. Penyelenggaraan bulan anemia...(?)

5. Isi pesan dalam KIE anemia

a. Menjelaskan konsep anemia


b. Menjelaskan anemia dalam konteks gizi seimbang
c. Menjelaskan pelayanan penanggulangan anemia
d. Meningkatkan kebutuhan terhadap TTD
e. Meningkatkan keluarga sadar gizi
f. Gerakan nasional sadar gizi
2. STRATEGI SUPLEMENTASI

1. TTD berisi zat besi+asam folat + unsur lainnya


2. Penyediaan TTD secara swadana/ mandiri
3. Dosis TTD mandiri tidak sama dg program
4. TTD mandiri  multivitamin dan mineral ATAU
memanfaatkan TTD yg tersedia
3. STRATEGI FORTIFIKASI

1. Mempertahankan produk fortifikasi


2. Produk fortifikasi dikonsumsi masyarakat
3. Memasukkan fortifikasi ke SNI
4. Telaah lanjutan tentang produk fortifikasi
4. STRATEGI LAIN

1. Pembasmian infeksi cacing secara berkala


2. Pemberian obat anti malaria untuk
daerah endemis
3. Mencari prevalensi regional anemia
5. STRATEGI KEMANDIRIAN
1. Target Kemandirian 
kegiatan penanggulangan anemia bersumber
daya dari masyarakat/ daerah/ swasta

2. Kegiatan Kemandirian 
a. Identifikasi sasaran
b. Identifikasi institusi, LSM dan swasta
c. Identifikasi TTD sesuai kebutuhan
6. MONITORING & EVALUASI

1. Monitoring KIE  Laporan pelaksanaan KIE

2. Monitoring Suplementasi 
 Laporan logistik
 Laporan kegiatan puskesmas (LB3)

3. Monitoring Lintas Sektor


Pertemuan LP/LS secara berkala
Lanjutan…

5. Monitoring Kemandirian 
- Laporan dist. TTD pada ratri/ WUS
- Laporan Kemajuan Kemandirian

6. Monitoring di Posyandu 
- Register kohort ibu hamil
- Register balita

7. Monitoring Kepatuhan

8. Evaluasi keberhasilan
PERSIAPAN :

 Kesepakatan LP/ LS (kesehatan, pendidikan,


keagamaan serta organisasi dan LSM bidang
kepemudaan dan wanita).
 Penyediaan materi KIE
 Penyediaan dan distribusi Tablet Tambah Darah.
 Penyebarluasan informasi
PELAKSANAAN :
1. KIE :
a. Linsek : Kesehatan, Pendidikan, Kandepag, dll
b. Organisasi Sosial : Karang Taruna, MUI, dll
c. Ormas : Fatayat , Aisyiyah, Wanita Katolik, dll

2. Suplementasi Tablet Tambah Darah :


a. Dilaksanakan mandiri.
b. TTD Generik (bungkus putih, 30 tab/ bks)
c. TTD dg merek dagang dg spesifikasi (60 mg besi
elemental dan 0,25 mg asam folat)
Lanjutan …

3. Distribusi TTD mandiri  perlu gerakan bersama ?


4. Deteksi dini Kurang Energi Kronis (KEK) :
a. Dilakukan 1 x/th dg mengukur LILA memakai
pita LILA.
b. Jika LILA <23,5 cm  Risiko Kurang Energi
Kronis (KEK)  rujuk ke sarana yankes
c. Pengukuran LILA dilakukan siswa/ guru
TUGAS & TANGGUNG JAWAB :

Sekolah/Puskesmas/tempat kerja :

a. Melaksanakan bimb. & penyuluhan


b. Menyediakan paket penyuluhan
c. Melaksanakan koordinasi
d. Menyediakan Tablet Tambah Darah.
e. Melaksanakan penyuluhan & konseling.
Lanjutan…

Kabupaten/ Kota :

a. Pengadaan dan pendistribusian bahan


penyuluhan
b. Melaksanakan koordinasi Tk. Kabupaten
c. Menyediakan TTD
d. Mengadakan pemantauan ke sekolah
EVALUASI :
Untuk mengetahui perkembangan dan keberhasilan
program Penanggulangan Anemia Gizi untuk
Remaja Putri/WUS, perlu evaluasi pelaks.kegiatan.

Kegiatan evaluasi meliputi :


A. Kelancaran logistik
B. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan
C. Pelaksanaan deteksi dini
D. Pelaksanaan rujukan
E. Pelaksanaan konseling.
INDIKATOR KEBERHASILAN :

1. Meningkatkan PSP Ratri/WUS ttg anemia gizi.


2. Cakupan distribusi dan konsumsi TTD mandiri
3. Kepatuhan minum TTD
4. Menurunnya prevalensi anemia ratri/ WUS
5. Hasil evaluasi sangat bermanfaat sebagai bahan
perencanaan lebih lanjut.
PENUTUP :
 Penangg. Anemia Ratri/WUS dilaksanakan secara
berkesinambungan  SDM berkualitas.
 Program ini sbg pendukung GPWSP (Gerakan
Pekerja Wanita Sehat Produktif) yaitu
penanggulangan anemia gizi pada pekerja wanita.
 Program TTD mandiri pada ratri/ WUS
berkontribusi besar dalam penurunan AKI di Jawa
Tengah
.
PENGANTAR DISKUSI KELOMPOK :

1. Pembagian kelompok
2. Materi/ substansi
3. Pendampingan
4. Presentasi
Materi/ substansi :

JENIS KEGIATAN SASARAN FREKUENSI WAKTU PELAKSANA


Sosialisasi TTD
mandiri ke sekolah
Pembentukan Outlet
Pelaksanaan
Evaluasi
dst
Pendampingan

Sesuai permintaan sekolah masing-masing


 SMK 7 
 SMA Ursulin 
PRESENTASI

 SETIAP KELOMPOK 5-7 MENIT