Anda di halaman 1dari 16

DOPPLER

ALIEVYA BRILLIANTI ANUGRAH KUSUMA (03)


ELGA RAHMAH RAMADHANI (08)
ADE RYAN ENDARTA (12)
NILA NURMALA (22)
ANDHIKA PRADANA ALFARABI (25)
EDO RAFSANZANI (34)
NURISTADARRO (35)
DOPPLER
DOPPLER ADALAH
• Ultrasonografi Doppler merupakan suatu alat yang menggunakan gelombang suara untuk dapat
mengetahui aliran darah di pembuluh darah.
• Ultrasonografi Doppler merupakan alat yang sama dengan ultrasonografi biasa, namun pada
ultrasonografi biasa hanya dapat menampilkan gambar dari pantulan gelombang suara dari
organ yang diperiksa, sedangkan ultrasonografi Doppler memiliki efek Doppler. Dengan
memanfaatkan efek Doppler, ultrasonografi tersebut dapat mendeteksi arah aliran darah dan juga
kecepatan relatif aliran darah tersebut.
• Selama pemeriksaan ultrasonografi Doppler, sebuah alat seukuran sabun batang (transducer)
berfungsi sebagai pengirim gelombang suara sekaligus penerima gelombang suara yang
dipantulkan oleh organ padat yang diperiksa, termasuk sel-sel darah merah. Transducer tersebut
diaplikasikan pada kulit di atas organ yang akan diperiksa. Adanya pergerakan dari sel-sel darah
merah menyebabkan perubahan frekuensi gelombang suara yang dipantulkan dan diterima
transducer (disebut dengan efek Doppler).
SEJARAH DOPPLER
• Pertamakali diperkenalkan oleh Cristian Jhann Doppler dari Australia pada tahun 1842.
• Pada tahun 1955 Doppler Ultrasound pertamakali dilakukan oleh Shigeo Satomura dan Yosuhara Nimura
untuk mengetahui pergerakan katup jantung.
• Kato dan Izumi pada tahun 1966 adalah yang pertama menggunakan ociloscope pada penggunaan
Doppler Ultrasound sehingga pergerakan pembuluh darah dapat didokumentasikan.
• Pada tahun 1968 H. Takemura dan Y. Ashitaka dari Jepang memperkenalkan penggunaan Doppler
velocimetri di bidang kebidanan dengan menggambarkan tentang spektrum Doppler dari arteri umbilikalis
• Sementara itu, di Barat penggunaann velocimetri Doppler di bidang kebidanan baru dilakukan pada
tahun1977.
• Awal penggunaan Doppler Ultrasound difokuskan pada arteri umbilikalis, tetapi pada perkembangan
selanjutnya banyak digunakan untuk pembuluh darah lainnya.
• Fetal dopler diciptakan pada tahun 1958 oleh Dr Edward H.Hon, yakni sebuah Doppler monitor janin atau
Doppler monitor denyut jantung janin.
FUNGSI DOPPLER

Ultrasonografi Doppler dapat membantu dokter untuk mengevaluasi pembuluh darah


arteri dan vena, seperti di tangan, kaki dan leher. Ultrasonografi Doppler dapat
memperkirakan seberapa cepat aliran darah dengan mengukur frekuensi yang
diterima alat tersebut dari organ yang diperiksa.
BAGIAN-BAGIAN DOPPLER

Keterangan :

-Tranduser : ini diletakkan diatas obyek (perut). Dalam tranduser ini


terdapat : oscilator yang mengbangkitkan frekuensi, transmitter
memancarkan frekuensi yang dibangkitkan oscilator, reciver menerima
frekuensi yang terpantulkan oleh obyek.

-Settingan volume : untuk mengatur tinggi rendahnya suara.

-Speaker : untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal suara.

-Display : sebagai penunjukan nilai denyut jantung yang terukur.


DENGAN ULTRASONOGRAFI DOPPLER,
DAPAT MENDETEKSI KEADAAN SEPERTI:
1. Adanya bekuan darah di pembuluh darah atau penyempitan pembuluh darah hampir di seluruh bagian tubuh, terutama
leher, tangan, dan kaki;
2. Gangguan fungsi katup pada vena-vena di kaki yang dapat menyebabkan darah terkumpul di kaki (insufisiensi vena);
3. Penurunan sirkulasi darah ke kaki (penyakit arteri perifer);
4. Adanya arteri yang membengkak (aneurisma);
5. Jumlah dan lokasi plak yang terbentuk di pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyempitan arteri, seperti pada
pembuluh darah di leher (stenosis arteri karotis). Adanya penyempitan pembuluh darah di leher dapat menjadi faktor
risiko terjadinya stroke;
6. Mengevaluasi aliran darah setelah serangan stroke atau kondisi lain yang disebabkan karena gangguan aliran darah;
7. Mengevaluasi aliran darah pada ginjal atau hati yang ditransplantasikan (untuk mengetahui keberhasilan tindakan
transplantasi tersebut);
8. Pada ibu hamil, ultrasonografi Doppler dapat mengevaluasi status kesehatan janin dalam kandungan dengan menilai
aliran pembuluh darah di tali pusat yang melalui plasenta, sekaligus dapat menilai aliran darah di otak dan jantung janin
yang sudah terbentuk. Pemeriksaan tersebut juga dapat menilai apakah janin mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi.
Dengan ultrasonografi Doppler dapat melihat kelainan yang mungkin atau sudah terjadi selama kehamilan, seperti:
- Gangguan pertumbuhan janin dengan melihat lairan darah dari tali pusat ke plasenta;
- Kondisi janin saat ibu mengalami keracunan kehamilan (preeklampsia).
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MENGGUNAKAN
DOPPLER:

Bagi perokok sebaiknya tidak merokok 30 menit sampai dua jam sebelum diperiksa,
karena kandungan nikotin dalam rokok dapat membuat pembuluh darah menyempit dan
dapat memberikan hasil interpretasi yang salah.

Ada beberapa hal yang dapat mengganggu dan menyulitkan hasil pemeriksaan dengan
ultrasonografi Doppler:
-Tulang di atas area yang akan diperiksa atau adanya udara di saluran pencernaan;
-Pasien selalu bergerak saat dilakukan pemeriksaan;
-Kegemukan yang ektrim;
-Irama jantung yang tidak teratur atau adanya penyakit jantung yang dapat menyebabkan
perubahan pola aliran darah walaupun pembuluh darah tidak ada gangguan;
-Tangan atau kaki yang kedinginan yang menyebabkan aliran darah menjadi lebih lambat;
-Adanya luka terbuka pada area yang akan diperiksa.
BLOK DIAGRAM
CARA KERJA BLOK DIAGRAM
DOPPLER

Doppler menggunakan frekuensi sebesar 2,25 MHz yang digunakan untuk mendeteksi
detak jantung janin usia 11 minggu keatas, frekuensi dibangkitkan oleh oscilator
kemudian dipancarkan oleh transmitter ke media pengukuran dan hasil pengukuran
diterima kembali oleh reciever, lalu sinyal masuk ke pre-amp untuk dikuatkan kemudian
disaring melalui filter dan dikuatkan oleh amplifier (penguat akhir). Kemudian output dari
amplifier masuk ke ADC (analog to digital converter) dirubah menjadi data digital.
Kemudian ditampilkan jumlah detakan jantung janin yang terukur melalui display dan
speaker.
PRINSIP KERJA MESIN
ULTRASONOGRAPHY (USG) DOPPLER
Prinsip kerja Ultrasonography Doppler didasarkan pada efek Doppler.
• Bila obyek merefleksikan gelombang ultrasonik maka berpindah mengubah
frekuensi pantulan, sehingga membuat frekuensi lebih tinggi. jika merupakan
perpindahan menuju / mendekati probe dan frekuensi lebih rendah jika merupakan
perpindahan menjauhi probe. Seberapa banyak frekuensi yang diubah tergantung
pada seberapa cepat obyek berpindah.
• Doppler ultrasonik mengukur perubahan dalam frekuensi pantulan untuk dihitung
seberapa cepat obyek berpindah. Ultrasonik Doppler telah banyak digunakan untuk
mengukur kecepatan aliran darah. Kecepatannya dapat ditentukan dan
divisualisasikan. Hal ini merupakan pemakaian khusus dalam pengamatan
cardiovascular (sonography dari sistem vascular dan jantung) dan secara esensial
banyak area yang demikian seperti penentuan aliran darah balik dalam portal
hipertensi hati vasculature.
PENGOPERASIAN
Persiapan Pemanasan Pelaksanaan

• Tempatkan alat  Hubungkan alat dengan  Perhatikan protap


pada ruangan catu daya (kecuali alat pelayanan
pemeriksaan/tindak yang menggunakan  Oleskan jelly
an baterai) secukupnya pada
• Lepaskan penutup  Hidupkan alat dengan permukaan objek
debu menekan/memutar  Tempatkan probe pada
• Siapkan aksesoris tombol ON/OFF ke posisi
posisi objek
• Siapkan bahan ON
 Atur volume/sound
 Cek lampu indicator dan
operasional level regulator sesuai
baterai
• Periksa kondisi keperlan
 Lakukan pemanasan
probe
secukupnya  Lakukan tindakan
• Periksa hubungan pemeriksaan
alat ke terminal
pembumian
PENYIMPANAN
Tujuan :
Untuk menjaga alat tetap dalam keadaan bersih, aman, selalu dalam kondisi siap pakai dan meminimalisir
terjadinya kerusakan akibat kesalahan penggunaan (human error) sehingga setelah pengoperasian
perlunya dilakukan pengemasan/penyimpanan sesuai prosedur.

 Kembalikan posisi volume/sound regulator ke posisi minimum/nol


 Matikan alat dengan menekan/memutar tombol ON/OFF ke posisi OFF
 Lepaskan hubungan alat dari catu daya (kecuali alat yang mengunakan
baterai)
 Bersihkan probe
 Letakkan probe pada tempatnya
 Pasang penutup debu
 Simpan alat pada tempatnya.
No.
PEMELIHARAAN
Kegiatan pemeliharaan Periode

1 Cek dan bersihkan seluruh bagian alat 1 bulan

2 Cek fungsi tombol dan indikator 1 bulan


3 Cek sistem catu daya, perbaiki bila perlu 3 bulan

4 Cek baterai, ganti bila perlu 3 bulan


5 Cek keluaran volume suara, atur bila perlu 3 bulan

6 Cek konektor, probe, bersihkan bila perlu 1 bulan

7 Lakukan pengukuran arus bocor 1 tahun


8 Lakukan pengukuran tahanan kabel pembumian alat 1 tahun

9 Lakukan uji kinerja alat 3 bulan


TROUBLESHOTTING