Anda di halaman 1dari 78

KESEHATAN LINGKUNGAN PADA SITUASI DARURAT

BENCANA
RATNA JUITA,SKM
JABATAN : FUNGSIONAL KESEHATAN KERJA MUDA
KESEHATAN LINGKUNGAN PADA SITUASI
KEDARURATAN / BENCANA
mas mudji
SHELTER IN FLORES, 2008
IDP’s from Central of Kalimantan
(2003)
SHELTER IN ACEH, 2004
IDP’S IN SAMPIT, 2003
IDP’s IN FLORES, 2006
KONDISI EMERGENSI

IDP’s Pontianak
Masalahnya:

• Kepadatan, terlalu banyak penghuni


• Tempat penampungan yang tidak layak
• Lokasi penampungan pengungsi di daerah
endemis.
•Air bersih/minum tidak layak
(kualitas/kuantitas)
• Fasilitas jamban yang tidak layak.
• Risiko kesehatan karena status immunisasi.
• Kerusakan infrastuktur(jalan,PDAM( sumber
air ) Sarkes lainnya serta Listrik mati
Tujuan dari materi ini peserta akan:
Mengetahui dan memahami persyaratan air bersih/minum dan
sanitasi serta kerugian dan keuntungan tentang berbagai
teknologi penyediaan air bersih dan sanitasi.
Gambaran model /jenis sarana sanitasi serta kerugian dan
keuntungan masing-masing.
Mengetahui dan memahami persyaratan untuk pembuangan
kotoran, sampah dan limbah cair.
Penerapan pengamanan sanitasi makanan dan pengendalian
vektor
MENGAPA ..................

 Air bersih/minum dan sanitasi berperan dalam


penyebaran berbagai penyakit menular.

 Kebersihan lingkungan dan perorangan


menyebabkan tingginya angka kesakitan dan
kematian. (angka kesakitan Pengungsi dominasi
oleh penyakit terkait diare dan Ispa)
Berapa aspek Kesehatan Lingkungan:
1.Air Bersih / Minum (kualitas dan kuantitas)
2.Penyediaan sarana jamban
3.Pembuangan sampah
4.Pembuangan limbah.
5.Vector control
6.Sanitati Makanan.
7.Personal hygiene
PRIORITAS DI SITUASI KEDARURATAN

PENYEDIAAN AIR BERSIH/MINUM (Kuantitas


dan menyusul perbaikan kualitasnya.
Pengawasan Pembuangan Kotoran.
PERSONAL HYGIENE.

Penyebaran Penyakit
Menular
PENYAKIT YANG DITULARKAN MELALUI AIR

antara lain :
• typhoid/paratyphoid fever (Salmonella typhi, S. paratyphi)
• cholera (Vibrio cholerae)
• Shigellosis/bacillary dysentery (S. flexneri, S. sonnei, S.
dysenteriae)
• Leptospirosis
• Amoebiasis (Entamoeba histolytica)
• Giardiasis
• Cryptosporidiosis
• Cyclosporiasis
• Hepatitis A, Hepatitis A, Rotavirus, Poliomyelitis, Norovirus
I. PENYEDIAAN AIR BERSIH
Diarahkan untuk memenuhi kebutuan minimal air
bersih bagi pengungsi / korban bencana di
utamakan minum, masak & kebersihan pribadi.
Masalah utama kesehatan di pengungsian adalah
disebabkan karena kebersihan buruk, akibat
kekurangan air bersih dan termasuk air yang juga
tercemar.
Pemenuhan kebutuhan air bersih:
 hari pertama minimal 5 Liter / org / hari
 hari berikutnya : 15 – 20 liter / org / hari.
Penyedian air bersih harus memperhatikan :
 Kuantitas , dapat dilihat dari Sumber :
PDAM/Perpipaan /tangki air
air Tanah :(sumur/MA)
Air permukaan : sungai, telaga
Air hujan.
 Kualitas : Fisik (warna, rasa dan bau ) Terpenting di
perhatikan
 : Biologi ( pemeriksaan bakteri patogen : e-coli )
indikator tercemarnya oleh tinja
: Kimia terbatas 10 parameter ( Ph, nit,nat Na.Fe
Mg, kesadahan dll)
 : terpenting penyimpangan sementara ( pakai
tutup ) ex terbaik derigen.
STANDAR KUANTITAS AIR
BERSIH/MINUM
Emergency Post-Emergency

Sangat baik: Sangat baik:


50 liter/orang/hari mencukupi
Baik: kebutuhan
20 liter/orang/hari Baik:
Kurang: 50+ liter/orang/hari
<10 liter/orang/hari Kurang:
Minimum: 20 liter/orang/hari
<5 liter/orang/hari
PERSYARATAN UNTUK MEMBANGUN
SISTEM PENYEDIAAN AIR

Cepat dan mudah membangunnya.


pemeliharaannya mudah dan murah operasionalnya.
kestabilan debit pada berbagai situasi.
menggunakan ketrampilan dan material lokal.
KRITERIA UNTUK MEMILIH SUMBER AIR

Kuantitas Teknis bangunan


 kapasitas Dapat dibangun cepat
Menggunakan teknologi
 Tersedia sepanjang sederhana dan mudah
waktu pemeliharannya.
Memnggunakan material
lokal
Kualitas
 Kemurnian air Biaya :
 Risiko pencemaran. Murah.
PENYEDIAAN AIR PADA SITUASI
KEDARURATAN
Sistem Gravitasi
Pompa dangkal
Sistem Pemompaan dalam
Pengangkutan air (truk tangki)
SISTEM GRAVITASI
Keuntungan Kerugian
Hanya dapat
Cepat dan mudah dibangun (1-5hr) dilaksanakan di
daerah pegunungan.
Dapat meggunakan material dan
tenaga lokal.
Tergantung musim

Biaya konstruksi dan pemeliharaan


murah.
SUMUR DANGKAL/SUMUR GALI
Keuntungan Kerugian

Harus di wilayah
Cepat dan mudah dibangun(5-7
dengan permukaan air
hr)
yang tinggi

Dapat menggunakan tenaga Sering tergantung


lokal dan material lokal. musim
SISTEM PEMOMPAAN
Keuntungan Kerugian

Biaya tinggi untuk operasional


dan pemeliharaan
Cepat dan mudh dibangun
Mmerlukan dukungan
perlengkapan, bahan dan suku
Baik untuk sumber air cadang
permukaan
PENGANGKUTAN AIR DENGAN
KENDARAAN

Keuntungan Kerugian

Biaya tinggi
Cepat dan Mudah
Dapat diterapkan untuk
jangka pendek.
Dapat mengangkut
untuk sumber air Perlu akses jalan
bersih yang jaraknya
jauh.
WATER TREATMENT GERMANY
ARMY
WATER TREATMENT DESIGNED
BY BPPT-INDONESIA
Water container : 10 – 20 L / family
STANDAR KUALITAS AIR PADA
SITUASI KEDARURATAN
0 - 10 Faecal Coliforms/100ml
Bagus (tak perlu chloronasi)

10-100 FC/100ml
tercemar (Perlu chlorinasi)

+100 FC/100 ml
Sangat tercemar (Harus chlorinasi )
METHODE PERBAIKAN KUALITAS AIR
Perlindungan Sumber Air Saringan pasir lambat
Cepat, mudah dan murah Berjalan lambat
Dapat berlangsung lama. Perlu waktu untuk
membangun

Pengendapan
 Cepat, mudah dan murah Merebus air
Waktu sekitar 20 menit
 Kadang-kadang masih
Perlu bahan bakar
bermasalah dengan kualitas
fisik dan bacteriologi.
Chlorinasi
Mudah, Cepat dan murah
MENGAPA CHLORINASI MENJADI PILIHAN
UTAMA?

Air yang kualitasnya tidak baik merupakan


penyebab utama tingginya angka kesakitan dan
kematian di situasi kedaruratan.

Yakin bahwa air yang disediakan aman untuk


dikonsumsi

Merupakan metode yang


Cepat, mudah dan murah
STANDARD CHLORINE CONCENTRATION

Setidaknya waktu pengadukan 30


minutes

2.0 - 5.0 mg/liter

0.6 - 1.0 mg/liter)


PEMERIKSAAN KUALITAS AIR

Chlorine Test (Drinking water)

Fecal Coliform Test (Drinking Water)

Biological Oxygen Demand (BOD) (waste


water)
mban
TUJUAN : PENYEDIAAN JAMBAN PADA
SITUASI KEDARURATAN/BENCANA

Menyediakan jamban sesegera mungkin di


lokasi penampungan pengungsi untuk
mengurangi pencemaran oleh tinja ,
dalam rangka menurunkan risiko penyebaran
penyakit menular, khususnya diare dll.
PENTINGANNYA ???

Penyebab utama kesakitan dan kematian di


situasi kedaruratan.

Penyebab utama penyebaran penyakit


menular
Akses ke toilets/jamban
• Maksimum 20 orang untuk 1 jamban
• Ada pemisahan antara jamban untuk perempuan dan laki-
laki.
• Jamban harus terjaga kebersihannya.
• Jarak jamban ke sumber air bersih minimam 50 meter
• Jumlah jamban harus direncanakan sebanding dengan
jumlah pengungsi
• Kalau jamban cemplung harus kuat dan di beri tutup

The Sphere Project 2011


STANDAR LATRINE
Situasi darurat Paska kedaruratan
Baik = 1 untuk 1-5 Sangat Baik = 1 per 1
keluarga family

Sedang = 1 per 6-25 Baik = 1 per 2-10


keluarga keluarga

Jelek = 1 per > 26 Jelek = 1 per > 10


keluarga keluarga
EMERGENCY LATRINES

Simple pit latrine


Defecation field
Mobile latrine
Plastic bags
SIMPLE PIT LATRINES
Kerugian
Keuntungan
Pemeliharaan yang
Cepat dibangun (30 jelek dapat
latrine/hr/team dengan
menyebabkan
anggota 4 org) potensi risiko
tergantung pada tipe
tanah
kesehatan
Mudah dibangun
Masalah Vector
menggunakan bahan
lokal.
Dapat dimanfaatkan
kapan saja
STANDARDS LATRINE

Jarak dari sumber air = 30 meters (min)

Jarak ke tempat pengungsian = 6 – 50 meter


RANKING OF LATRINES
Emergency Post-Emergency

Mobile Toilet Pour Flush

Open Pit Latrine VIP (Ventilated


Improved Pit)
Plastic bag
Closed pit latrine
Defecation field
Open pit latrine
III.Sampah
Solid waste management
• Masyarakat pengungsi diikutsertakan dalam peencanaan dan
pelaksanaan pengelolaan sampah.

• Sampah domestik dapat dibakar atau ditimbun di dalam


tanah dengan lobang galian).

• Sampah harus diangkut ke TPA untuk mengurangi risiko


kesehatan.

• Sampah medis harus di pisahkan dari sampah domestik dan


dikelola tersendiri ( dibakar di incinerator)
PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK

Lingkungan sekitar permukiman pengungsi harus


dalam kondisi bersih setiap hari.

Sampah domestik harus dikumpulkan dan diangkut


ke TPA (bisa oleh pengungsi sendiri atau Pemda)
bah
MASALAH AIR LIMBAH

 Dapat menjadi tempat perkembang biakan vektor (khususnya


nyamuk)
 Dapat mencemari sumber air bersih.
 Mudah tersebar kemana-mana.
 Menimbulkan bau
PENGELOLAAN AIR LIMBAH

Di salurkan melalui saluran /parit terus kan


bandar
Ditampung di penampungan air limbah (oxidation pond)
IV.Vector control
Vector control

Prioritas: Nyamuk, lalat dan tikus.


Hal ini menjadi perhatian dalam pemilihan
lokasi penampungan pengungsi

TUJUAN UTAMA
Menurunkan risiko penularan penyakit
yang ditularkan melalui vektor
PENGENDALIAN VEKTOR
Perbaikan kebersihan lingkungan: jamban,
air limbah, sampah, penyimpanan makanan
dan air.

Personal protection : Penyuluhan


kesehatan dan perbaikan perilaku hidup
bersih
 Pegendalian dengan insektisida
METHODE PENEGENDALIAN
VECTOR
Alami ( dengan ikan pada kolam penampungan)
Pemasangan perangkap (lalat dan tikus)
Perbaikan kebersihan lingkungan (latrine,
sampah, dan limbah)
Penggunaan insektisida / bahan kimia
Vector control

Bed net
V.SANITASI MAKANAN
SANITASI MAKANAN
Tujuan : perlindungan dan penularan penyakit dan
keracunan.

Prioritas :
 Kualitas makanan dan bahan mentahnya (air,
sayuran, ikan, telur, dll)
 Pengamanan Makanan safety (expire date,
kualitas, etc)
 Food handler’s/higiene penjamah
 Food handling/keamana makan
 Penyimpanan dan distribusi makanan.
VI.Personal higyene:
Prioritas untuk:
1. Perilaku hidup sehat pribadi.
2. Memelihara penyediaan air bersih dan fasilitas
sanitasi.
3. Memelihara kebersihan lingkungan.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Contoh:
- SELALU CUCI TANGAN DENGAN SABUN
SEBELUM MAKAN DAN BUANG AIR BESAR.
- MAKAN DAN MINUM YANG TELAH DIMASAK.
- BUANG KOTORAN DI JAMBAN
- BUANG SAMPAH PADA TEMPAT SAMPAH
PRINSIP KESEHATANLINGKUNGAN

 Promosi Kesehatan dan


kualitas hidup

 Perlindungan
masyarakat dari potensi
rikiso kesehatan
 Perlindungan
lingkungan dari
pencemaran
SIAPA YANG TERLIBAT:
 Pemerintahan lokal/provinsi/pusat.
 lembaga Swadaya Masyarakat/NGO (nasional
or/ internasional organization)
 Militer dan Kepolisian
 Organisasi Keagamaan.
 Sektor Swasta ( CSR programme)
 Pengungsi .
Wassalammu’alaikumWr.wb