Anda di halaman 1dari 30

BacT/ALERT®

Kegunaan
• Mendeteksi adanya mikroorganisme aerobik
dan fakultatif anaerobik (bakteri dan yeast)
dari darah dan cairan tubuh steril lainnya.
• Sistem BacT/ALERT : deteksi di media kultur
(kaldu dalam botol) yang menumbuhkan
mikroorganisme secara berkelanjutan
Prinsip tes
• CO2 diproduksi jika ada mikroorganisme
• Melewati membran semipermeabel terhadap
CO2 di dasar tabung
• Perubahan pH menjadi asam akibat CO2 
hijau menjadi kuning
• Dipantau terus dalam rentang 10 menit
Thurman et al, 1990
BacT/ALERT FA plus
• Isi:
– 30 ml medium kompleks
(pepton/ekstrak biologi,
antikoagulan, vitamin dan
asam amino, trace element,
substrat karbohidrat
– ≥ 1,6 g absorbent polymeric
bead
– N2 O2 dan CO2 dalam kondisi
vakum
BacT/ALERT PF Plus
• Isi:
– 30 ml medium kompleks (casein
peptone, yeast extract, soybean
peptone, meat peptone, SPS,
menadione, hemin, L-cysteine, asam
piruvat, pyridoxine HCl, asam nikotinik,
asam pantothenic, Thiamine HCl, asam
amino kompleks lain, karbohidrat
substrat dalam air yang dijernihkan)
– 1,6 g absorbent polymeric bead
– N2 O2 dan CO2 dalam kondisi vakum
Penyimpanan botol
• Simpan pada posisi tegak, jauhkan dari cahaya
langsung, suhu ruang (15-30 C)
• Perhatikan waktu kadaluarsa di botol
• Jangan gunakan botol jika:
– Media keruh
– Sensor berwarna kuning
– Tekanan gas tinggi
 kontaminasi
Pengambilan spesimen
• Pertimbangan umum
– Volume yang cukup sangat penting. Diambil oleh
tenaga terlatih dengan teknik venipuncture
– Hindari kontaminasi dengan desinfeksi kulit
– Darah dapat diambil menggunakan tabung SPS
– Segera botol ditempatkan dalam sistem deteksi, jika
tidak memungkinkan, batas maksimal penyimpanan
24 jam pada suhu ruangan
– Jika secara visual terdapat pertumbuhan mikroba,
perlakukan botol sebagai hasil positif, tidak perlu
masukkan dalam alat deteksi
Pengambilan sampel
• Venipuncture dengan inokulasi langsung
• Persiapan botol
– Labeli botol kultur dengan informasi pasien
(nama, pasien ID, tanggal lahir, sumber spesimen,
tanggal dan waktu pengambilan)
– Lepaskan flip top plastik di penutup botol dan
desinfeksi tutup botol dengan alkohol swab
• Venipuncture menggunakan syringe
– Prosedur mirip dengan sebelumnya
– Urutan menginokulasi dimulai dari anaerobik lalu
aerobik, agar udara yang terperangkap pada
syringe tidak ditransfer ke anaerobik
• Waktu:
– Sebelum pemberian antibiotik
– Demam
• Dua atau tiga kultur darah diambil dengan
interval 1 jam atau kurang
• Lokasi pengambilan : venipuncture terbaik
• Kuantitas:
– 10 ml pervenepuncture (dewasa)
– 2-5 ml (anak-anak)
– 1-2 ml (infant dan neonatus)
Prosedur di laboratorium
• Inspeksi visual pada botol sebelum diinkubasi:
– Rusak, bocor, atau fungsi menurun
– Hemolisis, keruh, tekanan gas meningkat (karet
penutup menonjol), sensor berwarna kuning,
dan.bukti adanya pertumbuhan  hasil positif 
smear dan subkultur
• Botol kultur diinkubasi dalam instrumen.
Dikeluarkan jika positif atau maksimal 5 hari
• Hasil deteksi positif  smear dan subkultur 
jika smear (-)  false positif alat  botol
disimpan kembali pada instrumen sampai
pertumbuhan di subkultur atau pengulangan
(+), jika pengulangan (+)  smear dan
subkultur
• Botol negatif harus dicek lagi dengan smear
atau subkultur untuk konfirmasi
• Jangan menggunakan kembali botol kultur
yang telah digunakan
• Penggunaan jarum tumpul akan membocori
botol
Quality control
• Quality control dapat dilakukan dengan
mengisi Certificate of Conformance untuk
keperluan inspeksi di tiap lot
• QC tambahan dapat dilakukan dengan:
– Tambahkan 1-2 ml darah pada botol
– Gunakan koloni dari media agar yang telah
diinkubasi 18-24 jam, siapkan suspensi dalam TSB
pada 0,5 McFarland
– Lakukan pengenceran serial
• Pengenceran 1:100  pipet 0,1 ml suspensi dari langkah
sebelumnya ke 9,9 ml TSB
• Pengenceran 1:100  pipet 0,1 ml suspensi dari langkah
sebelumnya ke 9,9 ml TSB
• Pengenceran 1:10  pipet 1 ml suspensi dari langkah
sebelumnya ke 9 ml TSB
– Inokulasi 0,4 ml dari pengenceran akhir ke botol
dewasa, o,2 ml ke botol anak-anak
• Segera masukkan ke alat deteksi. Semua
organisme aerobik positif dalam 48 jam dan
anaerobik positif dalam 72 jam
Keterbatasan Tes
• Spesimen positif di BacT/ALERT 
– (+) di smear, (-) di subkultur  subkultur di media
khusus
– (-) di smear  subkultur dan smear khusus
• Jarang, mikroorganisme fastidious tidak
tumbuh/lambat tumbuh/produksi CO2 rendah di
botol  ditumbuhkan pada media khusus atau
waktu inkubasi diperlambat
• Pada pasien dengan WBC tinggi  BacT/ALERT
(+) tetapi smear dan subkultur (-)
• Organisme sering sangat sedikit dan muncul
intermiten dalam aliran darah  prosedur
pengambilan yang benar
• Segera pindahkan botol dengan kultur positif
 risiko terjadi autolisis
• Kontaminasi saat pengecatan dari
mikroorganisme non viable di komponen
media kultur, reagen cat, minyak imersi, atau
slide kaca  false positive smear
• Botol kultur sebaiknya segera ditempatkan ke
alat deteksi
• Neutralisasi antimikrobial tidak bekerja untuk
ceftazidime atau cefepime
TERIMA KASIH