Anda di halaman 1dari 13

AZITHROMYCIN

Maghfira Puspita Ayu - 1506677105


Struktur Kimia Generic Name
• Azithromycin

Brand Name
• Azomax, Binozyt, Mezatrin, Zifin,
Zithromax, Zitrolin

Kelas
Farmakologi
• Antibiotik Makrolida
Data Farmakokinetika

Absorpsi Distribusi

• Diserap dengan cepat • Terdistribusi secara luas di jaringan,


• 500 mg loading dose akan dimana konsentrasi di jaringan lebih
menghasilkan Cmax sekitar 0,4 μg / ml. besar daripada konsentrasi di plasma
250 mg loading dose 1x sehari selama • Terdistribusi di kulit, paru-paru, tonsil,
4 hari, menghasilkan Cmax 0,24 μg / sputum. Didistribusikan secara luas di
ml. seluruh tubuh, kecuali otak dan CSF.
• Azitromisin dapat diberikan secara • Protein pengikat: 7-50% (tergantung
intravena, 1 jam infus (500 mg konsentrasi)
menghasilkan Cmax 3 - 4 μg / ml). • Vd: 33.3 L/kg (PO); 31.1 L/kg (IV)
• Bioavailabilitas 37% (meningkat melalui
suspensi oral)
• Waktu puncak obat: 2-3 jam (immediate
release); 5 jam (extended release)
Data Farmakokinetika

Metabolisme

• Di hati

Eliminasi

• Ekskresi melalui empedu merupakan jalur utama eliminasi.


• Waktu paruh eliminasi, 40 - 68 jam, panjang karena terjadi
penyerapan dan pengikatan secara luas di jaringan.
• Ekskresi: Feses (50% as unchanged drug), urin (5-12%)
Data Farmakodinamika
 Azithromycin merupakan antibiotik semisintetik golongan makrolida digunakan
untuk mengobati STDs (Sexual Transmitted Disease) karena chlamydia dan
gonorrhea, pneumonia, Pelvic Inflammatory Disease, faringitis, sinusitis, bronkitis,
dan berbagai macam infeksi lainnya yang disebabkan oleh bakteri (infeksi kulit,
telinga, kelamin). Azithromycin memiliki struktur yang hampir sama dengan
erythromycin. Namun, konsentrasi intraselular azithromycin lebih tinggi daripada
erithromycin, sehingga meningkatkan efikasi dan durasi aksi dari azithromycin.
 Azitromisin bekerja dengan berikatan dengan ribosom bakteri subunit 50S,
menghambat sintesis protein. Bersifat bakteriostatik atau bakterisida tergantung
konsentrasi. Azitromisin efektif melawan bakteri gram positif dan gram negatif
seperti C. pneumoniae, C. trachomatis, M. pneumoniae, dan MAC.
Indikasi Kontra Indikasi

 PPOK eksaserbasi akut  Alergi antibiotik


 Sinusitis akut makrolida
 Media otitis akut
 Riwayat ikterus kolestatik
 Faringitis / tonsilitis
 Disfungsi hati yang terkait
 Pneumonia
dengan penggunaan
 Bronkitis
sebelumnya.
 Pengobatan dan profilaksis
infeksi Mycobacterium
avium complex (MAC).
Dosis
 Diberikan 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan saat diberikan
secara oral.
Terapi rawat jalan Pneumonia dan bronkitis Tonsilitis atau faringitis
pneumonia dan faringitis kronik • 12 mg/kg per hari (maksimal
• 500 mg loading dose • 2 g dosis tunggal dari 500 mg per hari ) atau 500
diberikan pada hari mikrosfer extended release mg oral hari pertama, lalu
pertama, kemudian 250 mg 250 mg pada hari 2-5
perhari untuk 2-5 hari.

PPOK Otitis media akut dan Sinusitis akut


• 500 mg oral hari pertama, pneumonia • 500 mg per hari oral untuk 3
lalu 250 mg pada hari 2-5 • 10 mg/kg pada hari hari
pertama (maksimal 500 mg)
dan 5 mg/kg (maksimal 250
mg) pada hari 2-5.
Peringatan
Pneumonia: pengobatan oral untuk kasus ringan, kasus yang didapat dari masyarakat hanya cocok
untuk terapi rawat jalan.

Hentikan jika terjadi tanda / gejala hepatitis

Hindari jika terjadi perpanjangan QT, kondisi proaritmia, bradikardia

Pastikan mengonsumsi seluruh dosis yang telah diresepkan oleh dokter untuk mencegah kembalinya
infeksi yang berpotensi lebih parah.

Reaksi hipersensitivitas dapat terjadi.

Kerusakan hati atau ginjal.


Efek Samping Obat

Sakit Diare Sakit


perut kepala

Mual Muntah
Adverse Drug Reaction
 Gastrointestinal : perut kembung, dispepsia
 Hipersensitivitas
 Kardiovaskular : aritmia, prolongasi interval QT, palpitasi, nyeri dada
 Hati : peningkatan bilirubin, hepatitis, jaundice
 CNS : sakit kepala, vertigo,
 Kulit : ruam, pruritus, urtikaria (gatal-gatal)
Interaksi Obat
 Penggunaan bersama antasida dapat mengurangi konsentrasi obat
plasma.
 Hindari penggunaan bersamaan seperti: quinidine, procainamide,
dofetilide, amiodarone, sotalol, antiaritmik, atau yang lain yang
diketahui memperpanjang interval QT
 Pimozide dapat meningkatkan risiko perpanjangan interval QT
 Clozapine dapat meningkatkan risiko aritmia
 Teriflunomid dapat menyebabkan gangguan hati yang dengan
azitromisin dapat meningkatkan risiko tersebut
Contoh Sediaan Obat

Tablet 250, 500, 600 mg 500 mg vial untuk injeksi

1 gram paket suspensi oral Pembuatan suspensi 100


mg/5ml; 200 mg/ 5 ml
Referensi
 Brunton, L. (2011). Goodman & Gilman's The Pharmacological Basis of
Therapeutics 12th ed. New York: Mc Graw Hil. Hal 1531-1533
 ZITHROMAX (Azithromycin) dosage, indication, interactions, side effects. MPR The Right
Dose of Information. Diakses 2 Mei 2017, dari
http://www.empr.com/zithromax/drug/1831/
 Azithromycin Tablets: Indications, Side Effects, Warnings. (2017). Drugs.com. Diakses 2
Mei 2017, dari https://www.drugs.com/cdi/azithromycin-tablets.html
 Zithromax, Zmax (azithromycin) dosing, indications, interactions, adverse effects, and
more. Reference.medscape.com. Diakses 2 Mei 2017, dari
http://reference.medscape.com/drug/zithromax-zmax-azithromycin-342523#10