Anda di halaman 1dari 24

Hasil dan Pembahasan

Hasil dan Pembahasan


• GAMBARAN PELAKSANAAN KEGIATAN
Proses perencanaan berupa pengumpulan data
dalam kegiatan PBL ini tidak ditemukan kendala

Dari data yang telah dikumpulkan, maka diangkat


permasalahan mengenai masih tingginya angka ibu
hamil risiko tinggi di wilayah kerja Puskesmas
Teluk Tiram, yang kemudian dilakukan intervensi
melalui kegiatan penyuluhan dan pembagian leaflet
berdasarkan prioritas masalah yang terdapat pada
metode.
Hasil dan Pembahasan
• GAMBARAN PELAKSANAAN KEGIATAN
Pengajuan
Proposal

Permohonan
Ijin

Perenanaan
Lokasi dan
Waktu
Hasil dan Pembahasan
• Pengorganisasian
Dalam pengorganisasian tidak ada hambatan
yang berarti. Kerjasama dengan pemegang
program KIA sangat kooperatif sehingga
permasalahan dapat teridentifikasi dengan baik.
Kerjasama yang baik juga terjalin antara kepala
puskesmas dan pemegang Upaya Kesahatan
Masyarakat yang sangat mendukung
diadakannya penyuluhan ini.
Hasil dan Pembahasan
Pelaksanaan
• kegiatan PBL yang diadakan di Posyandu Melati kendala
berupa kemunduran rundown kegiatan. Hal ini diakibatkan
oleh peserta kegiatan yang tidak datang tepat waktu,
sehingga kegiatan baru dapat dimulai pada pukul 10.30
WITA, namun dalam jalannya kegiatan, susunan acara
sesuai dengan rundown yang telah ditetapkan.
• Selain terkendala waktu, pada kegiatan ini juga terkendala
dari jumlah peserta yang datang hanya wanita (istri) saja
dari target awal yang diundang adalah pasangan usia subur
dengan total peserta 21 wanita.
EVALUASI
JANGKA PENDEK

Pada kegiatan ini, dilakukan pretest mengenai pengetahuan tentang usia


aman untuk hamil sebelum pemberian materi, dan post test setelah
pemberian materi.
EVALUASI
JANGKA PENDEK
Nilai Jumlah peserta % Jumlah peserta %
pretest Post test
10 1 4,7 17 79,9

9 1 4,7 3 14,1

8 4 18,8 1 4,7

7 5 23,5 0 0

6 5 23,5 0 0

5 4 18,8 0 0

4 1 4,7 0 0

3 0 14,1 0 0

2 0 0 0 0

1 0 0 0 0

0 0 0 0 0

Total 21 21
Rerata 7,09 9,76
EVALUASI
JANGKA PENDEK
Grafik Distribusi Jawaban Benar Pretest dan Posttest Berdasarkan Peserta
EVALUASI
JANGKA PENDEK
Grafik Distribusi Jawaban Benar Pada Soal Pretest dan Posttest Berdasarkan
Kuisioner Peserta
EVALUASI
JANGKA PENDEK
Data diuji statistik menggunakan software IBM SPSS Statistics 25 untuk
melihat adanya perbedaan dari suatu kelompok yaitu sebelum dan sesudah
menerima pemberian materi.

Data yang sudah dikumpulkan diolah dalam bentuk deskriptif dengan


dilakukan uji normalitas data dengan menggunakan uji Saphiro-Wilk untuk
mengetahui sebaran data karena jumlah subjek penelitian <50.
EVALUASI
JANGKA PENDEK
Hasil uji Saphiro-Wilk untuk pretest dan postest dalam bentuk soal tertulis didapatkan
p=0,000 pada nilai pretest dan p=0,02 pada nilai posttest menunjukkan bahwa sebaran
data tidak terdistribusi normal karena p≤0,05

Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
PRETEST .148 21 .200* .957 21 .455
POSTTEST .464 21 .000 .464 21 .000
EVALUASI
JANGKA PENDEK
Setelah melakukan uji normalitas menggunakan uji Saphiro-Wilk kemudian dilakukan
analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui terjadinya perubahan
tingkat pengetahuan setelah diberikan materi mengenai imunisasi dasar lengkap.
Hasil uji Wilcoxon didapatkan p = 0,000 menunjukkan bahwa Ha diterima, maka
terdapat perubahan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan
materi karena p < 0,05
Test Statisticsa
Posttest – Pretest
Z -3.944b
Asymp. Sig. (2-tailed) .000
a. Wilcoxon Signed Ranks Test
b. Based on negative ranks.
EVALUASI
JANGKA MENENGAH
Dalam kegiatan ini, evaluasi jangka menengah belum
dapat dilakukan. Evaluasi jangka menengah ini baru
dapat dilakukan dalam waktu setidaknya 6 bulan sejak
dilakukan sosialisasi dengan cara mengevaluasi
pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai
usia aman untuk hamil
EVALUASI
JANGKA PANJANG
Evaluasi panjang dilakukan dengan menghitung angka
ibu hamil dengan resiko tinggi berupa umur yang
terlalu muda atau terlalu tua. Diharapkan angka
capaian menurun sebagai konsekensi dari peningkatan
pemahaman tentang usia aman untuk hamil. Evaluasi
jangka panjang tidak memungkinkan untuk dilakukan
karena memerlukan waktu setidaknya 12 bulan setelah
sosialisasi
PEMBAHASAN
Pada penilaian pretest dan posttest, tingkat pengetahuan
responden didapatkan nilai rata-rata 7,09 pada pretest yang
meningkat menjadi 9,76 pada posttest, menunjukkan
perbandingan pengetahuan sebelum dan sesudah
penyuluhan.

Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada


pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah penyuluhan

Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan terdapat


perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum
dan sesudah penyuluhan.
PEMBAHASAN
Usia mempengaruhi daya tangkap serta pola pikir
seseorang. Semakin bertambahnya usia akan
menyebabkan meningkatnya daya tangkap dan pola
pikir, sehingga pengetahuan yang diperoleh semakin
membaik. Usia sebagian besar responden adalah pada
kelompok usia 20-35 tahun. Sehingga, diharapkan
dengan, mayoritas peserta yang mengikuti kegiatan
penyuluhan adalah kelompok usia dewasa yaitu 20-35
tahun memiliki daya tangkap yang baik terhadap
informasi yang diberikan.
PEMBAHASAN
Perilaku merupakan respons atau reaksi seseorang
terhadap stimulus (rangsangan dari luar), dengan kata
lain prilaku manusia terjadi melalui proses Stimulus
Organisme-Respons. Stimulus yang di gunakan disini
adalah media slide, leaflet atau poster, dan video untuk
mempengaruhi ibu hamil selaku organisme dan pada
akhirnya dapat meningkatkan pengetahuan sebagai
hasil dari Respons.
PEMBAHASAN
Pengetahuan yang ada pada seseorang diterima melalui
indera. Indera yang paling banyak menyalurkan
pengetahuan kedalam otak adalah mata yaitu kurang
lebih 75% sampai 87%. Sedangkan melalui indera lain
hanya 13% sampai 25% . Dari sini dapat disimpulkan
bahwa alat-alat visual lebih mempermudah cara
penyampaian dan penerimaan atau bahan pendidikan
PEMBAHASAN
Pada penyuluhan ini, dilakukan pembagian leaflet yang
diharapkan pasangan usia subur dapat kembali
membacanya di rumah dan menjadi pengingat bagi
mereka. Selain itu, diharapkan media leaflet ini
dibagikan kepada setiap pasangan usia subur yang
mengalami kontak dengan tenaga kesehatan, agar
promosi kesehatan yang diberikan tidak hanya berupa
konseling berupa ceramah saja.
PEMBAHASAN
Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa
pemilihan metode dan media yang kreatif dan inovatif
menjadikan materi yang disampaikan tidak monoton,
tidak membosankan sehingga terjadinya transfer of
knowledge menjadi lebih baik.
PENUTUP
KESIMPULAN
Pada tanggal 12 juni 2019 telah dilaksanakan
penyuluhan usia aman untuk hamil di Posyandu Melati
Puskesmas Teluk Tiram dengan jumlah peserta 21
orang. Didapatkan hasil peningkatan pengetahuan
peserta mengenai usia aman untuk hamil yang
bermakna secara statistik sebelum dan setelah
penyuluhan diberikan.
SARAN
Bagi Puskesmas
• Merutinkan acara penyuluhan tentang usia aman untuk hamil,
kehamilan berisiko dan tanda bahaya saat kehamilan, persalinan,
dan masa nifas.
• Memaksimalkan sarana dan prasarana yang terdapat di puskesmas
untuk promosi kesehatan, seperti membuat berbagai leaflet inovatif
yang dapat meningkatkan pengetahuan Ibu hamil tentang
kehamilannya dan risiko-risikonya.
• Melakukan pembekalan khusus kepada kader posyandu atau tokoh
masyarakat mengenai usia aman untuk hamil dan kehamilan
beresiko.
• Melakukan acara penyuluhan tentang Program Keluarga Berencana
(KB) sebagai salah satu upaya pencegahan kehamilan beresiko.
SARAN
Bagi Dinas Kesehatan
• Pembuatan media promosi kesehatan seperti buku atau video
resmi mengenai resiko tinggi kehamilan dan usia aman untuk
hamil serta komplikasi yang dapat terjadi, kemudian dibagikan
ke masing-masing puskesmas.
• Menggunakan media broadcasting siaran televisi lokal dengan
cara bekerja sama dengan dinkes tingkat provinsi.