Anda di halaman 1dari 20

OSTEOMIELITIS

KELOMPOK 4
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
KELOMPOK :
 I Gusti Ayu Indah Partiani (17C10034)
 Ni Putu Rita Yunita Putri (17C10035)
 Ni Made Sri Epa Jayanti (17C10036)
 Ni Putu Mas Pratiwi Andayani (17C10037)
 Ni Komang Wina Wartini (17C10038)
 Ni Nyoman Sri Ary Widharti (17C10039)
 Ni Kadek Shinta Anggreni (17C10040)
 Ni Putu Asri Ernadi (17C10042)
 Ni Made Hemi Nurmaningsih (17C10043)
 Ni Kadek Sri Agustini (17C10045)
DEFINISI

Infeksi pada tulang dan medulla tulang baik


karena infeksi piogenik atau non piogenik.
Infeksi ini dapat bersifat akut maupun kronis.
Pada anak – anak infeksi tulang sering timbul
sebagai komplikasi dari infeksi pada tempat –
tempat lain seperti infeksi faring (faringitis)
dll.
ETIOLOGI

BAKTERI
Menurut Joyce & Hawks ( 2005 ) 70% -
80% penyebab osteomielitis adalah
VIRUS Staphylococcus aureus, selain itu juga
bisa disebabkan oleh Escheria coli,
Pseudomonas, Klebsiella, Salmonella,
JAMUR dan Proteus
PATOFISIOLOGI
ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
 Identitas Klien
Nama : Tn D
Umur : 26 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status Perkawinan : Menikah
Suku/Bangsa : Indonesia
Agama : Islam
Alamat : Denpasar
No Telpon : 081337123xxx
Tanggal MRS : 18 Juli 2013
RIWAYAT KESEHATAN

1. Keluhan Utama MRS :


Pasien mengatakan merasakan nyeri dan bengkak pada tungkai kanan bawah, sulit
menggerakkan kaki sebelah kanan dan sering merasakan kesemutan.
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien didiagnosa osteomyelitis,didapatkan deformitas, scar tissue, sinus dengan discharge,
seropurulent, dan ekskoriasi sekitar sinus. pasien mengeluh nyeri pada tungkai bawah yang
mengalami fraktur, skala 7, terasa senut-senut, panas, sifatnya sering, wajah menahan sakit,
akral hangat, bibir kering.
3. Riwayat Penyakit Dahulu
2 tahun yang lalu pasien ada riwayat kecelakaan dengan fraktur terbuka pada tungkai bawah
Pemeriksaan Tanda-tanda vital
 TD : 130/90 mmHg
 S : 39oC
 N : 100x/menit
 RR : 22x/menit

Pemeriksaan Penunjang
Pada plain foto didapatkan penebalan periosteum, bone reserption, sclerosis sekitar tulang, involucrum.
ANALISA DATA
DATA ETIOLOGI MASALAH KEPERAWATAN

DS : Inflamasi, infeksi, bengkak, Gangguan rasa nyaman :


 Pasien mengeluh nyeri di hipertermia, nekrosis nyeri
tungkai bawah yang jaringan, fraktur.
mengalami fraktur.
 Pasien mengatakan
terasa senut-senut,
DO :
 Wajah pasien tampak
meringis, menahan sakit,
dan sering mengeluh
tentang sakitnya.
 Skala nyeri 7
DS: Proses supurasi di Kerusakan integritas
 Pasien mengatakan tulang luka fraktur jaringan
“rubur”. terbuka, sekunder
DO akibat infeksi inflamasi
 Terdapat scar tissue tulang.
dan bekas fraktur
pada tungkai bawah.
 ekskoriasi sekitar
sinus.
 Bibir kering.
DS: Proses infeksi, Hipertermia
 Pasien mengeluh peningkatan kecepatan
badannya panas. metabolic
DO:
 Suhu tubuh pasien
39oc
 Akral hangat
 Terdapat rubor
 Frekuensi nafas
meningkat: 22x/menit
DIAGNOSA KEPERAWATAN

 Nyeri yang berhubungan dengan inflamasi dan pembengkakan.


 Kerusakan integritas jaringan yang berhubungan dengan proses supurasi di tulang luka fraktur terbuka, sekunder
akibat infeksi inflamasi tulang.
 Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi, peningkatan kecepatan metabolik.
INTERVENSI

 Nyeri yang berhubungan dengan inflamasi dan pembengkakan.


 Tujuan : nyeri berkurang, hilang, atau teratasi.
 Kriteria hasil : secara subyektif, klien melaporkan nyeri berkurang atau dapat diatas, mengidentifikasi aktivitas
yang meningkatkan atau mengurangi nyeri klien tidak gelisah, skala nyeri 0-1 atau teratasi.
Intervensi Rasional
a. Observasi TTV a. Timbulnya nyeri dapat memperngaruhi TTV Pasien
b. Kaji nyeri dengan skala 0-4. b. Nyeri merupakan respon subyektif yang dapat dikaji dengan
c. Atur posisi imobilitas pada daerah nyeri sendi atau nyeri ditulang yang menggunakan skala nyeri. Klien melaporkan nyeri biasanya
mengalami infeksi. diatas tingkat cidera.
d. Bantu klien dalam mengidentifikasi factor pencentus. c. Imobilisasi yang adekuat dapat mengurangi nyeri pada
e. Jelaskan dan bantuklien terkait dengan tindakan peredaran nyeri daerah nyeri sendi atau nyeri ditulang yang mengalami
nonfarmakologi dan nonivasi. infeksi.
f. Anjurkan relaksasi, teknik mengurangi ketegangan otot rangka yang dapat d. Nyeri dipengaruhi oleh kecemasan pergerakan sendi.
mengurangi intensitas nyeri dan meningkatkan relaksasi masase. e. Pendekatan dengan menggunakan relaksasi dan tindakan
g. Ajarkan metode distraksi selama nyeri akut. nonfarmakologi lain menunjukkan keefektifan dalam
h. Beri kesempatan waktu istirahat bila terasa nyeri dan beri posisi yang mengurangi nyeri.
nyaman (misal; ketika tidur, punggungklien diberi bantal kecil). f. Teknik ini melancarkan peredaran darah shingga kebutuhan
i. Tingkatkan pengetahuan tentang penyebab nyeri dan berhubungan O2 pada jaringan terpenuhi dan nyeri berkurang.
dengan beberapa lama nyeri akanberlangsung. g. Mengalihkan perhatian klien terhadap nyeri ke hal-hal yang
j. Pemberian analgesik. menyenangkan.
h. Istirahat merelaksasi semua jaringan sehingga
meningkatkan kenyamanan.
i. Pengetahuan tersebut membantu mengurangi nyeri dan
IMPLEMENTASI
EVALUASI
ADA PERTANYAAN ?
THANK YOU 