Anda di halaman 1dari 13

Supervisor Pembimbing :

dr. Ahmad
Khwailid,SP.OG

 Anisa Kristianingsih
 18360023
PENDAHULUAN

Inside Kista ovarium terpuntir


dapat terjadi pada berbagai
usia, namun umumnya terjadi
pada awal usia reproduksi.
Hampir 17% kasus ditemukan
pada wanita premenarche dan
postmenopause. Usia median
adalah 28 tahun dengan
persentasi pasien berusia <30
tahun mencapai 70-75%.
TINJAUAN PUSTAKA

Apa itu kista


ovarium
terpuntir ?
Kista ovarium terpuntir adalah
kantong berisi cairan yang terdapat
pada ovarium yang mengalami torsi
pada tangkai vaskularnya sehingga
secara klinis pasien mengalami nyeri
akut abdomen. Kista ovarium tidak
hanya berisi cairan akan tetapi dapat
berisi rambut, gigi, tulang atau sisa-
sisa kulit.
Etiologi

1. Perubahan anatomis yang mempengaruhi berat dan ukuran


ovarium dapat mengubah posisi tuba fallopi dan menimbulkan
puntiran. Kehamilan kadang - kadang menyebabkan kista
terpuntir, sekunder terhadap pembesaran ovarium yang terjadi
selama ovulasi dengan kelemahan jaringan penyokong ovarium.
2.Malformasi kongenital dan pemanjangan tuba fallopi dapat
ditemukan pada sebagian pasien prepubertas muda.
3.Tumor ovarium. Menyebabkan lebih dari setengah kasus torsi
adnexa. Tumor dermoid adalah yang paling sering. Tumor ganas
lebih jarang daripada tumor jinak. Hal ini disebabkan perlekatan
kanker yang memfiksir ovarium ke jaringan sekitar.
4.Pasien dengan riwayat pembedahan pelvis (terutama ligasi tuba)
memiliki resiko lebih tinggi terhadap kista terpuntir.
Faktor resiko

Pengobatan infertilitas

Kehamilan

Hipotiroid

Merokok
Patofisiolgi

Kista ovarium terpuntir secara klasik terjadi unilateral pada ovarium


yang membesar patologis. Ireguleritas ovarium menimbulkan fulcrum di
sekitar tuba yang terlibat. Proses tersebut dapat berlangsung pada
ovarium saja tapi lebih sering mempengaruhi kedua ovarium dan tuba
(adnexa terpuntir).

Berbagai faktor mempengaruhi perjalanan kista ovarium terpuntir. Kista


ovarium terpuntir normalnya paling sering terjadi pada usia muda,
dimana abnormalitas perkembangan misalnya tuba yang panjang atau
ketiadaan mesosalfing mungkin berperan. Faktanya, kurang dari
setengah terpuntirnya ovarium pada pasien anak melibatkan kista,
teratoma, atau massa lainnya. Selama hamil muda, adanya pembesaran
kista korpus luteum mungkin merupakan predisposisi terpuntirnya kista
Tanda dan
Gejala

 Nyeri perut bagian bawah yang timbul mendadak dengan


intensitas yang tinggi
 Perut membengkak
 Demam
 Mual dan muntah
 Nyeri saat menstruasi
 Nyeri saat bersenggama
 Nyeri pada punggung terkadang menjalar sampai ke kaki
 Sering berkemih
 Nyeri saat BAK/BAB
 Siklus menstruasi tidak teratur
 Teraba massa dalam rongga pelvi
Diagnosis

Anamnesis

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang
Ultrasonografi (USG)

Pemeriksaan Lab

Pemeriksaan Patologi Anatomi


Diagnosa
banding

 Massa pada rongga pelvis


 Kehamilan ektopik
 Kolik renal
 Appendicitis
 Gangguan gastrointestinal
Penatalaksanaan kista
terpuntir dalam
kehamilan

 Jika kista ovarium didiagnosis pada trimester pertama,


lebih baik tunggu sampai 16 minggu saat implantasi
kehamilan lebih aman dan juga kista mungkin hilang
secara spontan.
 Kista dengan diameter kurang dari 6 cm dan tampak
jinak pada USG umumnya diobati secara konservatif
karena dapat mengalami resolusi spontan.
 Kista dengan diameter lebih dari 10 cm biasanya
direseksi karena meningkatkan risiko keganasan, pecah
atau torsi.
 Jika kista berseptum, nodul, papiler atau komponen
padat maka reseksi dianjurkan.
Komplikasi

Torsio kista
ovarium

Perdarahan
dan ruptur
kista

Infeksi
Prognosis

Bonam dengan diagnosis dini dan


penanganan tepat

Anda mungkin juga menyukai