Anda di halaman 1dari 12

BIOGAS DARI LIMBAH

TAHU
TRI AULIA 061640412225
5 EGC
PENGERTIAN BIOGAS
Biogas menurut Basriyanto (2007) adalah gas yang dihasilkan dari proses
pembusukan bahan-bahan organik seperti kotoran hewan (sapi, kerbau,
kambing, lembu, babi dan sebagainya) oleh mikroorganisme dengan sistem
anaerob, unsur utamanya ialah metana (sekitar 60%) sedang sisanya CO2
sekitar 35%, NO2 sekitar 40% dan sedikit SO2
Biogas merupakan campuran dari berbagai macam gas, diantaranya: CH4
(54-70%), CO2(27-45%), CO (1%) dan sisanya H2S, Energi yang terkandung
dalam biogas tergantung dari konsentrasi metana (CH4).Melalui pengolahan
limbah cair tahu dengan kapasitas 283,8 m3/hari dapat diperoleh biogas
dengan 442,6 m3 /hari. Nilai tersebut dihitung dari tiap kg kedelai yang
menghasilkan 9,46 liter limbah dan tiap kg kedelai menghasilkan 15 liter
biogas.
Keuntungan biogas antara lain :
1. Bahan bakar pada kompor gas, lampu petromaks, pemanas
air dan generator.
2. Menghemat biaya
3. Limbah dari pembuatan biogas dapat digunakan sebagai
pupuk organik yang lebih baik dari pupuk kandang.
4. Mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan
kesehatan (Basriyanto, 2007)
LIMBAH TAHU
Limbah yang dihasilkan oleh industri tahu ada dua macam, yaitu limbah
padat dan limbah cair. Umumnya, limbah padat dimanfaatkan untuk pakan
ternak. Limbah cair yang mengandung senyawa organik cukup tinggi,
biasanya dibuang langsung ke lingkungan tanpa penanganan yang baik. Oelh
karena itu limbah cair organik dapat diuraikan dengan mudah oleh
mikroorganisme secara alamiah.
Jika limbah tidak diolah dengan baik, maka akan menimbulkan bau akibat
proses pembusukan bahan organik oleh bakteri.
Limbah tahu benyak mengandung protein dan karbohidrat tinggi sehingga
pembusukan oleh mikroorganisme cepat terjadi. Limbah cair tahu berasal dari
bekas pencucian dan perendaman kedelai, air bekas proses produksi dan
perendaman tahu yang mengandung bahan organik cukup tinggi. (Agung dan
Sutan, 2011)
MANFAAT LIMBAH TAHU
UNTUK BIOGAS
Total Suspended Solid (TSS) sekitar 30 Kg/Kg bahan baku Tahu,
Biological Oxygen Demnad (BOD) 65 g/ Kg bahan baku tahu dan
Chemical Oxygen Demand (COD) 130 g/ Kg bahan baku tahu.

Energi yang terkandung dalam biogas tergantung dari konsentrasi


metana (CH4).Melalui pengolahan limbah cair tahu dengan kapasitas
283,8 m3/hari dapat diperoleh biogas dengan 442,6 m3 /hari. Nilai
tersebut dihitung dari tiap kg kedelai yang menghasilkan 9,46 liter
limbah dan tiap kg kedelai menghasilkan 15 liter biogas.
LANGKAH LANGKAH PEMBUATAN
BIOGAS DARI LIMBAH TAHU

Langkah- langkah pembuatan biogas dari limbah tahu:


1. Siapkan bahan berupa limbah cair dari industri pembuatan tahu sebanyak
200 liter dan masukkan ke dalam bak penampungan, tunggu hingga dingin.
2. Masukkan bahan tersebut ke dalam bak yang menghubungkan dengan
lubang pemasukan digester hingga penuh.
3. Diamkan selama 30-45 hari agar terbentuk gas yang diinginkan. Untuk
medeteksi adasnya gas, buka kran yang menghubungkan gas dengan
kompor, lalu nyalakan. Berarti sudah terbentuk biogas sehingga sudah dapat
dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Supaya produksi gas dapat dilakukan setiap
haru, tambahkan 10 kg limbah setiap hari.
RANCANGAN BIOGAS DISESTER
Tipe pembangkit biogas (digester) yaitu terapung (floating type) dan
kubah tetap (fixed dome type). Tipe terapung terdiri dari sumur digester
dan di atasnya drum terapung dari besi terbalik untuk menampung gas
yang dihasilkan. Sumur tersebut berbahan seperti fondasi rumah.
Berupa digester dengan menggali tanah kemudian dibuat bangunan
berbentuk seperti rongga yang hampa udara, strukturnya kubah
(setengah bola). Ukuran 8 m3 tipe kubah, cocok bagi petani dengan 3
ekor sapi atau 8 ekor kambing atau 100 ekor ayam, di samping memiliki
sumber air cukup. (Burhani, 2005)
TYPE FLOATING DOME
TYPE FIXED DOME
PERBANDINGAN HARGA BIOGAS
LIMBAH TAHU DAN LPG
Berdasarkan penelitian 100 Kg tahu dihasilkan biogas sebanyak 1,5 m3.
Biogas dengan nilai kalori 4.785 Kkal/liter, Sehingga panas dari biogas
yang dihasilkan mencapai 7.177,7 Kkal.
Nilai kalor untuk biogas sekitar 4.785 Kkal/m3 = 4.785 kal/liter. Nilai
kalor untuk LPG sekitar 10.882 Kkal/m3 = 10.882 kal/liter. Harga LPG
12 Kg sekitar Rp. 85.000 = Rp. 14.167/liter.
KESIMPULAN
Kebutuhan energi semakin meningkat seiring pertambahan jumlah pen
duduk sehingga diperlukan sumber energi alternatif yang ramah
lingkungan.Salah satu sumber energi yang ramah lingkungan dan murah
adalah biogas. Biogas dapat diperoleh dari proses fermentasi limbah
organik dengan bantuan mikroorganisme. Limbah cair tahu
memungkinkan untuk dijadikan penghasil biogas.
Pembuatan biogas melalui bioproses yang menggunakan limbah tahu
sebagai sampel, dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan dari
limbah industry tahu. Selain itu, juga pembuatan biogas dari limbah
tahu dapat menciptakan energy alternative, juga dapat menghasilkan
pendapatan yang lebih bagi orang yang mau menggelutinya.
TERIMAKASIH
TERIMAKASIH
TERIMAKASIH
TERIMAKASIH
TERIMAKASIH