Anda di halaman 1dari 83

AKUNTANSI

SEKTOR PUBLIK & PE


MERINTAHAN
Agenda

2
AKUNTANSI
SEKTOR PUBLIK
MENGAPA BELAJAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAN SE
KTOR PULIK

• Entitas Sektor Publik dan Pemerintah


– Menyusun pertanggungjawaban keuangan
– Tuntutan akuntabilitas dan transparansi

• Kewajiban sebagai warga negara


– Memahami APBN dan Realisasi APBN
– Memahami belanja negara digunakan untuk apa
– Memahami penerimaan negara dari mana

• Bekerja Kantor Akuntan Publik


– Memahami mekanisme dan sistem keuangan negara
– Memberikan jasa konsultasi pada instansi pemerintah – penyusunan sis
tem, penyusunan pedoman akuntansi, kebijakan akuntansi, konsultasi
manajemen
– Melakukan audit : audit laporan keuangan atau audit operasional
4
Cakupan Pembelajaran
Perbedaan Organisasi Pemerintahan & Bisnis

PERBEDAAN PEMERINTAH BISNIS


• Kepemilikan • Eksternal • Internal dan/ Eksternal

• Sudut Pandang • Dari Kepentingan • Dari kepentingan Privat


Masyarakat
• Sumber Legitimasi • Warga Negara/ • Pemilik Modal/
Masyarakat pada Pemegang Saham
Umumnya

• Orientasi • Pelayanan Masyarakat • Keuntungan

• Pengaruh • Nilai-nilai dan Sistem • Terutama dari


Lingkungan Politik Konsumen
• Teori-teori • Bersifat Lokal • Bersifat Universal
• Pelayanan yang • Diatur Oleh Pemerintah • Diatur oleh Mekanisme
Diberikan Pasar
ENTITAS SEKTOR PUBLIK

• Entitas sektor publik dapat dikategorikan menjadi dua:


– Pemerintahan
– Non pemerintahan – organisasi nirlaba
• Organisasi nirlaba berupa organisasi kemasyarakatan, yaya
san atau organisasi non pemerintah lainnya termasuk organi
sasi internasional.
• Keunikan dari entitas sektor publik terletak pada tujuan dan
kepemilikan.
• Untuk aktivitas organisasinya, mungkin ada beberapa yang
sama antara organisasi publik dan privat misalnya rumah sa
kit.
• IPSAS = International Publik Sector Accounting Standar
d merupakan standar internasional yang mengatur standar
akuntansi untuk sektor publik termasuk pemerintahan.
7
Akuntabilitas dan Transparansi - Public Sector

• Stakeholder dan masyarakat memerlukan informasi mengenai suatu ent


itas / organisasi publik untuk mengetahui bagaimana pengelola melaksa
nakan tugasnya menuju tujuan organisasi dan bagaimana sumber daya
dikelola.
• Organisasi sektor publik memiliki tujuan berbeda dibandingkan dengan
organsisasi privat sehingga diperlukan informasi yang berbeda.
• Untuk menyusun informasi apa yang disampaikan perlu adanya standar
sehingga terjadi kontrak kesepakatan antara penyusun, pemakai, peme
riksa dalam menyusun dan memahami informasi tersebut.
• Tujuan dari organisasi sektor publik, besarnya akuntabilitas, ukuran, su
mber daya yang dikelola akan banyak mempengaruhi informasi apa yan
g disajikan dan standar apa yang akan digunakan untuk menyusun infor
masi tersebut.

8
Governance dan Agency Problem

• Adalah proses pengelolaan berbagai bidang kehidupan (sosial, ekon


omi, politik, dll) dalam suatu negara dengan melibatkan berbagai pih
ak yang berkepentingan, serta penggunaan sumber daya (alam, keu
angan, dan manusia) dengan cara yang sesuai dengan prinsip-prinsi
p keadilan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas.
• Agency Problem di Pemerintahan
– Politisi vs rakyat;
– Politisi vs Pemerintah;
– Pemerintah vs Rakyat
– Ketidaksinkronan antara kepentingan rakyat dan kepentingan pemerintah
dan politisi, padahal sebagai pemegang kepentingan tertinggi.
– Rakyat terpolarisasi dalam kelompok kepentingan sehingga terkadang su
lit untuk mencari tahu sebenarnya “rakyat”
Governance Government

Public Sector
Government

Voluntary
Business
Sector
Sector
(civil society)

• Proses pengelolaan berbagai bidang kehidupan (sosial, ekonomi, politi


k, dll) dalam suatu negara dengan melibatkan berbagai pihak yang ber
kepentingan, serta penggunaan sumber daya (alam, keuangan, dan m
anusia) dengan cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan, efisi
ensi, transparansi dan akuntabilitas.

10
PENGELOLAAN NEGARA

GOOD AND CLEAN GOVERNANCE

AGAR BERHASIL HARUS


DITOPANG DUA UNSUR

NEGARA MASYARAKAT
MADANI

11
SEKTOR PUBLIK

12
Alur Penyusunan APBN 2019

13
Arah Penyusunan APBN 2019

14
Kebijakan Strategis APBN 2019

15
Kebijakan Strategis APBN 2019

16
Kebijakan Strategis APBN 2019

17
Asumsi APBN 2019

18
APBN 2019

19
Pertumbuhan Pendapatan 2019

20
Belanja Negara 2019

21
Belanja KL 2019

22
Belanja 2019 Menurut Fungsi

23
Anggaran Pendidikan 2019

24
Strategi Anggaran Pendidikan 2019

25
Capaian Kinerja Anggaran Pendidikan 2019

26
AKUNTANSI
PEMERINTAHAN
Ciri-ciri Organisasi Sektor Pemerintahan

• Tidak untuk mencari keuntungan financial


• Dimiliki secara kolektif oleh publik
• Kepemilikan atas sumber daya tidak digambarkan dalam bentuk saham y
ang dapat diperjualbelikan
• Keputusan-keputusan yang terkait dengan kebijakan maupun operasi did
asarkan pada konsensus, kalau organisasi pemerintah melalui suatu bad
an legislatif.
• Tujuan  untuk mensejahterakan rakyat secara bertahap baik dalam keb
utuhan dasar dan kebutuhan lainnya baik jasmani maupun ruhani.
• Aktivitas  pelayanan publik seperti dalam bidang pendidikan, kesehata
n, penegakan hukum, transportasi publik dan penyediaan pangan.
• Sumber pembiayaan  berasal dari dana masyarakat berbentuk pajak d
an retribusi, laba perusahaan negara, pinjaman pemerintah serta pendap
atan lain-lain yang sah dan tidak bertentangan dengan perundangan yan
g berlaku

28
Reformasi Keuangan Negara

29
UU KEUANGAN NEGARA

• Keuangan Negara adalah semua hak dan kewajiban nega


ra yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu b
aik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadi
kan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan
kewajiban tersebut.

• Keuangan Negara dikelola secara tertib, taat pada peratur


an perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transp
aran, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan ras
a keadilan dan kepatutan.

30
UU KEUANGAN NEGARA

• Presiden menyampaikan rancangan undang-undang tentan


g pertanggungjawaban pelaksanaan APBN kepada DPR be
rupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pe
meriksa Keuangan, selambat-lambatnya 6 (enam) bulan set
elah tahun anggaran berakhir.
• Laporan keuangan dimaksud setidak-tidaknya meliputi :
– Laporan Realisasi APBN
– Neraca
– Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan, yang dilam
piri dengan laporan keuangan perusahaan negara dan badan lainny
a.

31
UU KEUANGAN NEGARA

• Hak dan kewajiban negara dalam hal keuangan ne


gara.
• Kekuasaan atas Pengelola Keuangan Negara
– dikuasakan kepada Menteri Keuangan,
– dikuasakan kepada menteri/pimpinan lembaga
– diserahkan kepada gubernur/bupati/walikota Anggaran dan p
rosedurnya baik untuk APBN, APBD

• Hubungan antara Bank Sentral, Pemerintah Daera


h, Pemerintah Pusat, Lembaga/Pemerintah lain.

32
UU KEUANGAN NEGARA

• Bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan A


PBN/APBD disusun dan disajikan sesuai dengan standar a
kuntansi pemerintahan.
• Standar akuntansi pemerintahan disusun oleh suatu komite
standar yang independen dan ditetapkan dengan Peraturan
Pemerintah setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan
dari Badan Pemeriksa Keuangan.
• Ketentuan mengenai pengakuan dan pengukuran pendapat
an dan belanja berbasis akrual. Selama pengakuan dan pe
ngukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual belum dil
aksanakan, digunakan pengakuan dan pengukuran berbasi
s kas

33
UU PERBENDAHARAAN NEGARA

• Perbendaharaan Negara adalah pengelolaan dan pertanggungjawaba


n keuangan negara, termasuk investasi dan kekayaan yang dipisahka
n, yang ditetapkan dalam APBN dan APBD.
• Pejabat perbendaharaan negara
– Pengguna Anggaran
– Bendahara Umum Negara/Daerah
– Bendahara Penerimaan/Pengeluaran
• Pelaksanaan pendapatan dan belanja/daerah
• Pelaksanaan pendapatan dan belanja Negara/Daerah
• Pengelolaan uang
• Pengelolaan piutang dan utang

34
UU PERBENDAHARAAN NEGARA

• Pengelolaan investasi
• Pengelolaan barang milik negara/daerah
• Larangan penyitaan uang dan barang negara dan daer
ah
• Penatausahaan dan Pertanggungjawaban APBN/APB
D
• Pengendalian interm pemerintah
• Penyalahgunaan uang dan negara
• Pengelolaan keuangan badan umum

35
UU PEMERIKSAAN KEUANGAN NEGARA

• Pemeriksaan keuangan negara meliputi pemeriksaan atas pengelolaan keuang


an negara dan pemeriksaan atas tanggung jawab keuangan negara.
• BPK melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuang
an negara.
• Pemeriksaan terdiri atas pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pem
eriksaan dengan tujuan tertentu.
• Pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan standar pemeriksaan.
• Standar pemeriksaan disusun oleh BPK, setelah berkonsultasi dengan Pemerint
ah.
• Isi UU
– Lingkup pemeriksaan
– Pelaksanaan Pemeriksaan
– Hasil pemeriksaan dan Tindak Lanjut
– Pengadaan Ganti Kerugian Negara
– Ketentuan Pidana

36
Standar Akuntansi Pemerintahan

• Standar digunakan untuk menyusun laporan keuangan:


– Pemerintah Pusat – termasuk LK Kementerian Lembaga
– Pemerintah Daerah – Provinsi, Kabupatan, Kota
– Badan Layanan Umum
• Berbentuk Regulasi Pemerintah – PP No 71 tahun 2010 dan Peraturan
Menteri Keuangan (PMK) untuk tambahan dan Revisi.
• Standar dikembangkan pada praktik akuntansi pemerintah dan berlaku s
ecara international dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di
Indonesia.
• Acuan standar internasional untuk akuntansi sektor publik menggunakan
International Public Sector Accounting Standard (IPSAS)
• Untuk entitas sektor publik (yayasan, Lembaga kemasyarakatan) non pe
merintah menggunakan PSAK 45 Akuntansi Organisasi Nir Laba

37
38
STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN (PP Nomor 71
Tahun 2010)

SAP adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dal


am menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemeri
ntah

DISUSUN OLEH KSAP DAN BERLAKU BAGI PEM


ERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAH DAERAH
STRUKTUR STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Disertai Publikasi Lainnya

STANDAR AKUN
TANSI PEMERIN
TAHAN
KONSEP BASIS AKRUAL

BASIS KONSEPSI PENGAKUAN


BASIS AKR Basis akrual adalah suatu basis  Pendapatan
UAL akuntansi di mana transaksi dicatat pada saat
ekonomi atau peristiwa akuntansi hak telah
diakui, dicatat, dan disajikan dalam diperoleh
laporan keuangan pada saat (earned)
terjadinya transaksi tersebut, tanpa
memperhatikan waktu kas diterima  Beban dicatat
atau dibayarkan pada saat
kewajiban timbul
atau sumber
daya dikonsumsi
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan

Judul PSAP
Kerangka Konseptual
PSAP 01 Penyajian Laporan Keuangan
PSAP 02 Laporan Realisasi Anggaran Berbasis Kas
PSAP 03 Laporan Arus Kas
PSAP 04 Catatan atas Laporan Keuangan
PSAP 05 Akuntansi Persediaan
PSAP 06 Akuntansi Investasi
PSAP 07 Akuntansi Aset Tetap
PSAP 08 Akuntansi Konstruksi dalam Pengerjaan
PSAP 09 Akuntansi Kewajiban
PSAP 10 Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi & Operasi yang Tidak Dilanjutkan
PSAP 11 Laporan Keuangan Konsolidasian
PSAP 12 Laporan Operasional
PSAP 13 Penyajian Laporan Keuangan Badan Layanan Umum
PSAP 06 Akuntansi Investasi (Revisi 2016)
Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan

Interpretasi PSAP
Interpretasi No 1 Transaksi Mata Uang Asing
Interpretasi No 2 Pengakuan Pendapatan pada Bendahara Umum Negara/Daerah
Interpretasi No 3 Pengakuan Belanja pada Bendahara Umum Negara/Daerah
Interpretasi No 4 Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Koreksi Kesalahan tanpa Penyajian
Kembali Laporan Keuangan
Buletin Teknis Standar Akuntansi Pemerintahan
No Bultek Tahun Keterangan
01 Bultek 15 Akuntansi Aset Tetap 2014 Mengganti Bultek 09
02 Bultek 16 Akuntansi Piutang 2014 Mengganti Bultek 16
03 Bultek 17 Akuntansi Aset tak Berwujud 2014 Mengganti Bultek 11
04 Bultek 18 Akuntansi Penyusutan 2014 Mengganti Bultek 05
05 Bultek 19 Akuntansi Belanja Bantuan Sosial 2015 Mengganti Bultek 10
06 Bultek 20 Akuntansi Kerugian Negara 2015 Bultek Baru
07 Bultek 21 Akuntansi Transfer 2015 Bultek Baru
08 Bultek 22 Akuntansi Utang 2015 Bultek Baru
09 Bultek 23 Akuntansi Pendapatan non Perpajakan 2016 Bultek Baru (berlaku 2017)
10 Bultek 24 Akuntansi Pendapatan Perpajakan 2016 Bultek Baru (berlaku 2017)
PENGATURAN PP 71 / 2010
STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

• SAP Berbasis Akrual  Lampiran I


LAMPIRAN I • Berlaku sejak tanggal ditetapkan dan dap
BASIS AKRUAL
PP71/2010
at segera diterapkan
• Berisi Kerangka Konseptual Akuntansi Pe
merintah dan 12 PSAP
Menjadi • Berlaku paling lambat TA 2015

PP 71
2010
• SAP Berbasis Kas Menuju Akrual  Lam
piran II (PP 24/2005)
• Berlaku selama masa transisi bagi entitas
LAMPIRAN II yang belum siap untuk menerapkan SAP
BASIS CTA
PP24/2005
• Berisi Kerangka Konseptual Akuntansi Pe
merintah dan 11 PSAP
• Tidak berlaku mulai TA 2015

45
Laporan Keuangan Pemerintahan

46
KONSEPSI DAN MANFAAT BASIS AKRUAL

• Basis akrual adalah suatu basis akuntansi di mana transaksi ekono


mi atau peristiwa akuntansi diakui, dicatat, dan disajikan dalam lapor
an keuangan pada saat terjadinya, tanpa memperhatikan waktu kas
diterima atau dibayarkan

• Pendapatan diakui pada saat hak telah diperoleh (earned) dan beba
n (belanja) diakui pada saat kewajiban timbul atau sumber daya dik
onsumsi

• Basis kas adalah Basis akuntansi yang mengakui pengaruh trans


aksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima
atau dibayar yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, belan
ja dan pembiayaan.
• Laporan posisi keuangan (neraca) tidak dapat
• disajikan secara lengkap  hanya Kas

47
KONSEPSI ANGGARAN DAN AKUNTANSI

LO disusun untuk melengkapi pelaporan dan siklus akuntansi berbasis


akrual sehingga penyusunan LO, Laporan perubahan ekuitas dan
Neraca mempunyai keterkaitan yang dapat dipertanggungjawabkan

BASIS KA
S

BASIS AK
RUAL

48
LAPORAN PERUBAHAN SAL

• Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih merupakan


komponen laporan keuangan yang menyajikan secara
komparatif dengan periode sebelumnya pos-pos beriku
t:
– Saldo Anggaran Lebih awal,
– Penggunaan Saldo Anggaran Lebih,
– Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran tahun berjalan
,
– Koreksi Kesalahan Pembukuan tahun Sebelumnya,
– Saldo Anggaran Lebih Akhir.
LAPORAN OPERASIONAL

• LO menyediakan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional keu


angan entitas pelaporan yang tercerminkan dalam
– Pendapatan-LO dari kegiatan operasional
– Beban dari kegiatan operasional
– Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional, bila ada
– Pos luar biasa, bila ada
– Surplus/defisit-LO

50
INFORMASI DALAM CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

• Entitas pelaporan menyajikan pendapatan-LO yang diklasifikasika


n menurut sumber pendapatan.
• Rincian lebih lanjut sumber pendapatan disajikan pada Catatan ata
s Laporan Keuangan.
• Entitas pelaporan menyajikan beban yang diklasifikasikan menurut
klasifikasi jenis beban.
• Beban berdasarkan klasifikasi organisasi dan klasifikasi lain yang
dipersyaratkan menurut ketentuan perundangan yang berlaku, dis
ajikan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

51
PEMERINTAH PEMERINTAH PUSAT
LAPORAN OPERASIONAL
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20X1 DAN 20X0 (Dalam rupiah)

52
52
PEMERINTAH PEMERINTAH PUSAT
LAPORAN OPERASIONAL
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 20X1 DAN 20X0 (Dalam rupiah)

53
53
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

• LPE merupakan komponen laporan keuangan yang menyajikan sekura


ng-kurangnya pos-pos:
– ekuitas awal,
– surplus/defisit-LO pada periode bersangkutan;
– koreksi-koreksi yang langsung menambah/mengurangi ekuitas,
– ekuitas akhir.
• Ekuitas hanya satu komponen tidak terbagi atas Ekuitas dana Lancar, E
kuitas Dana Diinvestasikan, dll.

54
TRANSAKSI DALAM SAP AKRUAL

• TRANSAKSI KAS  PELAKSANAAN ANGGARAN

TRANSAKSI AKRUAL
• Pendapatan masih harus diterima
• Pendapatan diterima dimuka
• Beban yang masih harus dibayar
• Beban dibayar dimuka
• Beban Penyusutan

55
PENYESUAIAN KAS - AKRUAL
Pendapatan LRA dan Pendapatan LO Belanja dan Beban

Pendapatan-LO Belanja
Sekaligus Sekaligus
Pendapatan-LRA Beban

Beban sudah d
Pendapatan L Utang atas B
Pend. Diterim Piutang Pen Belanja Dibay ikeluarkan
O sudah diteri elanja (YMH
a Dimuka dapatan ar Dimuka Kas-nya/ Dibay
ma Kas-nya D)
ar

56
APLIKASI AKRUAL DI DAERAH

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 64 TAHUN 2013 PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI
PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL PADA PEMERINTAH
DAERAH

• Tujuan  pedoman bagi pemerintah daerah • Ketentuan Umum


dalam rangka penerapan SAP berbasis akrual. • Tujuan
• Ruang lingkup  kebijakan akuntansi
• Ruang Lingkup
pemerintah daerah; . SAPD; dan BAS.
• Permendagri dilengkapi dengan : • Kebijakan Akuntansi P
• Lampiran I : Panduan penyusunan emerintah Daerah
kebijakan akuntansi pemerintah daerah • Sistem Akuntansi Pem
• Lampiran II : Panduan penyusunan SAPD erintah Daerah
• Lampiran III : Bagan Akun Standar • Bagan Akun Standar
• Lampiran IV : Format konversi penyajian
LRA • Ketentuan Lain-lain

57
Pendapatan-LRA
LAPORAN KEUANGAN Belanja
1 4 7
LRA SAL
PEMDA Transfer
Pembiayaan

PP Pendapatan-LO 2 5
71/2010
Beban LO LPE
C
Kas & Setara Kas A
Permen Kebijakan Piutang
dagri Akt &
L
Persediaan K
64/2013 SAPD 3
Investasi Jangka
Panjang
Neraca **)
Aset Tetap & 6
Penyusutan LAK
Dana Cadangan
Aset Lainnya
Kewajiban Transaksi
Koreksi Kesalahan Transitoris
*)

Konsolidasi
ReStatement Laporan
Keuangan

58
LAPORAN KEUANGAN SKPD
1 5
Pendapatan-LRA
LRA
Belanja

Pendapatan-LO 2 4
LO LPE
Beban
C
A
PP Permendag Kas & Setara Kas L
71/2010 ri 64/2013
Piutang K
Persediaan 3
Aset Tetap & Neraca
Penyusutan
Aset Lainnya
Kewajiban
Koreksi Kesalahan

Konsolidasi
Laporan Pemda

59
(1) Pemerintah menyusun Sistem Akuntansi Pemerintahan yang mengacu pada SA
P.
(2) Sistem Akuntansi Pemerintahan pada Pemerintah Pusat diatur dengan Peratur
an Menteri Keuangan yang mengacu pada pedoman umum Sistem Akuntansi Pe
merintahan.
(3) Sistem Akuntansi Pemerintahan pada pemerintah daerah diatur dengan peratu
ran gubernur/bupati/walikota yang mengacu pada pedoman umum Sistem Ak
untansi Pemerintahan.
(4) Pedoman umum Sistem Akuntansi Pemerintahan sebagaimana dimaksud pada a
yat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan setelah berkoor
dinasi dengan Menteri Dalam Negeri.
Peraturan – Pemerintah Pusat

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH:


•PP 71 Tahun 2010: Standar Akuntansi Pemerintah (lampiran I)
•Bultek PSAP:
– Bultek 15: Aset Tetap Akrual
– Bultek 16: Piutang Akrual
– Bultek 17: Aset tak Berwujud Akrual
– Bultek 18: Penyusutan Akrual
Akan terbit:
– PSAP Badan Layanan Umum
– Bultek Pendapatan Non Perpajakan
– Bultek Pendapatan Perpajakan

61
PERATURAN TERKAIT IMPLEMENTASI AKUNTANSI DI PEMERINTAH PUSAT
MENTERI/PIMPINAN LEMBAGA SEBAGAI PENGGUNA ANGGARAN/BARANG
Sistem Akuntansi Instansi (SAI)
LKKL
LO
LPE
Neraca
LRA
CaLK

KPPN/PKN Kanwil DJPB APK-DJPB

Utang & Penerusan Transaksi


Hibah Pinjaman Khusus

Investasi Transfer ke Badan


Pemerintah Daerah Lainnya

Sistem Akuntansi BUN


MENTERI KEUANGAN SEBAGAI BENDAHARA UMUM NEGARA
63
HASIL PEMERIKSAAN BPK 2006-2017
PEMERINTAH DAERAH
OPINI
LKPD JML
WTP % WDP % TW % TMP %
2006 3 1% 327 28% 28 6% 105 23% 463
2007 4 1% 283 59% 59 13% 123 26% 469
2008 13 3% 323 67% 31 6% 118 24% 485
2009 15 3% 330 65% 48 10% 111 22% 504
2010 34 7% 343 66% 26 5% 119 23% 524
2011 67 13% 349 67% 8 2% 100 19% 524
2012 120 23% 319 61% 6 1% 79 15% 524
2013 156 30% 311 59% 11 2% 46 9% 524
2014 252 47% 247 46% 5 1% 35 6% 539
2015 312 59% 187 35% 3 1% 30 6% 532
2016 378 70% 142 26% 0 0% 22 4% 542
2017 411 76% 113 21% 0 0% 18 3% 542

Sumber: IHPS BPK


HASIL PEMERIKSAAN BPK 2008-2017
PEMERINTAH PUSAT

OPINI
LKPD JML
WTP % WDP % TW % TMP %
2008 34 41% 31 37% 0 0% 18 22% 83
2009 42 58% 24 33% 0 0% 7 10% 73
2010 50 65% 25 32% 0 0% 2 3% 77
2011 61 76% 17 21% 0 0% 2 3% 80
2012 62 71% 22 25% 0 0% 3 3% 87
2013 65 75% 19 22% 0 0% 3 3% 87
2014 62 71% 18 21% 0 0% 7 8% 87
2015 56 65% 26 30% 0 0% 4 5% 86
2016 74 84% 8 9% 0 0% 6 7% 88
2017 80 91% 6 7% 0 0% 2 2% 88

Wapres Budiono dalam Rakernas Akuntansi 2014:


“opini WTP bukanlah tujuan akhir, tetapi hanya sasaran antara untuk mencapai g
ood governance dalam pengelolaan keuangan pemerintah”.
Sumber: IHPS BPK
AKUNTANSI
ORGANISASI NIRLAB
A
Karakteristik Nirlaba

Prioritas tujuan pela


Tujuan entitas nirl poran keuangan (a
aba – bukan laba kuntabilitas vs. deci
pencapaian progra Karakteristik unik sion usefulness)
m • pengguna LK entita
s
• tidak ada kepemili
kan, kontribusi

Kebutuhan accounting frame


work and practice yang ber
beda

67
67
Entitas Nirlaba

Entitas nirlaba merupakan entitas yang tidak berorientasi pada laba n


amun tetap memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan pem
anfaatan sumber daya yang dikelolanya kepada penyandang dana da
n society. Salah satu media pertanggunggjawabannya adalah Lapora
n Keuangan

PSAK 45 SAK UMU


Standar A + Standar un
Pelaporan M
cuan tuk entitas
Keuangan atau
Entitas komersial
Entitas Nirl + SAK ETAP
Nirlaba
aba

68
68
Standar Akuntansi Nirlaba

Sering diidentikkan dengan organisasi pemerint


ah atau organisasi sektor publik. Contoh: Ruma
h Sakit & Universitas
Organisasi
Nirlaba Di Indonesia, standar akuntansinya mengacu pa
da PSAK 45 + SAK ETAP atau PSAK 45 + PSA
K

Relatif sedikit
IPSAS diterapkan u Banyak diadopsi
ntuk organis dalam PSAP
asi nirlaba

69
Praktik Akuntabilitas Organisasi Nirlaba di Ind
onesia

Entitas Nirla
ba Pemerint
ah

 BLU – PP menyatakan SAK yang


berlaku umum dalam praktik (PM
K) menggunakan SAK dan SAP p
ertanggung-jawaban anggaran
 OJK – khusus -
 BPJS – SAK Umum khusus
 LPS – khusus
Entitas Nirl  BPIH & Parpol – tidak menyebutk
aba Swast an standar mana yang digunakan
a namun harus menyusun laporan
keuangan

70

70
Standar Akuntansi Nirlaba PSAK 45
• PSAK 45 dan PSAK untuk O
rganisasi nirlaba dengan aku
ntabilitas publik signifikan
• PSAK 45 dan SAK ETAP unt
uk Organisasi Nirlaba denga
n akuntabilitas publiknya tida
k signifikan

PSAK 45
PSAK 45 Organisasi Nir Laba
• Mengatur pelaporan organisasi nir laba
• Pengaturan untuk pengakuan, penyajian dan pengungkap
an mengikuti standar yang lain.
• Internasional  IPSAS / International Public Sector Acco
unting Standards.
• Tujuan:
– untuk mengatur pelaporan keuangan entitas nirlaba.
– Laporan keuangan entitas nirlaba dapat lebih mudah dipahami, me
miliki relevansi, dan memiliki daya banding yang tinggi.
Penerapan PSAK 45

• Pernyataan ini menetapkan informasi dasar tertent


u yang disajikan dalam laporan keuangan entitas ni
rlaba.
• Pengaturan yang tidak diatur dalam Pernyataan ini
mengacu pada SAK, atau SAK ETAP untuk entitas
yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan.
Laporan Keuangan Entitas Nirlaba
Laporan Posisi Keuangan
• Tujuan  untuk menyediakan informasi mengenai aset, liabilitas, serta
aset neto dan informasi mengenai hubungan di antara unsur-unsur ters
ebut pada waktu tertentu.
• Informasi dalam laporan posisi keuangan yang digunakan bersama pen
gungkapan dan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat mem
bantu para penyumbang, anggota organisasi, kreditur dan pihak-pihak l
ain untuk menilai:
– kemampuan organisasi untuk memberikan jasa secara berkelanjutan
dan
– likuiditas, fleksibilitas keuangan, kemampuan untuk memenuhi kewaj
ibannya, dan kebutuhan pendanaan eksternal.
• Laporan posisi keuangan mencakup entitas nirlaba secara keseluruhan
dan menyajikan total aset, liabilitas, dan aset neto.
Tujuan Laporan Aktivitas
• Tujuan utama laporan aktivitas menyediakan informasi mengenai :
– pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat ak
tiva bersih,
– hubungan antar transaksi, dan peristiwa lain,
– bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai progr
am atau jasa,
• Informasi dalam laporan aktivitas digunakan untuk:
– mengevaluasi kinerja dalam suatu periode,
– menilai upaya, kemampuan, dan kesinambungan organisasi dan member
ikan jasa,
– menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajer.
Laporan Aktivitas
• Laporan aktivitas mencakup organisasi secara keseluruhan
dan menyajikan perubahan jumlah aktiva bersih selama sua
tu periode.
• Perubahan aktiva bersih dalam laporan aktivitas tercermin p
ada aktiva bersih atau ekuitas dalam laporan posisi keuang
an.
• Laporan aktivitas menyajikan jumlah perubahan aktiva bersi
h terikat permanen, terikat temporer, dan tidak terikat dalam
suatu periode.
• Laporan aktivitas menyajikan jumlah pendapatan dan beba
n secara bruto, kecuali diatur berbeda oleh SAK lain atau S
AK ETAP.
Laporan Arus Kas

• Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai


penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode.
• Laporan arus kas disajikan sesuai PSAK 2 tentang Laporan Arus Kas d
engan tambahan berikut ini:
– Aktivitas pendanaan:
• penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi
untuk jangka panjang.
• penerimaan kas dari sumbangan dan penghasilan investasi yang
penggunaannya dibatasi untuk pemerolehan, pembangunan dan
pemeliharaan aktiva tetap, atau peningkatan dana abadi (endowm
ent).
• bunga dan dividen yang dibatasi penggunaannya untuk jangka pa
njang.
– Pengungkapan informasi mengenai aktivitas investasi dan pendanaa
n nonkas: sumbangan berupa bangunan atau aktiva investasi.
Laporan P
osisi Keua
ngan
Laporan Ak
tivitas Bent
uk A
PENELITIAN
AKUNTANSI
SEKTOR PUBLIK
Penelitian Sektor Publik

• Akuntansi
– Ketaatan terhadap standar
– Relevansi standar untuk pengambilan keputusan
– Konvergensi IPSAS
• Anggaran
– Pengaruh anggaran terhadap kinerja
– Pengukuran kinerja
• Transparency & E Government
– Internet Disclosure
– Benefit of e-government
• Public governance
– Pengaruh governance terhadap hubungan anggaran dengan kinerja
Dwi Martani - 081318227080
martani@ui.ac.id atau dwimartani@yahoo.com
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/ 83