Anda di halaman 1dari 38

Presentasi Kasus

Keputihan pada Kehamilan

Di susun oleh :
Anggelina Tania Woda Lado
11 2017 051

Pembimbing
dr. Prahadi Rahardjo, Sp. OG
ANAMNESIS
Identitas Pasien
• Nama : Ny. SN
• Jenis Kelamin: Perempuan
• Umur : 26 tahun
• Suku Bangsa : Betawi
• Status Perkawinan: Sudah menikah
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Ibu rumah tangga
• Pendidikan : SMA
• Alamat : Kampung Geutewuk RT15/07 Pejamben-Banten
• Tanggal Masuk RS : 13 Mei 2019
Slide Title
Identitas suami
• Nama Lengkap : Tn. W
• Jenis Kelamin : Laki – laki
• Tempat / tanggal lahir : 27 tahun
• Suku Bangsa : Betawi
• Status Perkawinan : Menikah
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Pekerja Swasta
• Alamat : Kampung Geutewuk
RT15/07 Pejamben-Banten
Pasien Datang ke Poli Obgyn RSUD
Cengkareng tgl 13 Mei 2019 pk. 08.30 WIB

Diambil dari : Autoanamnesis Tanggal


13 Mei 2019 Pukul 08.45 WIB

Keluhan Utama :
Keputihan sejak 2 hari SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang
2 hari sebelum masuk RS pasien mengeluh
adanya keputihan yang mengalir dari vagina,
awalnya tidak terasa gatal tetapi lama kelamaan
terasa gatal, sehingga pasien menggaruk vagina
dan terasa perih. Warna keputihan kuning
kehijauan, berbau amis, kental dan banyak. Saat
BAK terasa perih pada vagina akibat bekas
garukan.
Pasien mengatakan terdapat iritasi disekitar
selangkangan terasa gatal terutama saat
berkeringat, iritasi berwarna merah dan perih
sehingga pasien tidak bisa menggunakan
pakaian dalam. Demam di sangkal, nyeri saat
BAK disangkal, nyeri panggul di sangkal.
1 hari sebelum masuk RS pasien
mengatakan keputihan semakin banyak dan
semakin gatal. Demam di sangkal, nyeri saat
BAK di sangkal, BAB dalam batas normal.
• Menarche : 14 tahun
• Siklus : Teratur/ 28 hari • Perkawinan
pertama, 2 tahun, • Asma (-)
• Lama : 7 Hari menikah pada saat • alergi,(-)
• HPHT : 12 September 2018 usia 24 tahun, • DM(-)
• Taksiran Persalinan : 19 Juni pasien • Hipertensi (-)
2019 berhubungan • Penyakit jantung (-)
seksual dengan
suami kira-kira 1
kali seminggu.
Riwayat menstruasi Riwayat Riwayat
perkawinan keluarga
Mata : Konjungtiva anemis -/-
Keadaan umum : Baik , Sklera ikterik -/-
Tekanan Darah :
Kesadaran : 108/60 mmHg
Compos Mentis Jantung : BJ I-II regular murni,
Nadi : Gallop - , Murmur -
Tinggi badan : 103 kali/menit Paru-paru : Suara nafas vesikuler,
160 cm Ronkhi -/- , Wheezing -/-
Nafas :
Berat badan : 22 kali/menit Abdomen :Abdomen tampak
58kg membuncit, tampak linea nigra
Suhu :
Status gizi : 36,6 0C dan striae gravidarum.
cukup Ekstremitas :Varices -/-, edema -
+/-+, akral hangat + +/+ +
Status obstetri
Pemeriksaan Luar

Inspeksi : Abdomen tampak membuncit, tampak linea nigra dan striae gravidarum

Palpasi : TFU: 31cm

Leopold I : bagian fundus teraba lunak, teraba bokong


Leopold II: teraba punggung janin pada kanan ibu
Leopold III: kepala janin belum turun ke PAP
Leopold IV : bagian terbawah janin belum masuk PAP

Kontraksi uterus: (-), bising usus (+)


Auskultasi : DJJ (+) , 150x/menit
Inspeksi :
Mons pubis : tampak rambut kemaluan,benjolan (-)
Labia mayora : tampak rambut kemaluan, benjolan
(-), lesi (-)
Labia minora : benjolan (-), lesi (-), cairan berwarna
kuning kehijauan Pemeriksaan dalam
Klitoris : udem (-), kemerahan (+) (VT)
Vestibulum : kemerahan (+), darah (-)
Bulbus vestibule : benjolan (-) Tidak dilakukan
Introitus vagina : tampak cairan yang keluar dari
vagina berwarnaa kuning kehijauan dan tekstur kental,
tidak tampak benjolan.
Perineum : tidak tampak sikatrik bekas episiotomi,
tidak menonjol
Pemeriksaan Ultrasonografi

Didapatkan hasil :
Janin tunggal hidup/presentasi
bokong/ICA:cukup/BPD:7,37/AC:24,5
1/TBJ: 1328 gram/GA: 29w0d/EDD:
29-07-2019
Resume

Seorang wanita G1P0A0 hamil pretem usia kehamilan 29 minggu


datang dengan keluhan keputihan sejak 2 hari SMRS. Awalnya tidak
terasa gatal tetapi lama kelamaan gatal, sehingga pasien menggaruk
vagina dan terasa perih. Warna keputihan kuning kehijauan, berbau
amis, kental dan banyak. Saat BAK terasa perih pada vagina akibat
bekas garukan. Pasien mengatakan terdapat iritasi disekitar
selangkangan terasa gatal terutama saat berkeringat, iritasi berwarna
merah dan perih sehingga pasien tidak bisa menggunakan pakaian
dalam. Demam di sangkal, nyeri saat BAK disangkal, nyeri panggul di
sangkal.
Hasil pemeriksaan fisik keadaan umum tampak sakit sedang, kesadaran
CM, TD 108/60 mmHg, N:103x/menit, S :36˚c, RR: 22x/menit, akral hangat.

Pemeriksaan obstetric Leopold I teraba keras kepala janin , Leopold II


punggung janin teraba di kanan ibu, DJJ (+) 150x/menit , Leopold III teraba
lunak bokong janin, Leopold IV belum dapat di prediksi.

Pada pemeriksaan Ginekologik : cairan kental berwarna kuning kehijauan


dipermukaan organ genital, cairan keluar dari vagina, berbau amis, darah (-
), iritasi pada daerah selangkangan kanan dan kiri, kulit sekitar berwarna
kemerahan kecoklatan, bengkak (-). Pemeriksaan dalam tidak dilakukan.
Diagnosis • G1P0A0 hamil 29 minggu
dengan keputihan
kerja • Janin tunggal hidup, presentasi
bokong, intrauterin

• Keputihan et causa bakterialis


Diferensial • Keputihan et causa jamur
diagnosis • Keputihan et causa virus
• Keputihan et causa protozoa
Pemeriksaan yang
dianjurkan : Tatalaksana : Edukasi
• Trikomoniasis vaginalis • Edukasi pasien untuk
dan vaginosis bakterial : mengkonsumsi
Pemeriksaan TTV makanan & minuman
metronidazol tablet 400-
yang cukup.
Pemeriksaan darah 500mg 2 kali dalam
• Menjaga kebersihan
dan uring lengkap sehari selama 5-7 hari. organ genital
Pemeriksaan swab • Kandidiasis vaginalis • Menghindari
vagina dapat dibrikan preparat penggunaan
oral berupa Fluconazole pantyliner & sabun
Pemeriksaan 150mg dosis tunggal. sirih
inspekulo • Pencucian vagina • Membasuh vagina
Prognosis

• Ad vitam : Dubia ad bonam


• Ad fungsionam: Dubia ad bonam
• Ad sanationam: Dubia ad bonam
Tinjauan Pustaka

Kehamilan = proses yang melibatkan berbagai perubahan hormonal di dalam


tubuh

Hormon estrogen dan progesteron akan terus ↑ secara perlahan hingga


kehamilan berakhir

Peningkatan hormon estrogen  peningkatan kadar air dalam mukus serviks


↑produksi glikogen oleh sel epitel mukosa superfisial di dinding vagina 
sekret vagina bertambah banyak  mengalir keluar  keputihan.
GLIKOGEN

sumber makanan mikroorganisme di dalam vagina

peningkatan kadar hormon estrogen pada akhirnya


meningkatkan risiko terjadinya keputihan patologis
Anatomi Genitalia Wanita
Regulasi Hormon Siklus
Menstruasi
Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas


dirumuskan masalah sebagai berikut yaitu
apa saja jenis keputihan yang terjadi pada
kehamilan, dan bagaimana
penanganannya?
Progesteron
• Kadar progesteron plasma maternal meningkat
linier dari 40 ug/ml pada trimester I, menjadi
lebih dari 175 ug/ml pada trimester III
• Peningkatan kadar progesteron selama kehamilan
 memicu peningkatan kekentalan mukus serviks
ESTROGEN

• Peningkatan kadar estrogen  kadar air dalam mukus serviks meningkat

• peningkatan kadar estrogen  meningkatkan produksi glikogen oleh sel-


sel epitel vagina.

• Glikogen = sumber makanan mikroorganisme vagina  Peningkatan


glikogen  pertumbuhan mikroorganisme patogen  meningkatkan
risiko keputihan patologis
Gravik Perubahan Hormon masa Kehamilan
Keputihan

• keluar lendir yang berlebih dari


dalam vagina atau dari liang
senggama.
Definisi • Dalam keadaan normal, lendir ini
berfungsi terutama pada saat
melakukan aktivitas seksual agar
vagina tidak terluka akibat gesekan.
Klasifikasi
Keputihan fisiologis Keputihan patologis

• sekret tenang • sekret vagina keruh atau kuning


atau kuning kehijauan
berwarna bening, tidak
• bau tak sedap
menimbulkan bau yang • disertai lesi atau iritasi vagina,
menyengat, iritasi, disparenia, gatal, dan perdarahan.
maupun rasa nyeri • Gejala sistitis yang berupa disuria
eksternal akibat lesi vulva
Keputihan Fisiologis
Bayi baru lahir - usia10 hari  pengaruh estrogen dari plasenta
terhadap uterus dan vagina janin.
Waktu di sekitar menstruasi  terdapat pengaruh estrogen
Hasrat seksual  pengeluaran transudasi dari dinding vagina
Waktu disekitar ovulasi sekret dari kelenjar serviks uteri
menjadi lebih encer.
Keluarnya lendir dari vagina akibat hormon yang diproduksi
selama kehamilan yaitu estrogen
Keputihan Patologis
infeksius non-infeksius
Bakteri: Gardenerrella vaginalis,
Chlamidia trachomatis, Neisseria polip serviks
gonorrhae, dan Gonococcus.

Jamur: Candida albicans neoplasma serviks

Protozoa: Trichomonas
vaginalis materi yang tertinggal (seperti
tampon atau pasca terminasi
kehamilan)
Virus: Herpes virus dan HPV
Keputihan patologis pada wanita hamil
yang paling sering terjadi adalah
infeksi berupa vaginosis bakterial,
trikomoniasis, dan kandidiasis
(Kulkarni & Durg, 2005).
Jenis penyakit Vaginosis Bakteri Trikomoniasis Kandidiasis

Penyebab Gardnerella vaginalis, Trichomonas vaginalis, parasit filiformis Kandidiasis disebabkan oleh
Mycoplasma hominis, berukuran 15-18 mikron, memiliki 4 infeksi jamur Candida albicans.
Mobiluncuc sp., dan flagela dan bergerak seperti gelombang. Jamur gram positif, berbentuk
bakteri anaerob hidup dalam suasana pH 5-7,5 bulat hingga oval, dan
berkembang biak dengan
blastopora

Manifestasi sekret vagina yang sekret vagina seropurulen berwarna Sekret vagina yang
klinis keruh, encer, berwarna kekuning-kuningan atau kehijauan,
putih abu abu hingga berbau tidak enak dan
menggumpal dan
kekuning-kuningan, berbusa.Pemeriksaan  Dinding vagina berwarna putih kental.
dengan bau busuk/amis. tampak kemerahan dan sembab. Gejala lain adalah gatal
Bau bertambah setelah Kadang terbentuk abses kecil pada dengan intensitas sedang
melakukan hubungan dinding vagina dan serviks yang dikenal
sekdsual sebagai strawberry appearance hingga berat disertai rasa
dispareunia, perdarahan postcoitus, terbakar, kemerahan, dan
dan perdarahan diluar siklus bengkak di daerah genital
menstruasi
Diagnosis
Diagnosis flour albus ditegakkan berdasarkan
Anamnesis:
Ditanyakan mengenai usia, metode kontrasepsi
yang dipakai oleh akseptor KB, kontak seksual,
prilaku, jumlah, bau dan warna leukorea, masa
inkubasi, penyakit yang diderita, penggunaan obat
antibiotik atau kortikosteroid dan keluhan-keluhan
lain serta
Pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan Penunjang
Hasil pengukuran pH cairan vagina dapat ditentukan dengan kertas pengukur pH
dan pH diatas 4,5 sering disebabkan oleh trichomoniasis tetapi tidak cukup
spesifik.
Cairan juga dapat diperiksa dengan melarutkan sampel dengan 2 tetes larutan
normal saline 0,9% diatas objek glass dan sampel kedua dilarutkan dalam KOH
10%. Penutup objek glass ditutup dan diperiksa dibawah mikroskop.

Trichoma vaginalis atau clue cells ( sel epitel dengan batas yang gelap oleh bakteri
kecil ), biasanya mudah diidentifikasikan pada preparat saline yang mana
merupakan karakteristik dari vaginosis bakteri.

Sel ragi dari candida lebih mudah didapatkan pada preparat KOH.
Tatalaksana
•Regimen yang direkomendasikan untuk
Trikomoniasis vaginalis dan vaginosis
bakterial yaitu: metronidazol tablet 400-
500mg 2 kali dalam sehari selama 5-7
hari.

•Regimen yang direkomendasikan untuk


kandidiasis vaginalis dapat dibrikan
preparat oral berupa Fluconazole 150mg
dosis tunggal.
Pencegahan
Adapun cara-cara pencegahan keputihan pada ibu
hamil:
•Hindari pakaian dalam yang ketat dan tidak
menyerap keringat.
•Pilihlah pakaian dalam yang terbuat dari katun.
•Perhatikan kebersihan daerah intim.
•Jangan duduk pada toilet umum jika tidak
sangat terpaksa.
•Gantilah pakaian dalam setiap hari.
Kesimpulan

Keputihan pada saat kehamilan dapat terjadi akibat


faktor fisiologi pada perubahan hormon tetapi dapat berubah
menjadi keputihan patologis apabila didukung dengan perilaku
hygiene yang kurang baik, keadaan lingkungan dan kebiasaan
lifestyle yang kurang bersih. Untuk memastikan apakah
keputihan tersebut bersifat patologis atau fisiologis dapat
dilakukan anamnesis yang lengkap disertai pemeriksaan fisik
dan pemeriksaan penunjang yang sesuai agar dapat dilakukan
penatalaksaan yang tepat.
Daftar Pustaka
1. Cunningham, Lenovo, Bloom, Hauth, Rouse, Spong. Williams obstetrics. Edisi 23, USA : McGraw-Hill; 2010.
2. Prawirahardjo S. ilmu kebidanan. Edisi 4. Jakarta : Bina Pustaka Sarwono Prawirahardjo; 2010.
3. Leslie B, Robin P, Barbara Y, Katie H, Kelly R, Wendy E. microbiology USA : Pearson Education; 2010.
4. Zondek B, Cooper K. Cervical mucus in pregnancy. Alabama Association of Obstetricians and Gynecologist
1954; 4:5.
5. Murrary I, Hassall J. Change and adaptation in pregnancy. Nottingham: Churchill Livingstone; 2009.
6. Kulkarni RN, Durge PM. A study of leucorrhoea in reproductive age grup women of Nagpur City. Indian J
Public Health 2005; 49:238-39.
7. McGregor JA, French Jl. Bacterial vaginosis pregnancy. Obstet Gynecol Surv 2000; 55:1-9.
8. Hilarie S, Helen K, Tom G, Helen E. A manual of laboratory and diagnostic test. China: Lippincott Williams
& Wilins; 2009.
9. Mine EO, Emine B, Recep A. evaluation of habitual behavior related to genital hygiene in women living in a
health care center area. Saudi Med J 2010; 11:1251-6.