Anda di halaman 1dari 24

TEKNIK PENERANGAN

MELIHAT

Melihat benda ----- terang ----- cahaya/sinar

Tidak ada cahaya ----- gelap ---- tidak bisa melihat


MATA
Adalah bagian tubuh (indera) yang bertugas mengenal
bentuk benda (melihat).
Cara kerja mata: menerima cahaya yang dipantulkan
oleh benda dan mengubahnya menjadi sinyal kemudian
dikirimkan ke otak.
• Bagian yang menerima cahaya : lensa mata (kornea)
• Bagian yang mengubah menjadi sinyal : retina
• Bagian yang membawa sinyal ke otak : syaraf
CAHAYA
Adalah suatu gelombang elektromagnet yang memiliki panjang
gelombang (ʎ) : 350 mµ hingga 750 mµ
Catatan: µ = angstrom = 10-… m = 0,0000000 cm
Mata manusia hanya mampu menerima cahaya dengan ʎ : 380
mµ hingga 780 mµ saja.
Cahaya yang mampu diterima oleh mata (bisa dilihat) disebut
dengan Cahaya Tampak (Visible Light), sebaliknya Cahaya yang
tidak bisa diterima mata (tidak terlihat) disebut Cahaya Tidak
Tampak (Unvisible Light).
Spektrum Warna
Cahaya tampak dari rentang 380 mµ hingga 780 mµ, ternyata
menghasilkan warna yang berbeda-beda.
Kepekaan Mata
Kesimpulan dari gambar :
Mata paling peka (tajam dalam melihat) pada warna hijau (ʎ 495
– 566) dan warna kuning (ʎ = 566 – 589)
ʎ makin besar dari 589, makin kurang kepakaannya dan paling
lemah kepekaannya pada warna merah (ʎ= 627-780). Makin
besar lagi ʎ tetap menghasilkan warna merah tetapi tidak
tampak mata yang disebut Cahaya Infra Merah.
ʎ makin kecil dari 495, makin kurang kepakaannya dan paling
lemah kepekaannya pada warna ungu (ʎ= 380-420). Makin kecil
lagi ʎ tetap menghasilkan warna ungu tetapi tidak tampak mata
yang disebut Cahaya Ultra Ungu.
Sumber cahaya
Yaitu benda yang bisa menghasilkan/ mengeluarkan/
memancarkan cahaya.
Dibedakan menjadi :
A. Alami, menghasilkan cahaya secara alamiah (dari
Alloh): Matahari, bintang, kilat, kunang-kunang, api
dsb
B. Buatan, cahaya yang dihasilkan oleh budidaya
(usaha) manusia: Obor, nyala lilin, tintir (ublik),
petromax, petasan, bunga api, lampu listrik, dsb.
BESARAN & PENGUKURAN PENERANGAN

1. Ukuran Sudut
2. Intensitas cahaya
3. Fluks Cahaya
4. Intensitas Penerangan
5. Luminasi
6. Diagram dan Grafik
Ukuran Sudut
1. Radian
2. Steradian
B. Intensitas cahaya
Jumlah energi radiasi yang dipancarkan sebagai
cahaya kesuatu jurusan tertentu disebut dengan
Intensitas Cahaya dan dinyatakan dalam satuan
Candela.
C. Fluks Cahaya
Disebut juga arus cahaya
Kalau intensita s cahayanya 1 cd, melalui sudut ruang 1 sr
akan mengalir fluks cahaya lumen/m, sehingga dapat
didefinisikan sebagai berikut :
Intensitas Cahaya ialah fluks cahaya persatuan sudut ruang
yang dipancarkan kesuatu arah tertentu.
Atau dalam bentuk rumus :


I Cd

Ф (phi) adalah lambang untuk fluks cahaya
Suatu sumber cahaya yang memancar sama kuat
keseluruh jurusa, dinamakan sumber cahaya
seragam.
D. Intensitas Penerangan
• Intensitas penerangan atau iluminasi di suatu
bidang ialah fluks cahaya yang jatuh pada 1 m2
dari bidang itu. Satuan untuk intensitas
penerangan ialah lux (lx) dan lambangnya
adalah E. Jadi,
• 1 lux = 1 lumen per m2
• Apabila kita perhatikan gambar berikut, maka
akan kelihatan bahwa iluminasi di buku dan di
meja sama kuatnya.
Kalau suatu bidang yang luasnya A m2, diterangi dengan Ф
lumen, maka intensitas penerangan rata-rata di bidang itu :

E ratarata  lux
A
E. Luminansi
Luminansi dimana suatu sumber cahaya atau
permukaan yg memantulkan cahaya.
L = I/As cd/cm2
L = Luminansi (cd/m2)
I = Intensitas Cahaya (cd)
As = Luas semua permukaan (cm2)
Jika luminansinya sangat kecil digunakan satuan
cd/m2 ;
1 cd/cm2 = 10.000 cd/m2
PERHITUNGAN PENERANGAN