Anda di halaman 1dari 28

SEDIMEN PANTAI

• Sedimentasi pantai: proses sedimen yang


merupakan salah satu faktor eksternal yang
mempengaruhi proses perubahan pantai.
• Sedimentasi pantai: erosi, transport, dan
deposisi.
• Agen: gelombang dan arus.
• Deposisi: setiap zona pada coastal zone.
• Sedimen halus (silt dan clay) tidak terjadi dalam
jumlah besar di zona pantai yang didominasi oleh
aksi gelombang, yaitu pada zona nearshore dan
surfzone.
• Silt dan clay cenderung berada dalam bentuk
suspensi dan berdifusi secara seragam dalam
kolom air, terdeposisi pada zona offshore atau
longshore.
• Sedimen halus juga dapat terdeposisi di
lingkungan estuari, teluk dan laguna; di
lingkungan air yang tenang.
• Partikel pasir yang lebih kasar (coarser sand) dan
kerikil dapat terdeposisi pada bagian dalam dari
zona nearshore dan surfzone, serta dapat
tertrasnport di sepanjang pantai dalam jumlah
yang cukup besar.
• Arah transport sedimen tergantung pada
keseimbangan semua gaya yang bekerja pada
sedimen:
- arah gelombang
- gelombang yang dihasilkan di lepas pantai
(offshore)
- aliran sepanjang pantai (alongshore flows)
- arus yang dikendalikan oleh angin
- aliran akibat pasang surut (tidal flows)
Mekanisme Transportasi Sedimen
• Sedimen halus silt dan clay:
Tidak terdapat dalam jumlah yang besar di bagian
dalam zona nearshore dan surfzone.
Cenderung berada dalam bentuk suspensi dan
berdifusi secara seragam dalam kolom air oleh aliran
turbulensi.
Bergerak menuju offshore atau longshore.
Terendapkan pada bagian luar nearshore atau
offshore, atau estuari, laguna; di lingkungan perairan
yang tenang dengan cekungan yang lebih dalam.
Sedimen pantai berupa hamparan partikel silt dan
clay disebut sebagai mudflat.
Mudflat

Mudflat
Coarser Sand dan Gravel
• ~0,1-6,4 mm, tidak kohesif, berpindah antara
bagian dalam dan luar shoreface, dan beach,
serta dapat tertransportasi pada longshore.
• Jenis transportasi: rolling, sliding, atau saltasi.
• Terjadi dalam bentuk suspensi hanya dalam
waktu yang singkat oleh energi gelombang yang
besar, di dekat atau di dalam surfzone.
• Pasir yang bergerak di atas bedform membentuk
ripple dan dune di bawah gelombang osilasi.
Karakteristik permukaan dasar
berbentuk ripple

Karakteristik permukaan dasar


berbentuk dune
Lapisan Batas, Tegangan Geser, dan
Inisiasi Gerak
• Friksi dan turbulensi dihasilkan oleh gerak fluida
pada lapisan batas.
• Dasar laut menghasilkan suatu lapisan batas
dengan kecepatan aliran meningkat menuju
bagian atas lapisan batas.
• Semakin jauh/tinggi dari lapisan batas (dasar)
kecepatan aliran semakin besar.
• Kecepatan aliran maksimum terdapat pada
lapisan di mana tidak lagi mengalami pengaruh
kondisi pada lapisan batas.
 outer layer merupakan
lapisan paling atas, atau
sebagai lapisan aliran bebas
tanpa pengaruh dari kondisi
dasar pada laut dalam
 bedlayer merupakan
lapisan yang mana alirannya
mendapatkan pengaruh
paling besar dari kondisi
dasar.
 logarithmic layer
merupakan lapisan dengan
ketebalan beberapa puluh
sentimeter bahkan
beberapa meter, dimana
kecepatannya meningkat
secara logaritmik.

Lapisan batas pada dalam aliran satu arah terdiri dari tiga lapisan utama:
1) Lapisan dasar (bed layer)
2) Lapisan logaritmik (logarithmic layer)
3) Lapisan luar (outer layer)
• Faktor gesekan gelombang (wave friction)
merupakan salah satu parameter yang dapat
ditentukan/dihitung setelah dilakukan
pengukuran semua parameter lainnya.
• Parameter lainnya: diameter orbital aliran
dasar dan ukuran butir partikel sedimen.
• Partikel pasir dapat mulai bergerak dan
bergulir bolak balik di dasar ketika tegangan
geser melebihi ambang batas sedimen lapisan
dasar.
Transportasi Sedimen Pasir pada
Longshore
• Transportasi sedimen sepanjang pantai di zona
beach dan nearshore merupakan hasil dari
tiga proses:
- beach drifting pada slope swashzone yang
mana dikontrol oleh kemiringan aksi
gelombang.
- transportasi oleh longshore current
- transportasi ke arah laut pada zona breaker
(surfzone) oleh arus pasang surut dan arus
yang dihasilkan oleh angin.
Skema proses pengangkutan sedimen sepanjang
pantai pada swash slope
Peranan transport sedimen sepanjang pantai
terhadap perubahan garis pantai:
 mundurnya cliff akibat pengikisan arus
sepanjang pantai
 komponen sedimen (pasir dan gravel) yang
ditransportasikan menghasilkan beach, sistem
dune, dan fitur pantai dalam skala besar
seperti spit, baymouth bar, dan barrier island.
 sebagai parameter utama untuk
menentukan Budget Sedimen Pantai.
Mempengaruhi pasokan sedimen pantai.
Budget Sedimen Pantai
• Budget sedimen: teknik perhitungan volume/massa
sedimen yang masuk menuju dan keluar dari pantai
pada zona beach dan nearshore.

Skema proses masuk dan


keluarnya sedimen pada zona
litoral
• Sumber budget sedimen:
- suatu titik sumber (misalnya, river mouth) dimana
input sedimen terbatas pada suatu area lokal,
- atau garis sumber (misalnya, cliff erosion) dimana
input sedimen berlangsung di sepanjang shoreline
yang cukup panjang.
• Secara keseluruhan sumber input sedimen terbesar
adalah river berikut cliff erosion.
• Di daerah tropis, didominasi oleh input biogenik dari
erosi batu karang.
• Budget sedimen pantai zona litoral umumnya berupa
sedimen klastik berukuran pasir atau lebih besar, sebab
sedimen halus hanya dijumpai dalam jumlah kecil pada
zona litoral yang didominasi oleh pengaruh energi.
• Jika budget sedimen sepanjang bidang pantai
bernilai positif (input melebihi output), maka
terjadi pengendapan/deposisi dan garis pantai
mengalami progradasi/regresi pantai yaitu
kemunduran garis pantai ke arah laut.
• Jika budget sedimen negatif, maka terjadi
pengikisan (erosi) pantai yang mengakibatkan
retrogradasi/transgresi pantai, yaitu majunya
garis pantai menuju darat.
• Batas paralel yang membatasi bagian dalam
daearah perhitungan budget sedimen pantai
adalah dari batas luar shoreface hingga batas
backshore dengan wilayah darat.
• Aktivitas manusia yang dapat mempengaruhi
budget sedimen pantai:
- pembangunan konstruksi pantai, mis. Jetty,
groyn, talud, tanggul, dll.
- Kegiatan penambangan pasir
- dll.
Sedimen dan Morfologi pada zona Beach dan
Nearshore

• Pantai (Beach) merupakan zona yang tersusun


oleh akumulasi sedimen yang belum
terkonsolidasi dari ukuran pasir halus hingga
bongkahan berukuran besar yang telah
tertransportasi dan terdeposisi oleh
gelombang dan arus.
• Pantai yang didominasi oleh sedimen pasir
disebut dengan Sandy Beach.
Berdasarkan ukuran sedimennya, pantai dapat dibagi
dalam 3 tipe:
1) Sand beach, ukuran rata-rata butir sedimennya
antara 0,1-4 mm.
2) Gravel beach, tersusun atas pebble dan/atau
cobble, dengan ukuran butir rata-rata sedimennya
antara 0,5-25 cm.
3) Mixed Sediment beach, tersusun atas sand and
pebble atau sand and cobble.

Komposisi dan ukuran sedimen pantai


mencerminkan material sumbernya, serta proses
penyortiran, abrasi oleh aksi gelombang, dan
pelapukan kimianya.
• Kristal quartz merupakan kandungan mineral
yang dominan dalam sedimen yang
ditransportasikan oleh sungai menuju pantai atau
yang berasal dari erosi pantai.
• Dominasi kristal quartz pada sedimen pantai
menunjukan tingkat resistansi yang sangat kuat
terhadap pelapukan.
• Pada area vulkanik, sand beaches umumnya
tersusun atas fragmen andesit atau basalt.
• Pada daerah tropis, sedimen karbonat dihasilkan
dari abrasi coral dan cangkang (shell).
• Shell merupakan komponen yang banyak
menyusun sedimen pada pantai dengan energi
yang relatif rendah.
• Tingkat erosi, transportasi dan deposisi
sedimen pantai sangat dipengaruhi oleh
densitas dan bentuk partikel sedimen
penyusun pantai.
• Butiran halus mineral berat seperti magnetite
sulit tererosi karena densitasnya tinggi serta
cenderung terkubur di bawah butiran mineral
yang lebih ringan seperti butiran kasar quartz.
A. Pasir karbonat halus pada pantai yang landai; B. Pasir berbutir sedang hingga kasar
dengan kandungan quartz dan feldspar pada pantai dengan swash slope yang curam; C.
Cobble Beach andesit dengan swash slope yang curam; D. Pantai yang tersusun atas
mixing antara cobble dan sand
Grafik hubungan antara slope/kelerengan foreshore terhadap
ukuran partikel pada Gravel Beaches
Swash slope
pada pantai
dengan
penyusun
sedimen
cobble lebih
curam
daripada
pantai
dengan
sedimen
pasir.
Morfodinamik pada beach dan nearshore secara umum dibedakan
dalam empat skala waktu:

 Instantaneous (detik s/d menit): parameternya adalah proses


fluida dan transportasi sedimen. Morfologi, bidang gelombang
datang pada dasarnya konstan. Kondisi fluida dan transportasi
sedimen dapat diukur secara langsung melalui bidang gelombang
datang, angin dan pasang surut.
 Short-term (jam s/d hari): parameternya adalah badai. Bidang
gelombang datang, ketinggian air laut lokal, dan morfologi berubah.
 Annual (berubah setiap bulan s/d setiap tahun): perubahan
musiman morfologi menunjukan pola frekuensi dan intensitas badai
musiman serta karakteristik gelombang datang dan angin.
 Decadal: parameternya adalah perubahan topografi dalam
periode 10-50 tahun. Perubahan morfologi merefleksikan variasi
perubahan intensitas badai dan pola migrasi sedimen pasir
sepanjang pantai serta perubahan budget sedimen pantai.
Faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas atau dinamika dari
variasi morfologi pantai:

 Kondisi angin dan gelombang,


 Ukuran sedimen serta slope/kelerengan pantai, dan
 Interval pasang surut.