Anda di halaman 1dari 76

Visi Program Studi

Ilmu Bedah
• Menjadi Program Studi Ilmu Bedah yang
menghasilkan Dokter Spesialis Bedah yang
profesional dan bereputasi internasional
yang unggul dalam penanganan multiple
trauma.
Misi Program Studi Ilmu Bedah

Menyelenggarakan pendidikan berdasarkan Kolegium Ilmu


Bedah Indonesia

Mengembangkan Penelitian dan IPTEK di bidang Ilmu Bedah


serta penerapannya kepada masyarakat

Mendukung kebijakan Universitas Sebelas Maret dan Rumah


Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi menuju institusi bereputasi
Internasional

Mengembangkan kerjasama internasional, di bidang Tri


Dharma Perguruan Tinggi
Tujuan Prodi Ilmu Bedah
Tujuan Umum
1. Menghasilkan Spesialis Bedah Umum yang kompeten untuk
Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Indonesia akan Pelayanan
Spesialias Bedah Umum
2. Menghasilkan Produk Penelitian di Bidang Ilmu Bedah yang
dapat menyelesaikan Permasalahan Kesehatan di Masyarakat
3. Menghasilkan program studi ilmu bedah umum yang
terakreditasi A, dan meraih sertifikasi ISO

Tujuan Khusus
1. Menghasilkan dokter Spesialis Bedah yang profesional
2. Menghasilkan dokter Spesialis Bedah dengan integritas ilmu
yang tinggi dan mampu berinovasi
3. Menghasilkan dokter Spesialis Bedah yang memiliki
keunggulan di bidang multiple trauma
SELAMA CC BERLANGSUNG
LAPORAN JAGA
Hari Rabu,Tanggal 6 Maret 2019

Chief : dr. Is Ikhsan Hattaul (ISH)


Jaga 3 : dr. Zico (ZIC), dr. Mia (MIR), dr. Kurniadi (DDI)
Jaga IGD : dr. Uray (YES), dr. Hanum (HNF), dr. Justicia (JUS), dr. Muamar
(MMA), dr.Aris (BAM)
Jaga IPI : dr. Muthmainah (INA), dr. Rano (API)
Jaga Bangsal : dr. Nugroho (NSA), dr. Ricat (RIC)
REKAP KUNJUNGAN IGD
Rawat Inap
No Identitas Diagnosis Tindakan
1 An. Z/ 3 th Vulnus Through en Through R. Labium Inf. D5 1/4 NS 700 cc/24 jam
01452603 Oris Inferior extend to R. Orbicularis Oris
Inferior Inj. Metamizole 200 mg/8 jam
Cek lab
Cito Debridement + Repair Vulnus dengan
GA

2. Tn. M/ 18 th Torsio Testis (D) Inj. Ampicillin Sulbactam 1,5 gr


01452546
(Profilaksis)
Orchidopexy k/p Orchidectomy(D)
Orchidopexy (S)
3. Tn. W/ 31 th OF Shaft Humerus (D) 1/3 Proximal -Inf. Nacl 0,9% 1500 cc/24 jam
01452633 Transverse Type Gustillo Anderson gr IIIA -Inj. Cefazolin 1g/8 jam
tanpa Lesi N.Radialis dengan ruptur -Inj. ATS 1500 IU im
Deltoid muscle -Inj. Ketorolac 30mg/8 jam
-Cek laboratorium
-Ro. Humerus (D) AP/Lat
Cito debridement + OREF Humerus (D)
18/06/2019
REKAP KUNJUNGAN IGD
Rawat Inap
No Identitas Diagnosis Tindakan
4 Ny. S/ 58 th CF Four Ramus Pubis IVFD RL 20 tpm
01452623 Inj. Metamizole 1gr/8jam
Inj. Ranitidin 50mg/12jam
Lab DR
Ro Pelvis
Pasang Pelvic Sling
Ro Inlet outlet
CT Scan 3D Pelvis
ORIF Elektif Ramus Pubis

5 Tn I/ 28 th COR GCS E4V5M6 B.Saraf


01452611 Oedem cerebri MRS HCU
TTA dengan Hemodinamik Stabil Awasi VS/GCS/Tanda-tanda Lateralisasi
CF Galeazzi (S) B.Digestif
Tirah baring total
Awasi Vital sign dan tanda Akut Abdomen
USG Abdomen
Cek Hb/6 Jam
Orthopedi
18/06/2019 ORIF elektif
Rawat Jalan
No Identitas Diagnosis Keterangan

1 Ny. S/ 70 th Combustio Kuah Sayur Gr I 3% R. Medikasi Luka dengan


00765505 Pedis D/S Burnazin
Rawat Jalan dengan
Edukasi
Analgetik
Antibiotik
2 Tn. A/ 54 th Paraparese Inferior LMN Type e/c Rawat Jalan dengan
01452559 Destruksi VL 3-4 Susp. MBD Edukasi
Analgetik
3 Tn. T/ 80 th Hematuria Rawat Jalan dengan
01442630 Ca Buli T2bN0M0 Edukasi
Analgetik

4 Tn. M/ 49 th Vulnus Laseratum R. Cruris (S) Rawat Luka


01452631 Rawat Jalan dengan
Edukasi
Analgetik
Pavilliun

No Identitas Diagnosis Keterangan

1 Tn S/ 68 th Ileus Obstruksi Letak Tinggi Inf. NaCl 0,9 1500 cc / 24 jam


01170246 Ampicilin Sulbactam 1gr/ 8jam
Metamizole 1gr/ 8jam
Ranitidin 50mg/ 12jam
2 Ny. L/ 38 th Cephalgia O2 3 lpm
01411906 Oedem Cerebri Inf. NaCl 0,9% 1500cc/ 24jam
Ca Servix Post Kemoterapi Metamizole 1gr/ 8jam
Ranitidin 50mg/ 12jam
Konsulan
No Identitas Diagnosis Tindakan

- - - -

Meninggal

No Identitas Diagnosis Keterangan

APS
No Identitas Diagnosis Keterangan
- - - -
NAMA : An. Z

UMUR : 3 thn

No. RM : 01452603

SP : UMUM
Keluhan Utama :
Luka di bawah bibir setelah terjatuh

RPS (alloanamnesis):
Enam jam SMRS, saat pasien sedang bermain di teras rumah, tiba tiba
pasien terpeleset dan terjatuh dengan posisi bagian wajah membentur
mobil-mobilan. Pingsan (-) muntah (-) kejang (-). Setelah kejadian,
terdapat luka di bagian bawah bibir pasien. Oleh keluarga, pasien dibawa
ke RSDM.
PRIMARY SURVEY
A : Bebas

B : I : Pengembangan dada kanan = kiri, RR : 20x/mnt

P: krepitasi (-/-)

P : Sonor / sonor

A : SDV (+/+), ST (-/-)

C: TD = 100/60 mmHg, N = 104 x/menit

D: GCS E4V5M6, pupil isokor 3mm/3mm, RC (+/+), lateralisasi (-)

E : T = 36,6 C, jejas (+) lihat status lokalis


Secondary Survey
Kepala : t.a.k

Mulut : vulnus through en through pada labialis inferior


ke orbicularis oris inferior ukuran 2x2x1 cm, kontaminan (+), dasar
subkutis.

Leher : t.a.k

Mata : t.a.k

Telinga : t.a.k

Hidung : t.a.k

Thoraks : t.a.k

Abdomen : t.a.k

Genitalia : t.a.k

Ekstremitas : t.a.k
Ass I :
Vulnus Through en Through R. Labium Oris Inferior extend
to R. Orbicularis Oris Inferior

Plan I :
Inf. D5 1/4 NS 700 cc/24 jam
Inj. Metamizole 200 mg/8 jam
Cek laboratorium
Ass II :
Vulnus Through en Through R. Labium Oris Inferior extend to R. Orbicularis
Oris Inferior (ICD X S01.7)

Plan II :
Cito Debridement + Repair Vulnus dengan GA (ICD IX 86.22)
LAPORAN OPERASI
An. Z/3 th/01452603
Diagnosis Pre Operatif : Vulnus Through en Through R. Labium Oris Inferior extend to R. Orbicularis Oris Inferior
Diagnosis Post Operatif : Vulnus Through en Through R. Labium Oris Inferior extend to R. Orbicularis Oris Inferior
Prosedur : Debridement + Repair Vulnus
Team : DDI/JUS/ISH/dr. Dewi Haryanti Sp.BP-RE
- Pasien posisi supine dengan General Anestesia, toilet medan operasi, tutup dengan doek steril berlubang
- Identifikasi luka, didapatkan vulnus through en through pada labium oris inferior ke orbicularis oris ukuran 2 x 1 cm,
kontaminan minimal
- Dilakukan debridement dengan NaCl 0,9 % + H2O2
- Refreshning tepi luka
- Jahit muscularis dengan benang multifilamen absorbable 5.0 simple interupted
- Jahit subcutis dengan benang multifilamen absorbable 5.0 simple interupted
- Jahit mucosa dengan benang multifilamen absorbable 5.0 simple interupted
- Jahit cutis dengan benang multifilamen non absorbable 6.0 simple interupted
- Operasi selesai
Jam Datang 17.35
Jam Triage 17.40
Jam Bedah 17.45
Jam Laboratorium 17.50-18.48
Jam Radiologi 18.50
Jam Diagnosa 18.55
Jam Tindakan 20.05-21.10
Jam MRS 21.15
Nama : Tn. M
Umur : 18 tahun
CM : 01452546
Status : BPJS
Keluhan Utama :
Nyeri pada buah zakar kanan

RPS :

Enam belas jam SMRS pasien mengeluh nyeri pada buah zakar kanan. Nyeri
dirasakan mendadak saat bangun tidur malam. Nyeri dirasakan terus-menerus.
Riwayat trauma (-), aktivitas berat (-). Demam (-), mual (+), muntah (-). Oleh karena
nyeri buah zakar dirasakan semakin bertambah, oleh keluarga pasien dibawa ke
RSDM.
Pemeriksaan Fisik:
KU : Sedang, Compos mentis
VS : TD : 113/65
Nadi : 92 x/m
RR : 20 x/m
S : 36,60C
Kepala : t.a.k
Mata : t.a.k
Hidung : t.a.k
Mulut : t.a.k
Telinga : t.a.k
Leher : t.a.k
Thorax : t.a.k
Abdomen : t.a.k
Extremitas : t.a.k
STATUS UROLOGIS
Regio Flank (D/S) :
I : bulging (-/-), Massa (-)
P : ballotement (-/-)
P : NKCV (-/-)

Regio Suprapubik :
I : Distensi (-)
P : Nyeri tekan (-), VU tidak teraba

Regio Genitalia Eksterna


Penis
I : sirkumsisi (+), tanda infeksi (-)
Scrotum
I : Oedema (-/-), warna kulit sama dengan sekitarnya, testis kanan lebih
tinggi dari testis kiri, Deming’s sign (+), Angell’s sign (+).
P: Testis teraba 2 buah, NT (+), Phren sign (+), Cremaster reflek (-).
ASS I :
Dx. Emergency : Akut Scrotum
Dx. Primer : Susp Torsio testis (D) dd Orchitis
Epididimitis
Dx. Komplikasi :-
Dx. Lain-lain :-

PLAN I :
Infus Nacl 0,9% 20 tpm
Inj Metamizol 1g/8 jam
Cek Laboratorium
USG Doppler Testis
Asesment II :

Dx Emergency : Akut Scrotum (ICD X N55.23)

Dx Primer : Torsio Testis (D) (ICD X N44.00)

Dx Komplikasi :-

Dx Lain-Lain :-

Plan II :

Urologi

Inj. Ampicillin Sulbactam 1,5 gr (Profilaksis)

Orchidopexy k/p Orchidectomy (D) (ICD IX 62.3)

Orchidopexy (S) (ICD IX 62.5)


LAPORAN OPERASI

Tn. M / 18 thn / 01452546


Diagnosis Pre Operatif : Torsio testis (D) (ICD X N44.00)
Diagnosis Post Operatif : Torsio testis (D) (ICD X N44.00)
Prosedur : Detorsi + Orchidectomy (D) + Orchidopexy (S)
Team : MIR/HNF/ISH/dr. Wibisono, Sp.U
- Pasien posisi supine dengan Regional Anestesia, toilet medan operasi, tutup dengan doek steril berlubang
- Insisi Para Raphe (D), perdalam lapis demi lapis sampai mencapai tunika vaginalis
- Tunika vaginalis dibuka, keluar cairan serous 3 cc
- Identifikasi, tampak torsio pada testis kanan 7200, rotasi counterclockwise warna Kehitaman
- Dilakukan detorsi clockwise, Kompres dengan NaCl 0.9% hangat
- Evaluasi: warna kehitaman kesan nonviabel
- Dilakukan Orchidectomy kanan
- Insisi Para Raphe (S), perdalam lapis demi lapis sampai mencapai tunika vaginalis
- Dilakukan Orchidopexy kiri, jahit tunica albugenia dengan tunica dartos pada 3 tempat (lateral, medial, dan pool bawah
testis) dengan benang multifilamen non absorbable 3.0.simple interupted
- Tunica dartos dijahit dengan multifilamen absorbable 2.0.
- Jahit cutis dengan multifilamen nonabsorbable 2.0
- Pasang Scrotal Support
- Operasi selesai.
18/06/2019
Jam datang 16.22
Jam triage 16.26
Jam bedah 16.30
Jam Lab 18.34 – 21.01

Jam Diagnosa 21.05

Jam Tindakan 21.30 – 22.45


Jam MRS 22.55
Nama : Tn. W

Umur : 31 th

No. CM : 01452633

SP : UMUM
Keluhan Utama :
Luka pada lengan kanan.

RPS:
Empat jam SMRS saat sedang berjalan, pasien tiba-tiba dibacok di lengan kanan atas oleh
orang yang tidak dikenal. Setelah kejadian pasien mengeluh nyeri pada lengan kanan atas
disertai luka terbuka. Nyeri bertambah berat saat lengan coba digerakkan. Oleh keluarga
pasien dibawa ke RSDM.

RPD:

Riw. HT (-) disangkal

Riw. DM (-) disangkal

Riw. MRS / Operasi (-) disangkal


Primary Survey

A : Bebas
B : I : Pergerakan dada ki = ka, RR : 20x/mnt
P : Krepitasi (-/-)
P : sonor/sonor
A : SDV (+/+) N, ST (-/-)
C : N = 76x/menit. TD = 110/70 mmHg
D : GCS E4V5M6, pupil isokor 3mm/3mm, RC (+/+)N,
lateralisasi (-)
E : T = 36,8 C, jejas (+) lihat status lokalis
Secondary Survey

Kepala : t.a.k
Mata : t.a.k
Telinga : t.a.k
Hidung : t.a.k
Mulut : t.a.k
Leher : t.a.k
Thorak : t.a.k
Abdomen : t.a.k
Ekstremitas : lihat status lokalis
Status Lokalis
R.humerus (D)
L : Vulnus apertum ukuran 15 x 10 cm, dasar otot dan tulang, tepi reguler
rata, kontaminan (+) minimal, swelling (+), deformitas unclear, active
bleeding (+)
F: NT (+) di 1/3 proximal humerus, NVD (-)
M: ROM aktif dan pasif shoulder (D) terbatas nyeri, ROM aktif elbow
terbatas nyeri, ROM pasif elbow full, ROM aktif dan pasief wrist full
ASS I:
OF Humerus (D) 1/3 Proximal Gustillo Anderson gr IIIA tanpa Lesi N.Radialis
dengan ruptur Deltoid muscle

PLAN I :
- Inf. Nacl 0,9% 1500 cc/24 jam
- Inj. Cefazolin 1g/8 jam
- Inj. ATS 1500 IU im
- Inj. Ketorolac 30mg/8 jam
- Cek laboratorium
- Ro. Humerus (D) AP/Lat
ASS II:
OF Shaft Humerus (D) 1/3 Proximal Transverse Type Gustillo Anderson gr IIIA
tanpa Lesi N.Radialis dengan ruptur Deltoid muscle (AO I2.A3) (ICD X S42.3)

PLAN I :
Cito debridement + OREF Humerus (D)
Laporan Operasi
Tn. W, 31 th, 01452633
Dx pre op : OF Shaft Humerus (D) 1/3 Proximal Transverse Type Gustillo
Anderson gr IIIA tanpa Lesi N.Radialis dengan ruptur Deltoid muscle
Dx post op : OF Shaft Humerus (D) 1/3 Proximal Transverse Type Gustillo
Anderson gr IIIA tanpa Lesi N.Radialis dengan ruptur Deltoid muscle
Tindakan : Debridement + OREF + Repair Muscle
Tim : DLI*/ZIC/IBY*/ dr. Rhyan Darma S. Sp.OT

• Posisi supine, dlm lindungan GA, toilet medan operasi, tutup doek steril
berlubang.
• Identifikasi luka, tampak fraktur shaft humeri 1/3 proximal transverse, kontaminan
pasir (-).
• Dilakukan debridement dengan povidon iodine + H2O2 bilas NaCl 0,9% kurang
lebih 2000cc sampai bersih
• Dilakukan freshening fragmen fraktur
• Reduksi fraktur, fiksasi dengan eksternal fiksasi (2 Schanz screw proximal
diameter 4,5 x 200mm, 2 Schanz screw distal)
• Cek stabilitas, stabil, cuci luka
• Repair deltoid muscle dengan benang silk tapper no. 1
• Cuci luka, pasang drain dengan NGT no 14
• Jahit luka operasi lapis demi lapis
• Operasi selesai
Jam datang 05.11
Jam triage 05.16
Jam bedah 05.21
Jam Lab 05.26 - 06.26
Jam Rontgen 05.00 – 05.30
Jam Diagnosa 05.40
Jam Tindakan 06.05 – 08.30
Jam MRS 08.40
Nama : Ny. S

Umur : 58 th

No. CM : 01452623

SP : BPJS
Keluhan Utama :
Nyeri pinggul

RPS :
Enam jam SMRS saat sedang istirahat pasien tertimpa reruntuhan rumah akibat
longsor. Pingsan (-), mual (-), muntah (-). Setelah kejadian pasien mengeluh
nyeri pada panggul dan tidak mampu berjalan dengan kedua tungkai. Oleh
penolong pasien dibawa ke RSDM.

RPD:
Riw. HT (-) disangkal
Riw. DM (-) disangkal
Riw. MRS / Operasi (-) disangkal
Primary Survey

A : Bebas
B : I : Pergerakan dada ki = ka, RR : 20x/mnt
P : Krepitasi (-/-)
P : sonor/sonor
A : SDV (+/+) N, ST (-/-)
C : N = 84x/menit. TD = 132/84 mmHg
D : GCS E4V5M6, pupil isokor 3mm/3mm, RC (+/+)N,
lateralisasi (-)
E : T = 36,8 C, jejas (+) lihat status lokalis
Secondary Survey

Kepala : t.a.k
Mata : t.a.k
Telinga : t.a.k
Hidung : t.a.k
Mulut : t.a.k
Leher : t.a.k
Thorak : t.a.k
Abdomen : t.a.k
Ekstremitas : lihat status lokalis
Status Lokalis
• R. Pelvis
• L: skin intak, swelling (+) suprapubis, jejas (+)
• F: NVD (-), LC compression test stable, APC compression test stable,
NT SI joint (-/-)
• M: ROM Hip sde nyeri
ASS I:
Susp Fr Ramus Pubis

PLAN I :
IVFD RL 20 tpm
Inj. Metamizole 1gr/8jam
Inj. Ranitidin 50mg/12jam
Lab DR
Ro Pelvis
ASS II:
CF Four Ramus Pubis (AO 61-A2.3) (ICD X 32.5)

PLAN II :
Pasang Pelvic Sling
Ro Inlet outlet
CT Scan 3D Pelvis
ORIF Elektif Ramus Pubis
Jam datang 02.15
Jam triage 02.20
Jam bedah 02.25
Jam Lab 02.30 - 03.31
Jam Rontgen 03.00 - 03.30
Jam Diagnosa 03.40
Jam MRS 03.50
Nama : Tn. I
Umur : 28 th
No. RM : 01452611
SP : UMUM
Keluhan Utama :

Nyeri kepala, perut, dan tangan kiri setelah KLL

RPS :

Enam jam SMRS saat pasien dibonceng sepeda motor dengan menggunakan helm
standar, motor pasien terjatuh terkena tanah longsor dengan posisi jatuh tidak
diketahui. Pingsan (+), muntah(-), kejang (-). Setelah kejadian pasien mengeluh nyeri
kepala, perut, dan pergelangan tangan kiri. Oleh penolong, pasien dibawa ke Klinik di
Karanganyar, dipasang infus, injeksi obat-obatan dan dirawat luka. Karena
keterbatasan sarana pasien dibawa RSDM.
Primary Survey
A : Bebas

B: I : pengembangan dada kanan= kiri, RR : 20x/mnt


P : krepitasi (-/-)
P : Sonor / sonor
A : SDV (+/+), ST (-/-)

C : TD = 130/80 mmHg, N = 96 x/menit.

D : GCS E4V5M6,pupil isokor 3mm/3mm, RC (+/+), lateralisasi (-)

E : T = 36,6 C, jejas (+) lihat status lokalis


Secondary Survey
Kepala : t.a.k
Mata : t.a.k
Telinga : t.a.k
Hidung : t.a.k
Mulut : t.a.k
Leher : t.a.k
Thoraks :
I : pengembangan dada kanan= kiri, RR : 20x/mnt
P : krepitasi (-/-)
P : Sonor / sonor
A : SDV (+/+), ST (-/-)
R. Abdomen
I : Distensi (-), jejas (-), tinea corporis
A : BU (+) kesan normal
P : NT (+) R. Hipochondriaca (D/S) , DM (-)
P : Tympani, pekak hepar (+), shifting dullness (+)

RT : TMSA normal, mukosa licin, ampula normal, NT (-),


STLD(-) faeses (+)
Status Lokalis

R. Antebrachii (S) :
L : Oedem (+), deformitas (+) angulasi ke dorsal
F : NVD (-)
M : ROM elbow terbatas karena nyeri
ROM wrist terbatas karena nyeri
ASS I :
COR GCS E4V5M6 dengan nyeri kepala menetap
TTA dengan Hemodinamik Stabil
CF Antebrachii (S)

PLAN I :
Head Up 30o
O2 3 lpm
IVFD Nacl 0.9% 1700 cc / 24 jam
Inj. Ketorolac 1 g/ 8 jam
Inj. Ranitidine 50 mg/12 jam
Cek Laboratorium
Rontgen Thorax + Rontgen Antebrachii (S) AP/Lat
USG FAST
ASS II :
COR GCS E4V5M6 (ICD X S06.0)
Oedem cerebri (ICD X S93.6)
TTA dengan Hemodinamik Stabil (ICD X S30.6)
CF Galeazzi (S) AO 22-A3.3 (ICD X S52.37)

PLAN II :
B.Saraf
MRS HCU
Awasi VS/GCS/Tanda-tanda Lateralisasi

B.Digestif
Tirah baring total
Awasi Vital sign dan tanda Akut Abdomen
USG Abdomen
Cek Hb/6 Jam

Orthopedi
ORIF elektif
Jam datang 21.25
Jam triage 21.35
Jam bedah 21.45
Jam Lab 21.55 – 22.55
Jam Rontgen 22.10 – 23.10
Jam Diagnosa 23.20
Jam MRS 23.30
TERIMA KASIH