Anda di halaman 1dari 17

Agen Kemotherapeutic

Sistemik dan Oral

Drg. Fauzia Nilam Orienty, MDSc


Pendahuluan
 Faktor penyebab utama penyakit periodontal 
Infeksi bakteri.
 Bakteri supragingiva  Bakteri subgingiva 
kerusakan jaringan periodontal  pocket
periodontal (complex biofilm).
 Complex biofilm pada pocket periodontal
memiliki kemampuan proteksi terhadap
mekanisme imun host.
 Perawatan poket periodontal dapat dilakukan
dengan mekanisme penyingkiran faktor lokal
dan merusak biofilm plak subgingival.
 Prosedur penyingkiran faktor etiologi
menggunakan instrumen  antiinfective
therapy.
 Prosedur penyingkiran faktor etiologi
menggunakan agen kemotherapeutic :
a. Oral antibiotik  Systemic antiinfective.
b.Peletakan langsung agen antiinfektif pada
poket periodontal  Local antiinfective.
 Agen kemotherapeutic dapat memodulasi
respon imun host terhadap bakteri dan
mengurangi self-destructive dari sistem imun
terhadap bakteri patogen  kerusakan tulang
berkurang.
Defenisi
 Agen kemotherapeutic merupakan istilah yang
umum digunakan untuk suatu substansi kimia
yang memiliki kemampuan dalam terapetik
klinis (antimikrobial atau meningkatkan
resistensi host).
 Antiinfective agent  agen kemotherapeutic
yang bekerja dengan cara menurunkan jumlah
bakteri.
 Antibiotik  agen kemotherapeutic yang
bekerja merusak/menghambat pertumbuhan
mikroorganisme secara selektif ataupun umum
namun dalam jumlah kecil.
 Antiseptik  agen kimia antimikrobial yang
diaplikasikan secara topikal yang memiliki
kemampuan merusak dan menghambat
metabolisme dari mikroorganisme.
 Pemberian sistemik antibiotik : mengkontrol
infeksi bakteri (bakteri masuk pada jaringan
periodontal).
 Pemberian secara lokal : berpotensi untuk
memberikan konsentrasi yang lebih baik secara
langsung pada area yang terinfeksi dan
mengurangi efek samping sistemik.
Administrasi Sistemik Antibiotik
o Perawatan pada kasus penyakit periodontal
tergantung kepada sifat dari agen infeksius 
identifikasi  antibiotik sensitivitas test.
o Ideal antibiotik untuk pencegahan dan
perawatan penyakit periodontal :
- Spesifik untuk periodontal patogen.
- Nontoxic
- Substansive
- Inexpensive
o Single dose dari antibiotik tidak efektif dalam
menghambat pertumbuhan dari oral patogen 
kombinasi antibiotik sebaiknya digunakan untuk
mengeliminasi semua bakteri patogen yang ada
pada pocket periodontal.
o Penggunaan antibiotik yang terlalu sering,
penyalahgunaan dan peredaran bebas dari
prophylactic sebagai obat antiinfektif merupakan
salah satu penyebab mikroorganisme patogen
menjadi resisten.
Tetracyclines
 Memiliki kemampuan untuk menembus jaringan
periodontal dan menghambat pertumbuhan A.
actinomycetemcomitans.
 Memiliki efek anticollagenase yang dapat
menghambat kerusakan tulang dan dapat
memicu regenerasi tulang.
 Farmakologi :
- Bersifat bakteriostatik.
- Efektif pada bakteri gram (+) dan (-)
- 2-10 kali lebih tinggi ditemukan pada GCF
- Efektif pada kasus LAP
Metronidazole
 Merupakan komponen dari nitroimidazol.
 Bersifat bakteriosidal terhadap organisme
anaerobic dan dapat merusak sintesis DNA dari
bakteri pada kondisi rendah reduksi potensial.
 Efektif pada bakteri A. Actinomycetemcomitans
bila dikombinasi dengan antibiotik lainnya.
 Efektif terhadap bakteri anaerob seperti P.
Gingivalis dan Prevotella intermedia.
 Biasa digunakan pada kasus ANUG, periodontitis
kronis dan agresive periodontitis.
 250 mg metronidazol selama 1 minggu efektif
untuk pasien yang didiagnosa infeksi oleh
bakteri anaerob.
 Efek samping : Pada pasien alkholic, kram, mual
dan muntah.
 Kontra indikasi bagi pasien yang mengkonsumsi
obat anticoagulan  efek prolong protrombine
time.
Penicillin
 Digunakan untuk berbagai macam perawatan
infeksi pada manusia  secara luas digunakan
sebagai antibiotic.
 Bersifat bakteriosidal dan dapat menghambat
produksi dari bakteri cell wall.
 Efek samping : reaksi alergi (10%) & bakteri
resisten.
 Jika alergi dapat diganti dengan golongan
lymcomycin  clindamycin.
 Amoxicilin  agresive periodontitis
(lokal/general)  500 mg 8 hari.
Local Delivery of Antibiotics
• Keterbatasan mengunakan obat kumur dan irigasi
 local delivery.
• Local delivery teknik dapat mengkontrol
pelepasan dari obat, dapat langsung menuju pada
daerah yang terinfeksi dan tidak memiliki efek
samping.
• Local delivery antibiotic :
1. Tetracycline-containing fibers
2. Subgingival Doxycycline
3. Subgingival Minocycline
4. Subgingival Metronidazol
Local Delivery of Antiseptic Agent
- Menggunakan chlorhexidine gluconate.
- Diberikan setelah dilakukan tindakan inisial (
Scalling dan Root-planing).
- Chlorhexidine 0,12% 2x sehari selama 2-3
minggu.
- Efektif digunakan pada kasus ANUG.
- Tidak menyebabkan terbentuknya stain dan
efek samping minimum.
TERIMAKASIH