Anda di halaman 1dari 16

PROSES TERBENTUKNYA

BUDAYA, SUB-BUDAYA
ORGANISASI, DAN UPAYA
MELESTARIKANNYA

Kelompok 9 :
Farida Oktavia H. (16311262)
Shafira Fitri C. (16311284)
M. Fathih Ikhwan (16311287)
Pendahuluan
 Didalam sebuah organisasi juga terjadi
interaksi social yang tidak semata mata
bersifat formal tetapi juga informal, layaknya
sebuah masyarakat, organisasi juga memiliki
tata nilai dan budaya. Dengan demikian bab
ini menjelaskan proses pembentukan budaya
organisasi dan siklus hidupnya yang diikuti
oleh proses terbentuknya budaya.

 Proses pembentukan budaya didalam


organisasi berbeda dengan pembentukan
budaya masyarakat. Ada kecenderungan
terbentuknya budaya di dalam organisasi
yaitu top down.
Proses Terbentuknya Organisasi

Pada dasarnya Karena setiap Manusia


manusia bukan individu sebagai
sekedar obyek memiliki mind makhluk social
tetapi juga set yang yang tidak bisa
subyek berbeda berdiri senidiri
Tahapan terbentuknya organisasi

Courtship Stage

Pembentukan organisasi dari ide


seseorang atau kelompok yang
merasa perlu mendirikan organisasi
untuk mencapai suatu tujuan.
Continue

Birth Stage
Infancy stage
Infant mortality Secara formal organisasi telah
terbentuk namun biasanya belum
memiliki kelengkapan perangkat
organisasi.
Menurut Scheien, proses alur pembentukan budaya
orgnaisasi:
• Para pendiri dan pemimpin lainnya membawa serta satu
Proses set amunisi dasar, nilai-nilai, perspektif, artefak kedalam
organisasi dan menanamkannya kepada para anggota.
Pembentukan • Budaya muncul ketika para anggota organisasi
Budaya berinteraksi satu sama lain untuk memecahkan masalah-
masalah pokok organisasi.
Organisasi • Secara perorangan, masing-masing anggota organisasi
boleh menjadi seorang pencipta budaya baru dengan
mengembangkan berbagai cara untuk menyelesaikan
persoalan- persoalan individual.
Pembentukan Budaya Organisasi menurut Sathe
Proses perubahan budaya lama ke budaya baru

Virtous Circle Virtous Circle Virtous Circle


Baru

Virtous Circle Virtous Circle Baru


Terciptanya sub-budaya organisasi dikarenakan:
1. Para pemimpin organisasi yang bertindak
sebagai penjagan nilai organisasi tidak
mampu memonitor dan menjaga keutuhan
nilai organisasi. PROSES
2. Pada saat yang sama komunikasi dan
internalisasi nilai organisasi tidak berjalan TERBENTUKNYA
efektif sebagaimana mestinya. SUB-BUDAYA
3. Para anggota organisasi merasa bahwa
mereka bukan sekedar obyek tetapi juga ORGANISASI
menjadi subyek dalam proses pembentukan
budaya.
Teori Proses terjadinya Penyimpangan
1. Interpersonal attraction
Hasil penelitian pada bidang psikologi menunjukan bahwa seseorang cenderung lebih
tertarik pada orang lain jika mereka memiliki kesamaan. Hal ini secara umum bisa
diartikan bahwa orang-orang yang memiliki kesamaan lebih tertarik untuk memilih dan
melakukan pekerjaan yang sama, jenis pekerjaanya sama, menempati posisi dalam
hierarki organisasi yang sama dan memilih departemen atau organisasi tertentu

2. Group dynamic
Hal ini tidak saja terjadi misalnya dalam satu departemen tetapi juga ketika sebuah
organisasi membentuk tim kerja, ketika tugas-tugas mereka terkait, ketika design kantor
memunginkan mereka saling berinteraksi secara terus menerus, dan dalam
kesehariannya mereka menggunakan fasilitas yang sama seperti menggunakan mesin
photo copy, dispenser, dan ruang istirahat yang sama. Semua ini seperti pada teori
pertama, akan memberikan kontribusi terhadap kemungkinan terbentuknya sub-budaya.
Melestarikan Budaya Organisasi
1. Melestarikan Budaya secara Formal
2. Melestarikan Budaya secara Informal
• Definisi ritual secara umum menurut • Perilaku ritual mempunyai karakteristik
Dennis Rook sebagai berikut:
“ istilah ritual berkaitan dengan 1. Ritual dibangun dalam rangkaian
sejenis aktivitas yang bersifat kejadian yang bersifat episodik.
ekspresif dan simbolik dimana 2. Rangkaian kejadian dalam
aktivitas tersebut melibatkan kegiatan ritual bersifat ajeg.
berbagai macam perilaku yang 3. Ritual dilakukan secara berulang-
terjadi dalam sebuah urutan ulang.
yang tetap dan bersifat episodic
yang cenderung dilakukan secara
berulang-ulang. Secara dramatis,
perilaku ritual biasanya ditulis,
direpresentasikan dan
dimainkan secara formal, serius
dan dengan intensitas yang
mendalam”
THANK YOU
PERTANYAAN 1.