Anda di halaman 1dari 103

PELAKSANAAN AUDIT SMKP MINERBA

Nama : Rifki Aristantyo


Alamat : Jl. Cipinang Baru Bunder No. 20, Jakarta Timur
Jl. Melati No. 16, Duri, Riau
Hp : 082211867054
Email : raristantyo@yahoo.com
Pendidikan : S1-Teknik Geologi
Pekerjaan : PNS
Inspektur Tambang – Pertama

2
SMKP MINERBA
SMKP MINERBA
SMKP MINERBA
SMKP MINERBA
SMKP MINERBA

AUDIT
SMKP MINERBA

AUDIT
SMKP MINERBA
Perbaikan Berkesinambungan

AUDIT
Audit SMKP adalah
pemeriksaan secara
sistematis dan independen
terhadap pemenuhan kriteria
yang telah ditetapkan untuk
mengukur suatu hasil
kegiatan yang telah
direncanakan dan
dilaksanakan dalam penerapan
SMKP Minerba oleh
perusahaan.

Permen ESDM No 38 Tahun 2014


tentang Penerapan SMKP Mineral
dan Batubara
BAB I Ketentuan Umum
Pasal 1 Ayat 19
AUDIT SMKP MINERBA

INTERNAL dilaksanakan secara internal oleh perusahaan sekurang-kurangnya sekali dalam setahun,

dilaksanakan oleh badan/lembaga audit independen yang terakreditasi atas permintaan


AUDIT KAIT atau perusahaan

EKSTERNAL -Kecelakaan
-Kejadian berbahaya
-PAK
-Bencana
-Penilaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Hasil audit disampaikan kepada KAIT selambat-lambatnya 14 hari kerja setelah audit dinyatakan selesai
dengan format laporan audit yang telah ditetapkan
TUJUAN AUDIT SMKP
Tujuan dari audit SMKP yaitu untuk
mengarahkan perencanaan dan pelaksanaan
audit, serta menetapkan pencapaian hasil audit
yang mencakup:
• penentuan tingkat kesesuaian sistem
manajemen milik auditi, atau bagiannya,
dengan kriteria audit,
• evaluasi kemampuan sistem manajemen
untuk menjamin pemenuhan persyaratan
peraturan perundang-undangan dan kontrak,
• evaluasi keefektifan sistem manajemen
dalam memenuhi tujuan yang ditetapkan,
dan
• identifikasi bidang sistem manajemen yang
potensial untuk ditingkatkan.
DASAR AUDIT (REFRESH)
Kriteria Audit

Bukti Audit

Temuan audit
DASAR AUDIT (REFRESH)
Kriteria Audit
seperangkat kebijakan, prosedur atau
persyaratan. Kriteria audit digunakan
sebagai acuan pembanding terhadap
bukti audit.
Kriteria Audit SMKP Minerba?
LAMPIRAN II
Bukti Audit
rekaman, pernyataan mengenai fakta atau informasi
lain yang terkait dengan kriteria audit dan dapat
diverifikasi. Bukti audit mungkin bersifat kualitatif atau
kuantitatif
Temuan audit
hasil evaluasi dari bukti audit yang dikumpulkan
terhadap kriteria audit. Temuan audit dapat
mengindikasikan kesesuaian atau ketidaksesuaian
dengan kriteria audit atau peluang perbaikan.
DASAR AUDIT (REFRESH)
Atribut auditor
• etis yaitu adil, menyatakan yang sebenarnya, tulus,
jujur serta bijaksana;
• terbuka yaitu mau mempertimbangkan pandangan
atau ide-ide alternatif;
• diplomatis yaitu bijaksana dalam menghadapi orang
lain;
• suka memperhatikan yaitu secara aktif menyadari
kegiatan dan lingkungan fisik yang ada disekitarnya;
• cepat mengerti yaitu secara naluriah menyadari dan
mampu memahami situasi;
• luwes (versatile) yaitu selalu siap menyesuaikan diri
untuk situasi yang berbeda;
• tangguh yaitu teguh, fokus pada pencapaian tujuan;
• tegas yaitu menghasilkan kesimpulan dengan tepat
waktu berdasarkan alasan dan analisis yang logis; dan
• percaya diri yaitu bertindak dan berfungsi secara
independen ketika berinteraksi dengan orang lain
secara efektif
PROSEDUR AUDIT SMKP
Perusahaan wajib membuat Prosedur Pelaksanaan Audit SMKP
Prosedur pelaksanaan audit SMKP Minerba,
sekurangnya memuat:
• Perencanaan dan penjadwalan audit
• Pemastian kompetensi auditor dan ketua tim audit
• Pemilihan tim audit yang sesuai dan penetapan tugas
dan tanggungjawabnya
• Pelaksanaan audit
• Pelaksanaan tindak lanjut audit
• Pemeliharaan rekaman program audit
• Pemantauan kinerja dan kefektifan program audit
• Pelaporan kepada manajemen puncak tentang
keseluruhan pencapaian program audit
SISTEMATIKA PELAKSANAAN AUDIT

Standar Nasional Indonesia


19-19011-2005
Panduan Audit Sistem
Manajemen Mutu dan/atau
Lingkungan
SISTEMATIKA PELAKSANAAN AUDIT
PENYIAPAN,
PELAKSANAAN PENGESAHAN &
PERMULAAN AUDIT
KEGIATAN AUDIT PENYAMPAIAN
LAPORAN AUDIT

PELAKSANAAN PENYELESAIAN
TINJAUAN PERSIAPAN
KEGIATAN AUDIT AUDIT
DOKUMEN

PELAKSANAAN
TINDAK LANJUT
AUDIT
SISTEMATIKA PELAKSANAAN AUDIT
SISTEMATIKA PELAKSANAAN AUDIT
PENYIAPAN,
PELAKSANAAN PENGESAHAN &
PERMULAAN AUDIT
KEGIATAN AUDIT PENYAMPAIAN
LAPORAN AUDIT

PELAKSANAAN PENYELESAIAN
TINJAUAN PERSIAPAN
KEGIATAN AUDIT AUDIT
DOKUMEN

PELAKSANAAN
TINDAK LANJUT
AUDIT
SISTEMATIKA PELAKSANAAN AUDIT
PENYIAPAN,
PELAKSANAAN PENGESAHAN &
PERMULAAN AUDIT
KEGIATAN AUDIT PENYAMPAIAN
LAPORAN AUDIT

PELAKSANAAN PENYELESAIAN
TINJAUAN PERSIAPAN
KEGIATAN AUDIT AUDIT
DOKUMEN

PELAKSANAAN
TINDAK LANJUT
AUDIT
PERMULAAN AUDIT

1
• Penunjukan ketua tim audit

2
• Penetapan tujuan ruang lingkup dan kriteria audit

3
• Penentukan kelayakan audit

4
• Pemilihan tim audit

5
• Pelaksanaan kontak awal dengan auditi
PENUNJUKAN KETUA TIM AUDIT
Ketua Tim Audit
Personel yang diberi tanggung jawab
untuk mengelola program audit
sebaiknya menunjuk ketua tim audit
sehingga pembagian kewenangan yang
jelas dan tidak bias kedepannya

• Klien audit adalah organisasi atau orang yang meminta pelaksanaan audit
• Auditi adalah organisasi yang diaudit
• Auditor adalah orang yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan audit
• Tim audit adalah satu auditor atau lebih yang melaksanakan audit yang bila
dibutuhkan dapat didikung oleh tenaga ahli
PENETAPAN TUJUAN, RUANG LINGKUP DAN
KRITERIA AUDIT
Maksud Tujuan
untuk menilai keberhasilan untuk menilai kesesuaian
pelaksanaaan keselamatan pengelolaan keselamatan
pertambangan perusahaan pertambangan perusahaan
Sesuai dengan
dan mengetahui kelemahan dengan standar teknis,
keseluruhan tujuan
unsur sistem operasi standar KP, dan peraturan
program audit, setiap
perusahaan pemerintah
kegiatan audit
sebaiknya
Ruang Lingkup didasarkan pada Kriteria Audit
menguraikan cakupan dan tujuan, ruang lingkup Seperangkat kebijakan,
batas-batas audit seperti dan kriteria yang prosedur atau persyaratan
lokasi fisik, unit organisasi, terdokumentasi. Kriteria audit SMKP
kegiatan dan proses yang mengacu kepada Lampiran
diaudit, serta periode waktu 2 Permen ESDM No. 38
yang dicakup oleh audit Tahun 2014
PENENTUAN KELAYAKAN AUDIT
Kelayakan audit sebaiknya ditentukan dengan mempertimbangkan ketersediaan faktor-faktor
seperti berikut:

informasi yang cukup dan sesuai untuk perencanaan audit,

Kerjasama yang cukup dari auditi, dan

waktu dan sumberdaya yang mencukupi

Bila audit dinilai tidak layak, pilihan lain sebaiknya diusulkan kepada klien audit,
sambIl berkonsultasi dengan auditi.
PEMILIHAN TIM AUDIT
Dalam menetapkan ukuran dan komposisi tim audit, hal-hal berikut sebaiknya dipertimbangkan

1 tujuan, ruang lingkup, kriteria dan perkiraan waktu audit;

kompetensi tim audit secara keseluruhan yang diperlukan untuk mencapai


2 tujuan audit

peraturan perundang-undangan, persyaratan kontrak dan persyaratan


3 akreditasi/sertifikasi, yang berlaku;

kebutuhan untuk menjamin keindependenan tim audit dari kegiatan yang


4 diaudit dan untuk menghindarkan konflik kepentingan

kemampuan anggota tim audit untuk berinteraksi secara efektif dengan auditi
5 dan untuk bekerja bersama dalam tim;

Apabila tidak mencukupi, dapat menunjuk tenaga ahli


6
Tenaga ahli adalah orang yang memberikan pengetahuan atau keahlian khusus kepada tim audit
PEMILIHAN TIM AUDIT
Klien audit atau auditi dapat meminta penggantian
anggota tim audit tertentu dengan alasan
yang dapat diterima sesuai dengan prinsip audit.

Contoh dari alasan yang dapat diterima mencakup


situasi konflik kepentingan (seperti anggota tim audit
pernah menjadi pegawai atau pernah memberikan
jasa konsultasi kepada auditi) dan
sebelumnya menunjukkan perilaku yang tidak etis.

Alasan tersebut sebaiknya dikomunikasikan kepada


ketua tim audit dan kepada personel yang
bertanggung jawab dalam mengelola program audit,
yang seharusnya mengatasi masalah tersebut dengan
klien audit dan auditi sebelum mengambil keputusan
untuk mengganti anggota tim audit.
KONTAK AWAL DENGAN AUDITI
• membentuk saluran komunikasi dengan
perwakilan auditi,
• mengkonfirmasikan kewenangan untuk
melaksanakan audit,
• memberikan informasi tentang waktu
dan komposisi tim audit yang diusulkan,
• meminta akses terhadap dokumen yang
sesuai, termasuk rekaman,
• menentukan aturan keselamatan yang
berlaku dilapangan,
• membuat pengaturan untuk pelaksanaan
audit, dan
• menyepakati kehadiran pemantau dan
kebutuhan pemandu untuk tim audit
SISTEMATIKA PELAKSANAAN AUDIT
PENYIAPAN,
PELAKSANAAN PENGESAHAN &
PERMULAAN AUDIT
KEGIATAN AUDIT PENYAMPAIAN
LAPORAN AUDIT

PELAKSANAAN PENYELESAIAN
TINJAUAN PERSIAPAN
KEGIATAN AUDIT AUDIT
DOKUMEN

PELAKSANAAN
TINDAK LANJUT
AUDIT
PELAKSANAAN TINJAUAN DOKUMEN

Dokumentasi ditinjau untuk dilihat kesesuaiannya terhadap kriteria


audit
Dokumentasi berupa dokumen dan rekaman terhadap pelaksanaan
SMKP Minerba serta laporan audit sebelumnya
Dalam peninjauan dokumen memperhatikan ukuran, sifat dan
kompleksitas organisasi
Berdasarkan hasil tinjauan dokumen dapat disimpulkan apakah audit dilanjutkan
atau ditunda
SISTEMATIKA PELAKSANAAN AUDIT

PENYIAPAN,
PELAKSANAAN PENGESAHAN &
PERMULAAN AUDIT
KEGIATAN AUDIT PENYAMPAIAN
LAPORAN AUDIT

PELAKSANAAN PENYELESAIAN
TINJAUAN PERSIAPAN
KEGIATAN AUDIT AUDIT
DOKUMEN

PELAKSANAAN
TINDAK LANJUT
AUDIT
PERSIAPAN KEGIATAN AUDIT LAPANGAN

1 •PENYIAPAN RENCANA AUDIT

2 •PENUGASAN TIM AUDIT

3 •PENYIAPAN DOKUMEN KERJA


PENYIAPAN RENCANA AUDIT

Kriteria
Tanggal Peran & Alokasi
Tujuan audit & Ruang
dan Waktu tanggung sumber
Audit dokumen lingkup
lokasi jawab daya
acuan

Dasar Kesepakatan antara Klien, Tim Audit dan Auditi dalam pelaksanaan Audit
PENUGASAN TIM AUDIT
Ketua Tim Audit bersama dengan Tim
Audit mendiskusikan pembagian tanggung
jawab setiap anggota Tim Audit dengan
mempertimbangkan
Independensi
Kompetensi
Penggunaan sumber daya yang
efektif
TIM AUDIT

Yang Diharapkan
• Independen, Tidak memihak auditi
• Pendengar dan pengamat yang baik
• Pencatat yang baik
• Komunikatif dan bijaksana, tidak
menyinggung perasaan auditi
• Memiliki pemahaman tentang audit
dan auditi yang cukup
TIM AUDIT

Tidak Diharapkan
• Mudah diarahkan auditi
• Tidak mempersiapkan diri
• Tidak konsisten, tidak tegas dalam menyatakan
suatu proses bermasalah atau tidak yang
disebabkan minimnya pemahaman
• Terlalu agresif, menampakkan kesenangan bila
menemukan temuan
• Cenderung menggunakan pendapat pribadi
• Tidak teliti mencatat dan menyimpan catatan
PENYIAPAN DOKUMEN KERJA
Anggota tim audit sebaiknya meninjau informasi yang sesuai dengan
penugasan auditnya dan menyiapkan dokumen kerja yang diperlukan untuk
rujukan dan untuk merekam pelaksanaan audit. Dokumen kerja tersebut
dapat mencakup:
• Daftar periksa dan rencana sampling audit
• Formulir untuk merekam informasi, seperti bukti pendukung, temuan
audit dan rekaman rapat
SAMPLING

• Tujuan Sampling  efisiensi dan efektif, tujuan utama tetap tercapai


• Sampel sekurang-kurangnya 30 % dari setiap area kegiatan (Lampiran II
Permen ESDM No. 38 Tahun 2014
SAMPLING
Front Penambangan

Tambang Jalan
Dumping Area Tambang
& Jalan
3 Angkut
2
SAMPLING
Pengolahan dan/atau
 Pengolahan/ Pemurnian

Pemurnian & 1
Pelabuhan:

Pengolahan/
Pemurnian &
Pelabuhan

Pelabuhan
SAMPLING
 Fasilitas Bengkel

Penunjang 8 1
Kantor Gudang
Umum &
2 Handak
7
Laboratorium
Fasilitas
Penunjang
6 3 Stock Pile

Mess
5
4
Tangki BBC &
Power Plant Klinik
FORM TEMUAN AUDIT
FORM KONTROL TEMUAN AUDIT
SISTEM KESELAMATAN PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA
SISTEM KESELAMATAN PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA
LAPORAN TEMUAN AUDIT (CONFORMITY AND NON-CONFORMITY)
Lokasi Kerja : Temuan No. : REKAPITULASI TEMUAN AUDIT
Departemen : Audit No. : SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA
Perusahaan : Auditor :
TEMUAN)* : Observasi
: Ketidaksesuaian)** Minor Status
Batas Waktu
No. Temuan Tindak Lanjut Departemen Auditor Auditee Temuan) Keterangan)**
Major Penyelesaian
*
Kritikal
Penjelasan)*** :

Tanggal :
Auditor : Auditee :
TINDAKLANJUT
Tindakan Pencegahan :

Tindakan Koreksi :

Keterangan :
Tanggal :
)* = "Sudah, Proses atau Belum" diselesaikannya tindak lanjut.
Auditor : Auditee : )** = Alasan " Proses atau Belum" diselesaikannya tindak lanjut.
TINJAUAN ULANG

Tanggal :
Auditor : Auditee :
Keterangan : )* = Coret Salah Satu
)** = Pilih Salah Satu
)*** = Sampai Akar Masalah, sehingga harus ada komunikasi dengan sesama Auditor.
BAHAN-BAHAN PELAKSANAAN AUDIT

Daftar Periksa

Blanko Kuesioner Kriteria Penilaian

Buku Catatan Prosedur Kerja


PERANGKAT KESELAMATAN PERTAMBANGAN

Perangkat Keras
Sarana yang diperlukan untuk
menjalankan operasional Perangkat Lunak
tambang  Sarana Produksi,
Sarana yang dibutuhkan untuk
Sarana KP, dsb menjamin pelaksanaan SMKP
Minerba  Kebijakan, Prosedur,
Program KP, Organisasi KP, dsb
PERALATAN DOKUMENTASI

Buku Catatan
z Formulir lembar
periksa

Alat dokumentasi Memastikan


elektronik ketersediaannya
mencukupi
46
SISTEMATIKA PELAKSANAAN AUDIT

PELAKSANAAN PENYIAPAN,
PENGESAHAN &
PERMULAAN AUDIT KEGIATAN PENYAMPAIAN
AUDIT LAPORAN AUDIT

PELAKSANAAN PENYELESAIAN
TINJAUAN PERSIAPAN
KEGIATAN AUDIT AUDIT
DOKUMEN

PELAKSANAAN
TINDAK LANJUT
AUDIT
TEKNIK AUDIT
Teknik Inspeksi dan Observasi
• Teknik inspeksi meliputi :
- Pengukuran, biasanya menggunakan daftar periksa dan daftar pengamatan
- Kesesuaian/pemenuhan secara fisik, yaitu penilaian kesesuaian pekerja,
kegiatan, lingkungan, serta kondisi kerja terhadap ketentuan atau standar
- Penetapan standar
• Observasi meliputi pengamatan secara menyeluruh terhadap pekerja maupun
lingkungan kerja
ALAT PENGUJIAN DAN PENGUKURAN
Ketahui aktivitas dan diagram proses kegiatan perusahaan. Kemudian
berdasarkan list yang telah dibuat, dapat ditentukan alat uji dan ukur
yang digunakan, misalnya :
• Pendeteksi Gas
• Alat ukur geodetik
• Sound Level Meter
• Thermometer, dll
TEKNIK AUDIT
Teknik Wawancara dan Konfirmasi
• Mengumpulkan informasi melalui wawancara terhadap personel yang sesuai di
lokasi kerja dengan menggunakan pertanyaan bersifat objektif, kemudian
merangkum dan meninjau ulang hasil wawancara terhadap personil yang
diwawancarai
Audit Bukti
• Mengumpulkaan bukti audit dengan cara dicatat/didokumentasikan agar akurat
dan memudahkan dalam menyampaikan hasil audit. Hanya informasi yang
dapat diverifikasi yang menjadi bukti audit
Teknik Analisis
• Melakukan analisis terhadap semua hasil audit dengan kriteria audit, sehingga
didapatkan kesesuaian dan ketidaksesuaian
TEKNIK AUDIT
Teknik Wawancara dan Konfirmasi
• Mengumpulkan informasi melalui wawancara terhadap personel yang sesuai di
lokasi kerja dengan menggunakan pertanyaan bersifat objektif, kemudian
merangkum dan mengkonfirmasi hasil wawancara terhadap personil yang
diwawancarai
• Dapat menggunakan checklist pertanyaan untuk memandu proses wawancara
TEKNIK AUDIT

Audit Bukti
• Mengumpulkaan bukti audit dengan cara dicatat/didokumentasikan
agar akurat dan memudahkan dalam menyampaikan hasil audit. Hanya
informasi yang dapat diverifikasi yang menjadi bukti audit

Bukti Audit adalah rekaman, pernyataan mengenai fakta atau informasi lain yang terkait
dengan kriteria audit dan dapat diverifikasi, dapat berupa :
• Bukti fisik  dapat dilihat, diraba dan dirasakan
• Bukti dokumentasi
• Pernyataan dari manajemen/pekerja secara tertulis
• Bukti analisis  hasil analisis yang dibuat oleh auditor terkait dengan data yang
dikumpulkannya melalui proses audit yang dilakukan.
TEKNIK AUDIT
Teknik Analisis
Melakukan analisis terhadap semua hasil audit dengan kriteria audit, sehingga
didapatkan kesesuaian dan ketidaksesuaian
Teknik Analisi dapat dilakukan dengan metode
Analisis perbandingan antara data yang saling terkait
Analisis kecenderungan (trend)
Analisis perbandingan antara kegiatan sejenis
TAHAP PELAKSANAAN
4. Memberikan Kesempatan
Auditi Bertanya

3. Saluran Komunikasi

1.
PELAKSANAAN
RAPAT
PEMBUKAAN
2. Memberikan Ringkasan
Terkait Rencana Audit yang
Akan Dilaksanakan

1. Mengkonfirmasikan Rencana
Audit
TAHAP PELAKSANAAN Antara
Anggota
Tim

2.
Komunikasi
Selama
Audit

Dengan
Auditee
TAHAP PELAKSANAAN
Pemandu
• Ditunjuk Auditi
• Membantu Tim Audit
• Menyaksikan Proses Audit
3. • Klarifikasi dan Pengumpulan Data
Peran dan • Tidak mempengaruhi pelaksanaan
Tanggung
Jawab
Pemandu dan Pengamat
Pengamat • Regulator
• Membantu Tim Audit
• Tidak mempengaruhi pelaksanaan
METODE PENGUMPULAN INFORMASI
TAHAP PELAKSANAAN
1. Wawancara

4.
2. Observasi
Pengumpulan
dan Verifikasi 1 SUMBER INFORMASI
Informasi
2 PENGUMPULAN INFORMASI 3. Tinjauan Dokumen dan Rekaman

VERIFIKASI
3 BUKTI AUDIT

4 EVALUASI TERHADAP KRITERIA AUDIT

5. 5 TEMUAN AUDIT

Perumusan
Temuan Audit 6 PENINJAUAN

7 KESIMPULAN AUDIT
SUMBER DAN PENGUMPULAN INFORMASI
BUKTI AUDIT
GAMBAR BENGKEL
Lokasi : Tool Room, Bengkel PT X

Temuan : (-)
1. Safety latch rusak, namun tidak dipasang
taging rusak.
2. Terdapat 2 taging inspeksi pada satu alat
angkat.

Rekomendasi :
1. Memasang taging pada setiap alat yang rusak;
dan
2. Tool storeman memastikan peralatan yang
akan digunakan oleh mekanik dalam kondisi
baik.
3. Mengkomunikasikan kepada petugas yang
berwenang terkait pelaksanaan taging untuk
peralatan.
TEMUAN DAN PENINJAUAN AUDIT
FORM TEMUAN AUDIT
SISTEM KESELAMATAN PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA
LAPORAN TEMUAN AUDIT (CONFORMITY AND NON-CONFORMITY)
Lokasi Kerja : Temuan No. :
Departemen : Audit No. :
Perusahaan : Auditor :
TEMUAN)* : Observasi
: Ketidaksesuaian)** Minor
Major
Kritikal
Penjelasan)*** :

Tanggal :
Auditor : Auditee :
TINDAKLANJUT
Tindakan Pencegahan :

Tindakan Koreksi :

Tanggal :
Auditor : Auditee :
TINJAUAN ULANG

Tanggal :
Auditor : Auditee :
Keterangan : )* = Coret Salah Satu
)** = Pilih Salah Satu
)*** = Sampai Akar Masalah, sehingga harus ada komunikasi dengan sesama Auditor.
KESIMPULAN AUDIT
Logo
Perusahaan TINDAK LANJUT AUDIT SMKP MINERBA
Temuan Tindak Lanjut
Batas Waktu Status
No. Tanggal Audit Auditor Auditee Gambar/ Kategori Tindakan Gambar/ PIC Departemen Keterangan
Elemen Sub-elemen Ketidaksesuaian Penyelesaian (Open/Close
Keterangan Pencegahan/Koreksi Keterangan
Kritikal Mayor Minor
1

8
FORM TEMUAN AUDIT
SISTEM KESELAMATAN PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA
LAPORAN TEMUAN AUDIT (CONFORMITY AND NON-CONFORMITY)
Lokasi Kerja :Tools Room Temuan No. : 1
Departemen : Plant Audit No. :1
Perusahaan : PT Geoservis Auditor :1
TEMUAN)* : Observasi
: Ketidaksesuaian)** Minor
Major
Kritikal
Penjelasan)*** :
Tidak adanya pemasangan taging pada Takel yang Safety Latch rusak dan terdapat 2 taging inspeksi pada
satu alat angkat.

Hal ini tidak sesuai dengan sesuai dengan SOP P5/A/B/2017 serta Elemen IV.4.1 dan IV.4.3

Tanggal : 22 Januari 2018


Auditor : Redo Gusman Auditee : Rifki Aristantyo
TINDAKLANJUT
Tindakan Pencegahan :
1. Memasang taging pada setiap alat yang rusak
2. Tool storeman memastikan peralatan yang akan digunakan oleh mekanik dalam kondisi baik.
3. Mengkomunikasikan kepada petugas yang berwenang terkait pelaksanaan taging untuk peralatan.
Tindakan Koreksi :

Tanggal :
Auditor : Redo Gusman Auditee : Rifki Aristantyo
TINJAUAN ULANG

Tanggal :
Auditor : Redo Gusman Auditee : Rifki Aristantyo
Keterangan : )* = Coret Salah Satu
)** = Pilih Salah Satu
)*** = Sampai Akar Masalah, sehingga harus ada komunikasi dengan sesama Auditor.
TAHAP PELAKSANAAN
PERUNDINGAN TIM AUDIT
• Meninjau Temuan Audit
1
6.
• Menyetujui Kesimpulan Audit
Penyiapan 2
Kesimpulan
• Menyiapkan Rekomendasi
Rapat
3

• Mendiskusikan Tindak Lanjut


4

1. Kesesuaian Sistem Manajemen dengan Kriteria


Audit.
2. Penerapan, pemeliharaan dan peningkatan Sistem
Manajemen secara efektif.
3. Kemampuan Proses Tinjauan Manajemen.
TAHAP PELAKSANAAN
Bukti Audit

7.
Pelaksanaan
Rapat Kegiatan Metode
Pasca Audit Pelaporan
Penutupan
PRESENTASI
TEMUAN DAN
KESIMPULAN AUDIT

Proses dan
Temuan dan
Konsekuensi
Kesimpulan
Temuan
PEMBOBOTAN SUB ELEMEN SMKP MINERBA

Kebijakan 5 SE/17 Penilaian [200]


Perencanaan 5 SE/120 penilaian [200]
Organisasi dan Personel 13 SE/98 penilaian [150]
Implementasi 11 SE/144 penilaian [200]
Evaluasi dan Tindak Lanjut 7 SE/132 penilaian [150]
Dokumentasi 4 SE/54 penilaian [50 ]
Tinjauan Manajemen 15 penilaian [50]
Berdasarkan jumlah kegiatan pada masing-masing Sub Elemen (SE)
PEDOMAN PENILAIAN PENERAPAN SMKP MINERBA

NILAI PEMENUHAN

0 Tidak ada upaya

Sudah ada upaya, tetapi belum memenuhi persyaratan dalam


1 elemen dan sub elemen SMKP Minerba

Sudah ada upaya dan sudah memenuhi persyaratan dalam


2 elemen dan sub elemen SMKP Minerba

NA Not Applicable (Tidak dapat diaplikasikan)


KRITERIA DAN PENGUKURAN AUDIT SMKP MINERBA

Cara Menghitung :
(4/34) x 200 = 23,52 ≈ 24
TEMUAN AUDIT
Definisi Temuan Audit
• Hasil evaluasi dari bukti audit yang dikumpulkan terhadap kriteria
audit
• Fakta-fakta yang ditemukan dan dicatat selama audit dengan
didukung oleh bukti yang obyektif

1 • Kategori Kritikal
KATEGORI
TEMUAN 2 • Kategori Mayor
AUDIT
3 • Kategori Minor
KATEGORI KRITIKAL

Temuan yang dapat mengakibatkan kematian

Apabila ketika audit berlangsung terdapat temuan kategori kritikal, maka


kegiatan audit dihentikan sementara  Lapor kepada KTT atau PJO

KTT/PJO segera membuat tindakan perbaikan dan evaluasi terhadap


temuan kritikal tersebut  Jika OK, Audit dapat lanjut kembali
KATEGORI MAYOR & MINOR

Kategori Mayor
• Tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan
• Pada hasil pemeriksaan elemen ditemukan subelemen yang nilainya
<50% dari nilai maksimal subelemen tersebut.
• Terdapat temuan minor untuk satu subelemen di lebih dari 30% lokasi

Kategori Minor
• Ketidakkonsistenan dalam kepatuhan terhadap ketentuan peraturan
perundang-undangan, standar, pedoman dan acuan lainnya.
TEKNIK EVALUASI

• Teknik evaluasi keselamatan berdasarkan statistik kecelakaan yang terjadi di


perusahaan  Safety Performance (FR dan SR)
• Teknik evaluasi keselamatan pertambangan berdasarkan upaya manajemen
perusahaan dalam mencegah kecelakaan, PAK dan kerugian perusahaan
sdkp.minerba@yahoo.com

simkp.minerba.esdm.go.id
GAMBAR KETERANGAN
Lokasi: Pos B Bangkirai

KTA: Tidak Terdapat Rambu

Temuan:
Rambu “STOP” untuk kendaraan berhenti
sejenak tidak terdapat di persimpangan jalan
berbentuk Y

Rekomendasi:
Melengkapi area persimpangan jalan
berbentuk Y dengan rambu “STOP”
PERATURAN PERUNDANGAN:
Kepmen PE 555.K/26/M.PE/1995
Pasal 144 Ayat 1 dan 146 Ayat 1
GAMBAR KETERANGAN
Lokasi: Pos B Bangkirai
Pengelolaan Kesehatan Kerja tidak
memadai
Temuan:
1. Penggunaan helm sebagai gayung
2. Air di kamar mandi kotor

Rekomendasi:
1. Menggunakan Alat Pelindung Diri sesuai
fungsinya
PERATURAN PERUNDANGAN:
2. Menyediakan air bersih di kamar mandi
1. Kepmen PE 555.K/26/M.PE/1995 Pasal 32 ayat 5
2. Kepmen PE 555.K/26/M.PE/1995 Pasal 49 ayat 1 dan
Pasal 50
GAMBAR KETERANGAN
Lokasi: Workshop Mile 32
PT HPMU
Pengelolaan Administrasi tidak optimal

Temuan:
Papan Informasi K3LH tidak diisi lengkap
sejak awal tahun 2016.

Rekomendasi:
Melengkapi Papan Informasi sesuai dengan
fungsinya.

PERATURAN PERUNDANGAN:
Kepmen PE 555.K/26/M.PE/1995
Pasal 24
GAMBAR KETERANGAN
Lokasi: Workshop Fabrikasi
PT HPMU
Pengelolaan P3K tidak optimal

Temuan:
1. Isi Kotak P3K tidak memadai untuk pelaksanaan
pertolongan pertama pada kecelakaan
2. Tidak terdapat Lembar (Form) Pemakaian Isi
Kotak P3K

Rekomendasi :
1. Menyediakan obat dan kelengkapan pertolongan
pertama pada kecelakaan yang memadai
PERATURAN PERUNDANGAN: 2. Menyediakan Lembar (Form) Pemakaian Isi
Kepmen PE 555.K/26/M.PE/1995 Kotak P3K
Pasal 37
GAMBAR KETERANGAN
Lokasi: Nursery
TTA: tidak menggunakan APD

Temuan:
Pekerja tidak menggunakan APD dengan
lengkap untuk kegiatan di nursery.

Rekomendasi:
Pekerja di nursery harus menggunakan APD
yang sesuai dengan yang ditentukan pada
SOP tentang APD nomor SGP-SOP-HSE004.
PERATURAN PERUNDANGAN:
Kepmen PE 555.K/26/M.PE/1995
Pasal 32 Ayat 5
GAMBAR KETERANGAN
Lokasi: Workshop Mile 32
PT HPMU
KTA: Penggunaan alat yang tidak standar

Temuan:
Pemakaian wheel choke yang sudah rusak.

Rekomendasi:
Mengganti wheel choke yang rusak dengan
yang memiliki kapasitas aman sesuai dengan
unit.
PERATURAN PERUNDANGAN:
Kepmen PE 555.K/26/M.PE/1995
Pasal 254 Ayat 1
GAMBAR KETERANGAN
Lokasi: Workshop Bays Tire
PT HPMU
KTA: Penempatan Peralatan tidak aman

Temuan:
Penempatan velg yang tidak aman

Rekomendasi :
Menempatkan velg di tempat khusus yang
memiliki pengaman

PERATURAN PERUNDANGAN:
Kepmen PE 555.K/26/M.PE/1995
Pasal 159
GAMBAR KETERANGAN
Lokasi: Workshop Fabrikasi
PT HPMU
KTA: Penggunaan alat tidak sesuai
peruntukan
Temuan:
Terdapat ring velg untuk mengganjal bucket
excavator
Rekomendasi :
1. Dilarang menggunakan ring velg untuk
mengganjal bucket excavator
2. Menggunakan peralatan pengganjal
yang memiliki kapasitas aman sesuai
PERATURAN PERUNDANGAN: unit.
Kepmen PE 555.K/26/M.PE/1995
Pasal 252 ayat 2
GAMBAR KETERANGAN
Lokasi: TPS Limbah B3

KTA: Pengamanan Kelistrikan tidak


memadai
Temuan:
Kunci Panel Listrik menggantung dan tidak terdapat
label tanda bahaya
Rekomendasi:
1. Mengunci panel listrik dan kuncinya dipegang
oleh petugas listrik/pengawas
2. Memasang label tanda bahaya pada panel

PERATURAN PERUNDANGAN:
Kepmen PE 555.K/26/M.PE/1995
Pasal 190
GAMBAR KETERANGAN
Lokasi: Gudang Logistik
Housekeeping tidak baik
Temuan:
Terdapat barang diletakan tidak pada
demarkasi yang sesuai
Rekomendasi:
Meletakan barang sesuai dengan tempatnya

PERATURAN PERUNDANGAN:
Kepmen PE 555.K/26/M.PE/1995
Pasal 110
GAMBAR KETERANGAN
Lokasi: Pelabuhan - CPP
KTA: Pengamanan Kelistrikan tidak
memadai
Temuan:
Kunci Panel Listrik menggantung dan tidak
terdapat label tanda bahaya

Rekomendasi:
1. Mengunci panel listrik dan kuncinya
dipegang oleh petugas listrik/pengawas
2. Memasang label tanda bahaya pada
panel
PERATURAN PERUNDANGAN:
Kepmen PE 555.K/26/M.PE/1995
Pasal 190
GAMBAR KETERANGAN
Lokasi: Bengkel Mekanik Tambang
TTA: Pelanggaran terhadap Rambu Larangan

Temuan:
Terdapat puntung rokok di sekitar area bengkel.

Rekomendasi:
Dilarang merokok di area bengkel.

PERATURAN PERUNDANGAN:
Kepmen PE 555.K/26/M.PE/1995
Pasal 161 ayat 5

Anda mungkin juga menyukai