Anda di halaman 1dari 15

AGEN PEMBAHARU UNTUK KEMITRAAN

DALAM PELAYANAN KESEHATAN

{
Oleh :

• Rinie Hidayah (18070167) • Muhammad Tito Desantoro (18070485)


• Aulia Maulida (18070516) • Intan Pratiwi (18070109)
• Della Rizky (18070426) • Rini Irawanty (18070206)
• Ermawati Alfitriani (18070107) • Rabbiatul Auliyah (18070040)
• Gina Mawarni (18070552) • Muhamad Zakia Yamaninoor (18070108)
Latar belakang
 Strategi Promkes paripurna menurut Kementerian
Kesehatan RI meliputi 4, yaitu :
1. Pemberdayaan menumbuhkan dan meningkatkan
pengetahuan, kemauan dan kemampuan individu,
keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit
dan meningkatkan kesehatannya
2. bina suasana/dukungan sosial
3. Advokasi
4. kemitraan: hubungan (kerjasama) antara dua pihak
atau lebih, berdasar atas kesetaraan, keterbukaan,
dan juga saling menguntungkan (memberi manfaat)
untuk mencapai tujuan bersama berdasar atas
kesepakatan, prinsip, dan peran masing-masing
Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari makalah ini yaitu:
1. Agen pembaharu
2. Kemitraan
3. Agen pembaharu untuk kemitraan dalam pelayanan kesehatan.

Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk :
1. Mendeskripsikan tentang agen pembaharu.
2. Mendeskripsikan tentang kemitraan.
3. Mendeskripsikan tentang agen pembaharu untuk kemitraan dalam
pelayanan kesehatan.

Manfaat
Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah untuk :
1. Dapat meningkatkan pengetahuan tentang agen pembaharu.
2. Dapat meningkatkan pengetahuan tentang kemitraan.
3. Dapat meningkatkan pengetahuan tentang agen pembaharu untuk
kemitraan dalam pelayanan kesehatan
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Agen Pembaharu
Definisi

 Agen pembaharu (change agent) ialah orang yang bertugas


mempengaruhi klien agar mau menerima inovasi sesuai dengan
tujuan yang diinginkan oleh pengusaha pembaharuan (change
agency)
 Dengan kata lain tugas utama agen pembaharu adalah
melancarkan jalannya arus inovasi dari pengusaha pembaharuan
ke klien. Proses komunikasi tersebut akan efektif jika inovasi yang
disampaikan kepada klien dipilih sesuai dengan kebutuhannya
atau sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi klien tersebut
 Fungsi dan Tugas Agen Pembaharu
Fungsi utama agen pembaharu adalah sebagai
penghubung antara pengusaha pembaharuan
(change agency), dengan klien (client), dengan
tujuan agar inovasi dapat diterima oleh klien
sesuai dengan keinginan pengusaha
pembaharuan

 Menurut Zaltman, ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh


agen pembaharu dalam usaha memantapkan hubungannya
dengan klien, yaitu:
1. Seorang agen pembaharu harus mampu membantu klien dalam
usaha meningkatkan kehidupannya.
2. Harus diusahakan terjadinya pertukaran informasi tentang hal-
hal yang diharapkan akan dicapai dalam proses perubahan antara
agen pembaharu dengan klien.
3. Perlu diusahakan adanya sangsi yang tepat terhadap target
perubahan yang akan dicapai
 Faktor-Faktor Keberhasilan Agen Pembaharu
1. Usaha Agen Pembaharu :
2. Orientasi pada klien
3. Sesuai dengan kebutuhan klien
4. Emphati
5. Homophily
6. Kontak agen pembaharu dengan klien yang berstatus lebih
rendah
7. Pembantu para-profesional
8. Kepercayaan klien terhadap agen pembaharu (credibility) :
9. Profesional Semu :
10. Pemuka Pendapat
11. Kemampuan klien untuk menilai inovasi :
Kemitraan
 Menurut Notoatmodjo (2003), kemitraan adalah
suatu kerja sama formal antara individu-individu,
kelompokkelompok atau organisasi-organisasi
untuk mencapai suatu tugas atau tujuan tertentu

 Ada berbagai pengertian kemitraan secara umum (Promkes Depkes


RI)meliputi:
1. Kemitraan mengandung pengertian adanya interaksi dan interelasi
minimal antara dua pihak atau lebih dimana masing-masing pihak
merupakan ”mitra” atau ”partner”.
2. Kemitraan adalah proses pencarian/perwujudan bentuk-bentuk
kebersamaan yang saling menguntungkan dan saling mendidik
secara sukarela untuk mencapai kepentingan bersama.
Prinsip Kemitraan
1. Prinsip Kesetaraan (Equity) Individu
2. Keterbukaan terhadap kekurangan atau kelemahan masing-masing
anggota serta berbagai sumber daya yang dimiliki.
3. Prinsip Azas manfaat bersama (mutual benefit) Individu, organisasi
atau institusi yang telah menjalin kemitraan memperoleh manfaat dari
kemitraan yang terjalin sesuai dengan kontribusi masing-masing

Model-Model Kemitraan
 Model I : Model kemitraan yang paling sederhana
 Model II ini lebih baik dan solid dibandingkan model I
Jenis Kemitraan
 Menurut Beryl Levinger dan Jean Mulroy
(2004)
1. Potential Partnership
2. Nascent Partnership
3. Complementary Partnership
4. Synergistic Partnership

 Menurut Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI


1. Aliansi,
2. Koalisi,
3. Jejaring,
4. Konsorsium,
5. Kooperasi dan
6. Sponsorship
Faktor Pemicu Konflik dalam Kemitraan
1. perubahan lingkungan eksternal
2. perubahan ukuran perusahaan sebagai akibat tuntutan
persaingan
3. perkembangan teknologi
4. pencapaian tujuan organisasi
5. struktur organisasi

Menurut Myer dalam Purnama (2000), terdapat tiga


bentuk konflik dalam organisasi :
1. Konflik pribadi
2. Konflik antar pribadi,
3. Konflik organisasi
Tujuan Kemitraan dan Hasil yang Diharapkan

 Tujuan umum : Meningkatkan percepatan, efektivitas dan


efisiensi upaya kesehatan dan upaya pembangunan pada
umumnya

 Tujuan Khusus :
1. Meningkatkan saling pengertian, saling percaya, saling memerlukan,
rasa kedekatan;
2. Membuka peluang untuk saling membantu;
3. Meningkatkan daya, kemampuan, dan kekuatan;
4. Meningkatkan rasa saling menghargai

 Hasil yang diharapkan : Adanya percepatan, efektivitas dan


efisiensi berbagai upaya termasuk kesehatan
Agen Pembaharu Untuk Kemitraan dalam
Pelayanan Kesehatan
 Novita, (2011:120) menyatakan bahwa: Petugas kesehatan
masyarakat dapat berperan sebagai agen pembaharu terhadap
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat terutama dalam
merubah perilaku dan pola hidup yang erat kaitannya dengan
peningkatan dan pemeliharaan kesehatan

Agen Pembaharu Untuk Kemitraan dalam di Pelayanan


Kesehatan :
 Agen Pembaharu Kesehatan Masyarakat/Penyuluh Kesehatan
 Agen Pembaharu Dokter
 Agen Pembaharu Perawat
 Agen Pembaharu Bidan
 Agen Pembaharu Tenaga Kesehatan Lainnya
Contoh : Paguyuban Penderita
Tuberkulosis Kec. Sumberjambe
 Untuk pelayanan pengobatan tuberkulosis, Puskesmas Sumberjambe
secara khusus mengumpulkan hari pemberian obat anti tuberkulosisi
(OAT) pada hari yang sama sehingga sesama penderita sering bertemu
dan saling tukar menukar informasi terutama tentang penyakit dan
pengalaman berobatnya

 Tujuan dari paguyuban penderita tubekulosis ini :


1. Sebagai wadah komunikasi diantara mantan penderita maupun
penderita TB untuk tetap berobat sampai sembuh
2. Secara perorangan membantu penemuan suspek penderita TB
3. Secara perorangan membantu sebagai pengawas minum obat.
4. Sebagai langkah awal wadah pengembangan usaha untuk peningkatan
penghasilan dari penderita atau mantan penderita TB yang berasal dari
tingkat sosial ekonomi rendah
BAB III PENUTUP
 Kesimpulan :
Agen Pembaharu Untuk Kemitraan dalam Pelayanan Kesehatan
terdiri dari tenaga kesehatan masyarakat, dokter, perawat, bidan
dan tenaga kesehatan lainnya
 Saran

Agen pembaharu adalah kita. Orang-orang yang berpendidikan


menggunakan intelektualnya untuk senantiasa ikut andil dalam
mengadakan inovasi. Memberdayakan sesama agar
kebermanfaatan tidak hanya dirasa oleh diri sendiri
Begitu besar peran kita sebagai agen pembaharu karenanya kita
harus proaktif menjalin kemitraan untuk perbaikan derajat
kesehatan.
TERIMAKASIH