Anda di halaman 1dari 34

MINI PROJECT

TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN


HIPERTENSI
DI DESA SUKOSONGO, KECAMATAN KEMBANGBAHU
KABUPATEN LAMONGAN
ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts
Oleh :
dr. Ratna Tri A.
Pembimbing :
dr. Rozanah
Kenapa Hipertensi?
• Penyebab morbiditas dan mortalitas yang tinggi di
dunia
• Penyebab terbanyak kunjungan ke pusat
pelayanan kesehatan primer.

 Prevalensi hipertensi provinsi Jawa Timur sebesar 26,2%, sem


entara prevalensi di Kabupaten Lamongan mencapai 28.84%
 Penderita hipertensi di Wilayah Kecamatan Kembangbahu terd
apat 522 kasus sama dengan 6.18 % dari total kasus keseluruha
n. Jumlah ini merupakan jumlah kasus paling tinggi diantara je
nis penyakit tidak menular
Ketidakpatuhan pasien dalam minum obat
hipertensi yang dianjurkan oleh dokter →
faktor risiko meningkatnya angka kejadian
morbiditas dan mortalitas hipertensi
Masukan dalam
Diperlukan penelitian
Sudah ada upaya dari penyusunan program
Belum berhasil untuk ilmiah untuk
pihak puskesmas penyuluhan/
mengurangi mengetahui
KembangbahuI untuk kebijakan
ketidakpatuhan gambaran kepatuhan
meningkatkan pencegahan
minum obat pasien dalam minum
kepatuhan berobat terjadinya komplikasi
obat
hipertensi
Identifikasi Masalah

Bagaimana tingkat kepatuhan penggunaan obat anti


hipertensi pada penderita hipertensi di wilayah Desa
Sukosongo Kecamatan Kembangbahu Kabupaten

Lamongan?
Tujuan

Umum
Mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat
anti hipertensi penderita hipertensi di wilayah
Desa Sukosongo Kecamatan Kembangbahu
Kabupaten Lamongan
Manfaat
• Memberikan informasi kepada Puskesmas Kembangbahu mengenai tingkat
Bagi kepatuhan penggunaan obat anti hipertensi pada penderita hipertensi di wilayah
Desa Sukosongo Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan.
Puskesmas
• Menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan Program Penanggulangan
Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Kembangbahu.

• Penelitian ini diharapkan dapat membuka wawasan ilmiah tentang tingkat kepatuhan
penggunaan obat anti hipertensi pada penderita hipertensi di wilayah Desa
Bagi
Sukosongo Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan .
Peneliti • Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi penelitian lanjutan mengenai
kepatuhan penggunaan obat anti hipertensi pada penderita hipertensi di wilayah Des
Sukosongo Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan.

Bagi • Menjadi evaluasi kepada masyarakat terutama bagi penderita penyakit hipertensi

Masyarakat • Memberikan informasi kepada pasien hipertensi mengenai kepatuhan meminum oba
Hipertensi adalah…

↑ tekanan darah sistolik >140 mmHg &/ diastolik


>90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan
selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup
istirahat (tenang)

Joint National Committee on Detection,


Evaluation and Treatment of High Blood
Pressure sebagai tekanan >140 / 90 mmHg
Terkontrol Tidak Terkontrol

• Pasien hipertensi • Pasien hipertensi dan


melakukan tidak melakukan
pemeriksaan tekanan pemeriksaan tekanan
darah secara berkala; darah berkala dan
→sistole ≤140 mmHg tidak mencapai
dan ≤90 mmHg, target tekanan darah
1 Hipertensi

Komplikasi
stroke, kelemahan 2
jantung, PJK, .

gangguan ginjal
Kelemahan fungsi
3 dari organ vital
seperti otak, ginjal
dan jantung
Cacat atau
4
Kematian
Penyebab hipertensi
1. Hipertensi esensial/
hipertensi primer yang tidak
diketahui penyebabnya
• 95% kasus
• Banyak faktor yang mempengaruhinya: genetik,
lingkungan, hiperaktivitas susunan saraf simpatis, sistem
renin-angiotensin, defek dalam ekskresi Na, peningkatan
Na dan Ca intraselular, dan faktor-faktor yang
meningkatkan risiko, seperti obesitas, alkohol, merokok,
serta polisitemia
Penyebab hipertensi
2. Hipertensi sekunder/
hipertensi renal

• 5%
•Penyebab spesifiknya diketahui, seperti
penggunaan estrogen, penyakit ginjal,
hipertensi vaskular renal,
hiperaldosteronisme primer, dan sindrom
Cushing, feokromositoma, koartasio aorta, hiperten
si yang berhubungan dengan
kehamilan, dan lain-lain
Prevalensi Hipertensi Menurut Karakteristik di Indonesia tahun 2013
Usia

Faktor Jenis
Ras/Etnik
kelamin

Resiko
Gaya
hidup
Morisky Medication Adherence Scale (MMAS)

•Kepatuhan dalam minum obat merupakan


syarat utama tercapainya keberhasilan
pengobatan yang dilakukan
•Kuesioner MMAS telah terbukti cukup valid
dan reliable untuk digunakan sebagai alat ukur
kepatuhan penggunaan obat pada pasien
hipertensi.
•Hasil skoring dikelompokkan menjadi tiga
kategori yakni tinggi (skor 0), sedang
(1 atau 2), dan rendah (>2).
Kerangka pikir
Gambaran Karakteristik Pa
sien
•Jenis Kelamin
•Kelompok Usia
•Pendidikan
Hipertensi •Tekanan Darah
•Lama Terdiagnosis
•Jenis Obat
•Kontinuitas Pengobatan

Tingkat Kepatuhan
(Skor MMAS)
pada pasien yang
kontinu berobat
Metode penelitian
Desain Penelitian

Studi deskriptif kuantitatif→


mengetahui karakteristik dan tingkat
kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di wilayah
Desa Sukosongo Kecamatan Kembangbahu Kabupaten
Lamongan.
Tempat dan Waktu

•Di wilayah Desa Sukosongo Kecamatan Kembangbahu


Kabupaten Lamongan.

•Tanggal 27 Mei 2019


Cara Pengambilan Sampel Besar sampel : pasien hipertensi di Desa Sukososongo
yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 25 orang
tanggal 27 Mei 2019

Kriteria Subyek
Kriteria Inklusi Kriteria Eksklusi

1.Tidak
1. Responden mampu
1. Pasien yang tidak dapat mendengar
3. Bersedia
telah ditemui saat dan
menjadi
terdiagnosa penelitian berkomunikasi
responden.
hipertensi dilakukan. dengan baik
4. Peserta
2. Peserta yang 2. Tidak 2. Peserta
merupakan
dapat mengisi menolak
warga desa
berkomunikasi kuesioner menjadi
Sukosongo
dengan baik secara lengkap responden
.
Definisi Operasional Variabel

1. Tingkat Kepatuhan 2. Usia pasien yang


3. Jenis Kelamin
Pasien diukur dengan tercatat di identitas
terdiri dari laki-laki
menggunakan sistem pada kolom tanggal
dan perempuan
skoring MMAS lahir.

6.Durasi hipertensi:
4. Pendidikan 5. Pekerjaan:Jenis
terakhir:Jenjang pekerjaan yang saat Jangka waktu pasien
pendidikan terakhir ini dilakukan oleh mengetahui telah
yang ditempuh pasien mengalami
hipertensi.

7.Riwayat keluarga:
Riwayat hipertensi
pada keluarga
Alat dan Cara Pengumpulan Data

• pemilihan pasien yang memenuhi


kriteria inklusi dan eksklusi →
Pengambilan data melalui kuisioner

• Pengumpulan dan pengolahan data


Analisis Data
1. Tingkat Kepatuhan
Pasien diukur dengan
2. Usia 3. Jenis Kelamin 4. Pendidikan
sistem skoring MMAS

• Tidak sekolah
• tinggi (skor 0) • ≤ 60 tahun • laki-laki • SD
• sedang (1 atau 2) • ≥60 tahun • Perempuan. • SMP
• rendah (>2) • SMA
• D1 atau lebih tinggi.

5. Pekerjaan 6. Durasi Hipertensi 7. Riwayat keluarga

• Ibu rumah tangga • Tahun. • ya


• petani • tidak.
• pedagang
• karyawan
• tidak bekerja
Data yang terkumpul diolah
dengan bantuan perangkat
lunak komputer dan selanjutnya
dianalisis deskriptif dengan
analisis univariat (frekuensi).
Hasil

Karakteristik Umum Subjek

Penelitian dilakukan terhadap pasien hipertensi


di Desa Sukososongo yang memenuhi
kriteria inklusi berjumlah 25 orang dengan
rincian 8 orang laki-laki dan 17 orang
perempuan dengan usia ≥ 60 tahun.
Karakteristik Sosidemografi Sampel
Penelitian
Variabel Penderita Hipertensi
Presentase
n
(n=25)
Jenis Kelamin
L 8 32%
P 17 68%

Usia (tahun)
≤60 8 32%
≥60 17 68%

Pendidikan terakhir
Tidak Tamat SD 11 44%
Tidak Sekolah 4 16%
SD 8 32%
SMP 1 4%
D3 1 4%
S1 0 0%

Pekerjaan
Pedagang 5 20%
Wiraswasta 1 4%
Petani 10 40%
Ibu Rumah Tangga 3 4%
Tidak bekerja 4 32%
Karakteristik Klinis Sampel Penelitian

Penderita Hipertensi
Variabel
n Presentase
(n=25)
Durasi Hipertensi
1 tahun 6 24%
2 tahun 9 36%
3 tahun 2 8%
5 tahun 6 24%
10 tahun 1 4%
15 tahun 1 4%

Riwayat Keluarga Hipertensi


Tidak 20 80%
Ya 5 20%
Ayah 3 50%
Ibu 2 33,33%
Ayah-Ibu 1 16,67%

Frekuensi Kontrol HT
Tidak pernah 1 4%
Satu bulan 2 kali 4 16%
Satu bulan 1 kali 10 40%
Dua bulan 1 kali 6 24%
Tiga bulan 1 kali 4 16%
Tingkat Kepatuhan

Tingkat kepatuhan Frekuensi

Presentase
n=25

Tinggi 2 8%

Sedang 11 44%

Rendah 12 48%
Kesimpulan
Hal ini dapat menjadi alasan untuk
Sebanyak 8 pasien dengan menghentikan penggunaan obat
presentase 32% mengatakan terlebih jika dilakukan tanpa
terkadang lupa untuk berkomunikasi dengan dokter
membawa obat saat terlebih dahulu. Terdapat 12 pasien
melakukan perjalanan (48%) yang menghentikan pengguna
an obat karena merasa tidak nyaman
03 04 Pertanyaan ke enam, meng
enai penghentian obat ket
Frekuensi lupa meminum ika gejala sudah dirasakan
obat. Sebagian besar membaik. Terdapat 10
pasien sesekali meminum pasien (40%) yang me
obat, dengan jumlah 11
orang atau sama dengan 4
4%
02 05 milih menghentikan
pengobatan saat gejala
sudah dirasakan membaik

Didapatkan bahwa mayorita


s pasien hipertensi di desa
Pada pertanyaan pertama mengenai Sukosongo, yaitu sebanyak
lupa meminum obat, 14 pasien
(56%) menyatakan terkadang lupa
meminum obat. Beberapa penelitian
01 06 12 orang dengan present
ase 48% memiliki tingkat ke
patuhan penggunaan obat
menunjukan bahwa lupa merupakan anti hipertensi yang
faktor yang sering menyebabkan ket rendah
idakpatuhan meminum obat.
Saran
• Lebih meningkatkan dan mempertahankan program promosi
Bagi Puskesmas kesehatan mengenai pentingnya kontrol tekanan darah secara
Kembangbahu rutin bagi penderita hipertensi. terutama pada kelompok usia
yang terbanyak menderita hipertensi (64-75 tahun)

• Terutama yang mendiagnosis & memberikan terapi → memberi


Bagi petugas KIE yang efektif dan berkesinambungan →pasien lebih
kesehatan memahami penyakitnya → meningkatkan angka kunjungan
kembali pasien hipertensi.

• Dapat dilaksanakan penelitian lanjutan dengan desain


Bagi peneliti lain penelitian yang lebih baik untuk mengetahui penyebab tingkat
kepatuhan yang rendah.