Anda di halaman 1dari 30

Disusun Oleh :

dr. M. Ramandhika T.P


Pembimbing:
Dr. Nyoman Mardana, Sp.B, FINACS
Pendamping:
dr. Komang Katrini, dr. Lie Juliawan
RUMAH SAKIT UMUM PARAMA SIDHI SINGARAJA
2019
• Apendisitis merupakan peradangan dari appendiks
vermiformis
• Peradangan akut appendiks memerlukan tindakan bedah
segera untuk menghindari komplikasi yang umumnya
berbahaya
• Apendisitis merupakan penyebab tersering dari nyeri
abdomen yang progresif dan menetap
• Pada masyarakat dengan kebiasaan diet tinggi serat,
apendisitis jarang terjadi
DEFINISI
• Appendicitis merupakan
peradangan pada appendix
vermiformis

ETIOLOGI
• Obstruksi Lumen
• Erosi mukosa
Obstruksi lumen Mukus dan cairan ↑ ↑ tekanan intraluminal

aliran darah dan


Iskemia mukosa ↑ tekanan kapiler
limfe terhambat

Pertumbuhan pesat inflamasi transmural, edema,


Perforasi
bakteri vascular stasis, nekrosis muskular
• Anoreksia
• Nyeri perut
• Mual/muntah
• Malaise
• ↑ Suhu tubuh
• Konstipasi/diare
Rovsing’s Sign
LABORATORIUM RADIOLOGI
• Leukositosis • CT-scan
• CRP ↑ (≥ 8 mcg) • USG abdomen (diameter
• Persentase neutrofil ≥ 6mm)
75% • Foto polos abdomen
Medikamentosa Operatif
• Analgesik • Open Appendectomy
• Antibiotik • Laparoscopic
Appendectomy
• Peritonitis generalisata
• Pelvic abscess
• Subphrenic abscess
• Intraperitoneal abses lokal
Nama : An. IKM
Umur : 12 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Pelajar
Agama : Hindu
No. RM : 81008
Tanggal Masuk RS : 28 Februari 2019
Tanggal Pemeriksaan: 1 Maret 2019
Keluhan Utama :
– Nyeri pada perut bawah

Keluhan Tambahan :
– Mual, lemas, nafsu makan berkurang
• Pasien datang dengan keluhan nyeri perut bawah sejak 3 hari
yang lalu. Awalnya 3 hari yang lalu, pasien mengatakan nyeri
perut berawal di perut kanan bawah dan menetap. Namun lama
kelamaan nyeri dirasakan menjalar ke kiri juga. Keluhan disertai
dengan demam. Nyeri dan demam sudah berkurang setelah
mengonsumsi obat. Namun nyeri timbul kembali bila tidak
mengonsumsi obat. Mual namun tidak muntah, lemas. Buang air
kecil dikatakan seperti biasa, tidak nyeri, tidak panas. BAB
beberapa kali cair namun frekuensi BAB seperti biasa. Nafsu
makan dikatakan berkurang daripada sebelumnya.
Riwayat Penyakit Dahulu :
• Sebelumnya belum pernah merasakan hal yang sama,
tidak memiliki riwayat asma, belum pernah menjalani
operasi sebelumnya.

Riwayat Penyakit Keluarga :


• Tidak ada yang mengalami keluhan yang sama
Riwayat Pengobatan :
• Mengkonsumsi obat penghilang rasa nyeri.

Riwayat Psikososial :
• Jarang mengonsumsi sayur
Keadaan umum : Tampak sakit sedang.
Kesadaran : Compos mentis.
Vital sign :
–T : 110/70 mmHg
–N : 92 x/menit, reguler, kuat angkat
– RR : 20 x/mnt
–S : 37,5 °C
• Mata : Konjungtiva Anemis (-/-), Sklera Ikterik (-/-)
Thorax :
Paru
• Inspeksi : Gerakan nafas simetris kanan dan kiri
• Palpasi : Fremitus kanan dan kiri sama
• Perkusi : Sonor di kedua lapang paru
• Auskultasi : Vesikuler, ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
Jantung
• Inspeksi : Iktus cordis tidak terlihat
• Palpasi : Iktus cordis teraba di linea midclavicula sinistra RIC V
• Perkusi : Batas jantung normal
• Auskultasi : S1 S2 reguler, murmur (-), gallop (-)
Abdomen
• Inspeksi : Distensi (-)
• Auskultasi : Bising usus (+) meningkat
• Palpasi ; Hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan
McBurney (+), nyeri lepas (+), tidak teraba massa di perut
kanan bawah
• Perkusi : Thympani
Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2 detik
Parameter Result Units Normal Range
WBC 13.9 10^3/uL [ 3.8 - 10.6]
RBC 5.27 10^6/uL [ 4.4 - 5.9 ]
HGB 14.7 g/dL [13.2 - 17.3]
HCT 42.1 % [40 - 52]
MCV 79.9 fL [ 80 - 100 ]
MCH 27.9 pg [ 26 - 34 ]
MCHC 34.9 g/dL [ 32 - 36 ]
PLT 162 10^3/uL [ 150 - 440 ]
LYM% 16,1 % [ 20 - 40 ]
MXD% 5,8 % [ 1.9 - 24.6 ]
NEUT% 78,1 % [ 47 - 80 ]
LYM# 2,2 10^3/uL [1-4]
MXD# 0,8 10^3/uL [ 0.1 - 1.5 ]
NEUT# 10,9 10^3/uL [ 2.5- 7.5 ]
RDW-CV 12.7 % [ 11.6 - 15.7 ]
PDW 11.4 fL [ 9.8 - 18 ]
MPV 10.3 fL [ 6.8 - 10 ]
P-LCR 25.4 % [ 10.7 - 45 ]
BT 1’30’’ menit [ 1 - 5 ]28 Februari
CT 14’00” menit [ 6 - 18 2019
]
Rapid Test NR NR
Kesan :
Secara radiologis cor dan pulmo tidak tampak
kelainan
Tatalaksana
• Terapi • Tindakan
- IVFD D5%1/2NS 16 tpm - Appendectomy
- Ceftriaxone 3 x 1/2 gram
(iv)
Hari/Tang Keterangan
gal
28 P/ IVFD d5%1/2NS
Februari Ceftrixone 3 x 1/2 gram
2019 Ketorolac 3 x 10 mg
Bila sadar baik boleh minum. Bila sudah flatus → BS
Observasi vital sign
1 Maret S/ Nyeri pada luka bekas operasi, demam (-), muntah (-), flatus (-)
2019 O/ KU = Tampak sakit sedang, Kesadaran : Compos mentis
TD : 100/70 mmHg, N : 95 x/menit
S : 36 ℃, RR : 28x/menit
Thorax: Cor dan pulmo dalam batas normal
Abdomen: Distensi (-), Bising usus (+) lemah
Ekstremitas: Akral hangat, CRT < 2 detik
A/ Post Op Appendectomy H.1
P/ - IVFD D5%1/2NS 16 tpm
- Ceftriaxone 3 x 1/2 gram
- Ketorolac 3 x 10 mg
- Minum sedikit - sedikit
- Belum boleh makan, berikan entrasol 1/3 gelas
- Mobilisasi
Hari/Tanggal Keterangan
2 Maret 2019 S/ Nyeri pada luka bekas operasi berkurang, demam (-), muntah (-), flatus (+)
O/ KU = Tampak sakit ringan, Kesadaran : Compos mentis
TD : 100/60 mmHg, N : 92 x/menit,
S : 36 ℃, RR : 20x/menit
Thorax: Cor dan pulmo dalam batas normal
Abdomen: Distensi (-), Bising usus (+) Normal
Ekstremitas: Akral hangat, CRT < 2 detik
A/ Post Op Appendectomy H.2
P/ - IVFD D5%1/2NS 20 tpm
- Ceftriaxone 3 x 1/2 gram
- Ketorolac k/p
- Mobilisasi
3 Maret 2019 S/ Nyeri pada luka bekas operasi sangat berkurang, demam (-), muntah (-), flatus (+)
O/ KU = Baik, Kesadaran : Compos mentis
TD : 100/60 mmHg, N : 84 x/menit,
S : 36,2 ℃, RR : 20x/menit
Thorax: Cor dan pulmo dalam batas normal
Abdomen: Distensi (-), Bising usus (+) Normal
Ekstremitas: Akral hangat, CRT < 2 detik
A/ Post Op Appendectomy H.3
P/ Terapi lanjut
Mobilisasi
Hari/Tanggal Keterangan

4 Maret 2019 S/ Nyeri pada luka bekas operasi sangat berkurang, demam (-), muntah (-), flatus (+)
O/ KU = Baik, Kesadaran : Compos mentis
TD : 100/60 mmHg, N : 92 x/menit,
S : 36,6 ℃, RR : 20x/menit
Thorax : Cor dan pulmo dalam batas normal
Abdomen : Distensi (-), Bising usus (+) Normal
Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2 detik
A/ Post Op Appendectomy H.3
P/ - BPL
- Obat pulang :
Asam mefenamat tab 3 x 500 mg
Cefadroxil 2 x 500 mg
Kontrol tanggal 13 Maret 2019

PROGNOSIS
• Quo ad vitam : ad bonam
• Quo ad functionam : ad bonam
Keterangan Hasil Nilai
Migrasi nyeri pada fosa iliaka kanan + 1
Nafsu makan berkurang - 0
Mual - muntah + 1
Nyeri tekan perut kanan bawah + 2
Nyeri lepas regio kanan bawah + 1
Peningkatan suhu ≥ 36 ℃ + 1
Leukositosis ≥ 10 x 103 u/L + 2
“shift to the left” neutrofil - 0
Total 8
Score:
<3 : kecil kemungkinan kearah appendicitis
4-6 : membutuhkan pencitraan lanjutan
≥7 : besar kemungkinan appendicitis
• Lebih dari 10% kasus dengan keluhan nyeri abdomen
merupakan kasus kegawatdaruratan.
• Faktor-faktor pencetus terjadinya apendisitis adalah
obstruksi, bakteri, kecenderungan familiar dan faktor ras
serta diet.
• Penatalaksanaan pada pasien berupa konservatif dan
operatif
1. Masjoer A, Suprohaita, Wardhani WI, Setiowulan W. Appendicitis. Kapita
Selekta Kedokteran. 2000. Jakarta : FK UI.
2. Sjamsuhidajat R, de Jong W. Buku Ajar Ilmu Bedah. 2004. Jakarta: EGC. p.
865-75.
3. Schwatz, et al. Principles of Surgery 8th Edition Volume 2. Jakarta: EGC. p.
1383 – 93.
4. Staf Pengajar FKUI. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. 1995. p. 109 – 12.
5. Sugandi . W. Referat Appendicitis. Sub Bagian Bedah Digestif. 2005.
Bandung: FK UNPAD-RSHS.