Anda di halaman 1dari 19

PENCEGAHAN DAN

PENGENDALIAN INFEKSI
DI RUANG PEMULASARAN JENAZAH
30 APRIL 2019
PENDAHULUAN

• Kamar jenazah merupakan sumber infeksi yang potensial tidak


hanya untuk ahli paotlogi aotopsi tapi juga untuk pengunjung dan
petugas pemulasaran jenazah
• Beberapa studi telah melaporkan bahwa dengan kehidupan
mikroorganisme patogenik tertentu akan dilepaskan dari tubuh, jika
tidak diwaspadai dapat menular pada seseorang yang menangani
jenazah tersebut
• Hasil penelitian di laboratorium kilinik di Britania Raya tahun 1970 –
1989 menunjukan bahwa tingginya angka Laboratory acruired
infection personel yang bertugas terjangkit infeksi blood borne virus
HIV
PRINSIP PEMULASARAN JENAZAH

• Selalu menerapkan kewaspadaan isolasi (memperlakukan setiap


resiko kontaminasi darah, produk darah dan cairan tubuh serta
jaringan tubuh manusia sebagai bahan infeksius
• Tanpa mengabaikan budaya dan agama yang dianut keluarga
• Tindakan petugas yang memahami pencegahan & pengendalian
infeksi mampu mencegah penularan
KEBERSIHAN TANGAN
Areas Most Frequently Missed

HAHS © 1999
Kebersihan
tangan

Tampak kotor

Tidak Tampak kotor


APD PADA SAAT PEMULASARAN JENAZAH
PENGELOLAAN JENAZAH PADA PENYAKIT
MENULAR : HIV

1. Prinsip Dalam Pemulasaraan Jenazah


2. Penanganan Jenazah
3. Kewaspadaan Isolasi pada Petugas/Keluarga/Masyarakat
4. Penanganan Alat-Alat Yang Sudah Terkontaminasi
• o Dekontaminasi alat-alat
• o Pencucian dan pembilasan
• o Sterilisasi
• o Desinfeksi Tingkat Tinggi (DTT)
Prinsip Dalam Pemulasaraan Jenazah

• Selalu menerapkan Kewaspadaan Standar (memperlakukan


setiap cairan tubuh, darah dan jaringan tubuh manusia
sebagai bahan yang infeksius).
•  Pastikan jenazah sudah didiamkan selama kurang lebih
4 (empat) jam sebelum dilakukan perawatan jenazah. Ini
perlu dilakukan untuk memastikan kematian seluler
(matinya seluruh sel dalam tubuh).
•  Tidak mengabaikan budaya dan agama yang dianut
keluarga.
•  Tindakan petugas mampu mencegah penularan.
Penanganan Jenazah

1. Semua petugas/keluarga/masyarakat yang menangani jenazah sebaiknya telah


mendapatkan vaksinasi Hepatitis-B sebelum melaksanakan pemulasaraan jenazah
(catatan: efektivitas vaksinasi Hepatitis-B selama 5 tahun).
2. Hindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh lainnya.
3. Luka dan bekas suntikan pada jenazah diberikan desinfektan.
4. Semua lubang-lubang tubuh, ditutup dengan kasa absorben dan diplester kedap air.
5. Badan jenazah harus bersih dan kering.
6. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh di buka lagi.
7. Jenazah tidak boleh dibalsem atau disuntik untuk pengawetan atau autopsi, kecuali
oleh petugas khusus.
8. Dalam hal tertentu autopsi hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari
pimpinan Rumah Sakit.
Kewaspadaan Isolasi pada
Petugas/Keluarga/ Masyarakat

• Pengelolaan alat kesehatan habis pakai.


• Cuci tangan dengan sabun guna mencegah infeksi silang.
• Pemakaian alat pelindung diri : Topi, masker, sarung tangan, gaun
dan sepatu
• Pengelolaan jarum dan alat tajam untuk mencegah perlukaan.
• Pengelolaan limbah dan sanitasi ruangan.
• Desinfeksi dan sterilisasi untuk alat yang digunakan ulang.
• Pengelolaan linen
Penanganan Alat-Alat Yang Sudah
Terkontaminasi

• Dekontaminasi alat-alat dengan benar menggunakan caiaran


disinfektan dengan pencampuran tepat
• Pencucian dan pembilasan : dilakukan melalui proses secara
fisik untuk menghilangkan darah, cairan tubuh atau benda-
benda asing (debu atau kotoran). Setelah dicuci dengan
deterjen, cairan disinfektan alat kesehatan dibilas dengan air
bersih.
• Sterilisasi : sesuai kategori peralatan berdasarkan Kritikal, semi
kritikal dan Non kritikal
PENGAWASAN PELAKSANAN SOP PADA
KEGIATAN PEMULASARAN JENAZAH (1)
• Pastikan petugas yang akan memandikan jenazah TIDAK ada perlukaan
pada tubuhnya . Jika didapatkan luka terbuka atau borok pada tangan
atau kaki, petugas tidak boleh memandikan jenazah.
• Kenakan gaun pelindung.
• Kenakan sepatu boot dari karet.
• Kenakan celemek plastik.
• Kenakan masker pelindung mulut dan hidung.
• Kenakan kacamata pelindung.
• Kenakan sarung tangan karet.
• Setelah jenazah selesai dimandikan, siram meja tempat memandikan
jenazah dengan larutan klorin 0,5%, lalu bilas dengan air mengalir.
• Rendam tangan yang masih mengenakan sarung tangan karet
dalam larutan klorin 0,5%, lalu bilas dengan sabun dan air
mengalir.
• Lepaskan kacamata pelindung, lalu rendam dalam larutan
klorin 0,5%.
• Lepaskan masker pelindung, buang ke tempat sampah
infeksius
• Lepaskan celemek plastik, buang ke tempat sampah medis.
• Lepaskan gaun pelindung, rendam pada larutan klorin 0,5%.
• Rendam bagian luar sepatu pada lautan klorin 0,5%, bilas
dengan air bersih lalu lepaskan sepatu dan letakkan di tempat
semula.
• Terakhir lepaskan sarung tangan plastik, buang ke tempat
sampah infeksius
AUDIT LINGKUNGAN KAMAR
PEMULASARAAN JENAZAH
KESIMPULAN

• Standar kamar jenazah adalah sebagai acuan rumah sakit


sesuai dengan mutu dan standar akreditasi
• Tersedianya sarana dan prasarana di intalasi pemulasaran
jenazah
• Menerapkan prinsip kewaspadaan standar