Anda di halaman 1dari 27

STRATEGI PENYULUHAN EDUKATIF HIV

DAN AIDS KELOMPOK UMUM USIA 15 – 24


TAHUN DI KABUPATEN BANYUMAS
TAHUN 2019

SUGIARSO, SKM
PROGRAMER PENYULUHAN HIV AIDS
LATAR BELAKANG
PERILAKU BERBAGI JARUM BERSAMA,
BERESIKO TERINFEKSI HIV ......
FENOMENA YANG MENDUKUNG
 Usia 15-24 tahun adalah usia yang akan menjadi salah satu
target sasaran dalam penggunaan obat-obatan yang dapat
menyebabkan HIV dan AIDS
 Tantangan serius dihadapi pemerintah kabupaten
banyumas menghadapi kasus HIV AIDS.
 Jumlah penderita hiv aids sudah menyebar di semua
kecamatan. Paling sedikit lima kasus per kecamatan dan
terbesar 38 kasus per kecamatan. “HIV AIDS sekarang tidak
hanya di kota saja. Namun juga sudah merambah ke
pelosok-pelosok,”
 Faktor terbesar penyebab HIV AIDS karena pola pikir
remaja. Banyak remaja yang tidak mengetahui HIV AIDS itu
apa
MASALAH HIV/AIDS
BAGAIKAN
PHENOMENA SEBUAH GUNUNG ES
Fenomea gunung es kasus HIV-AIDS yakni (WHO)
setiap 1 (satu) kasus HIV maka ada 100-200 kasus
HIV yang tersembunyi
Mengapa ODHA masih tampak sehat…….
Karena perjalanan penyakit HIV dalam tubuh seseorang tergolong unik,
memiliki masa inkubasi yang sangat panjang

STADIUM 1 STADIUM 2 STADIUM 3 STADIUM 4

AIDS
Window HIV+ dengan
period gejala 1 – 2 th.
HIV +
1 – 3, penyakit
Asimptomatik
bahkan 6 > 1 bulan
5 – 10 tahun
Tabel 1.1 Grafik kasus HIV-AIDS di Kabupaten Banyumas
Tahun 2006 s.d 2018

Sumber : Pelaksana Program HIV-AIDS Bidang P2 tahun 2018


Tabel 1.2 Kasus HIV-AIDS menurut kelompok umur
di Kabupaten Bnyumas tahun 2017 s. d 2018

Sumber : Pelaksana Program HIV-AIDS Bidang P2 tahun 2018


Tabel 1.3 Kasus HIV-AIDS menurut kelompok jenis pekerjaan
di Kabupaten Banyumas tahun 2017 s.d 2018

Sumber : Pelaksana Program HIV-AIDS Bidang P2 tahun 2018


KAMPANYE EDUKATIF HIV-AIDS KEPADA
POPULASI UMUR 15 – 24 TAHUN

Mengharapkan pada kaum muda tidak terjadi


penularan HIV dan AIDS dan menghilangkan
diskriminasi terhadap ODHA dikalangan kaum
muda. Hal ini tidak mungkin

Apabila mereka :
 tidak tahu apa itu HIV - AIDS dan bagaimana cara
menghindari diri agar tidak terifeksi HIV-AIDS.
tidak tahu bagaimana HIV dapat menular dan tidak
menular
bahkan tidak tahu apakah mereka mengidap HIV
atau tidak.

Sangat tidak mungkin upaya pencegahan dan pengendalian HIV-


AIDS dilaksanakan tanpa dibarengi dengan “KAMPANYE EDUKATIF”
Pesan kunci kampanye edukatif HIV-AIDS
populasi umur 15 – 24 tahun

“Jiwa yang tegar NO Narkoba, Hati


yang murni NO Sek Bebas”

“Mari Bergabung, Pastikan Kaum


Muda Tahu Cara Mencegah Diri
Tertular HIV-AIDS”
Tujuan kampanye
Meratakan pengetahuan yang benar dan komprehensif tentang
HIV dan AIDS diantara kaum muda kelompok umur 15 – 24 tahun.

Khalayak sasaran kampanye


Kaum muda kelompok umur 15 - 24 tahun di seluruh Kabupaten
Banyumas

Tempat dan Sasaran Kampanye


SLTP
SLTA
Perguruan Tinggi
Tempat Kerja (Formal dan non formal)
Organisasi kepemudaan
Organisasi kemasyarakatan/agama
dll
STRATEGI KAMPANYE EDUKATIF HIV-AIDS

1. Advokasi
Upaya advokasi dilakukan dengan sasaran utama para
penentu kebijakan di lingkungan wilayah kerja
puskesmas seperti Camat, Kepala UPT, Kepala desa,
lembaga BPD/LPMK, Sekolah, Ormas dan organisasi
pemuda, dll.
Kegiatan advokasi dilakukan dengan materi
tentang pentingya pendidikan/penyuluhan
edukatif HIV dan AIDS pada masyarakat
kelompok umur 15 – 24 tahun agar mereka
memperoleh pengetahuan yang benar dan
komprehensif sehingga mereka bisa memiliki
pengetahuan, sikap dan perilaku yang benar
tentang HIV dan AIDS yang akhirnya bisa mencegah
dan terhindar dari bahaya penyakit tersebut.
2. Pemberdayaan masyarakat
Merupakan upaya fasilitasi agar masyarakat memiliki
pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan
untuk berperilaku hidup sehat

3. Kemitraan

Kegiatan kemitraan dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :


Menjaring ormas/dunia usaha/kelompok potensial yang
mendukung upaya promosi kesehatan
Menjadikan ormas/dunia usaha/kelompok potensial sebagai
role model dalam kegiatan penyuluhan edukatif publik tentang
HIV dan AIDS
Menjalin hubungan kerja sama, Puskesmas dengan
ormas/dunia usaha/kelompok potensial dalam kegiatan
penyuluhan edukatif publik tentang HIV dan AIDS
4. Pemetaan
Kegiatan ini akan menghasilkan data kelompok sasaran
penyuluhan yang ada seperti : Sekolah SMA/SMK/MA dan
SMP/MTs; Organisasi masyarakat seperti IPPNU,
IPMuhammadiyah, Banser, KOKAM, Aisyiah, Pemuda
Pancasila, Pemuda Masjid, Karangtaruna dan kelompok
pemuda lainnya; Kelompok kerja formal dan non formal

5. Pendekatan komunikasi
Pesan moral kampanye yang dikemas menjadi pesan kunci
kampanye adalah : Jiwa Yang Tegar NO Narkoba dan Hati Yang
Murni NO Seks Bebas. Kedua pesan ini diambil dari data
penyebab penyebaran HIV yang utama di Indonesia adalah
cairan kelamin pada hubungan seks, dan darah diantara
pengguna narkoba
Kita semua bisa bahu membahu mendukung kaum muda
membangun dirinya sendiri menjadi :
Pribadi yang menghargai budayanya, progresif dan berpikiran
terbuka
Suka bergaul, dan menikmati pertemanannya, NAMUN punya
pendirian yang jelas tentang apa yang baik dan apa yang buruk bagi
dirinya
Suka menjaga kesehatan dan penampilan dirinya
Perhatian pada sesama, ramah dan mandiri

6. Pendekatan kegiatan
Dilakukan dengan upaya bina suasana dengan melakukan
pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan semua
pihak yang terkait agar diperoleh kesepahaman maksud dan
tujuan kegiatan ini. Hal ini dilakukan dengan tujuan :
Membangun perasaan positif dan dukungan masyarakat
terhadap pelaksanaan kampanye
Membangun perasaan memiliki khalayak sasaran terhadap
kampanye yang dilaksanakan
7. Penyikapan bersama (“Standing
Point”)
1. Kampanye edukatif HIV dan AIDS ditujukan kepada
populasi umum usia 15 – 24 tahun, baik yang belum
tertular maupun sudah berperilaku berisiko dan
sudah tertular.

2. Komitmen pada positioning statment (pernyataan


manfaat kampanye yang dinyatakan dari sudut
khalayak sasaran kampanye) seperti dibawah ini :

“gue tau HIV dan AIDS itu mematikan, itu


doank kali... Tapi sekarang lain
man.........!”

“Sekarang gue tahu persis apa itu HIV


dan AIDS, apa yang boleh dan ngga
boleh ....... supaya gue ngga kena.”
3. Pesan kunci kampanye edukatif HIV dan AIDS diambil dari
data tentang dua penyebab utama penularan HIV
dan AIDS di Indonesia, yakni : melalui cairan
kelamin lewat hubungan seks, dan darah lewat
jarum suntik diantara pengguna narkoba.

Jiwa yang tegar


menolak menggunakan
narkoba, Hati yang
murni menolak
berperilaku seks bebas
(free sex)
NO HIV, NO AIDS “
4. Kampanye edukatif HIV dan AIDS untuk dapat dilaksanakan
segera karena berpacu dengan waktu.

Teknik dan metoda


penyuluhan

S : Suluh/penyuluhan : ditargetkan 90% masyarakat


paham HIV dan AIDS termasuk pada kelompok umur

T
15 – 24 tahun
: Temukan : 90% ODHA mengetahui statusnya

O Obati: : 90% ODHA mendapat terapi ARV

P : Pertahankan : 90% ODHA yang ARV tidak terdeteksi


Dengan teknik ini maka kegiatan penyuluhan
dilakukan baik penyuluhan langsung, tidak
langsung maupun penyuluhan massa, dengan
metode ceramah tanya jawab, diskusi
menggunakan media leaflet, poster,
pemutaran film dan media lainnya yanga
relevan.
 
LAPORAN BULANAN KEGIATAN PENYULUHAN EDUKATIF HIV DAN AIDS
KELOMPOK UMUM USIA 15 - 24 TAHUN DI KABUPATEN BANYUMAS
TAHUN 2019
PUSKESMAS : ................................... BULAN : ...........................
KECAMATAN : ...................................

JUMLA TINGKAT
H PENGETAHUAN
TANGGA KELOMPOK SASA RATA- RATA- KETERANG
NO. LOKASI METODE MEDIA
L SASARAN RAN RATA RATA TREN AN
(ORAN PRE POS D
G) TEST TEST

JUMLAH
................................, .......
MENGETAHUI :
KEPALA PETUGAS PROMKES
PUSKESMAS ..................................... PUSKESMAS .........

...................................................... ............................................