Anda di halaman 1dari 19

NAMA KELOMPOK

ADITIYA PANDU DAYANG RANI RIZKA


SYARIF HANAFI
WIJAYA MUHARRANI NURCAHYANI
(B1033171057)
(B1033171056) (B1033171043) (B1033171045)
Apa yang dimaksud dengan
Qardh ?
DEFINISI QARDH

Qardh merupakan pinjaman kebijakan/lunak


tanpa imbalan, biasanya untuk pembelian
barang-barang fungible (yaitu barang yang
dapat diperkirakan dan di ganti sesuai berat,
ukuran, dan jumlahnya).

Kata qardh ini kemudian di adopsi menjadi credo (romawi)


, credit (inggris), dan kredit (Indonesia). Objek dari
pinjaman murni tanpa bunga ketika peminjam
mendapatkan uang tunai dari pemilik dana (dalam hal ini
bank) dan hanya wajib mengembalikan pokok utang pada
waktu tertenPeminjam tu di masa yang akan datang. atas
prakarsa sendiri dapat mengembalikan lebih besar sebagai
ucapan terima kasih
• qardh berarti menyerahkan harta kepada orang yang
Terminologi menggunakan nya untuk di kembalikan gantinya pada suatu saat.

• qardh menurut Al-Bahuti dikutip dari buku karya imam


mustofa yaitu: “ Qardh dengan harakat fathah atau
Etimologi kasrah pada huruf qaf, secara etimologi adalah
‘potongan’. Qardh adalah masdar dari kata qarada al-
syai’ yang berarti memotong sesuatu. Qard adalah isim
masdar yang bermakna al-iqtirad (meminta potongan).

• qardh adalah aqad pemberian pinjaman dari


bank kepada nasabah yang digunakan untuk
Teknis Perbankan kebutuhan mendadak, seperti dana talangan
kerukan (overdraf) dengan kriteria tertentu
dan bukan untuk pinjaman konsumtif. Sumber
dana qardh diperoleh dari pihak ketiga, modal
awal, dana khusus yang disediakan bank, dan
dari pendapatan lainya.
KARAKTERISTIK QARDH
Qardh dimiliki dengan serah terima, ketika ia telah diterima
1 oleh mustaqridh maka telah menjadi miliknya dan berada
dalam tanggung jawabnya.

Al Qardh biasanya dalam batas waktu tertentu, namun jika


2 tempo pembayarannya diberikan maka akan lebih baik,
karena lebih memudahkannya lagi.

Jika barang asli yang dipinjamkan masih ada seperi semula


3 maka harus dikembalikan dan jika telah beruba maka
dikembalikan semisalnya atau seharganya.

Diharapkan segala persyaratan yang mengambil keuntungan


4 apapun bagi muqridh dalam qardh, karena menyerupai riba,
bahkan termasuk dari macam riba
RUKUN AKAD QARDH
objek akad atau bisaya disebut
mahall al-qardh dapat berupa uang
atau benda habis pakai. Uang yang
yaitu transaksi pinjaman qardh
digunakan sebagai objek qardh oleh
terdiri atas muqtaridh (peminjam),
bank syariah dibatasi sumbernya
pihak yang membutuhkan dana, dan
dari bagian modal bank, keuntungan
Muqridh (pemberi pinjaman), pihak
bank yang disisihkan, dan lembaga
yang memiliki dana.
lain atau individu yang
mempercayakan penyaluran
infaknya kepada bank.

dalam transaksi pinjaman qardh merupakan


penyataan dari kedua belah pihak yang berkontrak,
dengan cara penawaran dari pemberi pinjaman (bank
yaitu ‘iwad atau countervalue syariah) dan pemerintah yang dinyatakan oleh
berupa pinjaman tanpa imbalan penerima pinjaman (nasabah). Pelafalan pinjaman
(pinjaman Rp.X dikembalikan Rp.X) dapat dilakukan dengan lisan, isyarat, tindakan
maupun tulisan, tergantung pada praktik yang lazim
dimasyarakat dan menunjukkan keridhaan satu pihak
untuk meminjamkan dan pihak lain untuk melunasi
pinjamannya.
• Larangan mensyaratkan
tambahan pengembalian atas
suatu pinjaman
Ketentuan • Larangan menunda pembayaran
pinjaman bagi orang yang
Syar’i mampu
• Perintah meringankan beban
Pinjaman orang yang kesulitan membayar
pinjaman

Qardh • Pembolehkan mengenakan biaya


administrasi
• Pembolehan pengenaan sanksi
pada peminjam yang mampu,
tapi melalaikan kewajibannya.
Ketentuan Al-Qardh
Berikut ini adalah ketentuan Al-Qardh secara umum menurut (Fatwa DSN
No.19/DSN.MUI/IV/2001)
 Al-Qardh adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah (muqtaridh) yang
memerlukan.
 Nasabah Al-Qardh wajib mengembalikan jumlah pokok yang diterima pada waktu yang
telah disepakati bersama.
 Biaya administrasi dibebankan kepada nasabah.
 Lembaga Keuangan Syariah dapat meminta jaminan kepada nasabah bilamana
dipandang perlu.
 Nasabah Al-Qardh dapat memberikan tambahan (sumbangan) senang sukarela kepada
Lembaga Keuangan Syariah selama tidak diperjanjikan diawal.
 Jika nasabah tidak dapat mengembalikan sebagian atau seluruh kewajibanya pada
saat yang telah disepakati dan Lembaga Keuangan Syariah telah memastika ketidak
mampunya Lembaga Keuangan Syariah dapat:
- Memperpanjang jangka waktu pengembalian atau,
- Menghapus (write off) sebagian atau seluruh kewajibanya.
LANDASAN HUKUM
 Surat Al-Baqarah ayat 245, ”siapakah yang mau memberi pinjaman
kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah),
maka Allah akan memperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan
lipat ganda yang banyak.”
 Hadis riwayat ibnu hibban, “Setiap muslim yang memberikan pinjaman
kepada sesamanya dua kali, maka ia itu seperti orang yang bersedekah
satu kali.”
 Dasar hukum Qardh menurut Ijma, Para ulama telah menyepakati bahwa
al-qardh boleh dilakukan. Kesepakatan ulama ini didasari tabiat manusia
yang tidak bisa hidup tanpa pertolongan dan bantuan saudaranya. Tidak
ada seorang pun yang memiliki segala barang yang ia butuhkan. Oleh
karena itu, pinjam-meminjam sudah menjadi satu bagian dari kehidupan
di dunia ini. Islam adalah agama yang sangat memperhatikan segenap
kebutuhan umatnya
SKEMA QARDH
SKEMA SIMPANAN QARDH SKEMA PINJAMAN QARDH
CONTOH KASUS :
Pada awal bulan juli 2018 Bapak Hanafi, yang berprofesi
sebagai tukang sapu jalan, meminjam kepada bank syariah
dengan skema qardh untuk membayar uang masuk sekolah
anaknya di SMA. Informasi terkait akad yang disepakati adalah
sebagai berikut:
Jumlah pinjaman : Rp. 2.000.000
Lama Pinjaman : 4 bulan
Biaya administrasi : 0.5%
Buatlah jurnal untuk transaksi dibawah ini
1. Tanggal 7 Juli 2018, bank syariah menyetujui pinjaman qardh Bapak Hanafi dan langsung
memasukkannya dalam rekening tabungan atas nama Bapak Hanafi. Pada hari yang sama
bank syariah langsung memotong biaya administrasi atas transaksi pinjaman qardh.
2. Tanggal 7 Agustus 2018 (tanggal jatuh tempo cicilan pertama) bank syariah mendapati
rekening nasabah memiliki saldo dana yang cukup untuk pembayaran cicilan, maka jurnal
pendebitan rekening untuk pembayaran cicilan pinjaman qardh adalah sebagai berikut:
3. Tanggal 7 September 2018 (tanggal jatuh tempo cicilan kedua) Bapak Hanafi belum memiliki
uang direkeningnya untuk membayar cicilan.
4. Tanggal 20 September 2018, setelah Bapak Hanafi mengisi rekeningnya, bank syariah untuk
mendebit rekening sebesar cicilan tahap kedua yang jatuh tempo.
5. Pada tanggal 7 Oktober 2018 (tanggal jatuh tempo cicilan ketiga) terdapat dana yang terbatas
sehingga bank syariah hanya mendebit sebesar Rp. 200.000.
6. Pada tanggal 15 Oktober 2018, Bapak Hanafi memasukkan sejumlah dana sehingga
memungkinkan bank syariah untuk mendebit sisa cicilan yang belum didebit rekening oleh
bank.
7. Tanggal 7 November 2018 (waktu pembayaran cicilan terakhir) yang juga merupakan waktu
akhir priode pinjaman qardh, disamping membayar cicilannya yang berakhir, sebagai rasa
terimakasihnya kepada bank syariah yang telah memberi pinjaman qardh untuk pembayaran
uang kuliah anaknya, Bapak Hanafi memberikan imbalan sebesar Rp. 20.000 kepada bank
syariah. Penyerahan cicilan dilakukan via debit rekening sedangkan imbalan dilakukan secara
langsung tanpa melalui debit rekening. Jurnal transaksi pada tanggal 7 November tersebut
adalah
Teknis Perhitungan Pinjaman Qardh

a. Perhitungan angsuran per bulan:


Total Piutang Bersih
Angsuran per bulan =
Jumlah Bulan Pelunasan

Rp. 2.000.000
Angsuran per bulan =
4

Angsuran per bulan = Rp. 500.000

b. Perhitungan biaya administrasi:


Biaya administrasi = n% x besar pinjaman
Biaya administrasi = 0.5% x Rp. 2.000.000
Biaya administrasi = Rp. 10.000
Penjurnalan
 Tanggal 7 Juli 2018, bank syariah menyetujui pinjaman qardh Bapak Hanafi dan
langsung memasukkannya dalam rekening tabungan atas nama Bapak Hanafi. Pada hari
yang sama bank syariah langsung memotong biaya administrasi atas transaksi
pinjaman qardh.
Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
07/07/18 Pinjaman qardh 2.000.000
Rekening nasabah-Bpk Hanafi 2.000.000
07/07/18 Rekening nasabah-Bpk Hanafi 10.000
Pendapatan administrasi 10.000

 Tanggal 7 Agustus 2018 (tanggal jatuh tempo cicilan pertama) bank syariah mendapati
rekening nasabah memiliki saldo dana yang cukup untuk pembayaran cicilan, maka
jurnal pendebitan rekening untuk pembayaran cicilan pinjaman qardh adalah sebagai
berikut:
Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
07/08/18 Rekening nasabah-Bpk Hanafi 500.000
Pinjaman qardh 500.000
Penjurnalan
 Tanggal 7 September 2018 (tanggal jatuh tempo cicilan kedua) Bapak Hanafi
belum memiliki uang direkeningnya untuk membayar cicilan.

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


07/09/18 Pinjaman qardh jatuh tempo 500.000
Pinjaman qardh 500.000

 Tanggal 20 September 2018, setelah Bapak Hanafi mengisi rekeningnya, bank


syariah untuk mendebit rekening sebesar cicilan tahap kedua yang jatuh tempo.

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


20/09/18 Rekening nasabah-Bpk Hanafi 500.000
Pinjaman qardh jatuh tempo 500.000
Penjurnalan
 Pada tanggal 7 Oktober 2018 (tanggal jatuh tempo cicilan ketiga) terdapat dana
yang terbatas sehingga bank syariah hanya mendebit sebesar Rp. 200.000.

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


07/10/18 Rekening nasabah-Bpk Hanafi 200.000
Pinjaman qardh jatuh tempo 300.000
Pinjaman qardh 500.000
 Pada tanggal 15 Oktober 2018, Bapak Hanafi memasukkan sejumlah dana sehingga
memungkinkan bank syariah untuk mendebit sisa cicilan yang belum didebit
rekening oleh bank.

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


15/10/18 Rekening nasabah-Bpk Hanafi 300.000
Pinjaman qardh jatuh tempo 300.000
Penjurnalan
 Tanggal 7 November 2018 (waktu pembayaran cicilan terakhir) yang juga
merupakan waktu akhir priode pinjaman qardh, disamping membayar cicilannya
yang berakhir, sebagai rasa terimakasihnya kepada bank syariah yang telah
memberi pinjaman qardh untuk pembayaran uang kuliah anaknya, Bapak Hanafi
memberikan imbalan sebesar Rp. 20.000 kepada bank syariah. Penyerahan cicilan
dilakukan via debit rekening sedangkan imbalan dilakukan secara langsung tanpa
melalui debit rekening. Jurnal transaksi pada tanggal 7 November tersebut
adalah

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


07/07/18 Rekening nasabah-Bpk Hanafi 500.000
Pinjaman qardh 500.000
07/07/18 Kas 20.000
Pendapatan operasi lainnya 20.000
TERIMA KASIH