Anda di halaman 1dari 43

•Obat
Malaria
•Tinjauan umum dari obat-obat anti
•protozoa
 Infeksi protozoa negara2
•berkembang, subtropis, namun dengan
•meningkatnya pariwisata dunia;
•(malaria, amebiasis, leishmaniasis,
•tripanosomiasis, trikomiasis dan
•giardiasis) tdk terbts pada daerah
•tertentu.
 Binatang ini (eukariotik, sel2 protozoa
•uniselular) mempunyai proses
•metabolik yang sama dengan pejamu
•(man

•• Tidak mdh diobati, obat menyebabkan


•toksik pada pejamu ( sel yang
•menunjukkan aktivitas metabolik aktif)
•• Obat 2 antiprotozoa umumnya tidak
•aman bagi wanita hamil.

•obat yg bekerja pada parasit protozoa.


•Kemoterapi Malaria
 Malaria merupakan penyakit infeksi akut
•• •Disebabkan oleh 4 sp protozoa genus
•Plasmodium.
 Parasit manusia melalui gigitan nyamuk
•anopheles betina
 Spesies dari genus ini :
•Plasmodium falciparum,
•Plasmodium vivax
•Plasmodium malariae
•Plasmodoium ovale

•• Plasmodium falcifarum merupakan sp yang


•paling berbahaya,
•– yang menyebabkan penyakit akut,
•– Hebat
Panas tinggi yang kontinu, hipertensi ortostatik
•–

•– Eritrositosis masif
•– Dapat menyebabkan obstruksi kapiler dan
•kematian.
•– Obat banyak yang resisten
 Plasmodoum vivax lebih ringan
 Plasmodium malariae di daerah tropis
 Plasmodium ovale jarang ditemukan
•P r e v e n t i o n o f r e l a p s e a n d p n o p f r y lax is :

Prirrtaq ui me
•P r o l o n g e d l a t e n c y ( P i l a s r n o d i e . r r n v e w a x a n d P _ ' w a l e )

•ProphylaN is
•drug - resistance):
•D o N y c y c l in e
•Meffoquine
•. . . .- . •A t o v a q u o n e — p r o g u a n i l
•" •e'
•6

.--,
•'
•3 j P F
Chioroquine
-

•Rup,tured •...._.•
--_•1..

•i
•- •• - - - - .

- • • -....-.7 P r h a ryl y lt r a
o p •E oph
x o zi o isr b e
•- .
• .. . . . .
•( r i n g f o r m )
•) 1 1 1 1 r

•s chizont — _.; - drug sensitity)._ i


•-.."- - ...sh

•e t

• •

•Ca rnetorytes •. . . . . . . . "

•I m m a t u r e
gam eta ogle

•F i g u r e 1 . L i f e C y c l e o f M a l a r i a P a r a s i t e • .
•T h e b i t e o f t h e a n o p h e l e s m o s q u i t o i n j e c t s t h e s p o r o z o i t e i n t o t h e b l o o d s t r e a m ; i t t r a v e l s t o t h e f i v e r a n d m u l t i p l i e s , 2 n d r n e r o z o ] t e s t e n t e r t h e
bloodstream and invade -2T 11 Mg, te 5_ At this stag-2, chloroqui ne c a n e ra.clicate all species except resistant Pi a_cropelitinalcifcipanterp ; thus cloxy-
c y c l i n e , m e t -l o g u n e , o r 2 c o m b i n a t i o n o f a t c r w a - q u o n e a n d p r o g -u a n a i s u s e d f o r _ p r o p h y l a x i s i n a r e a s e r e r e s i s t a n t o r g a n i s m s m a y b e f o u n d _
P. wil,t7K and P. oware have a latent {hyp nozoite} stag e i n the I iv-2r; thi s stage req uires additions I treatment with p rim aqu ine for eradication after
an active infection or as terminal prophylaxis_

•Siklus hidup parasit malaria


 Nyamuk terinfeksi memasukkan sporozoit
 Sporozoit berpindah ke hati dan membentuk
•merozo it
 Merozoit dilepaskan dan menginvasi sel darah
•merah
 sel darah merah ruptur melepaskan merozoit
•yang dapat menginfeksi sel darah merah lain
 Nyamuk betina mengambil gametosit dari
•orang yang terinfeksi.

•Skizontisid Jaringan

•PRIMAKUIN
 8-aminokuinolon, memusnahkan bentuk
•eksoeritrosit primer (P falcifarum, P
•vivax)
 Bentuk eksoeritrosit sekunder dari
•malaria berulang ( P vivax, P
ovale),
•d ilanj utkan dengan skizontizid
14 hari primakuin,
•- diikuti dengan
darah
•klorokuin
 Bentuk seksual (gametosit) keempat
•plasmodium dihancurkan dalam
darah,
•atau tdk sampai berkembang
dalam
•nyamu

•Spektrum antimikroba
•Efektif utk fase eksoeritrositer jar, tdk
•Utk tahap eritrositik malaria
•Satu2 nya yang dapat menyembuhkan
•secara radikal P vivax dan P. ovale,
•primakuin dapat membunuh gamet.

•Cara kerja
•Belum diketahui dengan pasti
Metabolit kuinolin-kuinon yang berasal dari
•-

•primakuin adalah redok, dianggap bekerja


•sebagai oksidan yg bertanggung jawab utk kerja
•skizontisidal, hemolisis dan methemoglobinemia.
•Bila digunakan sebagai obat profilaktik kausal
•dengan klorokuin, obat ini efektif P ovale
•dan P vivax, tdk untuk P falcifarum.

•Farmakokineti k
 Mudah diadsorbsi, tdk ditimbun dalam jar
 Peroral diabsorbsi dengan baik.
 kadar puncak plasma dalam waktu 1 2 jam.

 Obat yang mengalami deaminasi, kadar puncak


•10 lebih besar kali
 Metabolit merupakan senyawa aktif ? dikeluar

•Efek samping
 Pada dosis yg direkomendasikan, ditoleransi
•dengan
 baik.
Anemia hemolitik atau methemoglobinemia,
•pada pasien dengan kadar enzim G6PD rendah
 Dosis besar: nyeri lambung , terutama
•kombinasi dengan klorokuin
 Granulositosis dan agranulositosis jarang,
•kecuali pada pasien lupus atau atritis
•obat akan memperberat kondisi.

•Kontra indikasi
•– Wanita hamil trimester I
•– Tidak diberikan parenteral hipotensi
•– Granulositopenia

•Skizontisid Darah

•• Terhadap bentuk eritrosit: Klorokuin,


•kuinin, meflokuin
 Klorokuin 4-aminokuinolin sintetik
•obat utama antimalaria sampai muncul
•strain resisten P falcifarum.
 Cara kerja: klorokuin membunuh
•organisme setelah menumpuk dalam
•darah.

•KLORO KUIN
•Kerusakan Yang Disebabkan Penumpukan Hem
 Klorokuin masuk ke sel darah merah, dan
•mengganggu enzim yang penting utk kehidupan
•parasit dalam sel darah merah.
 Parasit makan hemoglobin dari sel pejamu
•untuk mendapatkan as amino essensial dan Fe,
•namun pada proses ini juga melepaskan
•sejumlah besar hem yg larut sehingga toksik
•utk parasit. Utk melindungi diri parasit
• mengadakan polimerisasi hem menjadi

•hemozoin (pigmen) yg akan pecah


•vakuola makanandalam
parasit.

 Klorokuin menghambat polimerrase dan


•hem tsb, membunuh organisme
dengan
•menghambat proteinase dalam
•• •Klorokuin juga vakuola
terikat
•makanan.
•ferriprotoporfirin
pada IX, yang dibentuk
•dari pemecahan hb dalam eritrosit
•infeksi.
 Komplekygterjadi merusak
•memb ran dan akh i rnya
menghancurkan
•parasit dan sel darah merah

•Alkalinisasi Vakuol
Makanan
•••Klorokui
n
•msk vakuol makanan parasit dengan sistem
•transpor aktif.
 Didalam vakuol yang asam , obat yang sangat
•basa bersatu dgn protein dan terperangkap,
•menyebabkan alkalinisasi organel ini.
•melakukan digesti hemoglobin.

•Penurunan Sintesis
Dna
•• Obat dapat mengurangi sintesis DNA
•dalam parasit, dengan merusak struktur
•tersier asam nukleat.

••Resistensi : ada hub dengan kandungan


•p-glikoprotein parasit yg berhub dengan
•membran obat tdk dapat menembus
-)

•paras it
 Spektrum: merupakan obat pilihan utk
•malaria falcifarum pada stadium
•eritrositi
k
 Sangat spesif ik utk bentuk aseksual P
•vivax, P
falcifarum.

•Farmakokineti k
 Pemberian dan distribusi
 Diabsorbsi dengan cepat dan sempurna
•setelah peroral
 4 hari pengobatan cukup
 Ditimbun di hati, eritrosit, limpa, ginjal paru
•dan jaringan yg mengandung melanin serta
•leukosit
 Menembus SSP dan melewati plasenta.

•Nasib:
 Mengalami de alkilasi oleh enzim hepatic
•mixed function oxidase,
 Produk metabolit tetap aktif, sebagai
•obat malaria
 Obat asli dan metabolitenya dikeluarkan
•melalui urin
 Eksresi dalam urine asam

•Efek
•• samping:
•Pada dosis tinggi gangguan
•pencernaan, gatal2 sakit kepala,
•gangguan penglihatan
 Pada penggunaan jangka panjang
•perubahan warna pada bantalan kuku
 Perubahan pada elektrokardiografi
 eksaserbasi dermatitis.

•KUININ/ KINA
•• Alkaloid dari batang pohon kina

•Mekanisme Kerja
•Kina membentuk kompleks dengan doble –

•stranded DNA parasit untuk mencegah


•pemisahan DNA sehingga memblok replikasi
•DNA dan transkripsi RNA
•Indikas

i
•• Digunakan utk jenis malaria falcifarum
•yg resisten dengan klorokuin
 Skizontizid darah, tidak berefek pada
•liver stage
 Kinin digunakan bersam doksisiklin utuk
•terapi singkat minimum toksisitas
-)

 Quinidin stereoisomer kina, digunakan


-)

•IV untuk malaria berat


 Kinin tdk digunakan sebagai profilaksis
mencegah resistensi
•-)

•Farmakokinetik
 Untuk yang resisten: digunakan terapi
•Kuinin,pirimetamin dan
sulfonamid.
•(peros)Fans
 idar
Dengan pemberian peroral kuinin mdh
•didistribusikan ke seluruh tbh, dapat
•mencapai fetus melewati plasenta,
•alkalinisasi urine akan menurunkan
•eksresi

••Efek samping: kinkonisme


dengan gejala: gangguan gastrointestinal,
•-)

•sakit kepala, vertigo,pandanga kabur


 Kuinin harus dihentikan , bila tes cooms positif
•(+) utk anemia hemolitik
 Interaksi obat
Obat antasida (Al)
•– Retardasi absorbsi
Potens iasi penghambatan neuromuskular
•–

+ digokdsin
•– kadar digoksin meningkat

 Kuinin bersifat fetotoksik


 Hemolisis pada pasien defisiensi G6PD
 Blackwater fever jarang, tetapi fatal pada
-)

•pasien sensitif kina


•Meflokuin
 Derivat sintetik 4-kuinolin
 Hanya diberikan peroral krn lokal iritasi
 Sebagai obat tunggal yg efektif menekan
•bentuk P falcifarum yang multi resisten
 Sebagai profilaksis semua jenis malaria kec
•daerah resisten klorokuin
 Kerja; merusak membran parasit seperti kuinin
 Diabsorbsi dengan baik, ditimbun dalam hati
•dan paru. Waktu paruh panjang 17 hari.
 Eksresi melalui feses

•• Reaksi non klinik:mual,muntah,dan


•pusing sampai disorientasi, halusinasi
•dan epilepsi
•• Kelainan elektrokardiograf i dan
•penghentian jantung dapat terjadi bila
•diberikan bersama kuinin atau kuinidin
•atau penyekat Beta.

•ANTIFOLAT
DRUGS

•Antifolat drugs:
Pirimetamin,
•Proguanil, Sulfadoxin, Dapson
•Sulfadoxin
•• Golongan sulfonamid, sebagai
•antimetabolit PABA
•Dehidropteroa t •PABA•Sulfonamid
•sintetas •berkompetisi dgn PABA
e

•Asam
dihidrofolat

•Pirimetamin & Cycloguanil

•Asam dihidrofolat
•Dehidrofolat Trimetoprim/Pirimetamin
•re duktase
•Asam tetrahidrofolat

•Puri
n
•DN
A

•Pirimetamin (dan cycloguanil)


 Menghambat dihidrofolat reduktase
•plasmodium. Penghambatan ini
•menyebabkan protozoa kekurangan
•tetrahidrofolat, suatu kofaktor dalam
•pembentukan purin dan pirimidin. Dan
•interkonversi asam amino tertentu.
 Bila terjadi anemia megaloplastik dapat
•diberikan leukovorin

•Pirimetamin
•Proguanil (Kloroguanid)Cycloguanil
-)

Untuk kasus rentan malaria falcifarum, yang


•–

•resisten terhadap klorokuin


•– Toksis, tidak digunakan untuk profilaksis.
 Proguanil merupakan prodrug: hanya
•metabolitnya Triazin , cycloguanil -)

•bersifat aktif
 Kombinasi Sulfadoxin dan Pirimetamin -)

•menghambat 2 step pembentukan asma


•folat parasit

•PENGGOLONGAN OBAT ANTI MALARIA

 Skizontisid jaringan primer


•contoh:pr imaquin
 Skizontisid darah

•contoh:kina
•meflokuin

•klorokuin

 Gametosid
•contoh:primakuin
 Skizontisid jaringan sekunder
•contoh: primakuin

•Obat malaria
 Obat bentuk eksoeritrositik
•– Primakuin
 Obat obat efektif terhadap bentuk
•eritrosit
•– Klorokuin,kuinin, meflokuin, pirimetamin,
•kloroguanida
 Obat yang efektif terhadap bentuk
•gametos it
•– primakuin

•TERAPI SUPRESIF

 Klorokuin :300 mg /minggu dimulai beberapa saat sebelum


•masuk sampai dengan 28 hari setelah
•meninggalkan daerah endemik tersebut.
 Mepakrin :100 mg/hari dimulai 2 minggu sebelum masuk
•sampai dengan 4 minggu sesudah meninggalkan

•daerah tersebut.
 Pirimetamin:50 mg/minggu sampai 4 minggu
 Proguanil :100 mg/hari atau 300 mg/minggu sebelum masuk
•sampai 4 minggu setelah keluar daerah.
•(terapi supresif pada bayi)
 Kina :250 mg/hari sebelum masuk daerah sampai
•4 minggu setelah keluar daerah endemik

•Sediaan dan

Posologi
•Nivaquin

•Resochin
•Dosis awal : 1 gr setelah 6 jam 500 mg
•Hari ke 2 : Total 2,5 g dalam 3 hari

•Pasien koma- -*parenteral 200 mg IV


•dosis boleh diulang setiap 6 jam dengan syarat
•dalam 24 jam tidak melebihi 800 mg
•41.._ it) r... 7 2 E3 int LA lic i rtil=i vs 1=*_ t• 16,.._ rI-
• iv - ic> it , a t n 0 0 -t i l r i c i f i l k i s o d i k i t r i n I . r i r t I D -
...ei.r . icAL ri ID iet rID rtts_i I< I ico.irl i c• ri 0

•Laboratory
 Mild ,normochromic,normocytic anemia-
•usually present
 Falciparum malaria :anemia may be
•severe-schistocytes present on blood
•smear

•r% i 41
•.7 4.....