Anda di halaman 1dari 14

PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF

KRONIK
Pembimbing : dr. Tony Darmadi, Sp.PD

Presentan : Stephanie Maria Embula


Nim : 112018128
Pendahuluan
• Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak
menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia
• Data Badan Kesehatan Dunia (WHO), menunjukkan tahun 1990 PPOK
menempati urutan ke-6 sebagai penyebab utama kematian di dunia, dan
tahun 2002 menempati urutan ke-3 setelah penyakit kardiovaskuler dan
kanker (WHO, 2002).
IDENTITAS PASIEN

• Nama lengkap : Tn. Rara Zega


Keluhan Utama :
• Jenis kelamin : Laki laki Pasien sesak nafas
• Umur : 47 tahun sejak 5 jam smrs
• Suku bangsa : Jawa
• Status perkawinan : Menikah
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Wirausaha
• Pendidikan : SLTA
• Alamat : Galuh Mas
• Tanggal masuk RS : 8- Juni -2019
RPS RPD
• Sesak nafas yang telah diderita sejak 5 • Hipertensi, rutin minum
jam smrs amlodipin 5 mg/ hari
• Semakin sesak saat beraktifitas sedang-
berat Riwayat Keluarga
• Terbangun pada malam hari karena • Tidak diketahui
sesak
• Batuk yang terus menerus, selama
Riwayat Alergi
beberapa minggu, dahak +
• Tidak ada
• Riwayat merokok sejak umur 15 tahun,
dengan frekuensi 2-3 bungkus per hari
ANAMNESIS SISTEM :
• Kulit : Dalam Batas Normal Dada (jantung/paru :
• Kepala : Dalam Batas Normal • Nyeri +
• Mata : Dalam Batas Normal • Sesak Nafas +
• Telinga : Dalam Batas Normal • Batuk +
• Hidung : Dalam Batas Normal
• Mulut : Dalam Batas Normal
• Tenggorokan : Dalam Batas Normal
• Leher : Dalam Batas Normal Berat Badan :
• Abdomen : Dalam Batas Normal Berat badan rata (kg) : 59 kg
• Saluran Kemih : Dalam Batas Normal Berat tertinggi kapan (kg) : 59 kg
• Katamenia : Dalam Batas Normal Berat badan sekarang : 59 kg
• Saraf/otot : Dalam Batas Normal
• Ekstrimitas : Dalam Batas Normal
Riwayat Kelahiran : Pemeriksaan Umum
Di rumah, di tolong oleh Dukun Keadaan umum : Tampak Sakit Sedang
Kesadaran : Compos Mentis
Riwayat imunisasi : Tinggi Badan : 163 cm
Tidak dilakukan Berat Badan : 59 kg
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Riwayat pendidikan : Nadi : 86
SLTA Suhu : 36,40C
Pernafasaan : 20 kali/menit
Riwayat Makanan Keadaan gizi : Baik
Frekuensi / Hari : 2-3 kali/hari Sianosis : Tidak ada
Jumlah / kali : 1 piring/kali Udema umum : Tidak ada
Variasi / hari : Ya Habitus :-
Nafsu makan : Menurun Cara berjalan : Baik
Mobilitas ( aktif / pasif ) : Aktif
Umur menurut taksiran pemeriksa : Sesuai umur
Dada
Aspek Kejiwaan :
• Bentuk : Simetris, tidak ada bagian yang tertinggal,
Dalam Batas Normal
sela iga normal
Kulit :
• Pembuluh darah : Tidak terlihat spider navi
Warna: Sawo Matang, dalam
batas normal
Paru
Kelenjar Getah Bening
• Inspeksi : Pengembangan dada kanan = kiri
Dalam Batas Normal
• Palpasi : Fremitus raba kanan = kiri
Kepala :
• Perkusi : Sonor/sonor
Dalam Batas Normal
• Auskultasi : Suara dasar vesikuler (+/+)
Mata
• Suara tambahan : Wheezing (+/+) / Ekspirasi
Dalam Batas Normal
memanjang (+)
Telinga
Jantung
Dalam Batas Normal
• Inspeksi : ictus cordis tidak tampak
Mulut
• Palpasi : ictus cordis tidak kuat angkat
Dalam Batas Normal
• Perkusi : batas jantung kesan dalam batas normal
Leher
• Auskultasi : Bunyi jantung I-II intensitas normal,
Dalam Batas Normal
reguler, bising (-)
Perut Laboratorium
Dalam Batas Normal Elektrolit (Na, K, Cl)
Natrium : 140mmol/L
Alat Kelamin Kalium : 4,2 mmol/L
Dalam Batas Normal Chlorida : 98 mmol/L
Hematologi
Lengan Hemoglobin : 12,1 g/dl
Dalam Batas Normal Hematokrit : 47%
Leukosit : 11,5 ribu/μl
Kaki : Trombosit : 280 ribu/μl
Dalam Batas Normal Fungsi Ginjal
Ureum : 13 mg/dl
Reflex : Kreatinin : 1,2 mg/dl
Dalam Batas Normal
RINGKASAN (RESUME) • suara nafas tambahan
wheezing pada seluruh
• Sesak nafas yang telah diderita sejak
5 jam smrs lapang paru
• Mkan sedikit berkurang bila pasien • Pada pemeriksaan
beristirahat laboratorium tidak
• terbangun pada malam hari karena ditemukan kelainan yang
sesak
berarti
• Batuk yang terus menerus, selama
beberapa minggu, dahak +, warna • EKG tidak di dapat adanya
kuning kelainan pada irama dan
• Riwayat merokok sejak umur 15 kelistrikan jantung
tahun, dengan frekuensi 2-3 bungkus
per hari
• Foto toraks tidak ditemukan
kelainan yang bermakna
DIAGNOSIS KERJA & DASAR DIAGNOSIS
1. Diagnosis Kerja : Penyakit Paru Obstruksi
Kronis eksaserbasi akut
2. Dasar Diagnosis:
• Adanya sesak yang diperburuk saat aktifitas
dan membaik saat beristirahat
• Batuk yang berulang yang lama
• Riwayat merokok yang cukup lama
DIAGNOSIS DIFERENSIAL & DASAR DIAGNOSIS
DEFERENSIAL
1. Asma : Onset usia dini dengan riwayat asma pada
keluarga dapat pula ditemukan alergi.
2. Tuberkulosis : pasien memiliki riwayat batuk berdahak
selama beberapa hari, dibarengi dengan keringat malam
dan terdapat inflitrat biasanya pada foto toraks.
3. Bronkiekstasis : Terjadi peningkatan nilai leukosit sebagai
penanda infeksi bakteri, ditemukan ronki basah kasar pada
auskultasi dan gambaran honey comb appreance dan
penebalan dinding bronkus pada foto toraks.
PEMERIKSAAN YANG DIANJURKAN Penatalaksanaan di
1. Spirometri
2. Pemeriksaan Analisa Gas Darah ruang perawatan :
3. Tes Sputum BTA 1. Nebulisasi dengan
Penatalaksanaan di IGD : ipratropium bromide
1. Di UGD dilakukan nebulisasi 0,5 ml + ventolin 2,5
dengan ventolin  wheezing (+) ml
2. Ambroxol Syrup 3x1 cc
2. Ambroxol 3x30mg
3. Inj. Dexamethasone 1x1 amp
3. Amlodipin 1x5mg
TERAPI NON FARMAKOLOGIS
Edukasi untuk berhenti merokok

PROGNOSIS
Ad vitam : dubia ad bonam
Ad functionam : dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam
SEKIAN DAN TERIMAKASIH