Anda di halaman 1dari 36

Hamil Kurang Bulan Dengan Ketuban Pecah Sebelum Waktu

M Hadyan Syahputra, S. Ked


(712016055)
PEMBIMBING : DR. DR. HJ. ARYANI AZIZ, SP. OG (K) MARS
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
KPSW

Ketuban pecah sebelum


Ketuban pecah sebelum
waktu pada kehamilan
waktu (KPSW) atau
prematur atau Preterm
Premature Rupture of
Premature Rupture of
Membrane (PROM)
Membrane (PPROM).

Proses biokimiawi yang


terjadi dalam kolagen
matriks ekstraseluler
amnion, korion dan
apoptosis membran janin.
ETIOLOGI

Infeksi

Defisiensi Vitamin C

Faktor Selaput Ketuban

Umur dan Paritas

Faktor – faktor lain


PATOFISIOLOGI Streptokokus grup B,
Stafilokokus aureus dan
Trikomonas vaginalis
mensekresi protease

degradasi membran dan


akhirnya melemahkan
selaput ketuban

Ketuban mudah pecah


DIAGNOSIS

Pemeriksaan Pemeriksaan
Anamnesis
Fisik Penunjang
TATALAKSANA

KONSERVATIF

AKTIF
BAB III
LAPORAN KASUS
IDENTITAS

IDENTITAS SUAMI
IDENTITAS PASIEN
Ny. Y Tn.D
19 tahun
20 Tahun
Ibu Rumah Tangga
Pedagang
Desa Bungaran 5
MRS : Sabtu, 25 Mei Desa Bungaran 5
2019 (11.00 WIB)
RM: 26-00-47

9
ANAMNESIS

• Pasien hamil kurang


bulan mengeluh keluar air
Keluhan Utama air sejak 7 jam sebelum
masuk rumah sakit.
ANAMNESIS

Keluar air-air dari jalan lahir,


G1P0A0, 23 tahun hamil kurang bulan
keluhan keluar lendir bercampur
(33-34 minggu) datang ke PONEK
darah (-). Keluhan mules (-) 
RSMP pada hari Sabtu, 25 Mei 2019
Ponek RSMP  dilakukan VT &
pukul 11.00 WIB dengan keluhan
inspekulo pembukaan (-)
keluar air air dari jalan lahir.
nitrazine test (+).
ANAMNESIS

Riwayat Menstruasi: Riwayat Kontrasepsi:


14 tahun Belum pernah menggunakan
28 hari
7 hari @ 2x ganti pembalut Riwayat ANC:
1x/bulan di puskesmas
HPHT : 15 - 10 - 2018
TP : 22 - 07 - 2019
Riwayat Kehamilan dan Persalinan:
Riwayat Perkawinan: 1.) Sekarang
Menikah 1x, 12 bulan
12
ANAMNESIS

Riwayat Penyakit Terdahulu:


Asma, Alergi, DM, Jantung, Ginjal, Hepar
TBC, Eklamsia, Preeklamsia
(-)

Riwayat Penyakit Keluarga:


Asma, Alergi, DM, Jantung, Ginjal, Hepar (-)
Hipertensi (-)
13
PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis:
KU : Baik
Sensorium : Compos mentis
Tekanan darah : 100/70 mmHg
Nadi : 85 x/menit
Pernapasan : 20 x/menit
Suhu : 36,5 C
14
PEMERIKSAAN FISIK
Kepala : Normocephali

Mata : Conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)

Hidung : Polip (-/-)

Thoraks : BJ I/II Normal (+), reguler, murmur (-), gallop (-)

15
PEMERIKSAAN FISIK

Leopold 1 : Teraba bokong, TFU 28 cm, 3 jari dibawah


prosesus xyphoideus
Leopold 2 : Punggung kanan, ekstremitas kiri
Leopold 3 : Teraba besar bulat melenting, terbawah kepala
Leopold 4 : Belum masuk PAP

16
PEMERIKSAAN FISIK

HIS : Belum ada


DJJ : 149x/menit
TFU : 28 cm, 3 jari dibawah processus
xyphoideus
TBJ : 2480 gram
Inspekulo : Nitrazine test (+)

17
PEMERIKSAAN FISIK (VT)

Konsistensi porsio : Lunak


Posisi : Posterior
Pembukaan : belum ada pembukaan
Pendataran : 0%
Selaput ketuban : (-)
Bagian terbawah : Belum dapat dinilai
Penurunan : Hodge 1
Penunjuk : Belum dapat dinilai
18
PEMERIKSAAN PENUNJANG (LABOR 25 MEI 2019)
PEMERIKSAAN HASIL RUJUKAN

HEMATOLOGI

Darah Rutin

Hemoglobin 8,1 g/dL 12,0-16,0 g/dL


Hematoktrit
26,6 g/dL 37,0-47,0 g/dL
Trombosit
256x10^3/uL 150-440x10^3/uL

19
PEMERIKSAAN PENUNJANG (LABOR 2 MEI 2019)

Urin Rutin Hasil Nilai Normal

Warna Kuning muda Kuning

Kejernihan Jernih Jernih

Berat Jenis 1.010 1.005 – 1.030

20
DIAGNOSIS KERJA

Diagnosis • G1P0A0 hamil 33-34 minggu


dengan KPSW 7 jam belum
inpartu janin tunggal hidup
Kerja presentasi kepala dengan
anemia

21
KEADAAN IBU PRE OPERASI

Keadaan umum : Baik


Tekanan darah : 100/80 mmHg
Nadi : 92 x/menit
Pernapasan : 22 x/menit
Temperature : 36,7˚C
TFU : 3 jari di
bawah
processus xyphoideus
Kontraksi uterus : Baik
TATALAKSANA

Tanggal 25 Mei 2019 (Ponek)


 Observasi keadaan umum, tanda vital ibu, denyut
jantung janin
 Pemeriksaan penunjang laboratorium (pemeriksaan
darah dan urin)
 Pemasangan kateter
 Pemasangan IVFD RL = gtt 20 x/menit
 Inj. Ceftriaxone 2x1 gr/iv
 Inj. Dexametasone 1x3 amp/iv
 Nifedipine 4x10mg/oral
 Pro USG
 Pro SC 23
KEADAAN IBU PASCA OPERASI

Keadaan umum : Baik


Tekanan darah : 110/80 mmHg
Nadi : 92 x/menit
Pernapasan : 22 x/menit
Temperature : 36,7˚C
TFU : 1 jari di atas
umbilicus
Kontraksi uterus : Baik

24
TERAPI POST OPERASI

• Observasi KU, TVI, perdarahan


• IVFD RL gtt 20x/menit Medikamentosa:
• Mobilisasi bertahap • Alinamin F 3x1 tab/oral (s/d 24 jam post
• Aff kateter 24 jam SC)
• Aff infus bila injeksi selesai • Inj. Ceftriaxone 3x1gram/iv
• Terapi oral • Inj. As. Traneksamat 3x1/iv
• Ganti opsite • Pronalges supp 3x1/ rectal
• Cek Hb post op

25
BAB IV
PEMBAHASAN
Perempuan, 18 tahun dengan keluhan hamil kurang
bulan keluar air-air dari jalan lahir sejak 7 jam SMRS

G1P0A0 hamil 33-34 minggu dengan KPSW 7 jam


belum inpartu janin tunggal hidup presentasi kepala
dengan anemia

Penulisan diagnosis sudah tepat, diawali dengan


diagnosis kehamilan, persalinan, diikuti diagnosis
janin, dan riwayat penyakit penyerta jika ada
Riwayat
berhubungan
suami istri
sebelum (-) Mengalami
Kehamilan Melakukan Gerakan janin keputihan 3 hari
pertama = aktivitas berat (-) masih dirasakan sebelum keluhan
Riwayat KPSW (-) aktif keluar air-air
Riwayat terjatuh (- muncul
)
Riwayat perut
diurut (-)
Anamnesis
• Hamil 33-34 minggu
• Keluar air-air dari Hal ini sesuai dengan
kemaluan terus-menerus teori
• Pembukaan belum ada
• Lendir darah tidak ada
cairan alkali amnion mengubah
Nitrazine test (+) pH asam normal vagina sebab
nilai pH nya adalah 7,1 – 7,3.
Infeksi

> Streptokokus
grup B
Selaput ketuban
mudah pecah
> Stafilokokus
KPSW
aureus
> Trikomonas
vaginalis

Melemahkan
Sekresi
selaput
protease
ketuban

Degradasi
membran
PEMBAHASAN

Pada kasus KPSW terdapat tatalaksana secara konservatif dan aktif. Pada
kasus ini dilakukan terminasi pada pasien dimana terminasi dilakukan
pada tatalaksana secara aktif, hal ini tidak sesuai dengan teori, yang
seharusnya dilakukan penatalaksanaan konservatif dikarenakan usia
kehamilan pasien < 37 minggu yaitu 33-34 minggu, dimana janin masih
dapat dipertahankan dengan pemberian kortikosteroid untuk pematangan
parunya.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
SIMPULAN

 Kasus ini didiagnosis sebagai G1P0A0 hamil 33-34 minggu dengan KPSW
7 jam belum inpartu janin tunggal hidup presentasi kepala dengan anemia.
Cara diagnosis sudah tepat. Diagnosis ditegakkan dengan dasar
anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
 Tatalaksana kasus belum tepat. Karena pada kasus ini langsung dilakukan
terminasi yang seharusnya dilakukan tatalaksan konservatif terlebih dahulu
pada usia kehamilan <37 minggu.
SARAN

 Memberikan edukasi untuk rutin melakukan pemeriksaan ANC untuk


memeriksakan adanya risiko KPSW pada kehamilan yang akan berdampak
pada ibu dan janin.

 Menjelaskan pencegahan kasus KPSW dalam kehamilan pada pasien dan


keluarga.
Terima Kasih!