Anda di halaman 1dari 23

Prosedur

Jenis
Arah
Bentuk
Hipotesis

IMAM ABIDIN
PENELITIAN
HIPOTESIS
HIPOTESIS

Hipotesis
Umum/Konseptual
Prosedur

Bentuk
Jenis
Arah

Dugaan Sementara tentang suatu


keadaan. Keadaan itu dapat berupa
perbedaan, hubungan atau pengaruh
HIPOTESIS STATISTIK
Pernyataan Statistik tentang parameter populasi
Statistik adalah ukuran-ukuran yang dikenakan pada
sample seperti µ (Rata-rata), s (simpangan baku), s2

Hipotesis
Prosedur

(varians), r (Koefisien korelasi)


Bentuk
Jenis
Arah

Hipotesis berasal dari Bahasa Yunani yaitu Hupo


(lemah/kurang/dibawah), dan thesis (teori, proposisi/pernyataan yang
disajikan sebagai bukti),. Sehingga dapat diartikan sebagai pernyataan
yang masih lemah kebenarannya dan perlu dibuktikan atau dugaan yang
sifatnya masih sementara.

Pengujian Hipotesis adalah prosedur yang dilakukan dengan tujuan untuk


memutuskan apakah menerima atau menolak hipotesis mengenai
parameter populasi.
Pasangan Hipotesis
Ho (Hipotesis nol): hipotesis yang diartikan sebagai
tidak adanya perbedaan antara ukuran populasi dan
ukuran sample

Hipotesis
Prosedur

Bentuk
Jenis
Arah

Ha (Hipotesis alternative): lawan dari hipotesis nol, berarti adanya


perbedaan antara ukuran populasi dan ukuran sample
1 2 3

Hipotesis
Prosedur

Bentuk
Jenis

Hubungan
Arah

Deskriptif Komparatif
Asosiatif
Hipotesis Deskriptif
hipotesis tentang nilai suatu variable mandiri, tidak
membuat perbandingan atau hubungan. Sebagai
1 contoh bila rumusan masalah penelitian sbb:
• Seberapa tinggi kejadian hipertensi di Desa Y

Hipotesis
Prosedur

Bentuk
Deskriptif wilayah Puskesmas X
Jenis
Arah

• Berapa rerata lama klien rawat inap di RS X


dengan penyakit Stroke

Rumusan hipotesis:
• Hipertensi di Puskesmas X mencapai 500 orang
di Desa Y Wilayah Puskesmas X
• Rerata lama rawat inap di RS X dengan Penyakit
stroke adalah 2-3 minggu
Hipotesis Komparatif
Pernyataan yg menunjukkan dugaan nilai dalam
satu variable atau lebih pada sampel yang berbeda.
2 Sebagai contoh rumusan hipotesis komparatif:
• Apakah ada perbedaan kualitas hidup lansia

Hipotesis
Prosedur

Bentuk
yang tinggal di Panti werdha dengan yang tinggal
Jenis
Arah

Komparatif bersama keluarga

Rumusan hipotesis:
• Tidak terdapat perbedaan kualitas hidup lansia
yang tinggal di panti werdha dengan yang
tinggal bersama keluarga (Ho: µ1 = µ2)
• Terdapat perbedaan kualitas hidup lansia yang
tinggal di panti werdha dengan yang tinggal
bersama keluarga (Ho: µ1 ≠ µ2)
Hipotesis Asosiatif
Pernyataan yg menunjukkan dugaan tentang

3 hubungan antara dua variable atau lebih. Sebagai


contoh rumusan hipotesis asosiatif:
• Apakah ada hubungan antara motivasi dengan

Hipotesis
Prosedur

Bentuk
Hubungan stress pada mahasiswa STIKes
Jenis
Arah

Asosiatif
Rumusan hipotesis:
• Tidak ada hubungan antara motivasi dengan
stress pada mahasiswa STIKes (Ho: ρ = 0)
• Ada hubungan antara motivasi dengan stress
pada mahasiswa STIKes (Ho: ρ ≠ 0)
Uji Satu Arah (One Sided Test)

Hipotesis
Prosedur

Ho: θ = θ0

Bentuk
Jenis

Arah
H1 θ > θ0 atau H1 θ < θ0
Uji Dua Arah (One Sided Test)

Hipotesis
Prosedur

Ho: θ = θ0

Bentuk
Jenis

Arah
H1 θ ≠ θ0
Hipotesis Yang Benar
Keputusan
Hipotesis benar Hipotesis salah
Keputusan Benar Salah Jenis II

Hipotesis
Prosedur

Terima

Bentuk
Hipotesis (Peluang 1 – α) (Peluang β)

Jenis
Arah
Tolak Salah Jenis I Keputusan Benar
Hipotesis (Peluang α) (Peluang 1 – β)

• Kesalahan Tipe I: kesalahan dalam menolak hipotesis


H0 yang benar
• Kesalahan tipe II: Menerima Hipotesis nol H0 yang
salah
Uji Statistik
Dibedakan antara statistik parametrik dan non-parametrik

• Parameter lazimnya mengacu pada ciri populasi yang terukur dengan


jelas, misal rata-rata, varians, proporsi dll. Ciri sampel adalah statistik.

HIpotesis
Prosedur

Bentuk
Namun bentuk ini tergantung terutama pada skala pengukuran data :

Jenis
Arah
interval / rasio – statistik parametrik
• Untuk data dengan skala yang lebih rendah (nominal, ordinal) harus
diperlakukan secara berbeda dengan skala interval / rasio – statistik
non-parametrik
• Statistik non-parametrik dapat digunakan untuk data kecil (n<30),
kecuali yang didasarkan pada tabulasi silang
Uji Normalitas

Prosedur
Jenis
Arah
Bentuk
HIpotesis
Prosedur
Jenis
Arah
Bentuk
HIpotesis
Prosedur Pengujian Hipotesis

Tentukan Formulasi Hipotesis

Tentukan Taraf Nyata (Significant Of Level)

HIpotesis
Prosedur
Tentukan Kriteria Pengujian

Bentuk
Jenis
Arah
Hitung Nilai Uji Statistik

Kesimpulan
Tentukan Formulasi Hipotesis

Hipotesis nol yaitu (Ho) dirumuskan sebagai pernyataan yang akan


diuji.
Rumusan pengujian hipotesis, hendaknya Ho dibuat pernyataan
untuk ditolak

HIpotesis
Prosedur

Bentuk
Ho ;q = qo

Jenis
Arah
Hipotesis Alternatif / Tandingan (Ha / H1) dirumuskan sebagai lawan
/tandingan hipotesis nol
Bentuk Ha terdiri atas :
Ha : q > qo
Ha : q < qo
Ha : q ≠ qo
Tentukan Taraf Signifikan

Tentukan taraf nyata (Significant Level)


Taraf nyata (α)adalah besarnya toleransi dalam menerima kesalahan
hasil hipotesis terhadap nilai parameter populasinya.
Taraf nyata dalam bentuk % umumnya sebesar 1%, 5% dan 10%

HIpotesis
Prosedur
ditulis α0,01; α0,05; α0,1.

Bentuk
Jenis
Arah
Besarnya kesalahan disebut sbg daerah kritis pengujian (critical
region of a test) atau daerah penolakan (region of rejection)
Tentukan Kriteria Pengujian

Prosedur
Jenis
Arah
Bentuk
HIpotesis
Menentukan nilai Uji Statistik

Prosedur
Jenis
Arah
Bentuk
HIpotesis
Menentukan nilai Uji Statistik

Prosedur
Jenis
Arah
Bentuk
HIpotesis
Menentukan nilai Uji Statistik

Prosedur
Jenis
Arah
Bentuk
HIpotesis
Membuat Kesimpulan
Pembuatan kesimpulan merupakan penetapan

HIpotesis
Prosedur

Bentuk
keputusan dalam hal penerimaan atau penolakan

Jenis
Arah
hipotesis nol yang sesuai dengan kriteria
pengujiaanya.
Terimakasih

Prosedur
Jenis
Arah
Bentuk
Hipotesis