Anda di halaman 1dari 35

Sistimatika Penyusunan

• Judul
• Motto
• Pendahuluan
a. Latar Belakang
b. Masalah
c. Tujuan
d. Klasifikasi
e. Jumlah Penderita Kusta
f. Solusi
g. Hasil Kegiatan
MOTTO
• BEKERJA DENGAN HATI
.
Latar belakang
• Pencegahan cacat kusta: Personal hygiene yang tidak
baik akan mempermudah tubuh terserang berbagai
Penyakit, seperti penyakit kulit, Penyakit infeksi, dan
penyakit saluran cerna atau bahkan dapat
menghilangkan fungsi bagian tubuh tertentu, seperti
halnya kulit (Alimul, 2007).
• Penyakit kusta merupakan penyakit yang disebabkan
oleh kuman Mycrobacterium leprae yang menyerang
kulit, saraf tepi, dan jaringan tubuh lainnya.
• Gejala awal biasanya penderita tidak merasa terganggu
hanya terdapat adanya kelainan pada kulit berupa bercak
Putih seperti panu ataupun bercak kemerahan, kelainan
kulit ini kurang rasa atau hilang rasa, gejala tersebut
dapat disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan
diri(Marwali Harapat, 2000)/
Berdasarkan data Puskesmas Un,Tahun 2014
Penderita kusta dengan Personal Hygiene yang tidak
baik dan mengalami cacat tingkat 2 yaitu 11 orang
,yang bisa tertangani adalah 7 orang tanpa cacat,4
orang tertangani cacat Permanen.dan pada tahun
2015 Mengalami Perubahan walaupun masih rendah.
Berbagai upaya telah di lakukan namun hasilnya
belum memberikan daya ungkit yang baik,untuk
Peningkatan Pencegahan cacat kusta.Upaya
Promotif dilakukan Dengan Pengembangan Upaya
Kesehatan bersumber daya Manusia melalui”Upaya
Mandiri Penderita Kusta”
 Tujuan Umum.
 Meningkatkan Kesadaran masyarakat tentang
penyakit kusta.
Tujuan Khusus.
 Meningkatkan Pengetahuan dan kepercayaan
diri Penderita melalui kelompok mandiri
kusta,sehingga dapat mencegah penderita dari
kecacatan.
 Kurangnya Pengetahuan Penderita Kusta
tentang Penyakit Kusta.serta banyaknya
penderita yang di temukan dalam keadaan
cacat, bahkan ada yang di kucilkan oleh
keluarga karena faktor ketidaktahuan
1. Penderita yang lama di temukan .
2. Penderita dengan reaksi reversal.
3. Penderita dengan banyaknya
tanda/bercak .
4. Penderita dengan kehamilan.
5. Penderita dengan penyakit infeksi lain.
Klasifikasi Tipe PB Tipe MB

Jumlah tanda/bercak 1-5 Lebih dari 5


pada kulit

Kerusakan saraf Tepi Hanya 1 saraf Lebih dari 1 saraf

Skin smesr/cuping
Negatif(-) Posetif (+)
telinga
Tah AN DEW AN DEW KE
PB RFT MB RFT
un AK ASA AK ASA T

2+1
2015 9 3 6 7 24 6 18 12
7

2016 8 4 4 4 23 4 19 17 5+6

2017 7 3 4 5 7 2 5 1 6
1.Melakukan Penyuluhan Masyarakat.
2.Menemukan Penderita sedini mungkin.
3.Melakukan Pendampingan kepada Penderita
4.Mengajarkan kepada penderita dan keluarga
cara merawat diri di rumah
5.Melakukan Memantau Perkembangan minum
obat melalui pendamping masing masing.
6.Memberikan Motifasi bagi Penderita,yang di
kucilkan keluarga.
 Kegiatan Mandiri Penderita Kusta Berdampak Posetif
Karena Awalnya kebiasaan Penderita tidak mempehatikan
Personal Hygiene dalam Pencegahan cacat kusta.Salah
satu faktor Pencetus adalah lambat menemukan penderita
sedini mungkin.namun melalui kegiatan yang di lakukan
berupa:
 Penyuluhan.
 Melakukan pemeriksaan POD (Prevenition of
disibility).atau Pemeriksaan kecacatan.
 Praktek cara mencuci tangan Pakai Sabun.
 Mengajarkan cara perawatan luka.
 Kunjungan rumah bagi Penderita dan Pendampingan
untuk memberikan Motifasi.
Maka penderita dan masyarakat memahami betapa
pentingnya Personal hygiene,penemuan dini penderita,
dalam membantuh pencegahan cacat kusta,sehingga
tidak berkelanjutan.
Kegiatan lain yang di buat adalah.
 Membuat pembatas alkitab,menjual dan hasilnya di
gunakan untuk kebutuhan penderita.(biaya
transportasi,beli sabun).
 Melakukan pendekatan kepada lurah setempat
terkait hak masyarakat miskin.(Raskin).berdasarkan
kegiatan kegiatan ini, dapat di buktikan dengan
dokumentasi sebagai berikut.
Penyuluhan di Kelurahan Lodar El, dan
Kelurahan Ketsoblak.
Mengajarkan Cara Mencuci Tangan yg benar pakai
sabun.
Pendampingan kepada penderita yang dikucilkan,(besama
ibu kadis kota tual,Majelis gereja,keluarga)
Perawatan diri ,dan pendampingan dengan harapan penderita
bisa melakukan sendiri.
Kegiatan Pertemuan, Penderita dan
Pendamping Dalam Mengevaluasi
Kondisi kemandirian Penderita
SEBELUM
SEBELUM SESUDAH
SEBELUM
SEBELUM SESUDAH
SEBELUM
SEBELUM SESUDAH
SEBELUM SESUDAH
DARI UNICEF MELALUI NLR